Langsung ke konten utama

Contrast in Leadership and Desire (Preparing the Bride #24)

Gereja Setia vs Pamer Spiritual Salomo

Sesi ini membahas perbandingan antara Raja Salomo dan Gadis Sulam dari Kitab Kidung Agung, serta relevansinya bagi jemaat. Fokus utamanya adalah godaan duniawi dan pentingnya pengenalan akan Allah untuk menghindari dosa dan kesia-siaan. Pembicara menyoroti keangkuhan dan kemegahan Salomo yang berasal dari pengaruh asing, terutama dari pernikahan politiknya dengan putri Firaun, yang bertolak belakang dengan kesetiaan dan kerinduan Gadis Sulam akan kehadiran Tuhan. Khotbah ini juga menekankan bahwa gereja yang diharapkan Tuhan adalah mereka yang berfokus pada menggambarkan Kristus melalui perbuatan yang benar, bukan pada pamer diri.



Kid 3:9 Raja Salomo membuat bagi dirinya suatu tandu dari kayu Libanon. 10  Tiang-tiangnya dibuatnya dari perak, sandarannya dari emas, tempat duduknya berwarna ungu, bagian dalamnya dihiasi dengan kayu arang. Hai puteri-puteri Yerusalem,

11  puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.


Karakteristik utama yang diharapkan Tuhan dari gereja-Nya adalah kesetiaan, kemurnian hati, dan fokus sepenuhnya pada Kristus. Ini kontras dengan Raja Salomo dalam Kidung Agung 3:9-11 yang membangun tandu megah ("chariot" dalam King James Version) dari kayu Libanon untuk dirinya sendiri, dengan tiang perak, sandaran emas, tempat duduk ungu, dan interior dihiasi kayu arang. Kereta ini digunakan untuk menampilkan dan menggambarkan otoritas serta martabatnya di hadapan banyak orang dan demi memikat hati gadis Sunem (Sulam). Kereta dan kuda untuk Salomo didatangkan dari Mesir (Misraim). Ini adalah gambaran "pamer spiritual" yang palsu, berfokus pada kemegahan diri sendiri dan nilai-nilai duniawi, meniru kebudayaan Mesir. (further demonstrating adopsi simbol kekuatan dan martabat Mesir.). Hal ini dianggap sebagai "pamer spiritual penuh dengan Kepalsuan" dan pergeseran dari nilai-nilai yang dibangun oleh Allah pada dirinya melalui ayahnya, Daud.  Sebaliknya, gereja yang sejati, seperti gadis Sulam, rindu untuk menampilkan Bait Suci Tuhan, kemuliaan Tuhan, di mana Tuhan saja yang terlihat melalui sikap, perbuatan, dan cara berpikir jemaat. Perbedaannya terletak pada apakah tindakan tersebut dilakukan untuk kemegahan diri sendiri atau untuk memamerkan Tuhan.


Kontaminasi nilai duniawi yang berbahaya:

Kontaminasi nilai duniawi merupakan bahaya serius yang dapat menggeser fokus dan kesetiaan gereja serta individu jemaat dari Tuhan. Ps. Djonny menjelaskan bahwa dunia menyajikan dirinya sebagai "pamer spiritual penuh dengan Kepalsuan", yang mudah menipu orang karena kurangnya kedewasaan rohani, miskin pengenalan akan Tuhan, dan adanya kerinduan internal terhadap hal-hal palsu tersebut. Hal ini dapat menyebabkan banyak orang tersandung dan gagal dalam rencana Tuhan bagi hidup mereka.

Contoh utama yang dibahas dalam sumber adalah Raja Salomo. Kereta tandunya (joli), yang dibuat bagi dirinya sendiri untuk menampilkan otoritas dan martabatnya di hadapan banyak orang, meniru Mesir dan dipenuhi kemewahan yang melambangkan otoritas duniawi. Ini terjadi karena Salomo menikahi putri Firaun dan mengadopsi nilai-nilai luhur Mesir, bukan martabat Israel yang dibangun Allah melalui Daud. Nilai-nilai yang dibangun oleh Daud dalam dirinya mulai mengalami pergeseran. Pameran duniawi ini (seperti perak, emas, ungu, kayu arang dalam tandu Salomo) merangsang keinginan.

Mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya (keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup) bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Tiap-tiap orang dicobai oleh keinginan sendiri, yang menyeret dan memikatnya, dan apabila keinginan itu dibuahi, ia melahirkan dosa, dan dosa melahirkan maut. Dunia mencoba mengkontaminasi hidup agar kita mengambil nilai dunia dan memamerkannya seolah itu datang dari Tuhan. Pernikahan campur ("Mitra Destiny") Salomo dengan perempuan asing dari bangsa-bangsa yang dilarang Tuhan (Moab, Amon, Edom, Sidon, Het) adalah contoh bagaimana hati Salomo terpaut kepada mereka dengan cinta duniawi, dan istri-istrinya mencondongkan hatinya menjauhi Tuhan. Pp Djonny bahkan menyebutkan ini sebagai "kejahatan besar".

Bagaimana pemimpin dan gereja dapat menghindari kontaminasi ini:

  1. Mengenal Allah dengan Benar: Daud menasehati Salomo untuk mengenal Allah ayahnya, melayani-Nya dengan tulus dan rela hati, karena Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Mengenal Allah secara benar adalah cara membentengi hidup dari nilai-nilai duniawi. Ini berarti memahami sifat, karakter, standar-Nya, serta cara kerja-Nya.

  2. Berjaga-jaga terhadap Keinginan Mata: Apa yang kita lihat bisa mengkontaminasi keinginan. Penting untuk memahami bahwa dunia akan mencoba mengkontaminasi hidup agar kita mengambil nilai dunia. Periksa apakah sesuatu, meskipun didapat secara halal, merangsang keinginan yang berbahaya.

  3. Fokus pada Kristus (Sang Kekasih): Seperti gadis Sunam yang hati dan pikirannya selalu tertuju pada kekasihnya, gereja harus menjaga hati dan pikiran tetap fokus pada Kristus, bukan pada pameran duniawi. Meskipun Salomo memamerkan kemegahan duniawinya, hati gadis Sunam tetap pada kekasihnya.

  4. Menerima Gambaran Diri dari Tuhan: Jangan biarkan pendapat orang lain atau tuntutan duniawi membentuk gambaran diri. Gambaran diri yang benar datang dari apa yang Tuhan katakan tentang diri kita melalui Firman-Nya (Rhema).

  5. Memimpin Berdasarkan Sistem Kristus: Yesus mengajarkan bahwa di antara pengikut-Nya, kebesaran datang dari melayani, bukan dari memerintah dengan tangan besi seperti penguasa dunia. Pemimpin harus menjadi pelayan dan hamba. Allah meninggikan Yesus karena Dia merendahkan diri dan melayani. Ini adalah cara martabat ditentukan oleh Allah.

  6. Membangun Jemaat agar Serupa Kristus: Para hamba Tuhan (pemimpin) bekerja keras, menderita sakit bersalin, sampai rupa Kristus menjadi nyata dalam kehidupan jemaat. Tugas pemimpin adalah membimbing jemaat menuju keserupaan dengan Kristus.

  7. Memperingatkan Bahaya Pernikahan Campur yang Tidak Kudus: Sumber dengan tegas menghubungkan pernikahan Salomo dengan perempuan asing yang tidak mengabdi kepada Allah Israel sebagai penyebab hatinya berpaling dari Tuhan. Nehemia juga menindak tegas orang-orang Yahudi yang menikahi perempuan asing karena menyebabkan mereka berpaling dari Allah. Meskipun ada pengecualian seperti Rut, bahayanya adalah ketika cinta terhadap pasangan asing melebihi standar Tuhan dan justru pasangannyalah yang mencondongkan hati kepada dewa-dewa mereka.

  8. Tidak Mudah Terkontaminasi saat Berbeda Pendapat: Orang yang tidak setuju dengan kebenaran dari pemimpinnya seringkali mudah terkontaminasi dan bergabung dengan orang lain, merasa benar. Penting untuk memiliki keakuratan dan tidak mudah menyesuaikan diri dengan tuntutan duniawi.

  9. Mengingat Identitas sebagai Mempelai Kristus: Gereja dipanggil untuk menjadi mempelai Anak Domba yang siap sedia, mengenakan kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan putih bersih (perbuatan benar orang-orang kudus). Tuhan ingin memamerkan gereja-Nya. Gereja akan manunggal dengan Kristus, berbagi takhta dan martabat Anak Domba.

Secara keseluruhan, menghindari kontaminasi nilai duniawi melibatkan pengenalan yang benar dan mendalam akan Allah, penjagaan hati dan keinginan, fokus yang teguh pada Kristus dan nilai-nilai-Nya, serta kepemimpinan yang meneladani Kristus. Penting untuk menyadari bahwa nilai-nilai dunia, meskipun terlihat baik atau spiritual, seringkali adalah kepalsuan yang berakar pada keinginan diri dan menjauhkan dari rencana Allah.


Hal-hal yang membuat Raja Salomo berdosa dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Pernikahan Campur dengan Perempuan Asing dari Bangsa Terlarang: Raja Salomo mencintai banyak perempuan asing selain anak Firaun, yaitu perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon, dan Het. Tuhan telah berfirman kepada orang Israel agar jangan bergaul dengan bangsa-bangsa ini, dan sebaliknya, karena sesungguhnya mereka akan mencondongkan hati kepada allah-allah mereka.

  2. Cinta Duniawi (Cinta Lahiriah) kepada Istri-istri Asing: Salomo terpaut kepada perempuan-perempuan asing tersebut dengan cinta. Sumber menjelaskan bahwa cinta yang dimaksud di sini bukanlah cinta Tuhan, melainkan cinta lahiriah.

  3. Hati Dipalingkan dari Tuhan oleh Istri-istri Asing: Istri-istrinya (700 istri dari kaum bangsawan dan 300 gundik) menarik hatinya daripada Tuhan. Pada waktu Salomo sudah tua, istri-istri itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan Allahnya seperti Daud ayahnya. Nehemia juga mencatat bahwa Salomo terbawa ke dalam dosa oleh perempuan-perempuan asing itu, meskipun ia raja yang dikasihi Allah.

  4. Mengadopsi Nilai-nilai dan Martabat Duniawi (Mesir): Karena menikahi putri Firaun, Salomo bukan hanya sekedar menikah, tetapi juga mengadopsi semua nilai-nilai luhur daripada kehidupan Mesir dan martabat Mesir, bukan martabat Israel yang dibangun oleh Allah. Hal ini menyebabkan nilai-nilai yang dibangun oleh Daud pada dirinya mulai mengalami pergeseran.

  5. Memamerkan Kemegahan dan Otoritas untuk Diri Sendiri: Salomo membuat bagi dirinya sendiri suatu tandu atau kereta angkut dari kayu Libanon untuk menampilkan menggambarkan otoritas dan martabatnya di hadapan banyak orang. Kereta ini meniru Mesir dan dipenuhi kemewahan, melambangkan otoritas dan martabat duniawi. Tandu ini dibuat "bagi dirinya" untuk kemegahan dirinya, berbeda dengan Sang Gembala dan gadis Sunam yang merindukan apa yang tampil adalah kemuliaan Tuhan atau elemen Bait Suci. Ini disebut sebagai "pamer spiritual penuh dengan Kepalsuan" dan "kebodohan" Salomo. Hal ini merangsang keinginan.

  6. Terpikat oleh Keinginan Sendiri karena Apa yang Dilihat: Dunia dipamerkan (Mesir adalah lambang dunia), dan apa yang dipamerkan itu merangsang keinginan Salomo. Yakobus 1:14-15 dijelaskan bahwa tiap-tiap orang dicobai oleh keinginan sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya, dan apabila keinginan itu telah dibuahi ia melahirkan dosa, dan apabila dosa itu sudah mata ia melahirkan maut. Mengasihi dunia dan apa yang di dalamnya bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia, dan dunia sedang lenyap dengan keinginannya.

  7. Berubah Setia terhadap Allah: Memperistri perempuan-perempuan asing ini disebut sebagai "kejahatan yang besar", yakni "Berubah Setia terhadap Allah kita".

Nasihat Daud kepada Salomo untuk mengenal Allah ayahnya dan beribadah (melayani) kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan rela hati, karena Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita, serta peringatan bahwa jika Salomo mencari Dia, Ia berkenan ditemui, tetapi jika meninggalkan Dia, Ia akan membuangnya, menunjukkan bahwa Salomo gagal memelihara pengenalan akan Allah yang benar.

Keinginan duniawi dan keinginan mata dapat merusak kesetiaan kepada Tuhan dengan merangsang keinginan dalam diri, menyebabkan seseorang berpikir bahwa nilai-nilai duniawi adalah yang berharga, martabat, atau bahkan datang dari Tuhan. 1 Yohanes 2:15-17 mengingatkan agar tidak mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya, karena kasih akan Bapa tidak ada dalam orang yang mengasihi dunia. Yakobus 1:12-15 menjelaskan bahwa setiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, yang menyeret dan memikatnya, dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa, dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. Dalam kasus Salomo, ia menikahi banyak perempuan asing dari bangsa-bangsa yang dilarang, dan istri-istrinya mencondongkan hatinya kepada allah-allah mereka, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan Allahnya (1 Raja-raja 11:1-4). Pameran kemegahan Salomo merangsang keinginan orang lain, bahkan dalam konteks spiritual, yang berbahaya karena bisa mengarah pada dosa dan maut atau kesia-siaan


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Kondisi Manusia Pada Zaman Nuh (MKS #12)

Sesi 12 Manusia Kerajaan Sorga ini membahas interpretasi alkitabiah mengenai kemerosotan spiritual umat manusia dari keturunan Set, yang awalnya merupakan pengharapan Tuhan , menjadi fokus pada keinginan kedagingan . Kita mengulas Kitab Kejadian pasal 4 dan 6, membandingkan keturunan Kain yang membangun peradaban tanpa Tuhan dengan keturunan Set, yang disebut anak-anak Allah . Kemunduran ini ditandai dengan anak-anak Allah yang tertarik pada kecantikan lahiriah anak-anak perempuan manusia , yang dianggap sebagai representasi daya tarik daging yang dibangun oleh keturunan Kain. Kejahatan yang meluas dan berkesinambungan ini, di mana Roh Tuhan tidak lagi berguna , memilukan hati Tuhan dan mendorong-Nya untuk memusnahkan segala makhluk hidup melalui air bah, kecuali Nuh dan keluarganya karena Nuh seorang diri didapati benar dan bergaul dengan Allah . Catatan Lengkap Mengenai Kondisi Manusia, Penilaian Allah mengenai keturunan Set, kemunduran rohani manusia, penyesalan Tuhan, dan peng...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

Tubuhmu Adalah Bait Roh Kudus

1 Korintus 3:16 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Video berjudul "You’ve Heard ‘You Are the Temple of God’ – But This Is What It Really Means" dari saluran Beyond the Veil menjelaskan bahwa konsep tubuh manusia sebagai "Bait Allah" bukan sekadar metafora, melainkan sebuah kebenaran arsitektural, anatomis, dan spiritual yang mendalam. Berikut adalah poin-punen utama yang dijelaskan dalam video tersebut: Paralel Struktur Bait Suci dengan Manusia : Video ini membedah bagaimana tiga bagian utama Bait Suci Sulaiman mencerminkan struktur diri manusia: [ 12:16 ] Pelataran Luar (Tubuh) : Mewakili aspek fisik, tindakan, dan interaksi dengan dunia luar. Sama seperti mezbah di pelataran, tubuh adalah tempat disiplin dan pengabdian fisik dimulai. [ 12:56 ] Tempat Kudus (Jiwa/Pikiran) : Mewakili dunia batin, pikiran, dan emosi. Di sini terdapat kandil (kesadaran), roti pertunjukan (nutrisi batin/hikmat), dan mezbah ...

Lahir Baru Titik Awal Perjalanan Rohani Kita

  SATE 28 September 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu : Yohanes 3:1-15 Cara Allah bekerja untuk memperbaharui manusia adalah melalui Lahir baru. Ini merupakan pijakan / tindakan awal Allah dalam diri manusia untuk melakukan pembaharuan, Ini merupakan kepastian atau keyakinan agar manusia dapat mengerjakan rencana Allah semasa hidup manusia. Ini juga merupakan langkah manusia untuk menerima kehidupan Tuhan sehingga Allah mulai bekerja dalam hidup manusia. Manusia harus mengalami dua kali kelahiran! Yaitu roh dan daging, daging pada saat manusia keluar dari kandungan ibu, tetapi itu belum cukup. Manusia harus lahir lagi dari roh, yaitu dari proses lahir baru. Artinya manusia bisa mengoperasikan dua kehidupan, setelah proses ini berarti roh mempunyai kekuatan untuk dapat menarik turun SEMUA kehidupan Allah.   *#1. Apakah yang harus dilakukan setelah kalian mengalami lahir baru?*   Kita harus terus terbuka di hadapan Allah, bersedia untuk dikoreksi, diselaraskan hidup ...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

PERLUNYA TERUS MENGALAMI UPGRADE DAN UPDATE

PAULUS DI YERUSALEM KPR 21:15-26 Hukum Taurat, sunat dan keimamatan Lewi/Harun telah menjadi budaya dan adat-istiadat yang melekat pada orang Israel ribuan tahun lamanya. Tanpa mereka dan kita mengalami upgrade dan update dengan memperbarui pikiran dan akal-budi, sulit untuk melepaskan kebiasaan dan adat-istiadat tersebut.

Pemahaman Konsep "Ikat Janji" dan "Perjanjian" untuk Menerima warisan dan Berkat

  Birth of Isaac: gospelimages.com Ayat Renungan: Ulangan 8:17-18: Kekayaan dan kemampuan yang kita miliki berasal dari Allah. Tujuan Allah memberikan kekuatan untuk mendapatkan kekayaan adalah untuk menggenapi "ikat janji"-Nya dengan Abraham, bukan karena kemampuan kita sendiri.   1 Tawarikh 16:15: Ikat janji Allah bersifat kekal dan berlaku "sampai seribu angkatan", yang dalam pemahaman Ibrani berarti tidak terbatas atau tak terhingga. Ini menegaskan bahwa "ikat janji" bukan sesuatu yang kadaluarsa atau dibatasi waktu.   Galatia 3:7, 9, 14, 29: Orang yang hidup oleh iman adalah anak-anak Abraham. Berkat Abraham dapat diterima oleh bangsa-bangsa lain melalui Yesus Kristus. Orang yang menjadi milik Kristus adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.   Ada perbedaan antara "ikat janji" (secara korporat) dan "perjanjian" (janji secara individu). Allah lah yang berinisiatif mengadakan ikat-janji. Sebelum iman ...

Hukum Allah yang Tak Tertulis dan Kekekalan Zoe (MKS#11)

Khotbah berfokus pada analisis mendalam tentang kisah Kain dan Habel dari Kitab Kejadian, menekankan pentingnya hikmat Allah dan perkenanan-Nya atas persembahan. Pembicara menggunakan kisah tersebut untuk menjelaskan bahwa persembahan Habel diterima karena iman dan sesuai dengan hukum Tuhan, yang disiratkan sebelum Taurat tertulis. Lebih lanjut, dibahas bagaimana Kain berasal dari si jahat dan bagaimana usahanya untuk menghentikan rencana ilahi gagal, yang kemudian diganti dengan kelahiran Set. Akhirnya, ditutup dengan peringatan untuk tidak mengandalkan pemahaman sendiri tetapi pada hikmat Allah, sambil mengaitkan narasi kuno ini dengan tantangan kehidupan modern dan sudut pandang Iblis mengenai akhir zaman. Catatan ini disusun berdasarkan ulasan dan pengajaran, khususnya mengenai kisah Kain dan Habel, hukum Allah, strategi Iblis, dan konsep hidup ilahi ( Zoe ). I. Kelanjutan Pengajaran dan Doa Awal Pengajaran ini melanjutkan pembahasan sesi sebelumnya mengenai sudut pandang ibl...

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN  Bagian 1 Ps. Ir.  Yappy Widjaya 16Feb14 LUK AS 1:36-38 (Luk 1:36)   Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. (Luk 1:37)   Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." (Luk 1:38)   Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Hal yang tidak mungkin adalah dimensinya Tuhan. Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Semua agama mempercayai hal itu. Ketika Abraham sudah berusia 99 tahun Allah berbicara, tahun depan Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki. Sara tertawa. Tapi Allah berkata tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Markus 9:21 (Mar 9:21)   Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya. (Mar 9:22)...