Langsung ke konten utama

Divine Expectations of His Bride (Preparing the Bride #25)

Ekspresi Kepribadian dari Iman Yang Setia

Khotbah ini yang menjelaskan karakteristik gereja yang Tuhan harapkan sebagai kekasih-Nya, menggunakan kitab Kidung Agung pasal 4 sebagai dasar. Pembicara menafsirkan simbol-simbol fisik yang digunakan untuk memuji gadis Sunam—matanya seperti merpati, rambutnya seperti kawanan kambing, dan giginya seperti domba—untuk menggambarkan sifat rohani yang dicari Tuhan dalam jemaat-Nya. Mata mewakili iman dan kesetiaan, rambut melambangkan kemuliaan Kristus yang terpancar melalui kasih karunia, dan gigi menggambarkan sikap dewasa dalam menerima dan mencerna firman Tuhan yang menghasilkan buah dan keteguhan. Khotbah ini menekankan bahwa Tuhan melihat batin dan mencari iman yang teguh yang menghasilkan kesetiaan dan kemuliaan-Nya.




Di sini akan diuraikan karakteristik gereja yang diharapkan Tuhan sebagai kekasih-Nya, yang merupakan ukuran pengharapan Tuhan dan hasil pekerjaan Roh Kudus serta Firman-Nya dalam membentuk kehidupan jemaat. Tujuannya adalah agar hidup jemaat diselaraskan dengan kehendak Tuhan dan dijadikan seperti apa yang Tuhan harapkan, sebagai kekasih dan istri-Nya dalam keadilan, kebenaran, dan kesetiaan.

Hos 2:19 (2-18) Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.

Karakteristik ini dikontraskan dengan kepalsuan rohani dan hal-hal supranatural yang dapat menipu banyak jemaat dan menyesatkan. Hal-hal supranatural yang berkenan kepada Tuhan dikerjakan oleh Tuhan melalui Roh Kudus dan Firman-Nya, memberikan iman untuk membedakan perbuatan Allah dari yang bukan.

Kidung Agung pasal 4 dijadikan perumpamaan, dimana pujian Sang Gembala kepada gadis Sulam (Shulamite) menggambarkan Kristus memuji gereja-Nya. Perjumpaan Sang Gembala dengan gadis Sulam di Yerusalem adalah saat yang penting dan berbahaya, serupa dengan saat Kristus mengunjungi gereja-Nya melalui Roh Kudus dan Firman-Nya. Kunjungan ini menyingkapkan keadaan sebenarnya.


Secara khusus kita akan membahas pujian Sang Gembala dalam Kidung Agung pasal 4 ayat 1 dan 2:

Kid 4:1 Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead. 2  Gigimu bagaikan kawanan domba yang baru saja dicukur, yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya, yang tak beranak tak ada.


Mata bagaikan merpati di balik telekungmu

Ini adalah pujian terhadap penampilan dan karakter gadis pujaan/kekasih.

Ini adalah gambaran bagaimana Kristus memuji gereja-Nya.

Mata merpati melambangkan binatang yang monogami, mengekspresikan kesetiaan cinta yang tenggelam dalam bola kesetiaan. Merpati juga binatang yang menampilkan kedamaian. Mata ini mengekspresikan kepribadian si gadis.

Kepribadian yang dipuji ini datang dari dan karena iman. Dengan iman seseorang bisa berdiri teguh dan mengalami kesetiaan.

Kesetiaan (faithfulness) adalah buah Roh menurut Galatia 5:22.

Gal 5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

Dalam bahasa Yunani, kata untuk kesetiaan / faithfulness (g4102) adalah pistis, kata yang sama digunakan untuk iman.

Kesetiaan (faithfulness) memberikan gambaran pengertian kepenuhan iman. Iman yang penuh membuat seseorang mengekspresikan sikap yang setia

Telekung itu seperti penutup muka/hijab. Pujian ini diucapkan meski mata terhalang, menunjukkan pujian yang dilihat oleh Tuhan terhadap hidup jemaat. 

Mata mengekspresikan iman. Iman tidak didasarkan pada apa yang terlihat, melainkan bukti dari segala sesuatu yang tidak terlihat (Ibrani 11:1).

Yesus bisa melihat iman meskipun secara fisik tidak terlihat (contoh wanita sakit pendarahan, empat orang pengusung orang lumpuh, wanita Kanaan).

Gereja yang diharapkan Tuhan mengekspresikan hidup yang didasarkan pada iman.

Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah (Ibrani 11:6). Tuhan menyukai iman yang adalah pemberian Allah, kekayaan Allah.

Pujian ini bukan tentang hal fisik, melainkan hal supranatural yaitu iman.

Tuhan selalu mencari iman dalam hidup (perumpamaan janda miskin di Lukas 18). Yesus bertanya apakah Anak Manusia akan mendapati iman di bumi saat datang kembali (Lukas 18:8). Ini adalah tantangan bagi kita.

Luk 18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Apakah Tuhan mendapati iman dan ekspresi iman yang berdampak pada kesetiaan yang teguh kepada Kristus dalam hidup kita?.

Ini bukan perjalanan instan, melainkan melalui respons terhadap fasilitas Tuhan.

Pujian ini adalah pujian langsung dari Tuhan: "bagaikan merpati matamu penuh kesetiaan penuh ekspresi karena iman dibalik telekungmu/fisikmu yang lemah".

Lazarus (Lukas 16) yang miskin dan berborok adalah gambaran telekung/tabir yang menutupi imannya. Borok dan penyakitnya seperti tabir yang menutupi imannya.

Iman Lazarus tidak digunakan untuk kaya atau sembuh secara fisik, tetapi memberikan keteguhan pada posisi yang benar dan tetap setia.

Tuhan tidak menilai dari luar (miskin, sakit, menderita), tetapi melihat batin, apakah didapati iman. Iman memberikan keteguhan hati yang tidak tergoyahkan, bahkan dalam kesulitan. Ini yang menyukakan hati Tuhan dan menghasilkan kesetiaan. Ini adalah pujian Tuhan.


Rambut bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead

Rambut wanita adalah penambah kecantikan. Menurut Alkitab, rambut adalah faktor keunggulan.

Rambut wanita mengekspresikan kemuliaan laki-laki (1 Korintus 11:6-7). Laki-laki adalah gambaran dan kemuliaan Allah, perempuan adalah kemuliaan laki-laki.

1Kor 11:6 Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya. 7  Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.

Ini pujian bahwa rambut gadis Sulam mengekspresikan kemuliaannya Sang Gembala.

Hidup gereja seharusnya mengekspresikan kemuliaan dan keagungan Kristus melalui setiap aspek kehidupan (ide, cara berpikir, prinsip hidup). Ini adalah gambaran kekasih Tuhan yang disiapkan.

1Kor 11:15 tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.

Dalam 1 Korintus 11:15, rambut panjang adalah kehormatan bagi perempuan.

Deskripsi "bergelombang turun dari pegunungan Gilead" menyiratkan rambut panjang terurai. Rambut panjang pada Nazir Allah (seperti Simson, Samuel) melambangkan kekuatan Allah atau kasih karunia Allah yang menyertai.

Pujian ini berarti rambut gadis Sulam mengekspresikan kemuliaan Kristus melalui kekuatan/kasih karunia Allah yang ada padanya. Kekuatan Allah diperlukan karena kekuatan manusia (fisik, ide, pendidikan) tidak cukup. Ketika sesuatu dilakukan oleh kasih karunia Allah, bukan kemampuan manusia, nama Allah dipermuliakan. Orang lain melihat bahwa hal yang mustahil bagi manusia hanya mungkin karena Allah.

Rambut melambangkan kewenangan, kasih karunia, kekuatan Allah, yang mengembalikan dan menunjukkan kemuliaan Tuhan, bukan kehebatan manusia.

"Dari pegunungan Gilead": Gilead adalah padang rumput terbaik untuk penggembalaan (Bilangan 32:1, Mika 7:14).

Ini menunjukkan gereja berada pada posisi spiritual yang tepat, dipilih dan dikenal oleh Sang Gembala. Posisi spiritual terbaik tidak diukur dengan berkat lahiriah, melainkan dengan menjadi pemenang dan penguasa (seperti Israel di tanah Kanaan). Tuhan ingin mendapati gereja dalam posisi ini.

Deskripsi "kawanan kambing yang bergelombang turun" memfokuskan pada penampilan kulit/bulu kambing.

Bulu kambing di Timur Tengah halus bagaikan Sutra, melambangkan kekayaan atau kemakmuran Ilahi.

Kemuliaan yang dipancarkan oleh hidup jemaat memancarkan pribadi Kristus.


Gigimu bagaikan kawanan domba yang baru saja dicukur, yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya yang tak beranak tak ada

Giginya seperti kawanan domba yang putih bersih dan tidak ada noda atau kerusakan setelah dicukur dan keluar dari tempat pembasuhan. Gigi melambangkan pertumbuhan dan kedewasaan iman. Fungsi gigi adalah mencerna/melunakkan makanan sebelum masuk ke tubuh dan menjadi darah, membuat kuat. Bayi tidak punya gigi, hanya bisa minum susu. 

Firman Tuhan adalah makanan. Gigi mengekspresikan respons untuk mengunyah Firman, menjadikannya doktrin/keyakinan, sehingga menjadi kuat dalam Tuhan. Kekuatan ini adalah kasih karunia Allah yang tinggal dalam hidup, datang dari Firman. Kasih karunia/kekuatan ini menolong mengatasi pencobaan, celaan, penentang, godaan dunia, membuat tetap teguh.

Efesus 6:10: Kuat di dalam Tuhan dan kekuatan kuasa-Nya ("finally", pesan penting Paulus). 

Kuat datang dari Tuhan, terutama dari Firman-Nya. Mengunyah Firman membutuhkan fokus dan semangat, bukan mengantuk atau terganggu. Makanan rohani (Firman) diproses oleh gigi (sikap / respon) dan menghasilkan jiwa yang tangguh. Jiwa yang tangguh tidak mudah putus asa. 

Dampak Firman yang dikunyah (Logos, Rhema) adalah kekuatan. Gigi menggambarkan sikap respons terhadap Firman. Memiliki gigi menggambarkan kedewasaan rohani. Orang dewasa rohani berbeda.

Matius 16:16-19: Yesus memuji pengakuan Petrus ("Anak Allah yang hidup"), menyatakan itu datang dari Bapa di surga. Kunci Kerajaan Surga diberikan kepada mereka yang dewasa rohani, yang didasarkan pada "batu karang" (kekokohan).

Tuhan berharap hidup jemaat dewasa rohani, diekspresikan dengan munculnya gigi (sikap menyerap Firman dan tidak membantah).

Kedewasaan rohani diekspresikan melalui gigi (sikap terhadap Firman). Membuat catatan khotbah bisa menjadi sikap, tapi pemahaman yang penting. Ada yang dewasa fisik tapi tidak mau dewasa rohani.

"Keluar dari tempat pembasuhan": Melambangkan pembaharuan oleh Roh Kudus. Roh Kudus membersihkan dan memperbaharui hidup berdasarkan Firman yang diterima dan direspons.

Menerima doktrin/pengajaran yang benar, murni, sehat akan mengubah pikiran.

Roma 8:6-7: Keinginan daging adalah maut/permusuhan terhadap Allah, tidak takluk pada hukum Allah. Pikiran rohani (spiritual) adalah hidup dan damai sejahtera. Roh Kudus memperbaharui pikiran dan memberikan pikiran Allah. Pikiran kedagingan menentang ini.

Roma 12:2: Berubahlah oleh pembaharuan budi untuk membedakan kehendak Allah. Ini penting untuk pemahaman dan keyakinan.

"Yang beranak kembar semuanya yang tak beranak tak ada": Gigi tersusun rapi dalam dua baris. Tidak ada gigi busuk. "Beranak kembar" berarti subur, menghasilkan buah.

Apa yang dikunyah (Firman/benih Kerajaan) akan menghasilkan buah/hasil. Hasilnya bisa berupa doa, pujian, perbuatan dari keyakinan.

1 Korintus 15:58: Jerih payah dalam Tuhan tidak sia-sia, selalu ada hasilnya.

2 Petrus 1:8: Sifat-sifat yang berlimpah membuat giat dan berhasil dalam pengenalan akan Kristus.

Tuhan melihat gigi sebagai organ, sikap dalam hidup terhadap Firman. Apakah itu menjadi keyakinan?.

Contoh Maria (Lukas 10:38-42): Ia duduk di kaki Yesus, terus mendengarkan perkataan-Nya. Sikapnya seperti gigi yang dilihat Tuhan, tidak terganggu. Yesus memuji sikapnya sebagai bagian terbaik yang tidak akan diambil.

Sikap mendengarkan ini (mengunyah Firman) adalah posisi rohani yang tidak akan digeser oleh Tuhan. Hasilnya terlihat dari sikap Maria (Yohanes 12:1-8): Ia meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu mahal. Yudas mengkritik, tapi Yesus membela. Maria, Marta, Lazarus miskin, tapi tindakan Maria menunjukkan kasih karunia yang luar biasa, hasil dari menerima Firman. Ada hasil yang terlihat.

Tuhan memuji sikap hidup dan hasilnya.

Pembahasan Kidung Agung pasal 4 ayat 1 dan 2 akan dilanjutkan minggu depan. Tantangan bagi kita adalah apakah Tuhan mendapati karakteristik (mata, rambut, gigi) ini dalam hidup kita dan apakah kita bisa mendengar pujian-Nya.







Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Kepenuhan Kristus

SATE 17 October 2020     Bacalah terlebih dahulu : I Petrus 2:21, Efesus 1:23, Efesus 4:11-13 Dalam kehidupan Yesus sebagai manusia, Ia telah menjadi teladan. Dan Alkitab pun menuliskan bahwa kita harus hidup dalam kepenuhan Kristus, namun yang sering menjadi persoalan adalah kita tidak pernah melihat Yesus hidup sebagai manusia. Itu sebabnya dalam kedaulatanNya, Tuhan telah memilih orang-orang tertentu yang dapat Ia munculkan sebagai bapa rohani agar menjadi model yang terlihat dan kita pun makin bisa mengerti bagaimana mengalami kepenuhan Kristus melalui bapa rohani yang ada. Tapi ada hal yang harus kita ketahui mengenai konsep bapa rohani ini, bahwa tidak semua orang yang mengajarkan Firman Tuhan dapat disebut sebagai bapa rohani. Karena seseorang yang Tuhan munculkan menjadi bapa rohani, sudah pasti memiliki kualitas tertentu dalam hidupnya dan tentunya telah melalui berbagai proses Tuhan. Sehingga di dalam kedaulatan Tuhan, sang bapa rohani bisa dikenali oleh anak-an...

GUNUNG RUMAH TUHAN ALLAH YAKUB

SESI 7 – TLC 2017 – Ps. Djonny Tambunan  – 23-26 Des 2017 I. SEMUA DIMULAI DARI RUMAH TUHAN Mikha 4 gbr:youtube.com Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana ,  Mic 4:1 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem."  Mic 4:2 <<<< PEKERJAAN DAHSYAT OLEH ROH KUDUS DIMULAI DARI RUMAH TUHAN >>>> SION = sunny = bright = cerah. Ketika SION dimunculkan kita tidak lagi memerlukan matahari natural. Semua kehidupan akan diterangi baik pada waktu malam mau pun pada waktu siang. Yang akan meneranginya adalah Sion. Yes 2:1 Yesaya menjelaskan lagi siapa yang dimaksu...

Dimensi Tuhan

Ukuran-ukuran Tuhan by ps. Djonny Tambunan 17-Jan-2016 Ukuran-ukuran Tuhan itu tidak pernah bisa ditawar. ukuranNya pasti. Apa pun kondisi kita, Dia tidak pernah mengubahnya. Kita pun mencari yang pasti. Jangan berjalan menurut ukuran kita, semau kita. Tanpa mencapai ukuran Tuhan kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan. Wahyu 11 (Rev 11:1)   Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Ada 3 hal yang selalu diukur oleh Tuhan, yaitu hal-hal yang rohani. Dia mengukur aspek-aspek rohani, bukan seberapa tinggi pendidikanmu, bukan seberapa banyak hartamu. Dia memiliki standar untuk diri kita yang harus bisa capai. Targetnya bukan supaya kita sama seperti Dia bisa menciptakan langit dan bumi yang baru. Bukan itu. Setiap orang yang tidak mencapai ukuran Tuhan, akan kehilangan perkenananNya. Sangat penting buat kita u...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...

Perpuluhan Dan Keimamatan Melkisedek

 Mari kita bahas dan renungkan bersama-sama bagian Firman Tuhan ini: Ayat-ayat Kunci: Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi, 20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. 21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu." 22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (Yang EMPUNYA) ...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

The House of Shem (Kemah-kemah Sem)

Dari sejarah yang disebutkan di Alkitab, inilah gineologi dari Adam ke Yusuf. Kelihatannya peta ini disusun dari Kej 5:1-32 dan dilanjutka ke Kej 11:10-26 seperti yang Musa tuliskan.  PRA AIR BAH Dari "peta" gineologi ini dapat dengan mudah kita melihat karya Tuhan yang luarbiasa. Semua generasi terhubung dengan orang-orang strategis Tuhan secara luarbiasa. Kita melihat hubungan 3 generasi: Henokh, Metusalah dan Lamekh. Juga hubungan 3 generasi berikutnya antara: Metusalah, Lamekh dan Nuh. Disusul dengan hubungan antara 3 generasi: Lamekh, Nuh dan Sem.  Ini seperti pola yang Allah sediakan untuk menjaga kesinambungan warisan rohani yang kekal (legacy). Pola 3 generasi dalam satu kemah ini menjamin warisan menjadi pusaka - inheritance to heritage legacy. Bahkan Sem juga terhubung dengan Metusalah, anak dari Henokh. Maka, tidak heran Sem menjadi sangat luarbiasa.  Warisan menggambarkan aset yang diwariskan orangtua kepada anak laki-lakinya, sedangkan pusaka mengacu pada anu...