Langsung ke konten utama

Contrast in Leadership and Desire (Preparing the Bride #24)

Gereja Setia vs Pamer Spiritual Salomo

Sesi ini membahas perbandingan antara Raja Salomo dan Gadis Sulam dari Kitab Kidung Agung, serta relevansinya bagi jemaat. Fokus utamanya adalah godaan duniawi dan pentingnya pengenalan akan Allah untuk menghindari dosa dan kesia-siaan. Pembicara menyoroti keangkuhan dan kemegahan Salomo yang berasal dari pengaruh asing, terutama dari pernikahan politiknya dengan putri Firaun, yang bertolak belakang dengan kesetiaan dan kerinduan Gadis Sulam akan kehadiran Tuhan. Khotbah ini juga menekankan bahwa gereja yang diharapkan Tuhan adalah mereka yang berfokus pada menggambarkan Kristus melalui perbuatan yang benar, bukan pada pamer diri.



Kid 3:9 Raja Salomo membuat bagi dirinya suatu tandu dari kayu Libanon. 10  Tiang-tiangnya dibuatnya dari perak, sandarannya dari emas, tempat duduknya berwarna ungu, bagian dalamnya dihiasi dengan kayu arang. Hai puteri-puteri Yerusalem,

11  puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.


Karakteristik utama yang diharapkan Tuhan dari gereja-Nya adalah kesetiaan, kemurnian hati, dan fokus sepenuhnya pada Kristus. Ini kontras dengan Raja Salomo dalam Kidung Agung 3:9-11 yang membangun tandu megah ("chariot" dalam King James Version) dari kayu Libanon untuk dirinya sendiri, dengan tiang perak, sandaran emas, tempat duduk ungu, dan interior dihiasi kayu arang. Kereta ini digunakan untuk menampilkan dan menggambarkan otoritas serta martabatnya di hadapan banyak orang dan demi memikat hati gadis Sunem (Sulam). Kereta dan kuda untuk Salomo didatangkan dari Mesir (Misraim). Ini adalah gambaran "pamer spiritual" yang palsu, berfokus pada kemegahan diri sendiri dan nilai-nilai duniawi, meniru kebudayaan Mesir. (further demonstrating adopsi simbol kekuatan dan martabat Mesir.). Hal ini dianggap sebagai "pamer spiritual penuh dengan Kepalsuan" dan pergeseran dari nilai-nilai yang dibangun oleh Allah pada dirinya melalui ayahnya, Daud.  Sebaliknya, gereja yang sejati, seperti gadis Sulam, rindu untuk menampilkan Bait Suci Tuhan, kemuliaan Tuhan, di mana Tuhan saja yang terlihat melalui sikap, perbuatan, dan cara berpikir jemaat. Perbedaannya terletak pada apakah tindakan tersebut dilakukan untuk kemegahan diri sendiri atau untuk memamerkan Tuhan.


Kontaminasi nilai duniawi yang berbahaya:

Kontaminasi nilai duniawi merupakan bahaya serius yang dapat menggeser fokus dan kesetiaan gereja serta individu jemaat dari Tuhan. Ps. Djonny menjelaskan bahwa dunia menyajikan dirinya sebagai "pamer spiritual penuh dengan Kepalsuan", yang mudah menipu orang karena kurangnya kedewasaan rohani, miskin pengenalan akan Tuhan, dan adanya kerinduan internal terhadap hal-hal palsu tersebut. Hal ini dapat menyebabkan banyak orang tersandung dan gagal dalam rencana Tuhan bagi hidup mereka.

Contoh utama yang dibahas dalam sumber adalah Raja Salomo. Kereta tandunya (joli), yang dibuat bagi dirinya sendiri untuk menampilkan otoritas dan martabatnya di hadapan banyak orang, meniru Mesir dan dipenuhi kemewahan yang melambangkan otoritas duniawi. Ini terjadi karena Salomo menikahi putri Firaun dan mengadopsi nilai-nilai luhur Mesir, bukan martabat Israel yang dibangun Allah melalui Daud. Nilai-nilai yang dibangun oleh Daud dalam dirinya mulai mengalami pergeseran. Pameran duniawi ini (seperti perak, emas, ungu, kayu arang dalam tandu Salomo) merangsang keinginan.

Mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya (keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup) bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Tiap-tiap orang dicobai oleh keinginan sendiri, yang menyeret dan memikatnya, dan apabila keinginan itu dibuahi, ia melahirkan dosa, dan dosa melahirkan maut. Dunia mencoba mengkontaminasi hidup agar kita mengambil nilai dunia dan memamerkannya seolah itu datang dari Tuhan. Pernikahan campur ("Mitra Destiny") Salomo dengan perempuan asing dari bangsa-bangsa yang dilarang Tuhan (Moab, Amon, Edom, Sidon, Het) adalah contoh bagaimana hati Salomo terpaut kepada mereka dengan cinta duniawi, dan istri-istrinya mencondongkan hatinya menjauhi Tuhan. Pp Djonny bahkan menyebutkan ini sebagai "kejahatan besar".

Bagaimana pemimpin dan gereja dapat menghindari kontaminasi ini:

  1. Mengenal Allah dengan Benar: Daud menasehati Salomo untuk mengenal Allah ayahnya, melayani-Nya dengan tulus dan rela hati, karena Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Mengenal Allah secara benar adalah cara membentengi hidup dari nilai-nilai duniawi. Ini berarti memahami sifat, karakter, standar-Nya, serta cara kerja-Nya.

  2. Berjaga-jaga terhadap Keinginan Mata: Apa yang kita lihat bisa mengkontaminasi keinginan. Penting untuk memahami bahwa dunia akan mencoba mengkontaminasi hidup agar kita mengambil nilai dunia. Periksa apakah sesuatu, meskipun didapat secara halal, merangsang keinginan yang berbahaya.

  3. Fokus pada Kristus (Sang Kekasih): Seperti gadis Sunam yang hati dan pikirannya selalu tertuju pada kekasihnya, gereja harus menjaga hati dan pikiran tetap fokus pada Kristus, bukan pada pameran duniawi. Meskipun Salomo memamerkan kemegahan duniawinya, hati gadis Sunam tetap pada kekasihnya.

  4. Menerima Gambaran Diri dari Tuhan: Jangan biarkan pendapat orang lain atau tuntutan duniawi membentuk gambaran diri. Gambaran diri yang benar datang dari apa yang Tuhan katakan tentang diri kita melalui Firman-Nya (Rhema).

  5. Memimpin Berdasarkan Sistem Kristus: Yesus mengajarkan bahwa di antara pengikut-Nya, kebesaran datang dari melayani, bukan dari memerintah dengan tangan besi seperti penguasa dunia. Pemimpin harus menjadi pelayan dan hamba. Allah meninggikan Yesus karena Dia merendahkan diri dan melayani. Ini adalah cara martabat ditentukan oleh Allah.

  6. Membangun Jemaat agar Serupa Kristus: Para hamba Tuhan (pemimpin) bekerja keras, menderita sakit bersalin, sampai rupa Kristus menjadi nyata dalam kehidupan jemaat. Tugas pemimpin adalah membimbing jemaat menuju keserupaan dengan Kristus.

  7. Memperingatkan Bahaya Pernikahan Campur yang Tidak Kudus: Sumber dengan tegas menghubungkan pernikahan Salomo dengan perempuan asing yang tidak mengabdi kepada Allah Israel sebagai penyebab hatinya berpaling dari Tuhan. Nehemia juga menindak tegas orang-orang Yahudi yang menikahi perempuan asing karena menyebabkan mereka berpaling dari Allah. Meskipun ada pengecualian seperti Rut, bahayanya adalah ketika cinta terhadap pasangan asing melebihi standar Tuhan dan justru pasangannyalah yang mencondongkan hati kepada dewa-dewa mereka.

  8. Tidak Mudah Terkontaminasi saat Berbeda Pendapat: Orang yang tidak setuju dengan kebenaran dari pemimpinnya seringkali mudah terkontaminasi dan bergabung dengan orang lain, merasa benar. Penting untuk memiliki keakuratan dan tidak mudah menyesuaikan diri dengan tuntutan duniawi.

  9. Mengingat Identitas sebagai Mempelai Kristus: Gereja dipanggil untuk menjadi mempelai Anak Domba yang siap sedia, mengenakan kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan putih bersih (perbuatan benar orang-orang kudus). Tuhan ingin memamerkan gereja-Nya. Gereja akan manunggal dengan Kristus, berbagi takhta dan martabat Anak Domba.

Secara keseluruhan, menghindari kontaminasi nilai duniawi melibatkan pengenalan yang benar dan mendalam akan Allah, penjagaan hati dan keinginan, fokus yang teguh pada Kristus dan nilai-nilai-Nya, serta kepemimpinan yang meneladani Kristus. Penting untuk menyadari bahwa nilai-nilai dunia, meskipun terlihat baik atau spiritual, seringkali adalah kepalsuan yang berakar pada keinginan diri dan menjauhkan dari rencana Allah.


Hal-hal yang membuat Raja Salomo berdosa dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Pernikahan Campur dengan Perempuan Asing dari Bangsa Terlarang: Raja Salomo mencintai banyak perempuan asing selain anak Firaun, yaitu perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon, dan Het. Tuhan telah berfirman kepada orang Israel agar jangan bergaul dengan bangsa-bangsa ini, dan sebaliknya, karena sesungguhnya mereka akan mencondongkan hati kepada allah-allah mereka.

  2. Cinta Duniawi (Cinta Lahiriah) kepada Istri-istri Asing: Salomo terpaut kepada perempuan-perempuan asing tersebut dengan cinta. Sumber menjelaskan bahwa cinta yang dimaksud di sini bukanlah cinta Tuhan, melainkan cinta lahiriah.

  3. Hati Dipalingkan dari Tuhan oleh Istri-istri Asing: Istri-istrinya (700 istri dari kaum bangsawan dan 300 gundik) menarik hatinya daripada Tuhan. Pada waktu Salomo sudah tua, istri-istri itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan Allahnya seperti Daud ayahnya. Nehemia juga mencatat bahwa Salomo terbawa ke dalam dosa oleh perempuan-perempuan asing itu, meskipun ia raja yang dikasihi Allah.

  4. Mengadopsi Nilai-nilai dan Martabat Duniawi (Mesir): Karena menikahi putri Firaun, Salomo bukan hanya sekedar menikah, tetapi juga mengadopsi semua nilai-nilai luhur daripada kehidupan Mesir dan martabat Mesir, bukan martabat Israel yang dibangun oleh Allah. Hal ini menyebabkan nilai-nilai yang dibangun oleh Daud pada dirinya mulai mengalami pergeseran.

  5. Memamerkan Kemegahan dan Otoritas untuk Diri Sendiri: Salomo membuat bagi dirinya sendiri suatu tandu atau kereta angkut dari kayu Libanon untuk menampilkan menggambarkan otoritas dan martabatnya di hadapan banyak orang. Kereta ini meniru Mesir dan dipenuhi kemewahan, melambangkan otoritas dan martabat duniawi. Tandu ini dibuat "bagi dirinya" untuk kemegahan dirinya, berbeda dengan Sang Gembala dan gadis Sunam yang merindukan apa yang tampil adalah kemuliaan Tuhan atau elemen Bait Suci. Ini disebut sebagai "pamer spiritual penuh dengan Kepalsuan" dan "kebodohan" Salomo. Hal ini merangsang keinginan.

  6. Terpikat oleh Keinginan Sendiri karena Apa yang Dilihat: Dunia dipamerkan (Mesir adalah lambang dunia), dan apa yang dipamerkan itu merangsang keinginan Salomo. Yakobus 1:14-15 dijelaskan bahwa tiap-tiap orang dicobai oleh keinginan sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya, dan apabila keinginan itu telah dibuahi ia melahirkan dosa, dan apabila dosa itu sudah mata ia melahirkan maut. Mengasihi dunia dan apa yang di dalamnya bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia, dan dunia sedang lenyap dengan keinginannya.

  7. Berubah Setia terhadap Allah: Memperistri perempuan-perempuan asing ini disebut sebagai "kejahatan yang besar", yakni "Berubah Setia terhadap Allah kita".

Nasihat Daud kepada Salomo untuk mengenal Allah ayahnya dan beribadah (melayani) kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan rela hati, karena Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita, serta peringatan bahwa jika Salomo mencari Dia, Ia berkenan ditemui, tetapi jika meninggalkan Dia, Ia akan membuangnya, menunjukkan bahwa Salomo gagal memelihara pengenalan akan Allah yang benar.

Keinginan duniawi dan keinginan mata dapat merusak kesetiaan kepada Tuhan dengan merangsang keinginan dalam diri, menyebabkan seseorang berpikir bahwa nilai-nilai duniawi adalah yang berharga, martabat, atau bahkan datang dari Tuhan. 1 Yohanes 2:15-17 mengingatkan agar tidak mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya, karena kasih akan Bapa tidak ada dalam orang yang mengasihi dunia. Yakobus 1:12-15 menjelaskan bahwa setiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, yang menyeret dan memikatnya, dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa, dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. Dalam kasus Salomo, ia menikahi banyak perempuan asing dari bangsa-bangsa yang dilarang, dan istri-istrinya mencondongkan hatinya kepada allah-allah mereka, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan Allahnya (1 Raja-raja 11:1-4). Pameran kemegahan Salomo merangsang keinginan orang lain, bahkan dalam konteks spiritual, yang berbahaya karena bisa mengarah pada dosa dan maut atau kesia-siaan


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

GUNUNG RUMAH TUHAN ALLAH YAKUB

SESI 7 – TLC 2017 – Ps. Djonny Tambunan  – 23-26 Des 2017 I. SEMUA DIMULAI DARI RUMAH TUHAN Mikha 4 gbr:youtube.com Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana ,  Mic 4:1 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem."  Mic 4:2 <<<< PEKERJAAN DAHSYAT OLEH ROH KUDUS DIMULAI DARI RUMAH TUHAN >>>> SION = sunny = bright = cerah. Ketika SION dimunculkan kita tidak lagi memerlukan matahari natural. Semua kehidupan akan diterangi baik pada waktu malam mau pun pada waktu siang. Yang akan meneranginya adalah Sion. Yes 2:1 Yesaya menjelaskan lagi siapa yang dimaksu...

Kepenuhan Kristus

SATE 17 October 2020     Bacalah terlebih dahulu : I Petrus 2:21, Efesus 1:23, Efesus 4:11-13 Dalam kehidupan Yesus sebagai manusia, Ia telah menjadi teladan. Dan Alkitab pun menuliskan bahwa kita harus hidup dalam kepenuhan Kristus, namun yang sering menjadi persoalan adalah kita tidak pernah melihat Yesus hidup sebagai manusia. Itu sebabnya dalam kedaulatanNya, Tuhan telah memilih orang-orang tertentu yang dapat Ia munculkan sebagai bapa rohani agar menjadi model yang terlihat dan kita pun makin bisa mengerti bagaimana mengalami kepenuhan Kristus melalui bapa rohani yang ada. Tapi ada hal yang harus kita ketahui mengenai konsep bapa rohani ini, bahwa tidak semua orang yang mengajarkan Firman Tuhan dapat disebut sebagai bapa rohani. Karena seseorang yang Tuhan munculkan menjadi bapa rohani, sudah pasti memiliki kualitas tertentu dalam hidupnya dan tentunya telah melalui berbagai proses Tuhan. Sehingga di dalam kedaulatan Tuhan, sang bapa rohani bisa dikenali oleh anak-an...

Dimensi Tuhan

Ukuran-ukuran Tuhan by ps. Djonny Tambunan 17-Jan-2016 Ukuran-ukuran Tuhan itu tidak pernah bisa ditawar. ukuranNya pasti. Apa pun kondisi kita, Dia tidak pernah mengubahnya. Kita pun mencari yang pasti. Jangan berjalan menurut ukuran kita, semau kita. Tanpa mencapai ukuran Tuhan kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan. Wahyu 11 (Rev 11:1)   Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Ada 3 hal yang selalu diukur oleh Tuhan, yaitu hal-hal yang rohani. Dia mengukur aspek-aspek rohani, bukan seberapa tinggi pendidikanmu, bukan seberapa banyak hartamu. Dia memiliki standar untuk diri kita yang harus bisa capai. Targetnya bukan supaya kita sama seperti Dia bisa menciptakan langit dan bumi yang baru. Bukan itu. Setiap orang yang tidak mencapai ukuran Tuhan, akan kehilangan perkenananNya. Sangat penting buat kita u...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...

Perpuluhan Dan Keimamatan Melkisedek

 Mari kita bahas dan renungkan bersama-sama bagian Firman Tuhan ini: Ayat-ayat Kunci: Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi, 20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. 21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu." 22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (Yang EMPUNYA) ...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

The House of Shem (Kemah-kemah Sem)

Dari sejarah yang disebutkan di Alkitab, inilah gineologi dari Adam ke Yusuf. Kelihatannya peta ini disusun dari Kej 5:1-32 dan dilanjutka ke Kej 11:10-26 seperti yang Musa tuliskan.  PRA AIR BAH Dari "peta" gineologi ini dapat dengan mudah kita melihat karya Tuhan yang luarbiasa. Semua generasi terhubung dengan orang-orang strategis Tuhan secara luarbiasa. Kita melihat hubungan 3 generasi: Henokh, Metusalah dan Lamekh. Juga hubungan 3 generasi berikutnya antara: Metusalah, Lamekh dan Nuh. Disusul dengan hubungan antara 3 generasi: Lamekh, Nuh dan Sem.  Ini seperti pola yang Allah sediakan untuk menjaga kesinambungan warisan rohani yang kekal (legacy). Pola 3 generasi dalam satu kemah ini menjamin warisan menjadi pusaka - inheritance to heritage legacy. Bahkan Sem juga terhubung dengan Metusalah, anak dari Henokh. Maka, tidak heran Sem menjadi sangat luarbiasa.  Warisan menggambarkan aset yang diwariskan orangtua kepada anak laki-lakinya, sedangkan pusaka mengacu pada anu...