Langsung ke konten utama

Persiapan Kedatangan Tuhan (#12)

SATE 12 Juni 2025


BACA dan RENUNGKAN

Ibrani 4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. 15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

 NKJV 15 For we do not have a High Priest who cannot SYMPATHIZE with our weaknesses, but was in ALL POINTS tempted as we are, yet without sin.

 Matius 26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku." 39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." 40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? 41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." 42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!" 43 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. 44 Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.

 Lukas 4:1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.

Lukas 4:14 Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.

 

### 1. Tetapi dia telah dicobai dalam SETIAP ASPEK kehidupan manusia, tetapi tidak berdosa. Apakah Yesus juga DICOBAI dalam setiap perbuatan daging seperti yang tertulis dalam Galatia 5:19-21? Bagaimana Yesus menghadapi PENCOBAAN untuk memenuhi keinginan dagingNya, tubuh dan jiwaNya? Apakah Yesus itu tidak mungkin gagal dan jatuh dalam dosa, apakah Dia kebal terhadap dosa?

*#Ya, Ia dicobai dalam SETIAP ASPEK perbuatan daging (Galatia 5:19-21)?*

Galatia 5:19-21 berbicara tentang "perbuatan daging"  yang mencakup percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala (lebih mengasihi dunia), sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora, dan sebagainya. Penting untuk dipahami bahwa "dicobai dalam segala aspek dan merasakan kelemahan" (Ibrani 4:15) tidak berarti Yesus secara aktif melakukan atau terlibat dalam perbuatan dosa tersebut melainkan BERSIMPATI (turut merasakan) atas pencobaan yang kita alami.

Dia juga menghadapi godaan yang  berakar pada keinginan-keinginan manusiawi tersebut sebab Yesus adalah manusia sejati.  Meskipun Yesus tidak pernah melakukan percabulan, Dia mungkin mengalami godaan hawa nafsu atau keinginan fisik yang, jika tidak dikendalikan, dapat mengarah pada percabulan. Dia mungkin mengalami godaan untuk mencari kemuliaan diri sendiri, godaan untuk marah secara emosional semata, godaan untuk kenyamanan fisik, dan sebagainya. Titik kuncinya adalah bahwa Dia mengalami godaan-godaan ini *tanpa pernah menyerah pada dosa*.

#*Bagaimana Yesus menghadapi pencobaan untuk memenuhi keinginan daging-Nya, tubuh dan jiwa-Nya?*

Yesus menghadapi pencobaan dengan KETETAPAN HATI untuk taat sepenuhnya kepada Bapa dan ketergantungan pada Roh Kudus.   Yesus selalu bersama Roh Kudus dalam menghadapi pencobaan (Lukas 4:1)  dan di mana pun  Ia mengandalkan Roh Kudus (Lukas 4:14).  Kuasa Roh Kudus adalah faktor kunci dalam kemampuan Yesus untuk menahan godaan.

Secara praktis, Yesus menghadapi keinginan daging-Nya dengan: *Ketetapan hati, prioritas pada kehendak Bapa seperti pergumulan di Getsemani, keinginan Yesus untuk melakukan kehendak Bapa melebihi keinginan untuk menghindari penderitaan. Ini menjadi contoh nyata bagaimana Dia bergumul dalam doa untuk tetap setia pada kehendak Bapa. Juga Yesus menguasai pengetahuan akan Firman Allah: pada pencobaan di padang gurun (Matius 4), Yesus menjawab Iblis dengan “ada tertulis”.  Sebagai manusia sejati, Yesus tekun berdoa dan bersekutu dengan Bapa.

*#Apakah Yesus itu tidak mungkin gagal dan jatuh dalam dosa, apakah Dia kebal terhadap dosa?*

 Umumnya orang memandang * Yesus tidak mungkin gagal dan jatuh dalam dosa, karena implikasi dari doktrin inkarnasi (bukan reinkarnasi) dan keilahian-Nya.  Meskipun Dia dicobai secara riil, Dia tidak memiliki natur dosa yang menurun dari Adam (dari buah Pengetahuan Baik dan Jahat). Karena Dia adalah Allah yang menjadi manusia, Dia tidak memiliki kecenderungan bawaan untuk berdosa. Namun, pencobaan yang dialami-Nya adalah nyata dan intens, bukan sekadar “kesaksian” pura-pura.  Inti ada anggapan bahwa kesempurnaan-Nya sebagai Anak Allah memastikan Dia tidak akan pernah berdosa.  

Tapi walau pun Dia adalah inkarnasi dari Firman (Allah sejati), dalam bentuk inkarnasi-Nya Dia secara sukarela membatasi diri-Nya (mengosongkan diri-Nya dari keilahian-Nya).  Dalam keberadaan-Nya itu Dia sangat bisa berdosa, tetapi secara *moral* Dia memilih untuk tidak melakukannya (Ibrani 4:15).  Dia tidak kebal dalam artian tidak merasakan godaan, tetapi Dia kebal dalam artian tidak pernah tunduk pada godaan tersebut. Keilahian-Nya terjadi adalah faktor Roh Kudus memberikan Dia kekuatan untuk menolak dosa.

 

## 2. Pencobaan apakah yang Yesus hadapi di TAMAN GETSEMANI? Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Pernyataan Yesus yang sangat jujur ini, membuktikan apa tentang diri Yesus? Berapa kali Dia berdoa kepada Bapa di taman Getsemani? Apa isi doa PERMOHONAN Yesus kepada Bapa? Apakah Yesus sedang mencoba menegosiasi Bapa untuk mengubah RENCANA dan KEHENDAK Nya?

 *#Pencobaan apakah yang Yesus hadapi di Taman Getsemani?* Pencobaan utama yang dihadapi Yesus di Getsemani bukanlah pencobaan dosa moral biasa melainkan untuk menghindari penderitaan salib: penderitaan emosi dan fisik yang mengerikan, lebih dari itu adalah penderitaan spiritual yang tak terbayangkan: menanggung dosa seluruh umat manusia dan mengalami keterpisahan dari Bapa.

*#Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Pernyataan Yesus yang sangat jujur ini, membuktikan apa tentang diri Yesus?*

Pernyataan ini membuktikan: kemanusiaan-Nya yang penuh: sebagai manusia sejati, dengan emosi dan perasaan yang dalam dan murni. Dia merasakan kesedihan, ketakutan, dan penderitaan jiwa yang luar biasa, sama seperti manusia lainnya. Dia tidak menyembunyikan perasaan-Nya.

 *#Berapa kali Dia berdoa kepada Bapa di taman Getsemani?*   Menurut Matius 26, Yesus berdoa sebanyak **tiga kali** di taman Getsemani, dengan isi doa yang serupa.

*#Apa isi doa PERMOHONAN Yesus kepada Bapa?*     Isi doa permohonan Yesus adalah: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39). "Cawan" di sini melambangkan penderitaan yang mengerikan dan kematian yang harus Dia alami, termasuk menanggung murka Allah atas dosa.

 

*#Apakah Yesus sedang mencoba menegosiasi Bapa untuk mengubah RENCANA dan KEHENDAK-Nya?*    Bukan bernegosiasi untuk mencoba mengubah pikiran Bapa atau mencari alterntif, sebab Yesus pernah berkata: untuk itulah Aku datang. Sebaliknya, ini adalah sebuah *permohonan yang tulus dari sisi kemanusiaan-Nya*, yang sepenuhnya tunduk pada kedaulatan dan kehendak Bapa. Yesus menyatakan keinginan manusiawi-Nya untuk menghindari penderitaan, tetapi dengan tegas mengakhirinya dengan penyerahan diri total pada kehendak Bapa. Ini menunjukkan pergumulan nyata dalam kemanusiaan-Nya, tetapi akhirnya dimenangkan oleh ketaatan-Nya. Dia sekarang siap  menerima dan menggenapi rencana tersebut.

 

### 3. Janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki. Yesus sebagai Anak Manusia mempunyai KEINGINAN. Dari doa-Nya, apa yang menjadi KEINGINAN Yesus? Apa yang menjadi KEHENDAK atau KEINGINAN Bapa? Apakah Yesus TAHU apa yang menjadi KEHENDAK Bapa? Apa ARTINYA ketika Yesus berkata, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki?

*#Apa yang menjadi KEINGINAN Yesus (sebagai Anak Manusia)?* Sebagai Anak Manusia,  Yesus menyatakan keinginan-Nya lewat  doa-Nya, *menghindari penderitaan yang akan datang*, yaitu cawan penderitaan dan kematian di kayu salib. Ini adalah keinginan yang alami dan manusiawi untuk menghindari rasa sakit dan kesengsaraan yang luar biasa.

*#Apa yang menjadi KEHENDAK atau KEINGINAN Bapa?* Kehendak Bapa agar Yesus **meminum cawan penderitaan itu**, yaitu mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia. Ini adalah bagian rencana keselamatan Allah.

*#Apakah Yesus TAHU apa yang menjadi KEHENDAK Bapa?*   Ya, Yesus tahu persis apa yang menjadi kehendak Bapa. Dia telah berulang kali memberitahu murid-murid-Nya tentang penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya (misalnya Matius 16:21, 17:22-23, 20:17-19). Doa di Getsemani bukan tentang kurangnya pengetahuan, melainkan tentang perjuangan internal antara keinginan manusiawi-Nya dan penyerahan total kepada kehendak Bapa.

*#Apa ARTINYA ketika Yesus berkata, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki?*  Yesus di sini menegaskan bahwa kehendak Bapa adalah yang terutama  dan harus dipatuhi, bahkan jika itu paling bertentangan dengan keinginan manusiawi-Nya sendiri. Itu menunjukkan ketaatan sempurna Yesus. Dia dengan rela tunduk pada rencana Bapa, meskipun itu berarti penderitaan yang tak terhingga. Ini perjuangan nyata sebagai manusia. Pilihan untuk taat itu riil, bukan otomatis.    

### 4. Apakah mungkin bagi Yesus untuk tidak melakukan kehendak Bapa dan tidak jadi mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib? Apakah Bapa memaksa dan mengharuskan Yesus untuk memenuhi rencana-Nya untuk menebus dosa manusia? Apa yang membuat Yesus akhirnya rela mengorbankan nyawa-Nya, apa yang menjadi KETETAPAN HATI Yesus?

*#Apakah mungkin bagi Yesus untuk tidak melakukan kehendak Bapa dan tidak jadi mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib?*  Dalam kemanusiaan-Nya, Yesus memiliki kebebasan (kehendak bebas) untuk memilih. Jika Dia tidak memiliki kebebasan itu, pencobaan-Nya tidak akan berarti apa-apa. Secara *kapasitas* Dia bisa menolak, secara *karakter*  Dia tidak akan melakukannya.

*#Apakah Bapa memaksa dan mengharuskan Yesus untuk memenuhi rencana-Nya untuk menebus dosa manusia?* Hubungan antara Bapa dan Anak adalah hubungan kasih dan kesatuan yang sempurna. Jadi, tidak ada paksaan dalam pengertian bahwa salah satu pihak tidak menginginkannya. Sebaliknya, ada kesepakatan (ketetapan, perjanjian) ilahi antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus sebelum penciptaan, di mana Anak dengan rela setuju untuk menjadi Penebus.

*#Apa yang membuat Yesus akhirnya rela mengorbankan nyawa-Nya, apa yang menjadi KETETAPAN HATI Yesus?*  Ketaatan Yesus adalah ketaatan yang berdasarkan kasih dan kesatuan kehendak dengan Bapa, bukan karena paksaan. *Kasih-Nya yang sempurna kepada Bapa membuat-Nya ingin melakukan kehendak Bapa di atas segalanya dan kasih-Nya kepada manusia (Yoh 3:16). Ketaatan adalah ekspresi kasih, menjadi bagian dari motivasi-Nya pada rencana keselamatan dan penebusan.

### 5. FAKTOR apa yang membuat Yesus bisa MENANG atas PENCOBAAN dan atas iblis? (Lukas 4:1 dan 14)

Lukas 4:1 dan 4:14 secara eksplisit menyebutkan faktor kunci yang membuat Yesus bisa menang atas pencobaan dan atas Iblis: karena Ia dipenuni dan dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga Ia memiliki otoritas  “dalam Kuasa Roh” (Lukas 4:14). Ketetapan hati-Nya untuk selalu  taat kepada Bapa adalah fondasi kemenangan-Nya. Juga faktor Firman Allah menjadi senjata untuk menangkis serangan Iblis. Pengetahuan dan aplikasi Firman (power of knowledge) adalah kunci kemenangan dan keperkasaan. Yesus memiliki pemahaman yang jelas tentang misi-Nya untuk menebus dosa manusia. Tujuan (destiny) yang jelas ini memberikan fokus dan ketekunan dalam menghadapi setiap rintangan.

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Kondisi Manusia Pada Zaman Nuh (MKS #12)

Sesi 12 Manusia Kerajaan Sorga ini membahas interpretasi alkitabiah mengenai kemerosotan spiritual umat manusia dari keturunan Set, yang awalnya merupakan pengharapan Tuhan , menjadi fokus pada keinginan kedagingan . Kita mengulas Kitab Kejadian pasal 4 dan 6, membandingkan keturunan Kain yang membangun peradaban tanpa Tuhan dengan keturunan Set, yang disebut anak-anak Allah . Kemunduran ini ditandai dengan anak-anak Allah yang tertarik pada kecantikan lahiriah anak-anak perempuan manusia , yang dianggap sebagai representasi daya tarik daging yang dibangun oleh keturunan Kain. Kejahatan yang meluas dan berkesinambungan ini, di mana Roh Tuhan tidak lagi berguna , memilukan hati Tuhan dan mendorong-Nya untuk memusnahkan segala makhluk hidup melalui air bah, kecuali Nuh dan keluarganya karena Nuh seorang diri didapati benar dan bergaul dengan Allah . Catatan Lengkap Mengenai Kondisi Manusia, Penilaian Allah mengenai keturunan Set, kemunduran rohani manusia, penyesalan Tuhan, dan peng...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

Tubuhmu Adalah Bait Roh Kudus

1 Korintus 3:16 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Video berjudul "You’ve Heard ‘You Are the Temple of God’ – But This Is What It Really Means" dari saluran Beyond the Veil menjelaskan bahwa konsep tubuh manusia sebagai "Bait Allah" bukan sekadar metafora, melainkan sebuah kebenaran arsitektural, anatomis, dan spiritual yang mendalam. Berikut adalah poin-punen utama yang dijelaskan dalam video tersebut: Paralel Struktur Bait Suci dengan Manusia : Video ini membedah bagaimana tiga bagian utama Bait Suci Sulaiman mencerminkan struktur diri manusia: [ 12:16 ] Pelataran Luar (Tubuh) : Mewakili aspek fisik, tindakan, dan interaksi dengan dunia luar. Sama seperti mezbah di pelataran, tubuh adalah tempat disiplin dan pengabdian fisik dimulai. [ 12:56 ] Tempat Kudus (Jiwa/Pikiran) : Mewakili dunia batin, pikiran, dan emosi. Di sini terdapat kandil (kesadaran), roti pertunjukan (nutrisi batin/hikmat), dan mezbah ...

PERLUNYA TERUS MENGALAMI UPGRADE DAN UPDATE

PAULUS DI YERUSALEM KPR 21:15-26 Hukum Taurat, sunat dan keimamatan Lewi/Harun telah menjadi budaya dan adat-istiadat yang melekat pada orang Israel ribuan tahun lamanya. Tanpa mereka dan kita mengalami upgrade dan update dengan memperbarui pikiran dan akal-budi, sulit untuk melepaskan kebiasaan dan adat-istiadat tersebut.

Lahir Baru Titik Awal Perjalanan Rohani Kita

  SATE 28 September 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu : Yohanes 3:1-15 Cara Allah bekerja untuk memperbaharui manusia adalah melalui Lahir baru. Ini merupakan pijakan / tindakan awal Allah dalam diri manusia untuk melakukan pembaharuan, Ini merupakan kepastian atau keyakinan agar manusia dapat mengerjakan rencana Allah semasa hidup manusia. Ini juga merupakan langkah manusia untuk menerima kehidupan Tuhan sehingga Allah mulai bekerja dalam hidup manusia. Manusia harus mengalami dua kali kelahiran! Yaitu roh dan daging, daging pada saat manusia keluar dari kandungan ibu, tetapi itu belum cukup. Manusia harus lahir lagi dari roh, yaitu dari proses lahir baru. Artinya manusia bisa mengoperasikan dua kehidupan, setelah proses ini berarti roh mempunyai kekuatan untuk dapat menarik turun SEMUA kehidupan Allah.   *#1. Apakah yang harus dilakukan setelah kalian mengalami lahir baru?*   Kita harus terus terbuka di hadapan Allah, bersedia untuk dikoreksi, diselaraskan hidup ...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Pemahaman Konsep "Ikat Janji" dan "Perjanjian" untuk Menerima warisan dan Berkat

  Birth of Isaac: gospelimages.com Ayat Renungan: Ulangan 8:17-18: Kekayaan dan kemampuan yang kita miliki berasal dari Allah. Tujuan Allah memberikan kekuatan untuk mendapatkan kekayaan adalah untuk menggenapi "ikat janji"-Nya dengan Abraham, bukan karena kemampuan kita sendiri.   1 Tawarikh 16:15: Ikat janji Allah bersifat kekal dan berlaku "sampai seribu angkatan", yang dalam pemahaman Ibrani berarti tidak terbatas atau tak terhingga. Ini menegaskan bahwa "ikat janji" bukan sesuatu yang kadaluarsa atau dibatasi waktu.   Galatia 3:7, 9, 14, 29: Orang yang hidup oleh iman adalah anak-anak Abraham. Berkat Abraham dapat diterima oleh bangsa-bangsa lain melalui Yesus Kristus. Orang yang menjadi milik Kristus adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.   Ada perbedaan antara "ikat janji" (secara korporat) dan "perjanjian" (janji secara individu). Allah lah yang berinisiatif mengadakan ikat-janji. Sebelum iman ...

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN  Bagian 1 Ps. Ir.  Yappy Widjaya 16Feb14 LUK AS 1:36-38 (Luk 1:36)   Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. (Luk 1:37)   Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." (Luk 1:38)   Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Hal yang tidak mungkin adalah dimensinya Tuhan. Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Semua agama mempercayai hal itu. Ketika Abraham sudah berusia 99 tahun Allah berbicara, tahun depan Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki. Sara tertawa. Tapi Allah berkata tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Markus 9:21 (Mar 9:21)   Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya. (Mar 9:22)...

Pemalas dan Orang Yang Rajin

 Mari kita bahas bersama-sama berdasarkan ayat-ayat Amsal tentang kemalasan dan kerajinan. Ayat-ayat kunci: Amsal 12:24 Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa; 13:4 Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan; 15:19 Jalan si pemalas seperti pagar duri, tetapi jalan orang jujur adalah rata; 18:9 Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak; 21:25 Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.   Amsal 24:30 Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.31  Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah  roboh. 32 Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran. 33 "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring," 34 maka datanglah kemiskinan seperti seora...