Langsung ke konten utama

The Final Eve: Church as God's Beloved (Preparing the Bride - Session 19)

Khotbah ini berfokus pada karakteristik gereja yang diharapkan Tuhan sebagai "kekasih-Nya", menggunakan perumpamaan dari Kitab Kidung Agung, khususnya kisah wanita Sunem (Sulam/Sulamite) dan perjalanannya. Papa Djonny menekankan pentingnya kerinduan yang mendalam dan terus-menerus untuk mencari Tuhan, seperti yang digambarkan oleh pencarian sang gadis terhadap kekasihnya di kota. Khotbah ini juga menyoroti pentingnya ketaatan kepada pemimpin rohani dan bahaya cinta atau kasih yang tidak tulus yang didasarkan pada nafsu atau berkat materi, berbeda dengan cinta sejati kepada Tuhan yang didasarkan pada pengenalan akan diri-Nya. Akhirnya, ditegaskan bahwa gereja yang menjadi kekasih Tuhan akan memiliki prinsip hidup yang teguh dan hanya mencari Kerajaan Allah serta kebenaran-Nya.




Gereja sebagai Kekasih Tuhan

Tuhan memiliki harapan agar gereja menjadi kekasih-Nya.

Harapan Tuhan ini diharapkan terwujud dalam kehidupan setiap orang percaya.

Gereja yang diharapkan Tuhan memiliki karakteristik khusus.


Hawa yang Terakhir dan Gadis Sulam/Sunem

Pembahasan melanjutkan topik "Hawa yang terakhir", yang diidentifikasikan dengan karakteristik gereja yang diharapkan Tuhan.

Narasi dari Kidung Agung pasal 3 digunakan sebagai perumpamaan, berfokus pada gadis Sulam atau Sunem.

Gadis ini digambarkan sebagai seseorang yang dicobai dengan dahsyat, tetapi tetap teguh.

Kid 3:1  Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. 2  Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. 3  Aku ditemui peronda-peronda kota. "Apakah kamu melihat jantung hatiku?" 4  Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan aku.




Kerinduan yang Besar untuk Mencari dan Menemukan Tuhan

Kidung Agung 3:1-4 melukiskan gadis itu mencari kekasihnya di atas ranjang, di kota, di jalan-jalan, dan di lapangan-lapangan. Ini menggambarkan kerinduan yang luar biasa untuk mencari Tuhan.

Hati yang selalu ingin mencari Tuhan meskipun Dia belum datang kembali ke bumi adalah hati yang luar biasa dan diharapkan Tuhan ada dan tumbuh dalam diri orang percaya.

Mazmur 130:6 dikutip: "Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih daripada pengawal mengharapkan pagi". Ini adalah prinsip Ilahi atau hukum Tuhan.

Yeremia 29:12-14 menyatakan prinsip dan hukum Tuhan: "apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepadaku maka aku akan mendengarkan kamu apabila kamu mencari aku kamu akan menemukan aku apabila kamu menanyakan aku dengan segenap hati aku akan memberi kamu menemukan aku".

Jika seseorang tidak memiliki kerinduan besar untuk mencari Tuhan lewat jiwa dan pikiran, akan sulit mengalami hadirat-Nya. Datang ke gereja atau tempat doa hanya karena rutinitas akan menimbulkan kesulitan mengalami hadirat Tuhan.

Mencari Tuhan harus datang dari inisiatif proaktif dari orang percaya. Jika tidak mencari, Tuhan akan susah ditemui.

Maria Magdalena dijadikan tokoh Alkitab yang sangat merindukan dan mencari Tuhan. Yohanes 20:11-16 menceritakan bagaimana Maria Magdalena menangis di dekat kubur Yesus, mencari-Nya, dan akhirnya menemukan Dia. Kisah Maria Magdalena membuktikan prinsip Yeremia 29:12-14.

"Mencari Tuhan" bukan berarti Tuhan tidak ada, melainkan menunjukkan karakter hidup yang terus terbangun.

Meskipun si gadis desa tidak tahu situasi kota, semangat dan karakternya untuk selalu mencari dan mendapatkan kekasihnya (Tuhan) tetap melekat kuat. Kerinduan dan ketetapan hati ini harus dipelihara agar menjadi kuat.


Bertanya kepada Penjaga (Pemimpin)

Si gadis bertanya kepada peronda-peronda kota apakah mereka melihat kekasihnya.

Secara alegoris, peronda-peronda atau penjaga ini adalah pemimpin-pemimpin gereja.

Ibrani 13:17 menekankan untuk menaati dan tunduk kepada pemimpin karena mereka berjaga-jaga atas jiwa orang percaya. Ketaatan ini hendaknya dilakukan dengan gembira.

Ibr 13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Sumber mengkritik orang yang menolak pemimpin karena tidak sesuai dengan gambaran ideal mereka.

Ketaatan Yesus kepada Yusuf, meskipun bukan ayah biologisnya, dijadikan contoh pentingnya menghormati orang tua/pemimpin (Matius pasal 5).

Nabi Yeremia juga mengangkat penjaga (Yeremia 6:17), dan Tuhan mengkonfirmasi bahwa pemimpin datang dari Tuhan, bukan kebetulan. Pemimpin diproses dan diasah oleh Allah.

Yer 6:17 Juga aku mengangkat atas mereka penjaga-penjaga, firman-Ku: Perhatikanlah bunyi sangkakala! Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau memperhatikannya!

Menghargai pemimpin adalah kebiasaan orang Ibrani yang ditiru si gadis. Menolak atau tidak menghargai pemimpin yang diangkat Tuhan adalah hal yang diperingatkan (Yeremia 6:17).


Prinsip Tidak Membangkitkan Cinta Sebelum Diingininya

Kid 2:7 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

Kid 3:5 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

Si gadis menyumpahi putri-putri Yerusalem (para ratu, para selir dan gadis-gadis) agar tidak membangkitkan atau menggerakkan cinta sebelum diingininya. Ini adalah penegasan prinsip hidupnya, dikatakan dua kali dalam Kidung Agung (Kidung 2:7 dan Kidung 3:5).

"Kasih yang tidak diinginkan" atau "cinta yang palsu" adalah cinta yang terjadi bukan dari kemurnian dan ketulusan hati, melainkan disebabkan nafsu daging.

Putri-putri Yerusalem digambarkan memiliki andil dalam membuat si gadis Sunem nyaris menerima pinangan Raja Salomo; mereka membangkitkan cinta berdasarkan nafsu.

Sebaliknya, si gadis Sunem memiliki prinsip kebenaran yang teguh mengenai hubungan cinta dengan kekasihnya (Sang Gembala).

Kijang dan rusa betina di Padang (yang dipakai untuk bersumpah) adalah makhluk yang tulus, berhati, tidak mengganggu, dan mengekspresikan kemurnian dan ketulusan cinta. Ini mewakili karakter Sang Kekasih (Kristus).

Cinta sejati Kristus kepada gereja-Nya didasarkan pada keinginan bersama tanpa gangguan, seperti hubungan antara si gadis dan Gembala. Prinsip ini harus disiapkan sebelum menghadapi pencobaan.


Putri-putri Yerusalem (Gereja yang Tidak Diharapkan)

Putri-putri Yerusalem secara alegoris mewakili gereja yang tidak memiliki karakteristik yang diharapkan Tuhan sebagai kekasih-Nya.

Mereka bergairah karena merasa diberkati atau jemaat merasa diberkati. Cinta mereka kepada Tuhan didasarkan pada berkat-berkat yang diterima, bukan pada Tuhan itu sendiri.

Ini dikontraskan dengan Rasul Paulus dan sahabat-sahabatnya yang tetap mengasihi dan melayani Tuhan meskipun kekurangan.

Mereka digambarkan bisa membangkitkan menggerakkan cinta sebelum diingini. Contohnya adalah khotbah yang mendorong orang untuk melayani atau menyerahkan hidup karena diberkati.

Hati mereka mengejar keuntungan yang haram, meskipun mulut penuh kata cinta kasih (seperti Yehezkiel 33:31). Mereka berbeda di bibir dan di hati, tidak seperti si gadis.

Yeh 33:31 Dan mereka datang kepadamu seperti rakyat berkerumun dan duduk di hadapanmu sebagai umat-Ku, mereka mendengar apa yang kauucapkan, tetapi mereka tidak melakukannya; mulutnya penuh dengan kata-kata cinta kasih, tetapi hati mereka mengejar keuntungan yang haram.

Mencintai Tuhan karena berkat membuat orang hanya menjadi "umat Tuhan" dan tidak menjadi "kekasih Tuhan". Hubungan yang didasarkan pada keuntungan cenderung kandas ketika berhadapan dengan kenyataan hidup.


Cinta Sejati kepada Tuhan

Mat 22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Berdasarkan Matius 22:37, cinta sejati kepada Tuhan adalah mengasihi-Nya dengan segenap hati (kardia), jiwa (pikiran, perasaan, kehendak), dan akal budi (mind). Kasih ini adalah kasih Agape.

Bahaya terbesar ada pada pikiran, yang sering mengacaukan kemurnian hati dan cinta. Pikiran dapat menggerakkan cinta, baik yang murni maupun yang palsu.


Keintiman dan Persatuan dengan Kristus

Si gadis ingin membawa kekasihnya ke rumah Ibunya, ke kamar orang yang melahirkannya. Ini melambangkan keintiman, pernikahan, dan kemanunggalan (persatuan) dengan Kristus.

Keinginan untuk membawa ke "kamar orang yang melahirkan aku" menunjukkan kerinduan yang lebih dalam lagi, bukan sekadar hubungan biasa, melainkan keintiman mendambahkan penggenapan rencana Tuhan yang abadi. Ini tempat di mana ia merasa dimengerti.

Keintiman dalam pernikahan adalah puncak, dan ini mendambahkan keintiman dalam hubungan dengan Tuhan.


Hidup Suci dan Saleh sebagai Wujud Kerinduan

Memiliki kerinduan yang besar untuk berjumpa dengan Tuhan akan mendorong orang percaya untuk hidup suci dan saleh (kudus dan godliness).

"Godliness" adalah kehidupan di mana ada pengabdian dan penyembahan kepada Tuhan.

Sikap ini merupakan sikap menantikan dan mempercepat (hastening) kedatangan Tuhan. Mempercepat kedatangan Tuhan berarti memiliki spirit kerinduan yang besar untuk berjumpa dengan-Nya muka dengan muka.


Kontras dengan Prinsip Dunia dan Salomo

Salomo melambangkan prinsip dunia yang berusaha memikat si gadis dengan kemegahan (pakaian indah). Salomo "mendandani" si gadis secara fisik.

Prinsip Salomo bertolak belakang dengan prinsip Tuhan. Tuhan "mendandani" (memproses dan membangun) bagian dalam: passion, kesetiaan, iman, kerinduan, dan keteguhan.

Perumpamaan bunga bakung di ladang (Matius 6:28-29) menunjukkan bahwa dandanan Tuhan jauh melebihi kemegahan Salomo.

Mat 6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

Orang percaya diharapkan hidup berbanding terbalik atau berlawanan dengan dunia.


Kekhawatiran dan Hawa Nafsu Dunia

Matius 6:25-33 berbicara tentang kekhawatiran akan hidup, makanan, minuman, dan pakaian. Kekhawatiran ini berpusat pada jiwa (psuche) dan pikiran. Pakaian juga melambangkan status sosial.

Yesus mengajarkan untuk tidak khawatir karena Bapa di surga tahu kebutuhan kita dan memelihara ciptaan-Nya (burung, bunga).

1Yoh 2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16  Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.17  Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

1 Yohanes 2:15-17 memperingatkan jangan mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Mengasihi dunia berarti kasih akan Bapa tidak ada. Segala sesuatu di dunia (keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup) bukan berasal dari Bapa. Keinginan mata dan keangkuhan hidup terutama digerakkan oleh pikiran dan jiwa.

Dunia dan keinginannya sedang lenyap, tetapi melakukan kehendak Allah tetap hidup selamanya. Keteguhan datang dari keinginan untuk berjumpa dengan Kekasih (Tuhan).


Mencari Kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya

Mat 6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Matius 6:32 menyatakan bahwa segala hal duniawi (makanan, pakaian, dll.) dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.

Matius 6:33 memberikan solusi: Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya.

Mencari Kerajaan Allah berarti membiarkan pemerintahan Allah berkuasa dalam diri. Kebenaran-Nya juga harus ditemukan dan diekspos dalam hidup.

Jika ini dilakukan, "semuanya itu akan ditambahkan kepadamu". Ini berarti Tuhan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan duniawi bagi mereka yang memiliki Kerajaan Surga dan kebenaran-Nya. Hal ini memungkinkan keteguhan.

Si gadis Sunem bisa tetap teguh karena Tuhan menjamin hal-hal lain (kebutuhan) bagi mereka yang berfokus pada-Nya.


Karakteristik Gereja Kekasih Tuhan yang Diharapkan

Selalu memiliki kerinduan dan cinta kepada Tuhan.

Mencari pengenalan akan Tuhan lebih lagi, melebihi berkat.

Tetap teguh dalam berbagai keadaan, bahkan saat diserang bujukan duniawi (seperti putri-putri Yerusalem dan Salomo).

Prioritas utamanya adalah Tuhan sebagai Kekasih, bukan hanya sebagai Juru Selamat, Anak Domba Allah, atau Imam Besar.

Berada dalam posisi di mana ia bisa berdiri teguh dan tidak tergoyahkan.

Semoga catatan ini memberikan pemahaman yang komprehensif dan memberkati Anda.





Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...