Langsung ke konten utama

Persiapan Kedatangan Tuhan (#12)

SATE 12 Juni 2025


BACA dan RENUNGKAN

Ibrani 4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. 15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

 NKJV 15 For we do not have a High Priest who cannot SYMPATHIZE with our weaknesses, but was in ALL POINTS tempted as we are, yet without sin.

 Matius 26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku." 39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." 40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? 41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." 42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!" 43 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. 44 Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.

 Lukas 4:1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.

Lukas 4:14 Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.

 

### 1. Tetapi dia telah dicobai dalam SETIAP ASPEK kehidupan manusia, tetapi tidak berdosa. Apakah Yesus juga DICOBAI dalam setiap perbuatan daging seperti yang tertulis dalam Galatia 5:19-21? Bagaimana Yesus menghadapi PENCOBAAN untuk memenuhi keinginan dagingNya, tubuh dan jiwaNya? Apakah Yesus itu tidak mungkin gagal dan jatuh dalam dosa, apakah Dia kebal terhadap dosa?

*#Ya, Ia dicobai dalam SETIAP ASPEK perbuatan daging (Galatia 5:19-21)?*

Galatia 5:19-21 berbicara tentang "perbuatan daging"  yang mencakup percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala (lebih mengasihi dunia), sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora, dan sebagainya. Penting untuk dipahami bahwa "dicobai dalam segala aspek dan merasakan kelemahan" (Ibrani 4:15) tidak berarti Yesus secara aktif melakukan atau terlibat dalam perbuatan dosa tersebut melainkan BERSIMPATI (turut merasakan) atas pencobaan yang kita alami.

Dia juga menghadapi godaan yang  berakar pada keinginan-keinginan manusiawi tersebut sebab Yesus adalah manusia sejati.  Meskipun Yesus tidak pernah melakukan percabulan, Dia mungkin mengalami godaan hawa nafsu atau keinginan fisik yang, jika tidak dikendalikan, dapat mengarah pada percabulan. Dia mungkin mengalami godaan untuk mencari kemuliaan diri sendiri, godaan untuk marah secara emosional semata, godaan untuk kenyamanan fisik, dan sebagainya. Titik kuncinya adalah bahwa Dia mengalami godaan-godaan ini *tanpa pernah menyerah pada dosa*.

#*Bagaimana Yesus menghadapi pencobaan untuk memenuhi keinginan daging-Nya, tubuh dan jiwa-Nya?*

Yesus menghadapi pencobaan dengan KETETAPAN HATI untuk taat sepenuhnya kepada Bapa dan ketergantungan pada Roh Kudus.   Yesus selalu bersama Roh Kudus dalam menghadapi pencobaan (Lukas 4:1)  dan di mana pun  Ia mengandalkan Roh Kudus (Lukas 4:14).  Kuasa Roh Kudus adalah faktor kunci dalam kemampuan Yesus untuk menahan godaan.

Secara praktis, Yesus menghadapi keinginan daging-Nya dengan: *Ketetapan hati, prioritas pada kehendak Bapa seperti pergumulan di Getsemani, keinginan Yesus untuk melakukan kehendak Bapa melebihi keinginan untuk menghindari penderitaan. Ini menjadi contoh nyata bagaimana Dia bergumul dalam doa untuk tetap setia pada kehendak Bapa. Juga Yesus menguasai pengetahuan akan Firman Allah: pada pencobaan di padang gurun (Matius 4), Yesus menjawab Iblis dengan “ada tertulis”.  Sebagai manusia sejati, Yesus tekun berdoa dan bersekutu dengan Bapa.

*#Apakah Yesus itu tidak mungkin gagal dan jatuh dalam dosa, apakah Dia kebal terhadap dosa?*

 Umumnya orang memandang * Yesus tidak mungkin gagal dan jatuh dalam dosa, karena implikasi dari doktrin inkarnasi (bukan reinkarnasi) dan keilahian-Nya.  Meskipun Dia dicobai secara riil, Dia tidak memiliki natur dosa yang menurun dari Adam (dari buah Pengetahuan Baik dan Jahat). Karena Dia adalah Allah yang menjadi manusia, Dia tidak memiliki kecenderungan bawaan untuk berdosa. Namun, pencobaan yang dialami-Nya adalah nyata dan intens, bukan sekadar “kesaksian” pura-pura.  Inti ada anggapan bahwa kesempurnaan-Nya sebagai Anak Allah memastikan Dia tidak akan pernah berdosa.  

Tapi walau pun Dia adalah inkarnasi dari Firman (Allah sejati), dalam bentuk inkarnasi-Nya Dia secara sukarela membatasi diri-Nya (mengosongkan diri-Nya dari keilahian-Nya).  Dalam keberadaan-Nya itu Dia sangat bisa berdosa, tetapi secara *moral* Dia memilih untuk tidak melakukannya (Ibrani 4:15).  Dia tidak kebal dalam artian tidak merasakan godaan, tetapi Dia kebal dalam artian tidak pernah tunduk pada godaan tersebut. Keilahian-Nya terjadi adalah faktor Roh Kudus memberikan Dia kekuatan untuk menolak dosa.

 

## 2. Pencobaan apakah yang Yesus hadapi di TAMAN GETSEMANI? Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Pernyataan Yesus yang sangat jujur ini, membuktikan apa tentang diri Yesus? Berapa kali Dia berdoa kepada Bapa di taman Getsemani? Apa isi doa PERMOHONAN Yesus kepada Bapa? Apakah Yesus sedang mencoba menegosiasi Bapa untuk mengubah RENCANA dan KEHENDAK Nya?

 *#Pencobaan apakah yang Yesus hadapi di Taman Getsemani?* Pencobaan utama yang dihadapi Yesus di Getsemani bukanlah pencobaan dosa moral biasa melainkan untuk menghindari penderitaan salib: penderitaan emosi dan fisik yang mengerikan, lebih dari itu adalah penderitaan spiritual yang tak terbayangkan: menanggung dosa seluruh umat manusia dan mengalami keterpisahan dari Bapa.

*#Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Pernyataan Yesus yang sangat jujur ini, membuktikan apa tentang diri Yesus?*

Pernyataan ini membuktikan: kemanusiaan-Nya yang penuh: sebagai manusia sejati, dengan emosi dan perasaan yang dalam dan murni. Dia merasakan kesedihan, ketakutan, dan penderitaan jiwa yang luar biasa, sama seperti manusia lainnya. Dia tidak menyembunyikan perasaan-Nya.

 *#Berapa kali Dia berdoa kepada Bapa di taman Getsemani?*   Menurut Matius 26, Yesus berdoa sebanyak **tiga kali** di taman Getsemani, dengan isi doa yang serupa.

*#Apa isi doa PERMOHONAN Yesus kepada Bapa?*     Isi doa permohonan Yesus adalah: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39). "Cawan" di sini melambangkan penderitaan yang mengerikan dan kematian yang harus Dia alami, termasuk menanggung murka Allah atas dosa.

 

*#Apakah Yesus sedang mencoba menegosiasi Bapa untuk mengubah RENCANA dan KEHENDAK-Nya?*    Bukan bernegosiasi untuk mencoba mengubah pikiran Bapa atau mencari alterntif, sebab Yesus pernah berkata: untuk itulah Aku datang. Sebaliknya, ini adalah sebuah *permohonan yang tulus dari sisi kemanusiaan-Nya*, yang sepenuhnya tunduk pada kedaulatan dan kehendak Bapa. Yesus menyatakan keinginan manusiawi-Nya untuk menghindari penderitaan, tetapi dengan tegas mengakhirinya dengan penyerahan diri total pada kehendak Bapa. Ini menunjukkan pergumulan nyata dalam kemanusiaan-Nya, tetapi akhirnya dimenangkan oleh ketaatan-Nya. Dia sekarang siap  menerima dan menggenapi rencana tersebut.

 

### 3. Janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki. Yesus sebagai Anak Manusia mempunyai KEINGINAN. Dari doa-Nya, apa yang menjadi KEINGINAN Yesus? Apa yang menjadi KEHENDAK atau KEINGINAN Bapa? Apakah Yesus TAHU apa yang menjadi KEHENDAK Bapa? Apa ARTINYA ketika Yesus berkata, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki?

*#Apa yang menjadi KEINGINAN Yesus (sebagai Anak Manusia)?* Sebagai Anak Manusia,  Yesus menyatakan keinginan-Nya lewat  doa-Nya, *menghindari penderitaan yang akan datang*, yaitu cawan penderitaan dan kematian di kayu salib. Ini adalah keinginan yang alami dan manusiawi untuk menghindari rasa sakit dan kesengsaraan yang luar biasa.

*#Apa yang menjadi KEHENDAK atau KEINGINAN Bapa?* Kehendak Bapa agar Yesus **meminum cawan penderitaan itu**, yaitu mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia. Ini adalah bagian rencana keselamatan Allah.

*#Apakah Yesus TAHU apa yang menjadi KEHENDAK Bapa?*   Ya, Yesus tahu persis apa yang menjadi kehendak Bapa. Dia telah berulang kali memberitahu murid-murid-Nya tentang penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya (misalnya Matius 16:21, 17:22-23, 20:17-19). Doa di Getsemani bukan tentang kurangnya pengetahuan, melainkan tentang perjuangan internal antara keinginan manusiawi-Nya dan penyerahan total kepada kehendak Bapa.

*#Apa ARTINYA ketika Yesus berkata, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki?*  Yesus di sini menegaskan bahwa kehendak Bapa adalah yang terutama  dan harus dipatuhi, bahkan jika itu paling bertentangan dengan keinginan manusiawi-Nya sendiri. Itu menunjukkan ketaatan sempurna Yesus. Dia dengan rela tunduk pada rencana Bapa, meskipun itu berarti penderitaan yang tak terhingga. Ini perjuangan nyata sebagai manusia. Pilihan untuk taat itu riil, bukan otomatis.    

### 4. Apakah mungkin bagi Yesus untuk tidak melakukan kehendak Bapa dan tidak jadi mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib? Apakah Bapa memaksa dan mengharuskan Yesus untuk memenuhi rencana-Nya untuk menebus dosa manusia? Apa yang membuat Yesus akhirnya rela mengorbankan nyawa-Nya, apa yang menjadi KETETAPAN HATI Yesus?

*#Apakah mungkin bagi Yesus untuk tidak melakukan kehendak Bapa dan tidak jadi mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib?*  Dalam kemanusiaan-Nya, Yesus memiliki kebebasan (kehendak bebas) untuk memilih. Jika Dia tidak memiliki kebebasan itu, pencobaan-Nya tidak akan berarti apa-apa. Secara *kapasitas* Dia bisa menolak, secara *karakter*  Dia tidak akan melakukannya.

*#Apakah Bapa memaksa dan mengharuskan Yesus untuk memenuhi rencana-Nya untuk menebus dosa manusia?* Hubungan antara Bapa dan Anak adalah hubungan kasih dan kesatuan yang sempurna. Jadi, tidak ada paksaan dalam pengertian bahwa salah satu pihak tidak menginginkannya. Sebaliknya, ada kesepakatan (ketetapan, perjanjian) ilahi antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus sebelum penciptaan, di mana Anak dengan rela setuju untuk menjadi Penebus.

*#Apa yang membuat Yesus akhirnya rela mengorbankan nyawa-Nya, apa yang menjadi KETETAPAN HATI Yesus?*  Ketaatan Yesus adalah ketaatan yang berdasarkan kasih dan kesatuan kehendak dengan Bapa, bukan karena paksaan. *Kasih-Nya yang sempurna kepada Bapa membuat-Nya ingin melakukan kehendak Bapa di atas segalanya dan kasih-Nya kepada manusia (Yoh 3:16). Ketaatan adalah ekspresi kasih, menjadi bagian dari motivasi-Nya pada rencana keselamatan dan penebusan.

### 5. FAKTOR apa yang membuat Yesus bisa MENANG atas PENCOBAAN dan atas iblis? (Lukas 4:1 dan 14)

Lukas 4:1 dan 4:14 secara eksplisit menyebutkan faktor kunci yang membuat Yesus bisa menang atas pencobaan dan atas Iblis: karena Ia dipenuni dan dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga Ia memiliki otoritas  “dalam Kuasa Roh” (Lukas 4:14). Ketetapan hati-Nya untuk selalu  taat kepada Bapa adalah fondasi kemenangan-Nya. Juga faktor Firman Allah menjadi senjata untuk menangkis serangan Iblis. Pengetahuan dan aplikasi Firman (power of knowledge) adalah kunci kemenangan dan keperkasaan. Yesus memiliki pemahaman yang jelas tentang misi-Nya untuk menebus dosa manusia. Tujuan (destiny) yang jelas ini memberikan fokus dan ketekunan dalam menghadapi setiap rintangan.

Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

DNA ILAHI

Tuhan Pencipta Semesta akan menjawab seruan dan doa orang-orang kudus: AKU AKAN MENJAWAB  - DAN MENYINGKAPKAN HAL-HAL YANG TERSEMBUNYI YANG TIDAK KAU SADARI!” Kita adalah benar-benar merupakan ciptaan baru yang diciptakan dalam Kristus. Kita adalah generasi Kristus. Ada hal-hal yang melekat pada ciptaan baru-Nya yang tidak kita sadari. Hal-hal itu tersembunyi dalam DNA ilahi yang Tuhan berikan kepada kita. DNA itu pasti akan termanifestasi bukan karena kuat dan gagah kita, tapi oleh karena Firman dan Roh-Nya yang bekerja dalam kita sebagai makhluk ciptaan baru dalam Kristus. gbr: www.scfbc.org/ spiritual DNA Pada Anak Manusia ada ketetapan hati, ada terang kehidupan dan ada kuasa untuk mengampuni dosa! Apa beda kuasa untuk mengampuni dosa dan kuasa untuk membuat orang lumpuh berjalan? Tidak ada. Itu adalah kuasa yang sama yang berasal dari Bapa. Markus 2:9 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, ...

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...