Langsung ke konten utama

Contrast in Leadership and Desire (Preparing the Bride #24)

Gereja Setia vs Pamer Spiritual Salomo

Sesi ini membahas perbandingan antara Raja Salomo dan Gadis Sulam dari Kitab Kidung Agung, serta relevansinya bagi jemaat. Fokus utamanya adalah godaan duniawi dan pentingnya pengenalan akan Allah untuk menghindari dosa dan kesia-siaan. Pembicara menyoroti keangkuhan dan kemegahan Salomo yang berasal dari pengaruh asing, terutama dari pernikahan politiknya dengan putri Firaun, yang bertolak belakang dengan kesetiaan dan kerinduan Gadis Sulam akan kehadiran Tuhan. Khotbah ini juga menekankan bahwa gereja yang diharapkan Tuhan adalah mereka yang berfokus pada menggambarkan Kristus melalui perbuatan yang benar, bukan pada pamer diri.



Kid 3:9 Raja Salomo membuat bagi dirinya suatu tandu dari kayu Libanon. 10  Tiang-tiangnya dibuatnya dari perak, sandarannya dari emas, tempat duduknya berwarna ungu, bagian dalamnya dihiasi dengan kayu arang. Hai puteri-puteri Yerusalem,

11  puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.


Karakteristik utama yang diharapkan Tuhan dari gereja-Nya adalah kesetiaan, kemurnian hati, dan fokus sepenuhnya pada Kristus. Ini kontras dengan Raja Salomo dalam Kidung Agung 3:9-11 yang membangun tandu megah ("chariot" dalam King James Version) dari kayu Libanon untuk dirinya sendiri, dengan tiang perak, sandaran emas, tempat duduk ungu, dan interior dihiasi kayu arang. Kereta ini digunakan untuk menampilkan dan menggambarkan otoritas serta martabatnya di hadapan banyak orang dan demi memikat hati gadis Sunem (Sulam). Kereta dan kuda untuk Salomo didatangkan dari Mesir (Misraim). Ini adalah gambaran "pamer spiritual" yang palsu, berfokus pada kemegahan diri sendiri dan nilai-nilai duniawi, meniru kebudayaan Mesir. (further demonstrating adopsi simbol kekuatan dan martabat Mesir.). Hal ini dianggap sebagai "pamer spiritual penuh dengan Kepalsuan" dan pergeseran dari nilai-nilai yang dibangun oleh Allah pada dirinya melalui ayahnya, Daud.  Sebaliknya, gereja yang sejati, seperti gadis Sulam, rindu untuk menampilkan Bait Suci Tuhan, kemuliaan Tuhan, di mana Tuhan saja yang terlihat melalui sikap, perbuatan, dan cara berpikir jemaat. Perbedaannya terletak pada apakah tindakan tersebut dilakukan untuk kemegahan diri sendiri atau untuk memamerkan Tuhan.


Kontaminasi nilai duniawi yang berbahaya:

Kontaminasi nilai duniawi merupakan bahaya serius yang dapat menggeser fokus dan kesetiaan gereja serta individu jemaat dari Tuhan. Ps. Djonny menjelaskan bahwa dunia menyajikan dirinya sebagai "pamer spiritual penuh dengan Kepalsuan", yang mudah menipu orang karena kurangnya kedewasaan rohani, miskin pengenalan akan Tuhan, dan adanya kerinduan internal terhadap hal-hal palsu tersebut. Hal ini dapat menyebabkan banyak orang tersandung dan gagal dalam rencana Tuhan bagi hidup mereka.

Contoh utama yang dibahas dalam sumber adalah Raja Salomo. Kereta tandunya (joli), yang dibuat bagi dirinya sendiri untuk menampilkan otoritas dan martabatnya di hadapan banyak orang, meniru Mesir dan dipenuhi kemewahan yang melambangkan otoritas duniawi. Ini terjadi karena Salomo menikahi putri Firaun dan mengadopsi nilai-nilai luhur Mesir, bukan martabat Israel yang dibangun Allah melalui Daud. Nilai-nilai yang dibangun oleh Daud dalam dirinya mulai mengalami pergeseran. Pameran duniawi ini (seperti perak, emas, ungu, kayu arang dalam tandu Salomo) merangsang keinginan.

Mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya (keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup) bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Tiap-tiap orang dicobai oleh keinginan sendiri, yang menyeret dan memikatnya, dan apabila keinginan itu dibuahi, ia melahirkan dosa, dan dosa melahirkan maut. Dunia mencoba mengkontaminasi hidup agar kita mengambil nilai dunia dan memamerkannya seolah itu datang dari Tuhan. Pernikahan campur ("Mitra Destiny") Salomo dengan perempuan asing dari bangsa-bangsa yang dilarang Tuhan (Moab, Amon, Edom, Sidon, Het) adalah contoh bagaimana hati Salomo terpaut kepada mereka dengan cinta duniawi, dan istri-istrinya mencondongkan hatinya menjauhi Tuhan. Pp Djonny bahkan menyebutkan ini sebagai "kejahatan besar".

Bagaimana pemimpin dan gereja dapat menghindari kontaminasi ini:

  1. Mengenal Allah dengan Benar: Daud menasehati Salomo untuk mengenal Allah ayahnya, melayani-Nya dengan tulus dan rela hati, karena Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Mengenal Allah secara benar adalah cara membentengi hidup dari nilai-nilai duniawi. Ini berarti memahami sifat, karakter, standar-Nya, serta cara kerja-Nya.

  2. Berjaga-jaga terhadap Keinginan Mata: Apa yang kita lihat bisa mengkontaminasi keinginan. Penting untuk memahami bahwa dunia akan mencoba mengkontaminasi hidup agar kita mengambil nilai dunia. Periksa apakah sesuatu, meskipun didapat secara halal, merangsang keinginan yang berbahaya.

  3. Fokus pada Kristus (Sang Kekasih): Seperti gadis Sunam yang hati dan pikirannya selalu tertuju pada kekasihnya, gereja harus menjaga hati dan pikiran tetap fokus pada Kristus, bukan pada pameran duniawi. Meskipun Salomo memamerkan kemegahan duniawinya, hati gadis Sunam tetap pada kekasihnya.

  4. Menerima Gambaran Diri dari Tuhan: Jangan biarkan pendapat orang lain atau tuntutan duniawi membentuk gambaran diri. Gambaran diri yang benar datang dari apa yang Tuhan katakan tentang diri kita melalui Firman-Nya (Rhema).

  5. Memimpin Berdasarkan Sistem Kristus: Yesus mengajarkan bahwa di antara pengikut-Nya, kebesaran datang dari melayani, bukan dari memerintah dengan tangan besi seperti penguasa dunia. Pemimpin harus menjadi pelayan dan hamba. Allah meninggikan Yesus karena Dia merendahkan diri dan melayani. Ini adalah cara martabat ditentukan oleh Allah.

  6. Membangun Jemaat agar Serupa Kristus: Para hamba Tuhan (pemimpin) bekerja keras, menderita sakit bersalin, sampai rupa Kristus menjadi nyata dalam kehidupan jemaat. Tugas pemimpin adalah membimbing jemaat menuju keserupaan dengan Kristus.

  7. Memperingatkan Bahaya Pernikahan Campur yang Tidak Kudus: Sumber dengan tegas menghubungkan pernikahan Salomo dengan perempuan asing yang tidak mengabdi kepada Allah Israel sebagai penyebab hatinya berpaling dari Tuhan. Nehemia juga menindak tegas orang-orang Yahudi yang menikahi perempuan asing karena menyebabkan mereka berpaling dari Allah. Meskipun ada pengecualian seperti Rut, bahayanya adalah ketika cinta terhadap pasangan asing melebihi standar Tuhan dan justru pasangannyalah yang mencondongkan hati kepada dewa-dewa mereka.

  8. Tidak Mudah Terkontaminasi saat Berbeda Pendapat: Orang yang tidak setuju dengan kebenaran dari pemimpinnya seringkali mudah terkontaminasi dan bergabung dengan orang lain, merasa benar. Penting untuk memiliki keakuratan dan tidak mudah menyesuaikan diri dengan tuntutan duniawi.

  9. Mengingat Identitas sebagai Mempelai Kristus: Gereja dipanggil untuk menjadi mempelai Anak Domba yang siap sedia, mengenakan kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan putih bersih (perbuatan benar orang-orang kudus). Tuhan ingin memamerkan gereja-Nya. Gereja akan manunggal dengan Kristus, berbagi takhta dan martabat Anak Domba.

Secara keseluruhan, menghindari kontaminasi nilai duniawi melibatkan pengenalan yang benar dan mendalam akan Allah, penjagaan hati dan keinginan, fokus yang teguh pada Kristus dan nilai-nilai-Nya, serta kepemimpinan yang meneladani Kristus. Penting untuk menyadari bahwa nilai-nilai dunia, meskipun terlihat baik atau spiritual, seringkali adalah kepalsuan yang berakar pada keinginan diri dan menjauhkan dari rencana Allah.


Hal-hal yang membuat Raja Salomo berdosa dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Pernikahan Campur dengan Perempuan Asing dari Bangsa Terlarang: Raja Salomo mencintai banyak perempuan asing selain anak Firaun, yaitu perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon, dan Het. Tuhan telah berfirman kepada orang Israel agar jangan bergaul dengan bangsa-bangsa ini, dan sebaliknya, karena sesungguhnya mereka akan mencondongkan hati kepada allah-allah mereka.

  2. Cinta Duniawi (Cinta Lahiriah) kepada Istri-istri Asing: Salomo terpaut kepada perempuan-perempuan asing tersebut dengan cinta. Sumber menjelaskan bahwa cinta yang dimaksud di sini bukanlah cinta Tuhan, melainkan cinta lahiriah.

  3. Hati Dipalingkan dari Tuhan oleh Istri-istri Asing: Istri-istrinya (700 istri dari kaum bangsawan dan 300 gundik) menarik hatinya daripada Tuhan. Pada waktu Salomo sudah tua, istri-istri itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan Allahnya seperti Daud ayahnya. Nehemia juga mencatat bahwa Salomo terbawa ke dalam dosa oleh perempuan-perempuan asing itu, meskipun ia raja yang dikasihi Allah.

  4. Mengadopsi Nilai-nilai dan Martabat Duniawi (Mesir): Karena menikahi putri Firaun, Salomo bukan hanya sekedar menikah, tetapi juga mengadopsi semua nilai-nilai luhur daripada kehidupan Mesir dan martabat Mesir, bukan martabat Israel yang dibangun oleh Allah. Hal ini menyebabkan nilai-nilai yang dibangun oleh Daud pada dirinya mulai mengalami pergeseran.

  5. Memamerkan Kemegahan dan Otoritas untuk Diri Sendiri: Salomo membuat bagi dirinya sendiri suatu tandu atau kereta angkut dari kayu Libanon untuk menampilkan menggambarkan otoritas dan martabatnya di hadapan banyak orang. Kereta ini meniru Mesir dan dipenuhi kemewahan, melambangkan otoritas dan martabat duniawi. Tandu ini dibuat "bagi dirinya" untuk kemegahan dirinya, berbeda dengan Sang Gembala dan gadis Sunam yang merindukan apa yang tampil adalah kemuliaan Tuhan atau elemen Bait Suci. Ini disebut sebagai "pamer spiritual penuh dengan Kepalsuan" dan "kebodohan" Salomo. Hal ini merangsang keinginan.

  6. Terpikat oleh Keinginan Sendiri karena Apa yang Dilihat: Dunia dipamerkan (Mesir adalah lambang dunia), dan apa yang dipamerkan itu merangsang keinginan Salomo. Yakobus 1:14-15 dijelaskan bahwa tiap-tiap orang dicobai oleh keinginan sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya, dan apabila keinginan itu telah dibuahi ia melahirkan dosa, dan apabila dosa itu sudah mata ia melahirkan maut. Mengasihi dunia dan apa yang di dalamnya bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia, dan dunia sedang lenyap dengan keinginannya.

  7. Berubah Setia terhadap Allah: Memperistri perempuan-perempuan asing ini disebut sebagai "kejahatan yang besar", yakni "Berubah Setia terhadap Allah kita".

Nasihat Daud kepada Salomo untuk mengenal Allah ayahnya dan beribadah (melayani) kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan rela hati, karena Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita, serta peringatan bahwa jika Salomo mencari Dia, Ia berkenan ditemui, tetapi jika meninggalkan Dia, Ia akan membuangnya, menunjukkan bahwa Salomo gagal memelihara pengenalan akan Allah yang benar.

Keinginan duniawi dan keinginan mata dapat merusak kesetiaan kepada Tuhan dengan merangsang keinginan dalam diri, menyebabkan seseorang berpikir bahwa nilai-nilai duniawi adalah yang berharga, martabat, atau bahkan datang dari Tuhan. 1 Yohanes 2:15-17 mengingatkan agar tidak mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya, karena kasih akan Bapa tidak ada dalam orang yang mengasihi dunia. Yakobus 1:12-15 menjelaskan bahwa setiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, yang menyeret dan memikatnya, dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa, dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. Dalam kasus Salomo, ia menikahi banyak perempuan asing dari bangsa-bangsa yang dilarang, dan istri-istrinya mencondongkan hatinya kepada allah-allah mereka, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan Allahnya (1 Raja-raja 11:1-4). Pameran kemegahan Salomo merangsang keinginan orang lain, bahkan dalam konteks spiritual, yang berbahaya karena bisa mengarah pada dosa dan maut atau kesia-siaan


Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...