Langsung ke konten utama

Pujian Bagi Gereja Kekasih Tuhan (Preparing the Bride #27)


Kid 4:1 Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead. 2  Gigimu bagaikan kawanan domba yang baru saja dicukur, yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya, yang tak beranak tak ada. 3  Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu. Bagaikan belahan buah delima pelipismu di balik telekungmu. 4  Lehermu seperti menara Daud, dibangun untuk menyimpan senjata. Seribu perisai tergantung padanya dan gada para pahlawan semuanya. 5  Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung. 6  Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang, aku ingin pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan.

7  Engkau cantik sekali, manisku, tak ada cacat cela padamu.

Kidung Agung, khususnya pasal empat, ayat 1-7, melambangkan karakteristik gereja yang diinginkan oleh Tuhan. Khotbah tersebut membandingkan kecantikan fisik mempelai wanita dalam Kidung Agung dengan kualitas rohani gereja, menyoroti pentingnya ketaatan, cinta murni, keseimbangan antara kasih kepada Tuhan dan sesama, serta kerinduan untuk posisi rohani yang lebih tinggi di mana pengorbanan diterima dengan harum oleh Allah. Ditekankan bahwa iman adalah dasar bagi kecantikan rohani ini dan bahwa Tuhan melihat gereja-Nya sebagai indah dan tanpa cela. Khotbah diakhiri dengan doa agar jemaat dapat mencerminkan karakteristik ini dan mendengar pujian dari Tuhan.


Pengajaran ini melanjutkan pembahasan dari Kitab Kidung Agung, yang dianggap begitu dalam dan luas dalam mengungkapkan apa yang terjadi pada gereja Tuhan di masa depan. Tujuannya adalah untuk memahami karakteristik gereja yang diharapkan Tuhan menjadi kekasih-Nya, agar jemaat dapat menggenapinya dalam hidup.

Pertemuan antara gembala (mewakili Kristus/Tuhan) dan gadis Sunem (mewakili gereja) dibahas, khususnya dari Kidung Agung 4. Gembala mendatangi gadis Sunem di istana, dan bukannya menguatkan, dia memberikan pujian. Pujian-pujian awal mencakup matanya, rambutnya, giginya, bibirnya, mulutnya, pelipisnya, dan lehernya.

Fokus utama pengajaran ini adalah pada Kidung Agung 4 ayat 5 dan 6.

5  Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung. 6  Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang, aku ingin pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan.


Pujian Gembala terhadap Payudara Gadis Sunem (Kidung Agung 4:5)

Ayat 5 adalah perkataan gembala kepada gadis Sunem: "Seperti dua anak rusa buah dadamu payudara seperti anak kembar Kijang yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung".

Ungkapan ini memiliki arti rohani yang luar biasa, bukan bersifat pornografi. Tuhan memuji kecantikan gereja-Nya

Payudara ini digambarkan bagaikan dua anak rusa kembar yang sedang makan rumput di tengah bunga bakung. Payudara pada seorang gadis menunjukkan kedewasaan, serupa dengan makna gigi pada orang dewasa. Kepujian ini dari gembala kepada gadis Sunem adalah kepujian Tuhan terhadap saudara sebagai gereja-Nya.

Yang dimaksud adalah karakter dan sifat payudara itu bagi gembala (bagi Tuhan) seperti anak rusa, bukan bentuk fisiknya. Gadis Sunem pernah menyebut dirinya sebagai bunga bakung. Anak rusa yang makan rumput di antara bunga bakung menunjukkan keserasian dan keindahan. Rusa ini tidak merusak bunga bakung. Payudara gadis Sunem (karakter gereja) tidak merusak diri gadis Sunem sendiri (pribadi gereja).

Arti Rohani dari "Payudara seperti Dua Anak Rusa Kembar yang Tengah Makan Rumput di Tengah Bunga Bakung"

Ungkapan ini memiliki beberapa makna spiritual:

  1. Penambah Gairah Cinta (Penambah Gairah Cinta Tuhan)

Payudara gadis Sunem digambarkan sebagai penambah gairah cinta sang kekasih (gembala/Tuhan). Ini berarti gereja (saudara) menambah gairah cinta Tuhan.

Tuhan sudah mengasihi saudara (Yohanes 3:16), itu sebabnya saudara menjadi orang percaya. Namun, Kidung Agung 4:5 berbicara tentang penambah gairah cinta Tuhan setelah saudara percaya. Hal yang membuat cinta Tuhan makin menyala ("birahi" dalam konteks cinta murni) adalah ketika Ia melihat sesuatu dalam hidup saudara.

  1. Ekspresi Cinta Murni kepada Kristus (Ketaatan pada Perintah)

Payudara seperti anak rusa itu adalah ekspresi cinta saudara kepada Kristus.

Caranya adalah dengan memegang perintah-Nya dan melakukannya (Yohanes 14:21). Barangsiapa memegang perintah Tuhan dan melakukannya, ia mengasihi Tuhan. Cinta yang membuat Kristus bergairah adalah cinta yang saudara lakukan melalui ketaatan.

Anak rusa adalah gambaran dari kedamaian, kemurnian, ketulusan cinta hati, jiwa, akal budi, serta kasih yang murni. Ini adalah cinta tulus tanpa embel-embel.

Ketaatan dan cinta saudara kepada Tuhan seperti payudara itu adalah murni dan tulus, dilakukan bukan untuk mengharapkan berkat, perlindungan, atau penjagaan. Jika motivasinya seperti itu, itu merusak "bunga bakung"-nya. Ini menambah gairah cinta Tuhan pada hidup saudara.

Amsal 5:18-19, yang berbicara tentang istri yang memuaskan suami dengan buah dadanya, secara spiritual diterapkan pada gereja yang memuaskan Kristus, membuat-Nya senantiasa bergairah karena cintanya.

  1. Gambar Kasih Allah (El Shaddai)

Kata "Almighty God" (Mahakuasa) dalam Kejadian 17:1 (El Shaddai) berakar dari kata yang berhubungan dengan payudara seorang ibu. Ini menunjukkan bahwa Allah menunjukkan kasih-Nya seperti payudara ibu untuk membangun dan mematangkan (mendewasakan) saudara.

Kasih Allah (El Shaddai) adalah kasih yang tidak didasarkan pada perbuatan baik manusia.

Seperti bayi yang baru lahir menginginkan susu murni untuk bertumbuh (1 Petrus 2:2), saudara minum (menerima) kasih Allah sebagai dasar untuk bertumbuh. Payudara Allah (El Shaddai) adalah kasih untuk membangun. 

Yesaya 66:10-11 dan Yesaya 60:16 menggambarkan gereja (Yerusalem) menyusu dan minum susu bangsa-bangsa/kerajaan. Ini diartikan sebagai menerima kasih dan nourishment dari Allah lewat "payudara"-Nya (keselamatan, kekayaan rohani).

Jadi, payudara adalah ekspresi kasih Allah yang membangkitkan gairah Kristus (sebagai mempelai laki-laki) ketika terpancar dari hidup gereja.

  1. Keberimbangan (Twins)

Payudara digambarkan sebagai "dua anak rusa kembar". "Kembar" berarti berimbang. Ini merujuk pada perlunya keseimbangan dalam ketaatan, seperti antara mengetahui dan melakukan perintah Tuhan (Yohanes 14:21).

Keseimbangan juga terlihat antara iman dan perbuatan (Yakobus 2:17-26). Iman tanpa perbuatan adalah mati; iman ditunjukkan melalui perbuatan. Setan pun tahu firman Tuhan tetapi tidak hidup di dalamnya, hidupnya tidak berimbang.

Keseimbangan yang paling utama adalah antara kasih kepada Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi, dan kasih kepada sesama manusia seperti diri sendiri (Matius 22:37-40). Seluruh hukum Taurat tergantung pada kedua hukum ini.

Kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama adalah seperti dua kembar yang menciptakan keserasian dan keindahan di mata Tuhan. Payudara saudara menunjukkan keberimbangan dalam hidup.

  1. Ketaatan Tanpa Merusak Pribadi (Makan Rumput di Tengah Bunga Bakung)

Anak rusa (ketaatan/cinta) makan rumput, tidak merusak bunga bakung (kepribadian saudara). Ini berarti ketaatan dan cinta saudara kepada Tuhan tidak merusak kepribadian saudara. Motivasi ketaatan tidak boleh didasarkan pada ketakutan dihukum, keinginan dilindungi, atau kekhawatiran materi. Motivasi seperti itu merusak "bunga bakung".

Ketaatan haruslah ekspresi cinta murni.

Rumput yang dimakan disediakan oleh Gembala (Tuhan). Ini adalah doktrin dan pengajaran ("Firman Rema") yang dicerna dan menjadi keyakinan, tetapi tidak merusak diri. Bunga bakung melambangkan kepribadian saudara yang telah didandani oleh Tuhan, tanpa upaya manusia (Lukas 12:27-30).

Allah memandang keserasian dan keindahan cinta gereja-Nya yang berimbang kepada Allah dan sesama manusia, serta ketaatan yang tidak dirusak oleh motivasi kekhawatiran. Posisi rohani ini indah di mata Tuhan.

Keinginan Gadis Sunem untuk Pergi ke Gunung Mur dan Bukit Kemenyan (Kidung Agung 4:6)

Ayat 6 adalah perkataan gadis Sunem kepada kekasihnya: "sebelum angin senja berhembus dan bayang-bayang menghilang Aku ingin pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan".

Gadis Sunem merasa tertindas dan ingin pergi dari tempatnya saat itu (istana).

Frasa "sebelum fajar menyingsing dan bayang-bayang menghilang" (terjemahan lain dari King James Version) berarti sepanjang malam dan siang. Ini menunjukkan kerinduan yang konstan.

"Gunung mur dan bukit kemenyan" adalah gambaran tempat yang tinggi, luhur, gambaran tentang Surga atau tempat kediaman Allah. Gunung mur dan bukit kemenyan secara spiritual melambangkan posisi rohani yang luhur. Di tempat ini, bau-bauan mur dan kemenyan disukai dan berkenan kepada Tuhan. Bau ini adalah campuran utama aroma minyak urapan dan korban ukupan.

Ini adalah posisi rohani pengorbanan bagi Allah yang disukai-Nya. Aroma pengorbanan saudara seperti bau harum yang dicium oleh Tuhan.

Contoh pengorbanan yang harum bagi Allah: korban Nuh (Kejadian 8:20-21), persembahan Jemaat Filipi kepada Paulus (Filipi 4:18), pengorbanan Yesus (Efesus 5:2).

Gunung Mur dan Bukit Kemenyan juga dikaitkan dengan pengorbanan Abraham di Gunung Moria dan pengorbanan Kristus di Bukit Golgota (di mana mur digunakan untuk pemakaman-Nya, Yohanes 19:39-40).

Ini adalah keinginan untuk meningkatkan posisi rohani ("upgrade aku Tuhan") ke suatu tempat di mana iblis dan dunia tidak bisa menjangkau lagi. Ini adalah kerinduan besar (seperti kerinduan Rasul Paulus dalam 2 Korintus 5:1-8) untuk meninggalkan "kemah" tubuh duniawi ini dan menetap pada Tuhan di tempat kediaman sorgawi. Kerinduan ini (passion) untuk di-upgrade adalah salah satu karakteristik yang dipuji oleh Tuhan.

Tanggapan Gembala: Engkau Cantik Sekali, Tidak Ada Cacat Cela (Kidung Agung 4:7)

Ayat 7 adalah tanggapan gembala (Tuhan) kepada gadis Sunem (gereja): "Engkau cantik sekali manisku tak ada cacat celah padamu".

Ini adalah pujian Tuhan kepada gereja yang memiliki karakter-karakter yang diinginkan-Nya: mata rohani yang melihat, pribadi yang didandani Tuhan, cinta murni yang diekspresikan dalam ketaatan berimbang, dan kerinduan besar untuk posisi rohani yang lebih tinggi.

Tuhan mendapati gereja-Nya tanpa cacat cela, sesuai dengan ukuran-Nya sebagai kekasih. Kecantikan ini bukan hasil upaya manusia, melainkan pekerjaan Tuhan dalam hidup. 

Tuhan berjanji menjadikan Israel (gereja) istri-Nya dalam keadilan, kebenaran, kasih setia, dan kesetiaan (Hosea 2:18-19). Kristus mengasihi jemaat dan menguduskannya dengan memandikannya melalui air, yaitu Firman Rema (Efesus 5:25-27).

Dimandikan ("dibersihkan") setiap hari dengan Firman Rema membuat jemaat ditempatkan di hadapan-Nya dengan cemerlang, tanpa cacat atau kerut. Ini adalah perbuatan Tuhan yang membuat saudara cantik dan tanpa cacat cela. Kecantikan dan ketidakbercelaan ini membuat Tuhan birahi (memiliki cinta tambahan yang menyala-nyala) kepada gereja-Nya.

Tuhan melihat hati, sikap, karakter, kesetiaan, dan iman gadis Sunem (gereja) itu cantik.

Iman timbul dari pendengaran akan Firman Kristus (Rhema) (Roma 10:17). Iman ini adalah pemberian Allah yang menjadikan saudara cantik dalam pemandangan Tuhan. Iman adalah dasar hidup yang membuat saudara melihat hal-hal kekal dan berpegang teguh di dunia yang sementara. Iman yang besar, seperti iman perempuan Kanaan (Matius 15:21-28), dipuji oleh Yesus dan menyebabkan mujizat terjadi.

Karena iman, saudara tidak akan pernah kecewa meskipun janji Tuhan belum tergenapi di dunia ini, sebab saudara telah melihatnya tergenapi dalam pandangan kekekalan Allah.

Tuhan mendapati saudara cantik dan tanpa cacat cela karena iman saudara.

Keseluruhan pengajaran ini mengajak jemaat untuk memiliki karakteristik yang membuat mereka indah dan berkenan di mata Tuhan: kasih murni yang diwujudkan dalam ketaatan berimbang (kepada Tuhan dan sesama) tanpa motivasi yang keliru, serta kerinduan yang terus-menerus untuk mencapai posisi rohani yang lebih tinggi bersama Tuhan, yang semuanya dikerjakan oleh Tuhan melalui Firman-Nya dan menghasilkan iman. Ini adalah posisi rohani rahasia yang hanya diketahui oleh Allah dan orang yang mengalaminya.


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Kondisi Manusia Pada Zaman Nuh (MKS #12)

Sesi 12 Manusia Kerajaan Sorga ini membahas interpretasi alkitabiah mengenai kemerosotan spiritual umat manusia dari keturunan Set, yang awalnya merupakan pengharapan Tuhan , menjadi fokus pada keinginan kedagingan . Kita mengulas Kitab Kejadian pasal 4 dan 6, membandingkan keturunan Kain yang membangun peradaban tanpa Tuhan dengan keturunan Set, yang disebut anak-anak Allah . Kemunduran ini ditandai dengan anak-anak Allah yang tertarik pada kecantikan lahiriah anak-anak perempuan manusia , yang dianggap sebagai representasi daya tarik daging yang dibangun oleh keturunan Kain. Kejahatan yang meluas dan berkesinambungan ini, di mana Roh Tuhan tidak lagi berguna , memilukan hati Tuhan dan mendorong-Nya untuk memusnahkan segala makhluk hidup melalui air bah, kecuali Nuh dan keluarganya karena Nuh seorang diri didapati benar dan bergaul dengan Allah . Catatan Lengkap Mengenai Kondisi Manusia, Penilaian Allah mengenai keturunan Set, kemunduran rohani manusia, penyesalan Tuhan, dan peng...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

Tubuhmu Adalah Bait Roh Kudus

1 Korintus 3:16 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Video berjudul "You’ve Heard ‘You Are the Temple of God’ – But This Is What It Really Means" dari saluran Beyond the Veil menjelaskan bahwa konsep tubuh manusia sebagai "Bait Allah" bukan sekadar metafora, melainkan sebuah kebenaran arsitektural, anatomis, dan spiritual yang mendalam. Berikut adalah poin-punen utama yang dijelaskan dalam video tersebut: Paralel Struktur Bait Suci dengan Manusia : Video ini membedah bagaimana tiga bagian utama Bait Suci Sulaiman mencerminkan struktur diri manusia: [ 12:16 ] Pelataran Luar (Tubuh) : Mewakili aspek fisik, tindakan, dan interaksi dengan dunia luar. Sama seperti mezbah di pelataran, tubuh adalah tempat disiplin dan pengabdian fisik dimulai. [ 12:56 ] Tempat Kudus (Jiwa/Pikiran) : Mewakili dunia batin, pikiran, dan emosi. Di sini terdapat kandil (kesadaran), roti pertunjukan (nutrisi batin/hikmat), dan mezbah ...

Lahir Baru Titik Awal Perjalanan Rohani Kita

  SATE 28 September 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu : Yohanes 3:1-15 Cara Allah bekerja untuk memperbaharui manusia adalah melalui Lahir baru. Ini merupakan pijakan / tindakan awal Allah dalam diri manusia untuk melakukan pembaharuan, Ini merupakan kepastian atau keyakinan agar manusia dapat mengerjakan rencana Allah semasa hidup manusia. Ini juga merupakan langkah manusia untuk menerima kehidupan Tuhan sehingga Allah mulai bekerja dalam hidup manusia. Manusia harus mengalami dua kali kelahiran! Yaitu roh dan daging, daging pada saat manusia keluar dari kandungan ibu, tetapi itu belum cukup. Manusia harus lahir lagi dari roh, yaitu dari proses lahir baru. Artinya manusia bisa mengoperasikan dua kehidupan, setelah proses ini berarti roh mempunyai kekuatan untuk dapat menarik turun SEMUA kehidupan Allah.   *#1. Apakah yang harus dilakukan setelah kalian mengalami lahir baru?*   Kita harus terus terbuka di hadapan Allah, bersedia untuk dikoreksi, diselaraskan hidup ...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

PERLUNYA TERUS MENGALAMI UPGRADE DAN UPDATE

PAULUS DI YERUSALEM KPR 21:15-26 Hukum Taurat, sunat dan keimamatan Lewi/Harun telah menjadi budaya dan adat-istiadat yang melekat pada orang Israel ribuan tahun lamanya. Tanpa mereka dan kita mengalami upgrade dan update dengan memperbarui pikiran dan akal-budi, sulit untuk melepaskan kebiasaan dan adat-istiadat tersebut.

Pemahaman Konsep "Ikat Janji" dan "Perjanjian" untuk Menerima warisan dan Berkat

  Birth of Isaac: gospelimages.com Ayat Renungan: Ulangan 8:17-18: Kekayaan dan kemampuan yang kita miliki berasal dari Allah. Tujuan Allah memberikan kekuatan untuk mendapatkan kekayaan adalah untuk menggenapi "ikat janji"-Nya dengan Abraham, bukan karena kemampuan kita sendiri.   1 Tawarikh 16:15: Ikat janji Allah bersifat kekal dan berlaku "sampai seribu angkatan", yang dalam pemahaman Ibrani berarti tidak terbatas atau tak terhingga. Ini menegaskan bahwa "ikat janji" bukan sesuatu yang kadaluarsa atau dibatasi waktu.   Galatia 3:7, 9, 14, 29: Orang yang hidup oleh iman adalah anak-anak Abraham. Berkat Abraham dapat diterima oleh bangsa-bangsa lain melalui Yesus Kristus. Orang yang menjadi milik Kristus adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.   Ada perbedaan antara "ikat janji" (secara korporat) dan "perjanjian" (janji secara individu). Allah lah yang berinisiatif mengadakan ikat-janji. Sebelum iman ...

Hukum Allah yang Tak Tertulis dan Kekekalan Zoe (MKS#11)

Khotbah berfokus pada analisis mendalam tentang kisah Kain dan Habel dari Kitab Kejadian, menekankan pentingnya hikmat Allah dan perkenanan-Nya atas persembahan. Pembicara menggunakan kisah tersebut untuk menjelaskan bahwa persembahan Habel diterima karena iman dan sesuai dengan hukum Tuhan, yang disiratkan sebelum Taurat tertulis. Lebih lanjut, dibahas bagaimana Kain berasal dari si jahat dan bagaimana usahanya untuk menghentikan rencana ilahi gagal, yang kemudian diganti dengan kelahiran Set. Akhirnya, ditutup dengan peringatan untuk tidak mengandalkan pemahaman sendiri tetapi pada hikmat Allah, sambil mengaitkan narasi kuno ini dengan tantangan kehidupan modern dan sudut pandang Iblis mengenai akhir zaman. Catatan ini disusun berdasarkan ulasan dan pengajaran, khususnya mengenai kisah Kain dan Habel, hukum Allah, strategi Iblis, dan konsep hidup ilahi ( Zoe ). I. Kelanjutan Pengajaran dan Doa Awal Pengajaran ini melanjutkan pembahasan sesi sebelumnya mengenai sudut pandang ibl...

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN  Bagian 1 Ps. Ir.  Yappy Widjaya 16Feb14 LUK AS 1:36-38 (Luk 1:36)   Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. (Luk 1:37)   Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." (Luk 1:38)   Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Hal yang tidak mungkin adalah dimensinya Tuhan. Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Semua agama mempercayai hal itu. Ketika Abraham sudah berusia 99 tahun Allah berbicara, tahun depan Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki. Sara tertawa. Tapi Allah berkata tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Markus 9:21 (Mar 9:21)   Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya. (Mar 9:22)...