Langsung ke konten utama

The Final Eve: Church as God's Beloved (Preparing the Bride - Session 19)

Khotbah ini berfokus pada karakteristik gereja yang diharapkan Tuhan sebagai "kekasih-Nya", menggunakan perumpamaan dari Kitab Kidung Agung, khususnya kisah wanita Sunem (Sulam/Sulamite) dan perjalanannya. Papa Djonny menekankan pentingnya kerinduan yang mendalam dan terus-menerus untuk mencari Tuhan, seperti yang digambarkan oleh pencarian sang gadis terhadap kekasihnya di kota. Khotbah ini juga menyoroti pentingnya ketaatan kepada pemimpin rohani dan bahaya cinta atau kasih yang tidak tulus yang didasarkan pada nafsu atau berkat materi, berbeda dengan cinta sejati kepada Tuhan yang didasarkan pada pengenalan akan diri-Nya. Akhirnya, ditegaskan bahwa gereja yang menjadi kekasih Tuhan akan memiliki prinsip hidup yang teguh dan hanya mencari Kerajaan Allah serta kebenaran-Nya.




Gereja sebagai Kekasih Tuhan

Tuhan memiliki harapan agar gereja menjadi kekasih-Nya.

Harapan Tuhan ini diharapkan terwujud dalam kehidupan setiap orang percaya.

Gereja yang diharapkan Tuhan memiliki karakteristik khusus.


Hawa yang Terakhir dan Gadis Sulam/Sunem

Pembahasan melanjutkan topik "Hawa yang terakhir", yang diidentifikasikan dengan karakteristik gereja yang diharapkan Tuhan.

Narasi dari Kidung Agung pasal 3 digunakan sebagai perumpamaan, berfokus pada gadis Sulam atau Sunem.

Gadis ini digambarkan sebagai seseorang yang dicobai dengan dahsyat, tetapi tetap teguh.

Kid 3:1  Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. 2  Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. 3  Aku ditemui peronda-peronda kota. "Apakah kamu melihat jantung hatiku?" 4  Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan aku.




Kerinduan yang Besar untuk Mencari dan Menemukan Tuhan

Kidung Agung 3:1-4 melukiskan gadis itu mencari kekasihnya di atas ranjang, di kota, di jalan-jalan, dan di lapangan-lapangan. Ini menggambarkan kerinduan yang luar biasa untuk mencari Tuhan.

Hati yang selalu ingin mencari Tuhan meskipun Dia belum datang kembali ke bumi adalah hati yang luar biasa dan diharapkan Tuhan ada dan tumbuh dalam diri orang percaya.

Mazmur 130:6 dikutip: "Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih daripada pengawal mengharapkan pagi". Ini adalah prinsip Ilahi atau hukum Tuhan.

Yeremia 29:12-14 menyatakan prinsip dan hukum Tuhan: "apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepadaku maka aku akan mendengarkan kamu apabila kamu mencari aku kamu akan menemukan aku apabila kamu menanyakan aku dengan segenap hati aku akan memberi kamu menemukan aku".

Jika seseorang tidak memiliki kerinduan besar untuk mencari Tuhan lewat jiwa dan pikiran, akan sulit mengalami hadirat-Nya. Datang ke gereja atau tempat doa hanya karena rutinitas akan menimbulkan kesulitan mengalami hadirat Tuhan.

Mencari Tuhan harus datang dari inisiatif proaktif dari orang percaya. Jika tidak mencari, Tuhan akan susah ditemui.

Maria Magdalena dijadikan tokoh Alkitab yang sangat merindukan dan mencari Tuhan. Yohanes 20:11-16 menceritakan bagaimana Maria Magdalena menangis di dekat kubur Yesus, mencari-Nya, dan akhirnya menemukan Dia. Kisah Maria Magdalena membuktikan prinsip Yeremia 29:12-14.

"Mencari Tuhan" bukan berarti Tuhan tidak ada, melainkan menunjukkan karakter hidup yang terus terbangun.

Meskipun si gadis desa tidak tahu situasi kota, semangat dan karakternya untuk selalu mencari dan mendapatkan kekasihnya (Tuhan) tetap melekat kuat. Kerinduan dan ketetapan hati ini harus dipelihara agar menjadi kuat.


Bertanya kepada Penjaga (Pemimpin)

Si gadis bertanya kepada peronda-peronda kota apakah mereka melihat kekasihnya.

Secara alegoris, peronda-peronda atau penjaga ini adalah pemimpin-pemimpin gereja.

Ibrani 13:17 menekankan untuk menaati dan tunduk kepada pemimpin karena mereka berjaga-jaga atas jiwa orang percaya. Ketaatan ini hendaknya dilakukan dengan gembira.

Ibr 13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Sumber mengkritik orang yang menolak pemimpin karena tidak sesuai dengan gambaran ideal mereka.

Ketaatan Yesus kepada Yusuf, meskipun bukan ayah biologisnya, dijadikan contoh pentingnya menghormati orang tua/pemimpin (Matius pasal 5).

Nabi Yeremia juga mengangkat penjaga (Yeremia 6:17), dan Tuhan mengkonfirmasi bahwa pemimpin datang dari Tuhan, bukan kebetulan. Pemimpin diproses dan diasah oleh Allah.

Yer 6:17 Juga aku mengangkat atas mereka penjaga-penjaga, firman-Ku: Perhatikanlah bunyi sangkakala! Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau memperhatikannya!

Menghargai pemimpin adalah kebiasaan orang Ibrani yang ditiru si gadis. Menolak atau tidak menghargai pemimpin yang diangkat Tuhan adalah hal yang diperingatkan (Yeremia 6:17).


Prinsip Tidak Membangkitkan Cinta Sebelum Diingininya

Kid 2:7 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

Kid 3:5 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

Si gadis menyumpahi putri-putri Yerusalem (para ratu, para selir dan gadis-gadis) agar tidak membangkitkan atau menggerakkan cinta sebelum diingininya. Ini adalah penegasan prinsip hidupnya, dikatakan dua kali dalam Kidung Agung (Kidung 2:7 dan Kidung 3:5).

"Kasih yang tidak diinginkan" atau "cinta yang palsu" adalah cinta yang terjadi bukan dari kemurnian dan ketulusan hati, melainkan disebabkan nafsu daging.

Putri-putri Yerusalem digambarkan memiliki andil dalam membuat si gadis Sunem nyaris menerima pinangan Raja Salomo; mereka membangkitkan cinta berdasarkan nafsu.

Sebaliknya, si gadis Sunem memiliki prinsip kebenaran yang teguh mengenai hubungan cinta dengan kekasihnya (Sang Gembala).

Kijang dan rusa betina di Padang (yang dipakai untuk bersumpah) adalah makhluk yang tulus, berhati, tidak mengganggu, dan mengekspresikan kemurnian dan ketulusan cinta. Ini mewakili karakter Sang Kekasih (Kristus).

Cinta sejati Kristus kepada gereja-Nya didasarkan pada keinginan bersama tanpa gangguan, seperti hubungan antara si gadis dan Gembala. Prinsip ini harus disiapkan sebelum menghadapi pencobaan.


Putri-putri Yerusalem (Gereja yang Tidak Diharapkan)

Putri-putri Yerusalem secara alegoris mewakili gereja yang tidak memiliki karakteristik yang diharapkan Tuhan sebagai kekasih-Nya.

Mereka bergairah karena merasa diberkati atau jemaat merasa diberkati. Cinta mereka kepada Tuhan didasarkan pada berkat-berkat yang diterima, bukan pada Tuhan itu sendiri.

Ini dikontraskan dengan Rasul Paulus dan sahabat-sahabatnya yang tetap mengasihi dan melayani Tuhan meskipun kekurangan.

Mereka digambarkan bisa membangkitkan menggerakkan cinta sebelum diingini. Contohnya adalah khotbah yang mendorong orang untuk melayani atau menyerahkan hidup karena diberkati.

Hati mereka mengejar keuntungan yang haram, meskipun mulut penuh kata cinta kasih (seperti Yehezkiel 33:31). Mereka berbeda di bibir dan di hati, tidak seperti si gadis.

Yeh 33:31 Dan mereka datang kepadamu seperti rakyat berkerumun dan duduk di hadapanmu sebagai umat-Ku, mereka mendengar apa yang kauucapkan, tetapi mereka tidak melakukannya; mulutnya penuh dengan kata-kata cinta kasih, tetapi hati mereka mengejar keuntungan yang haram.

Mencintai Tuhan karena berkat membuat orang hanya menjadi "umat Tuhan" dan tidak menjadi "kekasih Tuhan". Hubungan yang didasarkan pada keuntungan cenderung kandas ketika berhadapan dengan kenyataan hidup.


Cinta Sejati kepada Tuhan

Mat 22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Berdasarkan Matius 22:37, cinta sejati kepada Tuhan adalah mengasihi-Nya dengan segenap hati (kardia), jiwa (pikiran, perasaan, kehendak), dan akal budi (mind). Kasih ini adalah kasih Agape.

Bahaya terbesar ada pada pikiran, yang sering mengacaukan kemurnian hati dan cinta. Pikiran dapat menggerakkan cinta, baik yang murni maupun yang palsu.


Keintiman dan Persatuan dengan Kristus

Si gadis ingin membawa kekasihnya ke rumah Ibunya, ke kamar orang yang melahirkannya. Ini melambangkan keintiman, pernikahan, dan kemanunggalan (persatuan) dengan Kristus.

Keinginan untuk membawa ke "kamar orang yang melahirkan aku" menunjukkan kerinduan yang lebih dalam lagi, bukan sekadar hubungan biasa, melainkan keintiman mendambahkan penggenapan rencana Tuhan yang abadi. Ini tempat di mana ia merasa dimengerti.

Keintiman dalam pernikahan adalah puncak, dan ini mendambahkan keintiman dalam hubungan dengan Tuhan.


Hidup Suci dan Saleh sebagai Wujud Kerinduan

Memiliki kerinduan yang besar untuk berjumpa dengan Tuhan akan mendorong orang percaya untuk hidup suci dan saleh (kudus dan godliness).

"Godliness" adalah kehidupan di mana ada pengabdian dan penyembahan kepada Tuhan.

Sikap ini merupakan sikap menantikan dan mempercepat (hastening) kedatangan Tuhan. Mempercepat kedatangan Tuhan berarti memiliki spirit kerinduan yang besar untuk berjumpa dengan-Nya muka dengan muka.


Kontras dengan Prinsip Dunia dan Salomo

Salomo melambangkan prinsip dunia yang berusaha memikat si gadis dengan kemegahan (pakaian indah). Salomo "mendandani" si gadis secara fisik.

Prinsip Salomo bertolak belakang dengan prinsip Tuhan. Tuhan "mendandani" (memproses dan membangun) bagian dalam: passion, kesetiaan, iman, kerinduan, dan keteguhan.

Perumpamaan bunga bakung di ladang (Matius 6:28-29) menunjukkan bahwa dandanan Tuhan jauh melebihi kemegahan Salomo.

Mat 6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

Orang percaya diharapkan hidup berbanding terbalik atau berlawanan dengan dunia.


Kekhawatiran dan Hawa Nafsu Dunia

Matius 6:25-33 berbicara tentang kekhawatiran akan hidup, makanan, minuman, dan pakaian. Kekhawatiran ini berpusat pada jiwa (psuche) dan pikiran. Pakaian juga melambangkan status sosial.

Yesus mengajarkan untuk tidak khawatir karena Bapa di surga tahu kebutuhan kita dan memelihara ciptaan-Nya (burung, bunga).

1Yoh 2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16  Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.17  Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

1 Yohanes 2:15-17 memperingatkan jangan mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Mengasihi dunia berarti kasih akan Bapa tidak ada. Segala sesuatu di dunia (keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup) bukan berasal dari Bapa. Keinginan mata dan keangkuhan hidup terutama digerakkan oleh pikiran dan jiwa.

Dunia dan keinginannya sedang lenyap, tetapi melakukan kehendak Allah tetap hidup selamanya. Keteguhan datang dari keinginan untuk berjumpa dengan Kekasih (Tuhan).


Mencari Kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya

Mat 6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Matius 6:32 menyatakan bahwa segala hal duniawi (makanan, pakaian, dll.) dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.

Matius 6:33 memberikan solusi: Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya.

Mencari Kerajaan Allah berarti membiarkan pemerintahan Allah berkuasa dalam diri. Kebenaran-Nya juga harus ditemukan dan diekspos dalam hidup.

Jika ini dilakukan, "semuanya itu akan ditambahkan kepadamu". Ini berarti Tuhan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan duniawi bagi mereka yang memiliki Kerajaan Surga dan kebenaran-Nya. Hal ini memungkinkan keteguhan.

Si gadis Sunem bisa tetap teguh karena Tuhan menjamin hal-hal lain (kebutuhan) bagi mereka yang berfokus pada-Nya.


Karakteristik Gereja Kekasih Tuhan yang Diharapkan

Selalu memiliki kerinduan dan cinta kepada Tuhan.

Mencari pengenalan akan Tuhan lebih lagi, melebihi berkat.

Tetap teguh dalam berbagai keadaan, bahkan saat diserang bujukan duniawi (seperti putri-putri Yerusalem dan Salomo).

Prioritas utamanya adalah Tuhan sebagai Kekasih, bukan hanya sebagai Juru Selamat, Anak Domba Allah, atau Imam Besar.

Berada dalam posisi di mana ia bisa berdiri teguh dan tidak tergoyahkan.

Semoga catatan ini memberikan pemahaman yang komprehensif dan memberkati Anda.





Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Kepenuhan Kristus

SATE 17 October 2020     Bacalah terlebih dahulu : I Petrus 2:21, Efesus 1:23, Efesus 4:11-13 Dalam kehidupan Yesus sebagai manusia, Ia telah menjadi teladan. Dan Alkitab pun menuliskan bahwa kita harus hidup dalam kepenuhan Kristus, namun yang sering menjadi persoalan adalah kita tidak pernah melihat Yesus hidup sebagai manusia. Itu sebabnya dalam kedaulatanNya, Tuhan telah memilih orang-orang tertentu yang dapat Ia munculkan sebagai bapa rohani agar menjadi model yang terlihat dan kita pun makin bisa mengerti bagaimana mengalami kepenuhan Kristus melalui bapa rohani yang ada. Tapi ada hal yang harus kita ketahui mengenai konsep bapa rohani ini, bahwa tidak semua orang yang mengajarkan Firman Tuhan dapat disebut sebagai bapa rohani. Karena seseorang yang Tuhan munculkan menjadi bapa rohani, sudah pasti memiliki kualitas tertentu dalam hidupnya dan tentunya telah melalui berbagai proses Tuhan. Sehingga di dalam kedaulatan Tuhan, sang bapa rohani bisa dikenali oleh anak-an...

GUNUNG RUMAH TUHAN ALLAH YAKUB

SESI 7 – TLC 2017 – Ps. Djonny Tambunan  – 23-26 Des 2017 I. SEMUA DIMULAI DARI RUMAH TUHAN Mikha 4 gbr:youtube.com Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana ,  Mic 4:1 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem."  Mic 4:2 <<<< PEKERJAAN DAHSYAT OLEH ROH KUDUS DIMULAI DARI RUMAH TUHAN >>>> SION = sunny = bright = cerah. Ketika SION dimunculkan kita tidak lagi memerlukan matahari natural. Semua kehidupan akan diterangi baik pada waktu malam mau pun pada waktu siang. Yang akan meneranginya adalah Sion. Yes 2:1 Yesaya menjelaskan lagi siapa yang dimaksu...

Dimensi Tuhan

Ukuran-ukuran Tuhan by ps. Djonny Tambunan 17-Jan-2016 Ukuran-ukuran Tuhan itu tidak pernah bisa ditawar. ukuranNya pasti. Apa pun kondisi kita, Dia tidak pernah mengubahnya. Kita pun mencari yang pasti. Jangan berjalan menurut ukuran kita, semau kita. Tanpa mencapai ukuran Tuhan kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan. Wahyu 11 (Rev 11:1)   Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Ada 3 hal yang selalu diukur oleh Tuhan, yaitu hal-hal yang rohani. Dia mengukur aspek-aspek rohani, bukan seberapa tinggi pendidikanmu, bukan seberapa banyak hartamu. Dia memiliki standar untuk diri kita yang harus bisa capai. Targetnya bukan supaya kita sama seperti Dia bisa menciptakan langit dan bumi yang baru. Bukan itu. Setiap orang yang tidak mencapai ukuran Tuhan, akan kehilangan perkenananNya. Sangat penting buat kita u...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...

Perpuluhan Dan Keimamatan Melkisedek

 Mari kita bahas dan renungkan bersama-sama bagian Firman Tuhan ini: Ayat-ayat Kunci: Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi, 20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. 21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu." 22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (Yang EMPUNYA) ...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

The House of Shem (Kemah-kemah Sem)

Dari sejarah yang disebutkan di Alkitab, inilah gineologi dari Adam ke Yusuf. Kelihatannya peta ini disusun dari Kej 5:1-32 dan dilanjutka ke Kej 11:10-26 seperti yang Musa tuliskan.  PRA AIR BAH Dari "peta" gineologi ini dapat dengan mudah kita melihat karya Tuhan yang luarbiasa. Semua generasi terhubung dengan orang-orang strategis Tuhan secara luarbiasa. Kita melihat hubungan 3 generasi: Henokh, Metusalah dan Lamekh. Juga hubungan 3 generasi berikutnya antara: Metusalah, Lamekh dan Nuh. Disusul dengan hubungan antara 3 generasi: Lamekh, Nuh dan Sem.  Ini seperti pola yang Allah sediakan untuk menjaga kesinambungan warisan rohani yang kekal (legacy). Pola 3 generasi dalam satu kemah ini menjamin warisan menjadi pusaka - inheritance to heritage legacy. Bahkan Sem juga terhubung dengan Metusalah, anak dari Henokh. Maka, tidak heran Sem menjadi sangat luarbiasa.  Warisan menggambarkan aset yang diwariskan orangtua kepada anak laki-lakinya, sedangkan pusaka mengacu pada anu...