Langsung ke konten utama

Contrast in Leadership and Desire (Preparing the Bride #24)

Gereja Setia vs Pamer Spiritual Salomo

Sesi ini membahas perbandingan antara Raja Salomo dan Gadis Sulam dari Kitab Kidung Agung, serta relevansinya bagi jemaat. Fokus utamanya adalah godaan duniawi dan pentingnya pengenalan akan Allah untuk menghindari dosa dan kesia-siaan. Pembicara menyoroti keangkuhan dan kemegahan Salomo yang berasal dari pengaruh asing, terutama dari pernikahan politiknya dengan putri Firaun, yang bertolak belakang dengan kesetiaan dan kerinduan Gadis Sulam akan kehadiran Tuhan. Khotbah ini juga menekankan bahwa gereja yang diharapkan Tuhan adalah mereka yang berfokus pada menggambarkan Kristus melalui perbuatan yang benar, bukan pada pamer diri.



Kid 3:9 Raja Salomo membuat bagi dirinya suatu tandu dari kayu Libanon. 10  Tiang-tiangnya dibuatnya dari perak, sandarannya dari emas, tempat duduknya berwarna ungu, bagian dalamnya dihiasi dengan kayu arang. Hai puteri-puteri Yerusalem,

11  puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.


Karakteristik utama yang diharapkan Tuhan dari gereja-Nya adalah kesetiaan, kemurnian hati, dan fokus sepenuhnya pada Kristus. Ini kontras dengan Raja Salomo dalam Kidung Agung 3:9-11 yang membangun tandu megah ("chariot" dalam King James Version) dari kayu Libanon untuk dirinya sendiri, dengan tiang perak, sandaran emas, tempat duduk ungu, dan interior dihiasi kayu arang. Kereta ini digunakan untuk menampilkan dan menggambarkan otoritas serta martabatnya di hadapan banyak orang dan demi memikat hati gadis Sunem (Sulam). Kereta dan kuda untuk Salomo didatangkan dari Mesir (Misraim). Ini adalah gambaran "pamer spiritual" yang palsu, berfokus pada kemegahan diri sendiri dan nilai-nilai duniawi, meniru kebudayaan Mesir. (further demonstrating adopsi simbol kekuatan dan martabat Mesir.). Hal ini dianggap sebagai "pamer spiritual penuh dengan Kepalsuan" dan pergeseran dari nilai-nilai yang dibangun oleh Allah pada dirinya melalui ayahnya, Daud.  Sebaliknya, gereja yang sejati, seperti gadis Sulam, rindu untuk menampilkan Bait Suci Tuhan, kemuliaan Tuhan, di mana Tuhan saja yang terlihat melalui sikap, perbuatan, dan cara berpikir jemaat. Perbedaannya terletak pada apakah tindakan tersebut dilakukan untuk kemegahan diri sendiri atau untuk memamerkan Tuhan.


Kontaminasi nilai duniawi yang berbahaya:

Kontaminasi nilai duniawi merupakan bahaya serius yang dapat menggeser fokus dan kesetiaan gereja serta individu jemaat dari Tuhan. Ps. Djonny menjelaskan bahwa dunia menyajikan dirinya sebagai "pamer spiritual penuh dengan Kepalsuan", yang mudah menipu orang karena kurangnya kedewasaan rohani, miskin pengenalan akan Tuhan, dan adanya kerinduan internal terhadap hal-hal palsu tersebut. Hal ini dapat menyebabkan banyak orang tersandung dan gagal dalam rencana Tuhan bagi hidup mereka.

Contoh utama yang dibahas dalam sumber adalah Raja Salomo. Kereta tandunya (joli), yang dibuat bagi dirinya sendiri untuk menampilkan otoritas dan martabatnya di hadapan banyak orang, meniru Mesir dan dipenuhi kemewahan yang melambangkan otoritas duniawi. Ini terjadi karena Salomo menikahi putri Firaun dan mengadopsi nilai-nilai luhur Mesir, bukan martabat Israel yang dibangun Allah melalui Daud. Nilai-nilai yang dibangun oleh Daud dalam dirinya mulai mengalami pergeseran. Pameran duniawi ini (seperti perak, emas, ungu, kayu arang dalam tandu Salomo) merangsang keinginan.

Mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya (keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup) bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Tiap-tiap orang dicobai oleh keinginan sendiri, yang menyeret dan memikatnya, dan apabila keinginan itu dibuahi, ia melahirkan dosa, dan dosa melahirkan maut. Dunia mencoba mengkontaminasi hidup agar kita mengambil nilai dunia dan memamerkannya seolah itu datang dari Tuhan. Pernikahan campur ("Mitra Destiny") Salomo dengan perempuan asing dari bangsa-bangsa yang dilarang Tuhan (Moab, Amon, Edom, Sidon, Het) adalah contoh bagaimana hati Salomo terpaut kepada mereka dengan cinta duniawi, dan istri-istrinya mencondongkan hatinya menjauhi Tuhan. Pp Djonny bahkan menyebutkan ini sebagai "kejahatan besar".

Bagaimana pemimpin dan gereja dapat menghindari kontaminasi ini:

  1. Mengenal Allah dengan Benar: Daud menasehati Salomo untuk mengenal Allah ayahnya, melayani-Nya dengan tulus dan rela hati, karena Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Mengenal Allah secara benar adalah cara membentengi hidup dari nilai-nilai duniawi. Ini berarti memahami sifat, karakter, standar-Nya, serta cara kerja-Nya.

  2. Berjaga-jaga terhadap Keinginan Mata: Apa yang kita lihat bisa mengkontaminasi keinginan. Penting untuk memahami bahwa dunia akan mencoba mengkontaminasi hidup agar kita mengambil nilai dunia. Periksa apakah sesuatu, meskipun didapat secara halal, merangsang keinginan yang berbahaya.

  3. Fokus pada Kristus (Sang Kekasih): Seperti gadis Sunam yang hati dan pikirannya selalu tertuju pada kekasihnya, gereja harus menjaga hati dan pikiran tetap fokus pada Kristus, bukan pada pameran duniawi. Meskipun Salomo memamerkan kemegahan duniawinya, hati gadis Sunam tetap pada kekasihnya.

  4. Menerima Gambaran Diri dari Tuhan: Jangan biarkan pendapat orang lain atau tuntutan duniawi membentuk gambaran diri. Gambaran diri yang benar datang dari apa yang Tuhan katakan tentang diri kita melalui Firman-Nya (Rhema).

  5. Memimpin Berdasarkan Sistem Kristus: Yesus mengajarkan bahwa di antara pengikut-Nya, kebesaran datang dari melayani, bukan dari memerintah dengan tangan besi seperti penguasa dunia. Pemimpin harus menjadi pelayan dan hamba. Allah meninggikan Yesus karena Dia merendahkan diri dan melayani. Ini adalah cara martabat ditentukan oleh Allah.

  6. Membangun Jemaat agar Serupa Kristus: Para hamba Tuhan (pemimpin) bekerja keras, menderita sakit bersalin, sampai rupa Kristus menjadi nyata dalam kehidupan jemaat. Tugas pemimpin adalah membimbing jemaat menuju keserupaan dengan Kristus.

  7. Memperingatkan Bahaya Pernikahan Campur yang Tidak Kudus: Sumber dengan tegas menghubungkan pernikahan Salomo dengan perempuan asing yang tidak mengabdi kepada Allah Israel sebagai penyebab hatinya berpaling dari Tuhan. Nehemia juga menindak tegas orang-orang Yahudi yang menikahi perempuan asing karena menyebabkan mereka berpaling dari Allah. Meskipun ada pengecualian seperti Rut, bahayanya adalah ketika cinta terhadap pasangan asing melebihi standar Tuhan dan justru pasangannyalah yang mencondongkan hati kepada dewa-dewa mereka.

  8. Tidak Mudah Terkontaminasi saat Berbeda Pendapat: Orang yang tidak setuju dengan kebenaran dari pemimpinnya seringkali mudah terkontaminasi dan bergabung dengan orang lain, merasa benar. Penting untuk memiliki keakuratan dan tidak mudah menyesuaikan diri dengan tuntutan duniawi.

  9. Mengingat Identitas sebagai Mempelai Kristus: Gereja dipanggil untuk menjadi mempelai Anak Domba yang siap sedia, mengenakan kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan putih bersih (perbuatan benar orang-orang kudus). Tuhan ingin memamerkan gereja-Nya. Gereja akan manunggal dengan Kristus, berbagi takhta dan martabat Anak Domba.

Secara keseluruhan, menghindari kontaminasi nilai duniawi melibatkan pengenalan yang benar dan mendalam akan Allah, penjagaan hati dan keinginan, fokus yang teguh pada Kristus dan nilai-nilai-Nya, serta kepemimpinan yang meneladani Kristus. Penting untuk menyadari bahwa nilai-nilai dunia, meskipun terlihat baik atau spiritual, seringkali adalah kepalsuan yang berakar pada keinginan diri dan menjauhkan dari rencana Allah.


Hal-hal yang membuat Raja Salomo berdosa dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Pernikahan Campur dengan Perempuan Asing dari Bangsa Terlarang: Raja Salomo mencintai banyak perempuan asing selain anak Firaun, yaitu perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon, dan Het. Tuhan telah berfirman kepada orang Israel agar jangan bergaul dengan bangsa-bangsa ini, dan sebaliknya, karena sesungguhnya mereka akan mencondongkan hati kepada allah-allah mereka.

  2. Cinta Duniawi (Cinta Lahiriah) kepada Istri-istri Asing: Salomo terpaut kepada perempuan-perempuan asing tersebut dengan cinta. Sumber menjelaskan bahwa cinta yang dimaksud di sini bukanlah cinta Tuhan, melainkan cinta lahiriah.

  3. Hati Dipalingkan dari Tuhan oleh Istri-istri Asing: Istri-istrinya (700 istri dari kaum bangsawan dan 300 gundik) menarik hatinya daripada Tuhan. Pada waktu Salomo sudah tua, istri-istri itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan Allahnya seperti Daud ayahnya. Nehemia juga mencatat bahwa Salomo terbawa ke dalam dosa oleh perempuan-perempuan asing itu, meskipun ia raja yang dikasihi Allah.

  4. Mengadopsi Nilai-nilai dan Martabat Duniawi (Mesir): Karena menikahi putri Firaun, Salomo bukan hanya sekedar menikah, tetapi juga mengadopsi semua nilai-nilai luhur daripada kehidupan Mesir dan martabat Mesir, bukan martabat Israel yang dibangun oleh Allah. Hal ini menyebabkan nilai-nilai yang dibangun oleh Daud pada dirinya mulai mengalami pergeseran.

  5. Memamerkan Kemegahan dan Otoritas untuk Diri Sendiri: Salomo membuat bagi dirinya sendiri suatu tandu atau kereta angkut dari kayu Libanon untuk menampilkan menggambarkan otoritas dan martabatnya di hadapan banyak orang. Kereta ini meniru Mesir dan dipenuhi kemewahan, melambangkan otoritas dan martabat duniawi. Tandu ini dibuat "bagi dirinya" untuk kemegahan dirinya, berbeda dengan Sang Gembala dan gadis Sunam yang merindukan apa yang tampil adalah kemuliaan Tuhan atau elemen Bait Suci. Ini disebut sebagai "pamer spiritual penuh dengan Kepalsuan" dan "kebodohan" Salomo. Hal ini merangsang keinginan.

  6. Terpikat oleh Keinginan Sendiri karena Apa yang Dilihat: Dunia dipamerkan (Mesir adalah lambang dunia), dan apa yang dipamerkan itu merangsang keinginan Salomo. Yakobus 1:14-15 dijelaskan bahwa tiap-tiap orang dicobai oleh keinginan sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya, dan apabila keinginan itu telah dibuahi ia melahirkan dosa, dan apabila dosa itu sudah mata ia melahirkan maut. Mengasihi dunia dan apa yang di dalamnya bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia, dan dunia sedang lenyap dengan keinginannya.

  7. Berubah Setia terhadap Allah: Memperistri perempuan-perempuan asing ini disebut sebagai "kejahatan yang besar", yakni "Berubah Setia terhadap Allah kita".

Nasihat Daud kepada Salomo untuk mengenal Allah ayahnya dan beribadah (melayani) kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan rela hati, karena Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita, serta peringatan bahwa jika Salomo mencari Dia, Ia berkenan ditemui, tetapi jika meninggalkan Dia, Ia akan membuangnya, menunjukkan bahwa Salomo gagal memelihara pengenalan akan Allah yang benar.

Keinginan duniawi dan keinginan mata dapat merusak kesetiaan kepada Tuhan dengan merangsang keinginan dalam diri, menyebabkan seseorang berpikir bahwa nilai-nilai duniawi adalah yang berharga, martabat, atau bahkan datang dari Tuhan. 1 Yohanes 2:15-17 mengingatkan agar tidak mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya, karena kasih akan Bapa tidak ada dalam orang yang mengasihi dunia. Yakobus 1:12-15 menjelaskan bahwa setiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, yang menyeret dan memikatnya, dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa, dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. Dalam kasus Salomo, ia menikahi banyak perempuan asing dari bangsa-bangsa yang dilarang, dan istri-istrinya mencondongkan hatinya kepada allah-allah mereka, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan Allahnya (1 Raja-raja 11:1-4). Pameran kemegahan Salomo merangsang keinginan orang lain, bahkan dalam konteks spiritual, yang berbahaya karena bisa mengarah pada dosa dan maut atau kesia-siaan


Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...