Langsung ke konten utama

Contrast in Leadership and Desire (Preparing the Bride #24)

Gereja Setia vs Pamer Spiritual Salomo

Sesi ini membahas perbandingan antara Raja Salomo dan Gadis Sulam dari Kitab Kidung Agung, serta relevansinya bagi jemaat. Fokus utamanya adalah godaan duniawi dan pentingnya pengenalan akan Allah untuk menghindari dosa dan kesia-siaan. Pembicara menyoroti keangkuhan dan kemegahan Salomo yang berasal dari pengaruh asing, terutama dari pernikahan politiknya dengan putri Firaun, yang bertolak belakang dengan kesetiaan dan kerinduan Gadis Sulam akan kehadiran Tuhan. Khotbah ini juga menekankan bahwa gereja yang diharapkan Tuhan adalah mereka yang berfokus pada menggambarkan Kristus melalui perbuatan yang benar, bukan pada pamer diri.



Kid 3:9 Raja Salomo membuat bagi dirinya suatu tandu dari kayu Libanon. 10  Tiang-tiangnya dibuatnya dari perak, sandarannya dari emas, tempat duduknya berwarna ungu, bagian dalamnya dihiasi dengan kayu arang. Hai puteri-puteri Yerusalem,

11  puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.


Karakteristik utama yang diharapkan Tuhan dari gereja-Nya adalah kesetiaan, kemurnian hati, dan fokus sepenuhnya pada Kristus. Ini kontras dengan Raja Salomo dalam Kidung Agung 3:9-11 yang membangun tandu megah ("chariot" dalam King James Version) dari kayu Libanon untuk dirinya sendiri, dengan tiang perak, sandaran emas, tempat duduk ungu, dan interior dihiasi kayu arang. Kereta ini digunakan untuk menampilkan dan menggambarkan otoritas serta martabatnya di hadapan banyak orang dan demi memikat hati gadis Sunem (Sulam). Kereta dan kuda untuk Salomo didatangkan dari Mesir (Misraim). Ini adalah gambaran "pamer spiritual" yang palsu, berfokus pada kemegahan diri sendiri dan nilai-nilai duniawi, meniru kebudayaan Mesir. (further demonstrating adopsi simbol kekuatan dan martabat Mesir.). Hal ini dianggap sebagai "pamer spiritual penuh dengan Kepalsuan" dan pergeseran dari nilai-nilai yang dibangun oleh Allah pada dirinya melalui ayahnya, Daud.  Sebaliknya, gereja yang sejati, seperti gadis Sulam, rindu untuk menampilkan Bait Suci Tuhan, kemuliaan Tuhan, di mana Tuhan saja yang terlihat melalui sikap, perbuatan, dan cara berpikir jemaat. Perbedaannya terletak pada apakah tindakan tersebut dilakukan untuk kemegahan diri sendiri atau untuk memamerkan Tuhan.


Kontaminasi nilai duniawi yang berbahaya:

Kontaminasi nilai duniawi merupakan bahaya serius yang dapat menggeser fokus dan kesetiaan gereja serta individu jemaat dari Tuhan. Ps. Djonny menjelaskan bahwa dunia menyajikan dirinya sebagai "pamer spiritual penuh dengan Kepalsuan", yang mudah menipu orang karena kurangnya kedewasaan rohani, miskin pengenalan akan Tuhan, dan adanya kerinduan internal terhadap hal-hal palsu tersebut. Hal ini dapat menyebabkan banyak orang tersandung dan gagal dalam rencana Tuhan bagi hidup mereka.

Contoh utama yang dibahas dalam sumber adalah Raja Salomo. Kereta tandunya (joli), yang dibuat bagi dirinya sendiri untuk menampilkan otoritas dan martabatnya di hadapan banyak orang, meniru Mesir dan dipenuhi kemewahan yang melambangkan otoritas duniawi. Ini terjadi karena Salomo menikahi putri Firaun dan mengadopsi nilai-nilai luhur Mesir, bukan martabat Israel yang dibangun Allah melalui Daud. Nilai-nilai yang dibangun oleh Daud dalam dirinya mulai mengalami pergeseran. Pameran duniawi ini (seperti perak, emas, ungu, kayu arang dalam tandu Salomo) merangsang keinginan.

Mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya (keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup) bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Tiap-tiap orang dicobai oleh keinginan sendiri, yang menyeret dan memikatnya, dan apabila keinginan itu dibuahi, ia melahirkan dosa, dan dosa melahirkan maut. Dunia mencoba mengkontaminasi hidup agar kita mengambil nilai dunia dan memamerkannya seolah itu datang dari Tuhan. Pernikahan campur ("Mitra Destiny") Salomo dengan perempuan asing dari bangsa-bangsa yang dilarang Tuhan (Moab, Amon, Edom, Sidon, Het) adalah contoh bagaimana hati Salomo terpaut kepada mereka dengan cinta duniawi, dan istri-istrinya mencondongkan hatinya menjauhi Tuhan. Pp Djonny bahkan menyebutkan ini sebagai "kejahatan besar".

Bagaimana pemimpin dan gereja dapat menghindari kontaminasi ini:

  1. Mengenal Allah dengan Benar: Daud menasehati Salomo untuk mengenal Allah ayahnya, melayani-Nya dengan tulus dan rela hati, karena Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Mengenal Allah secara benar adalah cara membentengi hidup dari nilai-nilai duniawi. Ini berarti memahami sifat, karakter, standar-Nya, serta cara kerja-Nya.

  2. Berjaga-jaga terhadap Keinginan Mata: Apa yang kita lihat bisa mengkontaminasi keinginan. Penting untuk memahami bahwa dunia akan mencoba mengkontaminasi hidup agar kita mengambil nilai dunia. Periksa apakah sesuatu, meskipun didapat secara halal, merangsang keinginan yang berbahaya.

  3. Fokus pada Kristus (Sang Kekasih): Seperti gadis Sunam yang hati dan pikirannya selalu tertuju pada kekasihnya, gereja harus menjaga hati dan pikiran tetap fokus pada Kristus, bukan pada pameran duniawi. Meskipun Salomo memamerkan kemegahan duniawinya, hati gadis Sunam tetap pada kekasihnya.

  4. Menerima Gambaran Diri dari Tuhan: Jangan biarkan pendapat orang lain atau tuntutan duniawi membentuk gambaran diri. Gambaran diri yang benar datang dari apa yang Tuhan katakan tentang diri kita melalui Firman-Nya (Rhema).

  5. Memimpin Berdasarkan Sistem Kristus: Yesus mengajarkan bahwa di antara pengikut-Nya, kebesaran datang dari melayani, bukan dari memerintah dengan tangan besi seperti penguasa dunia. Pemimpin harus menjadi pelayan dan hamba. Allah meninggikan Yesus karena Dia merendahkan diri dan melayani. Ini adalah cara martabat ditentukan oleh Allah.

  6. Membangun Jemaat agar Serupa Kristus: Para hamba Tuhan (pemimpin) bekerja keras, menderita sakit bersalin, sampai rupa Kristus menjadi nyata dalam kehidupan jemaat. Tugas pemimpin adalah membimbing jemaat menuju keserupaan dengan Kristus.

  7. Memperingatkan Bahaya Pernikahan Campur yang Tidak Kudus: Sumber dengan tegas menghubungkan pernikahan Salomo dengan perempuan asing yang tidak mengabdi kepada Allah Israel sebagai penyebab hatinya berpaling dari Tuhan. Nehemia juga menindak tegas orang-orang Yahudi yang menikahi perempuan asing karena menyebabkan mereka berpaling dari Allah. Meskipun ada pengecualian seperti Rut, bahayanya adalah ketika cinta terhadap pasangan asing melebihi standar Tuhan dan justru pasangannyalah yang mencondongkan hati kepada dewa-dewa mereka.

  8. Tidak Mudah Terkontaminasi saat Berbeda Pendapat: Orang yang tidak setuju dengan kebenaran dari pemimpinnya seringkali mudah terkontaminasi dan bergabung dengan orang lain, merasa benar. Penting untuk memiliki keakuratan dan tidak mudah menyesuaikan diri dengan tuntutan duniawi.

  9. Mengingat Identitas sebagai Mempelai Kristus: Gereja dipanggil untuk menjadi mempelai Anak Domba yang siap sedia, mengenakan kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan putih bersih (perbuatan benar orang-orang kudus). Tuhan ingin memamerkan gereja-Nya. Gereja akan manunggal dengan Kristus, berbagi takhta dan martabat Anak Domba.

Secara keseluruhan, menghindari kontaminasi nilai duniawi melibatkan pengenalan yang benar dan mendalam akan Allah, penjagaan hati dan keinginan, fokus yang teguh pada Kristus dan nilai-nilai-Nya, serta kepemimpinan yang meneladani Kristus. Penting untuk menyadari bahwa nilai-nilai dunia, meskipun terlihat baik atau spiritual, seringkali adalah kepalsuan yang berakar pada keinginan diri dan menjauhkan dari rencana Allah.


Hal-hal yang membuat Raja Salomo berdosa dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Pernikahan Campur dengan Perempuan Asing dari Bangsa Terlarang: Raja Salomo mencintai banyak perempuan asing selain anak Firaun, yaitu perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon, dan Het. Tuhan telah berfirman kepada orang Israel agar jangan bergaul dengan bangsa-bangsa ini, dan sebaliknya, karena sesungguhnya mereka akan mencondongkan hati kepada allah-allah mereka.

  2. Cinta Duniawi (Cinta Lahiriah) kepada Istri-istri Asing: Salomo terpaut kepada perempuan-perempuan asing tersebut dengan cinta. Sumber menjelaskan bahwa cinta yang dimaksud di sini bukanlah cinta Tuhan, melainkan cinta lahiriah.

  3. Hati Dipalingkan dari Tuhan oleh Istri-istri Asing: Istri-istrinya (700 istri dari kaum bangsawan dan 300 gundik) menarik hatinya daripada Tuhan. Pada waktu Salomo sudah tua, istri-istri itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan Allahnya seperti Daud ayahnya. Nehemia juga mencatat bahwa Salomo terbawa ke dalam dosa oleh perempuan-perempuan asing itu, meskipun ia raja yang dikasihi Allah.

  4. Mengadopsi Nilai-nilai dan Martabat Duniawi (Mesir): Karena menikahi putri Firaun, Salomo bukan hanya sekedar menikah, tetapi juga mengadopsi semua nilai-nilai luhur daripada kehidupan Mesir dan martabat Mesir, bukan martabat Israel yang dibangun oleh Allah. Hal ini menyebabkan nilai-nilai yang dibangun oleh Daud pada dirinya mulai mengalami pergeseran.

  5. Memamerkan Kemegahan dan Otoritas untuk Diri Sendiri: Salomo membuat bagi dirinya sendiri suatu tandu atau kereta angkut dari kayu Libanon untuk menampilkan menggambarkan otoritas dan martabatnya di hadapan banyak orang. Kereta ini meniru Mesir dan dipenuhi kemewahan, melambangkan otoritas dan martabat duniawi. Tandu ini dibuat "bagi dirinya" untuk kemegahan dirinya, berbeda dengan Sang Gembala dan gadis Sunam yang merindukan apa yang tampil adalah kemuliaan Tuhan atau elemen Bait Suci. Ini disebut sebagai "pamer spiritual penuh dengan Kepalsuan" dan "kebodohan" Salomo. Hal ini merangsang keinginan.

  6. Terpikat oleh Keinginan Sendiri karena Apa yang Dilihat: Dunia dipamerkan (Mesir adalah lambang dunia), dan apa yang dipamerkan itu merangsang keinginan Salomo. Yakobus 1:14-15 dijelaskan bahwa tiap-tiap orang dicobai oleh keinginan sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya, dan apabila keinginan itu telah dibuahi ia melahirkan dosa, dan apabila dosa itu sudah mata ia melahirkan maut. Mengasihi dunia dan apa yang di dalamnya bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia, dan dunia sedang lenyap dengan keinginannya.

  7. Berubah Setia terhadap Allah: Memperistri perempuan-perempuan asing ini disebut sebagai "kejahatan yang besar", yakni "Berubah Setia terhadap Allah kita".

Nasihat Daud kepada Salomo untuk mengenal Allah ayahnya dan beribadah (melayani) kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan rela hati, karena Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita, serta peringatan bahwa jika Salomo mencari Dia, Ia berkenan ditemui, tetapi jika meninggalkan Dia, Ia akan membuangnya, menunjukkan bahwa Salomo gagal memelihara pengenalan akan Allah yang benar.

Keinginan duniawi dan keinginan mata dapat merusak kesetiaan kepada Tuhan dengan merangsang keinginan dalam diri, menyebabkan seseorang berpikir bahwa nilai-nilai duniawi adalah yang berharga, martabat, atau bahkan datang dari Tuhan. 1 Yohanes 2:15-17 mengingatkan agar tidak mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya, karena kasih akan Bapa tidak ada dalam orang yang mengasihi dunia. Yakobus 1:12-15 menjelaskan bahwa setiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, yang menyeret dan memikatnya, dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa, dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. Dalam kasus Salomo, ia menikahi banyak perempuan asing dari bangsa-bangsa yang dilarang, dan istri-istrinya mencondongkan hatinya kepada allah-allah mereka, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan Allahnya (1 Raja-raja 11:1-4). Pameran kemegahan Salomo merangsang keinginan orang lain, bahkan dalam konteks spiritual, yang berbahaya karena bisa mengarah pada dosa dan maut atau kesia-siaan


Postingan populer dari blog ini

DEKADE GANDA SURGA TERBUKA Bag 17, REFORMASI GEREJA, RESTORASI SION 2 Dr. Jonathan David

"UPPER ROOM 207 – 30 September 2025 REFORMASI GEREJA, PEMULIHAN SION (Bag 2)" ,  Sesi ini bertema pertumbuhan rohani dan manifestasi kemuliaan Allah melalui anak-anak-Nya. Pengkhotbah secara ekstensif menggunakan kutipan dari Alkitab, terutama 2 Korintus 3 dan Roma 8 , untuk menjelaskan pentingnya transformasi dari kemuliaan kepada kemuliaan yang terjadi ketika seseorang menanggapi Roh Kudus dengan muka yang tidak berselubung. Poin utama adalah bahwa orang percaya harus bertumbuh dewasa dari status "anak kecil" atau "hamba" menjadi "putra" (mengacu pada Galatia 4:1 ), karena seluruh ciptaan menantikan pembebasan dari kerusakan melalui manifestasi nyata dari anak-anak Allah. Selain itu, khotbah ini menekankan perlunya memelihara hubungan yang benar dan mempromosikan reformasi gereja dari agenda duniawi ke fokus ilahi, sehingga kuasa zaman yang akan datang dapat dijamah. Catatan Selengkapnya: Reformasi Gereja, Pemulihan Sion (Bag 2) I....

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

TUHAN MENGENAL MILIK KEPUNYAANNYA

2Ti 2:19  Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan." Kita harus membangun hidup kita dan anak-anak kita menjadi milik kepunyaan Tuhan. Banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih. Dipilih menjad milik kepunyaanNya. Ada kriteria, ada standard yang ditetapkan sehingga termasuk orang-orang yang terpilih. Bangun dirimu menjadi benih dan fondasi. Ada Andreas, Filipus, Natanael dan murid-murid yang lain. Andreas memilih untuk mengikut Yesus. Lalu ia membawa Simon kepada Yesus. Lalu Yesus mengajak Filipus, karena ia sudah siap. Lalu Filipus mengajak Natanael. Ia terkejut mendengar penyataan Yesus, tapi dia akhirnya dia ikut Yesus. Jadi di rumah rohani ada yang miliki kepunyaan Tuhan dan ada orang-orang yang bukan milik kepunyaan Tuhan. Mungkin mereka tetap ke gereja, ikut Tuhan, tapi belum tentu menjadi milik kepun...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PEKERJAAN ALLAH DALAM HIDUP SAUDARA – SESI 3

Banyak orang dalam gereja tidak menyadari bahwa Allah bekerja dalam hidupmu. Kebanyakan dari mereka berdoa pada Tuhan untuk melakukan sesuatu buat hidupnya, demi kepentingannya. Tuhan jawab doaku, Tuhan lindungi aku, Tuhan buat ini, Tuhan lakukan ini. Jadi ia ingin Allah berbuat sesuatu demi hidupnya.   Banyak orang percaya yang tidak menyadari dan tidak menghargai pekerjaan Allah. Padahal Allah bekerja sangat dahsyat, tidak tanggung-tanggung. Dia bekerja bukan menurut apa yang ada pada pikiran saudara, keinginan saudara, cita-cita saudara, dan harapan saudara. Dia bekerja menurut apa yang ada pada diri-Nya, jauh melampaui apa yang ada pada saudara. [Banyak orang salah mengartikan “kamu akan menerima kuasa jika Roh Kudus datang….”. Roh Kudus bukan kuasa. Pribadi Roh Kudus yang akan bekerja, mengerjakan pekerjaan Allah di dalam hidup kita, bukan kuasa untuk membuat mujizat bagi kita. Kita harusnya mendapati, bahwa pekerjaan Allah mengubahkan hidup kita itu sendiri adalah mujizat yan...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Berkat Abraham dan Bagaimana Allah Memproses Hidupnya (Abram's Blessing And God's Process)

 BACA dan RENUNGKAN Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi,   Kejadian 24:1 Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal. 34 Lalu berkatalah ia: "Aku ini hamba Abraham. 35 TUHAN sangat memberkati tuanku itu, sehingga ia telah menjadi kaya; TUHAN telah memberikan kepadanya kambing domba dan lembu sapi, emas dan perak, budak laki-laki dan perempuan, unta dan keledai.   Pokok-pokok Renungan:   1. Proses pembentukan Abram dan berkat melalui Melkisedek: Hal pertama yang Al...

DIMENSI SPIRITUAL

MASUK KE DALAM DIMENSI SPIRITUAL By Ps.Yappy Widjaya, 17Jul2016 Betapa pentingnya kita membangun manusia roh kita, sehingga kita bisa mengalami dinamika ROH, mecapai garis-akhir dan menyelesaikan destiny kita dengan kuat tidak pernah tergoyahkan dan tidak pernah menyimpang ke kanan dan ke kiri tapi makin lama makin kuat. Yeh47:1-5 (Ezekiel 47:1)  Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. (Ezekiel 47:2)  Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. (Ezekiel 47:3)  Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan m...