Langsung ke konten utama

Divine Expectations of His Bride (Preparing the Bride #25)

Ekspresi Kepribadian dari Iman Yang Setia

Khotbah ini yang menjelaskan karakteristik gereja yang Tuhan harapkan sebagai kekasih-Nya, menggunakan kitab Kidung Agung pasal 4 sebagai dasar. Pembicara menafsirkan simbol-simbol fisik yang digunakan untuk memuji gadis Sunam—matanya seperti merpati, rambutnya seperti kawanan kambing, dan giginya seperti domba—untuk menggambarkan sifat rohani yang dicari Tuhan dalam jemaat-Nya. Mata mewakili iman dan kesetiaan, rambut melambangkan kemuliaan Kristus yang terpancar melalui kasih karunia, dan gigi menggambarkan sikap dewasa dalam menerima dan mencerna firman Tuhan yang menghasilkan buah dan keteguhan. Khotbah ini menekankan bahwa Tuhan melihat batin dan mencari iman yang teguh yang menghasilkan kesetiaan dan kemuliaan-Nya.




Di sini akan diuraikan karakteristik gereja yang diharapkan Tuhan sebagai kekasih-Nya, yang merupakan ukuran pengharapan Tuhan dan hasil pekerjaan Roh Kudus serta Firman-Nya dalam membentuk kehidupan jemaat. Tujuannya adalah agar hidup jemaat diselaraskan dengan kehendak Tuhan dan dijadikan seperti apa yang Tuhan harapkan, sebagai kekasih dan istri-Nya dalam keadilan, kebenaran, dan kesetiaan.

Hos 2:19 (2-18) Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.

Karakteristik ini dikontraskan dengan kepalsuan rohani dan hal-hal supranatural yang dapat menipu banyak jemaat dan menyesatkan. Hal-hal supranatural yang berkenan kepada Tuhan dikerjakan oleh Tuhan melalui Roh Kudus dan Firman-Nya, memberikan iman untuk membedakan perbuatan Allah dari yang bukan.

Kidung Agung pasal 4 dijadikan perumpamaan, dimana pujian Sang Gembala kepada gadis Sulam (Shulamite) menggambarkan Kristus memuji gereja-Nya. Perjumpaan Sang Gembala dengan gadis Sulam di Yerusalem adalah saat yang penting dan berbahaya, serupa dengan saat Kristus mengunjungi gereja-Nya melalui Roh Kudus dan Firman-Nya. Kunjungan ini menyingkapkan keadaan sebenarnya.


Secara khusus kita akan membahas pujian Sang Gembala dalam Kidung Agung pasal 4 ayat 1 dan 2:

Kid 4:1 Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead. 2  Gigimu bagaikan kawanan domba yang baru saja dicukur, yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya, yang tak beranak tak ada.


Mata bagaikan merpati di balik telekungmu

Ini adalah pujian terhadap penampilan dan karakter gadis pujaan/kekasih.

Ini adalah gambaran bagaimana Kristus memuji gereja-Nya.

Mata merpati melambangkan binatang yang monogami, mengekspresikan kesetiaan cinta yang tenggelam dalam bola kesetiaan. Merpati juga binatang yang menampilkan kedamaian. Mata ini mengekspresikan kepribadian si gadis.

Kepribadian yang dipuji ini datang dari dan karena iman. Dengan iman seseorang bisa berdiri teguh dan mengalami kesetiaan.

Kesetiaan (faithfulness) adalah buah Roh menurut Galatia 5:22.

Gal 5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

Dalam bahasa Yunani, kata untuk kesetiaan / faithfulness (g4102) adalah pistis, kata yang sama digunakan untuk iman.

Kesetiaan (faithfulness) memberikan gambaran pengertian kepenuhan iman. Iman yang penuh membuat seseorang mengekspresikan sikap yang setia

Telekung itu seperti penutup muka/hijab. Pujian ini diucapkan meski mata terhalang, menunjukkan pujian yang dilihat oleh Tuhan terhadap hidup jemaat. 

Mata mengekspresikan iman. Iman tidak didasarkan pada apa yang terlihat, melainkan bukti dari segala sesuatu yang tidak terlihat (Ibrani 11:1).

Yesus bisa melihat iman meskipun secara fisik tidak terlihat (contoh wanita sakit pendarahan, empat orang pengusung orang lumpuh, wanita Kanaan).

Gereja yang diharapkan Tuhan mengekspresikan hidup yang didasarkan pada iman.

Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah (Ibrani 11:6). Tuhan menyukai iman yang adalah pemberian Allah, kekayaan Allah.

Pujian ini bukan tentang hal fisik, melainkan hal supranatural yaitu iman.

Tuhan selalu mencari iman dalam hidup (perumpamaan janda miskin di Lukas 18). Yesus bertanya apakah Anak Manusia akan mendapati iman di bumi saat datang kembali (Lukas 18:8). Ini adalah tantangan bagi kita.

Luk 18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Apakah Tuhan mendapati iman dan ekspresi iman yang berdampak pada kesetiaan yang teguh kepada Kristus dalam hidup kita?.

Ini bukan perjalanan instan, melainkan melalui respons terhadap fasilitas Tuhan.

Pujian ini adalah pujian langsung dari Tuhan: "bagaikan merpati matamu penuh kesetiaan penuh ekspresi karena iman dibalik telekungmu/fisikmu yang lemah".

Lazarus (Lukas 16) yang miskin dan berborok adalah gambaran telekung/tabir yang menutupi imannya. Borok dan penyakitnya seperti tabir yang menutupi imannya.

Iman Lazarus tidak digunakan untuk kaya atau sembuh secara fisik, tetapi memberikan keteguhan pada posisi yang benar dan tetap setia.

Tuhan tidak menilai dari luar (miskin, sakit, menderita), tetapi melihat batin, apakah didapati iman. Iman memberikan keteguhan hati yang tidak tergoyahkan, bahkan dalam kesulitan. Ini yang menyukakan hati Tuhan dan menghasilkan kesetiaan. Ini adalah pujian Tuhan.


Rambut bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead

Rambut wanita adalah penambah kecantikan. Menurut Alkitab, rambut adalah faktor keunggulan.

Rambut wanita mengekspresikan kemuliaan laki-laki (1 Korintus 11:6-7). Laki-laki adalah gambaran dan kemuliaan Allah, perempuan adalah kemuliaan laki-laki.

1Kor 11:6 Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya. 7  Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.

Ini pujian bahwa rambut gadis Sulam mengekspresikan kemuliaannya Sang Gembala.

Hidup gereja seharusnya mengekspresikan kemuliaan dan keagungan Kristus melalui setiap aspek kehidupan (ide, cara berpikir, prinsip hidup). Ini adalah gambaran kekasih Tuhan yang disiapkan.

1Kor 11:15 tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.

Dalam 1 Korintus 11:15, rambut panjang adalah kehormatan bagi perempuan.

Deskripsi "bergelombang turun dari pegunungan Gilead" menyiratkan rambut panjang terurai. Rambut panjang pada Nazir Allah (seperti Simson, Samuel) melambangkan kekuatan Allah atau kasih karunia Allah yang menyertai.

Pujian ini berarti rambut gadis Sulam mengekspresikan kemuliaan Kristus melalui kekuatan/kasih karunia Allah yang ada padanya. Kekuatan Allah diperlukan karena kekuatan manusia (fisik, ide, pendidikan) tidak cukup. Ketika sesuatu dilakukan oleh kasih karunia Allah, bukan kemampuan manusia, nama Allah dipermuliakan. Orang lain melihat bahwa hal yang mustahil bagi manusia hanya mungkin karena Allah.

Rambut melambangkan kewenangan, kasih karunia, kekuatan Allah, yang mengembalikan dan menunjukkan kemuliaan Tuhan, bukan kehebatan manusia.

"Dari pegunungan Gilead": Gilead adalah padang rumput terbaik untuk penggembalaan (Bilangan 32:1, Mika 7:14).

Ini menunjukkan gereja berada pada posisi spiritual yang tepat, dipilih dan dikenal oleh Sang Gembala. Posisi spiritual terbaik tidak diukur dengan berkat lahiriah, melainkan dengan menjadi pemenang dan penguasa (seperti Israel di tanah Kanaan). Tuhan ingin mendapati gereja dalam posisi ini.

Deskripsi "kawanan kambing yang bergelombang turun" memfokuskan pada penampilan kulit/bulu kambing.

Bulu kambing di Timur Tengah halus bagaikan Sutra, melambangkan kekayaan atau kemakmuran Ilahi.

Kemuliaan yang dipancarkan oleh hidup jemaat memancarkan pribadi Kristus.


Gigimu bagaikan kawanan domba yang baru saja dicukur, yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya yang tak beranak tak ada

Giginya seperti kawanan domba yang putih bersih dan tidak ada noda atau kerusakan setelah dicukur dan keluar dari tempat pembasuhan. Gigi melambangkan pertumbuhan dan kedewasaan iman. Fungsi gigi adalah mencerna/melunakkan makanan sebelum masuk ke tubuh dan menjadi darah, membuat kuat. Bayi tidak punya gigi, hanya bisa minum susu. 

Firman Tuhan adalah makanan. Gigi mengekspresikan respons untuk mengunyah Firman, menjadikannya doktrin/keyakinan, sehingga menjadi kuat dalam Tuhan. Kekuatan ini adalah kasih karunia Allah yang tinggal dalam hidup, datang dari Firman. Kasih karunia/kekuatan ini menolong mengatasi pencobaan, celaan, penentang, godaan dunia, membuat tetap teguh.

Efesus 6:10: Kuat di dalam Tuhan dan kekuatan kuasa-Nya ("finally", pesan penting Paulus). 

Kuat datang dari Tuhan, terutama dari Firman-Nya. Mengunyah Firman membutuhkan fokus dan semangat, bukan mengantuk atau terganggu. Makanan rohani (Firman) diproses oleh gigi (sikap / respon) dan menghasilkan jiwa yang tangguh. Jiwa yang tangguh tidak mudah putus asa. 

Dampak Firman yang dikunyah (Logos, Rhema) adalah kekuatan. Gigi menggambarkan sikap respons terhadap Firman. Memiliki gigi menggambarkan kedewasaan rohani. Orang dewasa rohani berbeda.

Matius 16:16-19: Yesus memuji pengakuan Petrus ("Anak Allah yang hidup"), menyatakan itu datang dari Bapa di surga. Kunci Kerajaan Surga diberikan kepada mereka yang dewasa rohani, yang didasarkan pada "batu karang" (kekokohan).

Tuhan berharap hidup jemaat dewasa rohani, diekspresikan dengan munculnya gigi (sikap menyerap Firman dan tidak membantah).

Kedewasaan rohani diekspresikan melalui gigi (sikap terhadap Firman). Membuat catatan khotbah bisa menjadi sikap, tapi pemahaman yang penting. Ada yang dewasa fisik tapi tidak mau dewasa rohani.

"Keluar dari tempat pembasuhan": Melambangkan pembaharuan oleh Roh Kudus. Roh Kudus membersihkan dan memperbaharui hidup berdasarkan Firman yang diterima dan direspons.

Menerima doktrin/pengajaran yang benar, murni, sehat akan mengubah pikiran.

Roma 8:6-7: Keinginan daging adalah maut/permusuhan terhadap Allah, tidak takluk pada hukum Allah. Pikiran rohani (spiritual) adalah hidup dan damai sejahtera. Roh Kudus memperbaharui pikiran dan memberikan pikiran Allah. Pikiran kedagingan menentang ini.

Roma 12:2: Berubahlah oleh pembaharuan budi untuk membedakan kehendak Allah. Ini penting untuk pemahaman dan keyakinan.

"Yang beranak kembar semuanya yang tak beranak tak ada": Gigi tersusun rapi dalam dua baris. Tidak ada gigi busuk. "Beranak kembar" berarti subur, menghasilkan buah.

Apa yang dikunyah (Firman/benih Kerajaan) akan menghasilkan buah/hasil. Hasilnya bisa berupa doa, pujian, perbuatan dari keyakinan.

1 Korintus 15:58: Jerih payah dalam Tuhan tidak sia-sia, selalu ada hasilnya.

2 Petrus 1:8: Sifat-sifat yang berlimpah membuat giat dan berhasil dalam pengenalan akan Kristus.

Tuhan melihat gigi sebagai organ, sikap dalam hidup terhadap Firman. Apakah itu menjadi keyakinan?.

Contoh Maria (Lukas 10:38-42): Ia duduk di kaki Yesus, terus mendengarkan perkataan-Nya. Sikapnya seperti gigi yang dilihat Tuhan, tidak terganggu. Yesus memuji sikapnya sebagai bagian terbaik yang tidak akan diambil.

Sikap mendengarkan ini (mengunyah Firman) adalah posisi rohani yang tidak akan digeser oleh Tuhan. Hasilnya terlihat dari sikap Maria (Yohanes 12:1-8): Ia meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu mahal. Yudas mengkritik, tapi Yesus membela. Maria, Marta, Lazarus miskin, tapi tindakan Maria menunjukkan kasih karunia yang luar biasa, hasil dari menerima Firman. Ada hasil yang terlihat.

Tuhan memuji sikap hidup dan hasilnya.

Pembahasan Kidung Agung pasal 4 ayat 1 dan 2 akan dilanjutkan minggu depan. Tantangan bagi kita adalah apakah Tuhan mendapati karakteristik (mata, rambut, gigi) ini dalam hidup kita dan apakah kita bisa mendengar pujian-Nya.







Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...