Langsung ke konten utama

Spiritual Deception: Discerning True Aromatic Offerings (Preparing the Bride #22)

 

Membedakan Penampilan Rohani Palsu dan Keharuman yang Menyenangkan Tuhan 

Kid 3:6 Apakah itu yang membubung dari padang gurun seperti gumpalan-gumpalan asap tersaput dengan harum mur dan kemenyan dan bau segala macam serbuk wangi dari pedagang? 

Khotbah ini membahas perumpamaan dari Kidung Agung 3:6 di mana Raja Salomo menampilkan kemegahan yang terlihat rohani untuk memikat seorang wanita. Ini adalah penipuan rohani tingkat tinggi. Kita telaah sekarang dengan membandingkan tindakan Salomo dengan penampilan rohani palsu di gereja saat ini, yang bertujuan untuk mencari pujian atau keuntungan pribadi. Bau-bauan seperti mur dan kemenyan dalam Alkitab dikaitkan dengan persembahan kepada Tuhan, namun digunakan oleh Salomo untuk menciptakan kesan spiritual yang menyesatkan. Salomo hendak mengesankan, bahwa dia adalah orang yang diberkati dan diperkenan oleh Tuhan. Di sini kita perlu menekankan pentingnya membedakan antara spiritualitas sejati dan kepalsuan melalui pengenalan yang akurat akan Tuhan dan motivasi hati yang murni.



Pendahuluan

Khotbah ini melanjutkan pembahasan tentang Kitab Kidung Agung dari minggu sebelumnya untuk mengungkapkan apa yang Tuhan ingin kerjakan dalam hidup jemaat untuk memenuhi harapan-Nya. Kita memohon  agar Tuhan menyelaraskan keinginan jemaat dengan keinginan, kebutuhan, dan rencana Tuhan, agar jemaat (gereja) bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi sebagai kekasih Tuhan.


Kidung Agung 3:6  "Apakah itu yang membumbung dari padang gurun seperti gumpalan-gumpalan asap, tersaput dengan harum mur dan kemenyan dan bau segala macam serbuk wangi dari pedagang?".

Sekarang wanita Sulam (si gadis Sunem) sudah berada di Yerusalem dan orang-orang di Yerusalem melihat ke arah padang gurun di luar kota. Mereka melihat rombongan orang yang menarik perhatian dan kekaguman, terlihat megah dan jelas.


Interpretasi Penampilan Salomo

Penampilan ini, yang nampaknya rohani, sebenarnya adalah strategi Raja Salomo untuk memikat si gadis Sulam agar mau menyambut pinangannya.

Kita harus berhati-hati terhadap tindakan yang nampaknya rohani. Yang perlu dipertanyakan adalah motivasi di balik tindakan yang terlihat rohani.

Motivasi Raja Salomo adalah untuk mendapatkan si gadis Sulam. Penampilan megah dan kehebohan yang terlihat di ayat 6 ini seolah-olah menunjukkan bahwa Raja Salomo mendapat tuntunan Tuhan, dikasihi Tuhan, mengasihi Tuhan, dan ada mujizat dalam kepemimpinannya.

Tindakan seperti ini banyak dilakukan di gereja oleh orang-orang munafik yang ingin mendapatkan sanjungan, pujian, dan perhatian.

Tuhan menyelidiki hati dan tahu motivasi serta tujuan hati seseorang.


Analisis Bau-bauan (Mur, Kemenyan, Serbuk Wangi)

Kedatangan Salomo bukan hanya dilihat (asap membumbung), tetapi juga tercium baunya. Tujuannya adalah untuk meyakinkan orang yang menyaksikan bahwa ini adalah “perbuatan Ilahi atau atraksi rohani dari Tuhan.”

Ada tiga sumber bau utama: mur, kemenyan, dan serbuk wangi dari pedagang.

Bau-bauan ini adalah manipulasi rohani yang menyerang.

Ini adalah pencobaan spiritual terberat bagi si gadis Sulam, seperti pencobaan spiritual yang dialami Yesus di padang gurun.

Si gadis Sulam menjadi contoh bagi gereja untuk memiliki ketangguhan terhadap serangan spiritual.

1. Mur (Myrrh)

  • Penggunaan I: Mur adalah campuran untuk minyak urapan Kudus. Keluaran 30:23-25 menyebutkan mur sebagai komponen utama dengan takaran 500 syikal, dominan di antara bahan lain.

  • Minyak urapan Kudus ini adalah perintah Tuhan, komposisinya tidak boleh diubah.

  • Minyak urapan Kudus ini hanya digunakan di dalam ruangan tertentu, bukan di padang gurun.

  • Keharuman minyak urapan Kudus hanya khusus untuk Tuhan yang hadir di Bait Suci. Keluaran 30:37-38 melarang siapapun membuat minyak serupa untuk diri sendiri atau menghirup baunya, ancamannya dilenyapkan. Tuhan memilih komposisi ini karena Dia ingin mencium bau harum mur yang dominan.

  • Penggunaan II: Mur adalah minyak oles pilihan Raja untuk kulit. Ester 2:12 menyebutkan penggunaan minyak mur selama 6 bulan dalam perawatan gadis-gadis yang akan menghadap Raja Ahasyweros. Ini menunjukkan bau mur spesifik disukai raja.

  • Aplikasi pada Salomo: Salomo datang dengan rombongannya tercium bau mur untuk menunjukkan kehadiran raja (dirinya). Tujuannya adalah untuk kepentingannya sendiri, yaitu mendapatkan si gadis Sulam. Mazmur 45:9 menguatkan bahwa pakaian raja berbau mur, gaharu, dan cendana, ini adalah minyak pilihan raja.

  • Perbandingan: Mur yang dipakai Salomo pasti tidak sama dengan minyak urapan Kudus yang ditentukan Tuhan, karena dicampur berbeda dan digunakan di tempat umum (padang gurun). Orang lain juga mencium bau mur Salomo, bukan hanya Tuhan.

  • Kesimpulan Mur Salomo: Penggunaan mur oleh Salomo adalah tanda untuk menyukakan Raja Salomo, bukan Tuhan.

2. Kemenyan (Frankincense)

  • Penggunaan I: Kemenyan adalah campuran untuk parfum dan ukupan Ilahi di Bait Suci. Keluaran 30:34-36 menyebutkan kemenyan tulen sebagai bagian dari ukupan yang dicampur dengan cermat.

  • Ukupan ini diletakkan di hadapan Tabut Hukum (Ruang Mahakudus) dan Maha Kudus bagi Tuhan.

  • Seperti minyak urapan, ukupan ini juga khusus untuk Tuhan dan dilarang dibuat untuk diri sendiri atau dihirup baunya (Keluaran 30:37-38 diulang). Kemenyan dibakar di mezbah ukupan, awalnya di Ruang Kudus, lalu berdekatan dengan Ruang Mahakudus.

  • Penggunaan II: Kemenyan dibubuhkan pada korban bakaran agar memberikan keharuman spesifik. Imamat 2:1 menyebutkan kemenyan di atas tepung terbaik korban sajian.

  • Keharuman asap kemenyan bersifat spesifik. Pengalaman pribadi pembicara terkait hutan kemenyan dijelaskan untuk memberi gambaran baunya.

  • Pengecualian: Kemenyan tidak dibubuhkan pada korban penghapus dosa orang miskin (Imamat 5:11). Ini menunjukkan bahwa keharuman kemenyan adalah untuk keharuman bagi Tuhan, bukan terkait penghapus dosa.

  • Penggunaan III: Kemenyan tulen dibubuhkan di atas roti sajian (Imamat 24:7).

  • Tujuannya adalah menjadi bagian ingat-ingatan (memorial), korban api-apian bagi Tuhan.

  • Kesimpulan Kemenyan: Keharuman kemenyan semerbak di Ruang Kudus dan Ruang Mahakudus, tempat kehadiran Allah, sebagai memorial dan penyukakan bagi Tuhan.


Penipuan Rohani dan Kebutuhan Kepekaan Spiritual

Rombongan Salomo datang untuk memikat, mencoba melakukan hal luar biasa yang mudah menipu orang yang tidak akurat indra rohaninya (mata, penciuman).

Ada perbedaan bau mur/kemenyan yang asli (untuk Tuhan) dengan yang dipakai Salomo.

Perbedaan ini hanya bisa dibedakan oleh orang yang setiap hari taat, berada di Bait Suci, mengenal Allah sehingga mereka tahu bau yang disukai Tuhan.

Aplikasi di Gereja: Banyak orang tidak bisa membedakan motivasi kesaksian (memegahkan Tuhan atau diri sendiri). Kesaksian yang memegahkan diri bisa menindas orang lain.

Bau yang dicium si gadis Sulam itu mirip, tetapi tidak sama. Mampu membedakan bahwa itu mirip adalah posisi rohani yang matang, sedangkan tertipu berarti menganggapnya sama.

Iblis menyerupai malaikat terang, serigala berbulu domba, singa yang mengaum (seperti Yesus singa Yehuda), atau Bintang Timur (seperti Yesus Bintang Fajar) – banyak kemiripan.

Diperlukan kedewasaan rohani dan hidup yang akurat dalam Tuhan untuk bisa memilah. Ini adalah harapan Tuhan bagi gereja-Nya (kekasih-Nya).

Hanya mereka yang tahu secara akurat apa yang diinginkan dan dibutuhkan Allah yang bisa membedakan penipuan rohani.


Asap dan Wangi-wangian Lain

Prosesi arak-arakan Salomo menggunakan asap yang membumbung. Asap ini juga dikenal sebagai tanda Ilahi (Kisah Para Rasul 2:18-20, Yoel 2:30 menyebutkan "gumpalan-gumpalan asap" sebagai tanda mukjizat). Orang Israel mengenali asap Ilahi.

Salomo menggabungkan asap dengan bau-bauan untuk menciptakan kesan spiritual yang palsu dan meyakinkan bahwa Allah berkenan kepadanya. Tujuannya adalah mengkonfirmasi penampilan spiritual yang palsu.


Mur dan Kemenyan dalam Perjanjian Baru

Orang Majus mempersembahkan mur dan kemenyan kepada Yesus (Matius 2). Ini dipahami sebagai penghormatan kepada raja, raja yang Ilahi.

Iblis tidak selalu mencobai dengan dosa terang-terangan (mencuri, merampok, berzina) tetapi dengan pencobaan spiritual. Allah mengizinkan ini untuk menguji keakuratan dan kedewasaan rohani jemaat.

Orang yang melihat penampilan dan mencium bau-bauan Salomo mendapat kesan bahwa itu sangat spiritual, Ilahi, dan perkenanan Tuhan. Betapa mengerikannya penipuan ini.


Keharuman Sejati yang Menyenangkan Tuhan

Mur dan kemenyan (dan bahan lain) yang ditetapkan Tuhan adalah persembahan harum yang menyenangkan Dia.

Kehidupan Orang Percaya sebagai Keharuman

2 Kor 2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. 15  Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa. 16  Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?

2 Korintus 2:14-16 menyebutkan bahwa Allah menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia melalui orang percaya. Orang percaya adalah bau yang harum dari Kristus bagi Allah, bau kehidupan bagi yang diselamatkan dan bau kematian bagi yang binasa. Paulus melakukannya dengan maksud murni, bukan mencari keuntungan.

Persembahan hidup orang percaya harus menjadi persembahan yang harum. Banyak orang hanya terlihat seperti bau-bauan harum dari Tuhan, tetapi sebenarnya menipu atau tertipu.

Doa sebagai Kemenyan: Wahyu 5:8 menyebutkan cawan emas penuh kemenyan sebagai doa orang-orang kudus. Doa orang kudus adalah keharuman yang menyukakan hati Tuhan. Kita perlu gigih berdoa, bukan hanya untuk kebutuhan diri sendiri, tetapi supaya kebutuhan Allah terjawab dalam hidup kita.

Motivasi yang Benar: Matius 7:15-16 menyebutkan nabi palsu dikenal dari buahnya. Penyamaran Salomo tujuannya adalah mendapatkan si gadis Sulam. Mengetahui keaslian bukan hanya dari melihat atau mencium, tetapi dari materi/bahan di dalamnya (buahnya).


Gembala yang Baik vs. Gembala yang Buruk

Perbuatan Salomo dibandingkan dengan gambaran gembala yang menggembalakan dirinya sendiri dalam Yehezkiel 34:2-12. Celakalah gembala yang makan susu dan memakai bulu domba, menyembelih domba gemuk, tetapi tidak merawat yang sakit, luka, tersesat, atau hilang. Mereka memerintah dengan kekerasan dan kejam, menyebabkan domba terserak.

Domba menjadi mangsa karena tidak ada gembala yang memperhatikan.Tuhan akan menjadi lawan gembala-gembala seperti itu dan menuntut domba-Nya kembali, menghentikan mereka menggembalakan diri sendiri.

Perbuatan menipu Salomo untuk keuntungannya sendiri bertentangan langsung dengan Tuhan. Penipuan ini banyak terjadi di gereja.


Menghindari Kemunafikan

Mazmur 26:4-5 (Daud): 4  Aku tidak duduk dengan penipu, dan dengan orang munafik aku tidak bergaul; 5  aku benci kepada perkumpulan orang yang berbuat jahat, dan dengan orang fasik aku tidak duduk.

Tidak duduk dengan penipu dan orang munafik. Salomo disebut munafik di sini.

Matius 6:1-6 tentang kewajiban agama: Jangan melakukan kewajiban agama (sedekah, doa) di hadapan orang supaya dilihat. Melakukannya untuk dipuji orang adalah kemunafikan, dan mereka sudah mendapat upahnya dari manusia.

Doa seharusnya di tempat tersembunyi (in the Secret Place), dimana Bapa yang melihat di tempat tersembunyi akan membalas. Ini berarti Allah melihat motivasi di tempat rahasia hati.

Yesus mengecam ahli Taurat dan orang Farisi yang munafik (Matius 23:13-29) – ini disebut "celaka" oleh Allah.

Motivasi hati yang buruk (penipuan, kemunafikan) menyeret pada kejahatan. Bau-bauan Salomo menyebar untuk mengkonfirmasi penampilan spiritual palsu, tetapi Allah melihat hati.

Apa yang Menyukakan Hati Tuhan?

  • Allah menyukai bau-bauan yang wangi.

  • Melakukan segalanya hanya bagi Tuhan di tempat rahasia. Allah menyelidiki hati. Tidak memegahkan diri supaya dilihat orang.

  • Iman: Ibrani 11:6 - Tanpa iman tidak mungkin berkenan kepada Allah. Iman berarti percaya Allah ada dan memberi upah kepada yang sungguh mencari Dia. Upah dari Tuhan di tempat rahasia (Matius 6). Upah utama adalah perkenanan Allah.

  • Kasih: Efesus 5:2 - Hidup dalam kasih seperti Kristus yang menyerahkan diri sebagai persembahan dan korban harum bagi Allah. Ketaatan kepada Allah dan hidup dalam kasih adalah bau yang harum. Hidup menjauhi kebenaran menjadi bau kematian.

  • Pemberian/Dukungan: Filipi 4:13-18 - Jemaat Filipi mendukung Paulus secara materi. Paulus mengutamakan buahnya (keuntungan rohani bagi yang memberi), bukan pemberian itu sendiri. Pemberian mereka adalah persembahan yang harum, korban yang disukai dan berkenan kepada Allah. Ini bukan tipuan rohani karena Allah menyelidiki motivasi kasih mereka.


Keharuman Sejati Sang Kekasih (Gembala)

  • Kidung Agung 1:3 - Si gadis Sulam mencintai kekasihnya karena keharuman namanya (nama bagaikan minyak yang tercurah) dan cintanya lebih nikmat dari anggur.

  • Nama yang bagaikan minyak tercurah berbicara tentang kepribadian, karakter, reputasi Sang Gembala.

  • Reputasinya sebagai gembala yang bersedia membela domba (seperti Daud) adalah keharuman yang memikat si gadis Sulam dan gadis-gadis lain.

  • Ini adalah keharuman sejati yang diharapkan Tuhan dari Sang Gembala (Yesus) dan dari gereja.


Kesimpulan

  • Penampilan Salomo dalam Kidung Agung 3:6 adalah kepalsuan rohani.

  • Kepalsuan ini berdampak pada "putri-putri Yerusalem" (orang-orang gereja/rohani lain) yang mudah disesatkan dan akhirnya mungkin melakukan penipuan dan kemunafikan yang sama.

  • Si gadis Sulam tidak tertipu karena dia tetap teguh, mampu membedakan yang mirip dari yang sebenarnya/benar. Dia mengenal minyak dan bau harum yang sebenarnya dari Sang Kekasihnya.

  • Mengenal Kristus dengan benar memungkinkan seseorang membedakan dan mengetahui apa yang disukakan Tuhan.




Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...