Langsung ke konten utama

Enduring Through Trial by Faith (Preparing the Bride - Session 18)

Kita akan membahas pentingnya ketetapan hati dan iman dalam menghadapi godaan dan pencobaan, seperti yang digambarkan dalam kisah wanita Sunem dalam Kidung Agung 2:16-17. Penulis berpendapat bahwa memiliki pikiran yang dikendalikan oleh diri sendiri dan memusatkan pikiran pada perkara yang di atas sangat penting untuk bertahan. Khotbah ini menekankan bahwa kasih sejati kepada Tuhan diwujudkan melalui ketaatan pada firman-Nya dan bahwa kehadiran Kristus (yang dirasakan melalui pengenalan akan Dia dan ketaatan) memberikan kekuatan. Akhirnya, khotbah ini menghubungkan komitmen seperti ini dengan ikat janji kekal yang dibuat oleh Allah dengan umat-Nya, yang diteguhkan melalui sumpah.




Kid 2:15 Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga! 16  Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung. 17  Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang, kembalilah, kekasihku, berlakulah seperti kijang, atau seperti anak rusa di atas gunung-gunung tanaman rempah-rempah!

Inti pembahasannya berpusat pada keteguhan hati orang percaya dalam menghadapi godaan dan pencobaan, yang dicontohkan melalui wanita Sunem dalam Kidung Agung.

Berikut adalah rangkuman poin-poin pentingnya:

1. Ancaman Hal-hal Kecil ("Rubah-rubah Kecil")

Kidung Agung 2:15 menyebutkan, "Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun anggur".

Ini menggambarkan perkara kecil yang bisa menjadi ancaman besar dan bencana besar.

Hal-hal kecil ini dapat merusak dan mengganggu 'kebun anggur' atau pemerintahan Allah/kerajaan surga di dalam batin saudara.

2. Keteguhan Wanita Sunem di Perkemahan Raja Salomo

Wanita Sunem berada dalam situasi dicobai di perkemahan Raja Salomo yang kaya dan bijaksana. Meskipun berada jauh dari kekasihnya, dia tetap teguh dan tidak tergoda oleh pinangan Raja Salomo.

Kekuatan keteguhannya adalah karena dia terus memikirkan sang kekasihnya.

3. Pikiran dan Penguasaan Diri

Anda adalah penguasa dan pemilik pikiran Anda sendiri.

Jangan berdoa "Tuhan, ubahlah pikiranku ini". Tuhan tidak akan mengubah pikiran Anda karena itu akan seperti hipnotis atau sihir.

Perubahan pikiran datang dari pembaruan akal budi.

Anda berkuasa untuk mengarahkan pikiran Anda. Seperti Kolose 3:1-2 mengajarkan, carilah dan pikirkanlah perkara yang di atas, di mana Kristus berada, bukan perkara di bumi. Jika wanita Sunem memikirkan perkara di sekitarnya saat itu (godaan Salomo), dia akan tergoda.

4. Pernyataan Kidung Agung 2:16 - Sebuah "Ikat Janji"

Wanita Sunem menyatakan: "Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung".

Ini adalah pernyataan ketegasan dan ketetapan hati.

Ini adalah bahasa ikat janji. Setiap orang percaya juga memiliki ikat janji dengan Tuhan. Pernyataan ikat janji ini menunjukkan komitmen yang jauh lebih tinggi yang memampukannya menangkal semua 'rubah-rubah' atau perkara-perkara kecil yang merusak.

Ini adalah penolakan tegas atas pinangan Raja Salomo karena dia telah mengucapkan ikat janjinya dengan Sang Gembala (kekasihnya).

5. Simbolisme Wanita Sunem sebagai "Bunga Bakung"

Kidung Agung 2:1-2 menyebutkan bunga mawar dari Saron dan bunga bakung di lembah-lembah, dan "seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara gadis" (pernyataan Salomo).

Wanita Sunem dilihat sebagai bunga bakung.

Pernyataan Kidung Agung 2:16 "yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung" bisa diartikan bahwa Sang Gembala menggembalakan di tengah-tengah kehidupannya (wanita Sunem).

Ini adalah kerinduan wanita Sunem untuk bersama-sama dengan sang kekasihnya.

6. Kerinduan akan Hadirat Tuhan

Kerinduan wanita Sunem bukanlah kedatangan kekasihnya secara fisik, tetapi hadiratnya dalam kehidupannya

Gereja seharusnya tidak hanya mencari hadirat Tuhan, tetapi selalu merasakan hadirat-Nya.

Merasakan hadirat Tuhan tidak selalu bergantung pada musik atau pujian yang tepat; itu ada dalam roh Anda karena pengenalan akan Tuhan (2 Petrus 3:18).

Kristus hadir nyata di tengah gereja-Nya. Kehadiran-Nya selalu tersedia meskipun Dia duduk di Tahta di surga. Salah satu ciri gereja kekasih Tuhan adalah rindu akan hadirat-Nya menjadi nyata dalam kehidupan.

7. Sang Gembala sebagai Pemilik

Sang kekasih (Sang Gembala) adalah pemilik domba-domba itu, bukan orang upahan. Wanita Sunem menyatakan "aku kepunyaan dia", artinya dia milik Sang Gembala.

Jika dia menjadi milik Sang Gembala, dia akan menikmati semua tanggung jawab dan karakter penggembalaan Sang Gembala terhadap domba-domba-Nya.

Kita (gereja) sudah mati bagi hukum Taurat melalui tubuh Kristus supaya menjadi milik Kristus (Roma 7:4).

Bukti bahwa saudara adalah milik Kristus adalah jika Roh Allah diam di dalam saudara (Roma 8:9). Jika seseorang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.

Mereka yang menjadi milik Kristus Yesus telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginan (Galatia 5:24). Roh Kristus dalam diri adalah identitas baru sebagai milik Kristus.

8. Keteguhan Hati dan Iman

Keteguhan dan keyakinan yang kuat si gadis meskipun tidak berjumpa dengan kekasihnya adalah karena iman. Iman adalah ekspresi dari ketetapan hati yang teguh. Allah dapat melihat iman.

Orang beriman dalam Ibrani 11:35-38 tetap teguh meskipun menderita dan tidak memperoleh apa yang dijanjikan pada masa hidup mereka.

Karena iman, seseorang dapat bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan (Ibrani 11:27). Wanita Sunem bertahan menghadapi godaan Salomo karena membayangkan (melihat yang tidak kelihatan) hadirat kekasihnya yang menggembalakan di tengah bunga bakung.

9. Penafsiran Kidung Agung 2:17

"Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang, Kembalilah kekasihku, berlakulah seperti Kijang atau seperti anak rusa di atas gunung-gunung tanaman rempah-rempah" (Kidung Agung 2:17).

Terjemahan yang lebih tepat berdasarkan bahasa asli adalah "hingga Fajar menyingsing dan bayang-bayang menghilang".

"Hingga Fajar menyingsing" berarti sepanjang malam.

"Bayang-bayang menghilang" (ketika ada matahari) berarti sepanjang siang sampai sore dan malam. Jadi ayat ini berbicara tentang sepanjang waktu (siang dan malam), terus-menerus menginginkan hadirat kekasih.

"Gunung-gunung tanaman rempah-rempah" (King James Version) atau "pegunungan Better" (terjemahan lain). Gunung Better (h1336) artinya gunung-gunung yang terpisah atau memiliki celah/gap.

Dalam konteks berlakulah seperti Kijang/anak rusa di atas gunung Better, pegunungan ini melambangkan pencobaan dan ujian. Kijang/anak rusa melambangkan kepribadian yang lincah, gesit, tulus, murni.

Wanita Sunem mengharapkan kekasihnya (Sang Gembala) berlaku seperti Kijang/rusa (lincah, gesit, tulus, murni) dalam menjalani keterpisahan dan menghadapi pencobaan/ujian (Gunung Better).

10. Kristus dalam Pencobaan

Imam Besar kita (Yesus) dapat turut merasakan kelemahan kita; Dia telah dicobai sama seperti kita, namun tidak berbuat dosa (Ibrani 4:15).

Oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, Ia dapat menolong mereka yang dicobai (Ibrani 2:18).

Inilah yang dibayangkan wanita Sunem - bahwa kekasihnya (Kristus) pernah dicobai tetapi menang.

11. Dari Bayang-bayang ke Realitas ("Rupa Kristus")

Situasi dunia saat ini diibaratkan malam/kekelaman (Roma 13:12, Yohanes 9:4).

Ada saatnya malam akan datang di mana tidak ada yang dapat bekerja. Kehilangan hadirat Tuhan atau keteguhan iman di malam ini dapat menenggelamkan.

Ayat "bayang-bayang menghilang" bisa menjadi gambaran hilangnya bentuk.

Kerinduan yang sebenarnya adalah sampai Rupa Kristus menjadi nyata di dalam kita, bukan hanya melihat bayang-bayang-Nya.

Hadirat-Nya (sebagai bayang-bayang) diganti dengan kedatangan Kristus dengan rupa-Nya yang nyata. Gereja harus mendambakan rupa Kristus yang nyata.

12. Kasih, Ketaatan, dan Pengenalan Akan Tuhan

Barangsiapa memegang perintah Kristus dan melakukannya, dialah yang mengasihi Dia (Yohanes 14:21).

Jika seseorang mengasihi Kristus, ia akan menuruti Firman-Nya, bukan kata hati atau pikirannya (Yohanes 14:23).

Kasih yang didasarkan pada pengenalan akan Tuhan akan membuat Tuhan menyatakan diri-Nya (Yohanes 14:21).

Menuruti Firman-Nya akan membuat Bapa dan Kristus datang dan diam bersama-sama dengan dia (Yohanes 14:23). Ini merasakan hadirat dan kehadiran-Nya.

Semakin kuat hubungan kasih dalam iman yang teguh, semakin dalam pengenalan akan Tuhan, dan semakin Anda akan melihat-Nya (seperti Kijang/rusa yang melompat di pegunungan pencobaan).

Janji Kristus "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Matius 28:20) genaplah ketika kita merasakan hadirat dan kehadiran-Nya.

13. Ketetapan Hati dan Janji Allah yang Kekal

Ikat janji (covenant) yang dibuat oleh Allah menjadikan saudara milik Allah.

Allah mengingat perjanjian-Nya untuk selama-lamanya, firman yang diperintahkan-Nya (Mazmur 105:8). Dia mengikat perjanjian kekal (Yeremia 32:40).

Ketika Allah memberikan janji, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri karena tidak ada yang lebih tinggi (Ibrani 6:13). Ini adalah pengokohan yang mengakhiri bantahan.

Allah mengikat Diri-Nya dengan sumpah untuk meyakinkan penerima janji akan kepastian keputusan-Nya (Ibrani 6:16-17). Allah tidak mungkin berdusta.

Ikat janji kita (gereja) dengan Kristus dilandaskan oleh sumpah Allah. Ini meneguhkan hati kita.

Secara keseluruhan, khotbah ini menggunakan Kidung Agung 2:15-17 untuk mengajarkan tentang pentingnya keteguhan hati orang percaya dalam menghadapi godaan, yang didorong oleh penguasaan diri atas pikiran, pernyataan ikat janji (milik Kristus), kerinduan akan hadirat-Nya, pemahaman akan kepemilikan Kristus atas diri mereka, iman yang melihat yang tidak kelihatan, dan ketaatan pada Firman Tuhan, yang semuanya didasarkan pada janji dan sumpah Allah yang kekal.


Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...