Langsung ke konten utama

Spiritual Deception: Discerning True Aromatic Offerings (Preparing the Bride #22)

 

Membedakan Penampilan Rohani Palsu dan Keharuman yang Menyenangkan Tuhan 

Kid 3:6 Apakah itu yang membubung dari padang gurun seperti gumpalan-gumpalan asap tersaput dengan harum mur dan kemenyan dan bau segala macam serbuk wangi dari pedagang? 

Khotbah ini membahas perumpamaan dari Kidung Agung 3:6 di mana Raja Salomo menampilkan kemegahan yang terlihat rohani untuk memikat seorang wanita. Ini adalah penipuan rohani tingkat tinggi. Kita telaah sekarang dengan membandingkan tindakan Salomo dengan penampilan rohani palsu di gereja saat ini, yang bertujuan untuk mencari pujian atau keuntungan pribadi. Bau-bauan seperti mur dan kemenyan dalam Alkitab dikaitkan dengan persembahan kepada Tuhan, namun digunakan oleh Salomo untuk menciptakan kesan spiritual yang menyesatkan. Salomo hendak mengesankan, bahwa dia adalah orang yang diberkati dan diperkenan oleh Tuhan. Di sini kita perlu menekankan pentingnya membedakan antara spiritualitas sejati dan kepalsuan melalui pengenalan yang akurat akan Tuhan dan motivasi hati yang murni.



Pendahuluan

Khotbah ini melanjutkan pembahasan tentang Kitab Kidung Agung dari minggu sebelumnya untuk mengungkapkan apa yang Tuhan ingin kerjakan dalam hidup jemaat untuk memenuhi harapan-Nya. Kita memohon  agar Tuhan menyelaraskan keinginan jemaat dengan keinginan, kebutuhan, dan rencana Tuhan, agar jemaat (gereja) bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi sebagai kekasih Tuhan.


Kidung Agung 3:6  "Apakah itu yang membumbung dari padang gurun seperti gumpalan-gumpalan asap, tersaput dengan harum mur dan kemenyan dan bau segala macam serbuk wangi dari pedagang?".

Sekarang wanita Sulam (si gadis Sunem) sudah berada di Yerusalem dan orang-orang di Yerusalem melihat ke arah padang gurun di luar kota. Mereka melihat rombongan orang yang menarik perhatian dan kekaguman, terlihat megah dan jelas.


Interpretasi Penampilan Salomo

Penampilan ini, yang nampaknya rohani, sebenarnya adalah strategi Raja Salomo untuk memikat si gadis Sulam agar mau menyambut pinangannya.

Kita harus berhati-hati terhadap tindakan yang nampaknya rohani. Yang perlu dipertanyakan adalah motivasi di balik tindakan yang terlihat rohani.

Motivasi Raja Salomo adalah untuk mendapatkan si gadis Sulam. Penampilan megah dan kehebohan yang terlihat di ayat 6 ini seolah-olah menunjukkan bahwa Raja Salomo mendapat tuntunan Tuhan, dikasihi Tuhan, mengasihi Tuhan, dan ada mujizat dalam kepemimpinannya.

Tindakan seperti ini banyak dilakukan di gereja oleh orang-orang munafik yang ingin mendapatkan sanjungan, pujian, dan perhatian.

Tuhan menyelidiki hati dan tahu motivasi serta tujuan hati seseorang.


Analisis Bau-bauan (Mur, Kemenyan, Serbuk Wangi)

Kedatangan Salomo bukan hanya dilihat (asap membumbung), tetapi juga tercium baunya. Tujuannya adalah untuk meyakinkan orang yang menyaksikan bahwa ini adalah “perbuatan Ilahi atau atraksi rohani dari Tuhan.”

Ada tiga sumber bau utama: mur, kemenyan, dan serbuk wangi dari pedagang.

Bau-bauan ini adalah manipulasi rohani yang menyerang.

Ini adalah pencobaan spiritual terberat bagi si gadis Sulam, seperti pencobaan spiritual yang dialami Yesus di padang gurun.

Si gadis Sulam menjadi contoh bagi gereja untuk memiliki ketangguhan terhadap serangan spiritual.

1. Mur (Myrrh)

  • Penggunaan I: Mur adalah campuran untuk minyak urapan Kudus. Keluaran 30:23-25 menyebutkan mur sebagai komponen utama dengan takaran 500 syikal, dominan di antara bahan lain.

  • Minyak urapan Kudus ini adalah perintah Tuhan, komposisinya tidak boleh diubah.

  • Minyak urapan Kudus ini hanya digunakan di dalam ruangan tertentu, bukan di padang gurun.

  • Keharuman minyak urapan Kudus hanya khusus untuk Tuhan yang hadir di Bait Suci. Keluaran 30:37-38 melarang siapapun membuat minyak serupa untuk diri sendiri atau menghirup baunya, ancamannya dilenyapkan. Tuhan memilih komposisi ini karena Dia ingin mencium bau harum mur yang dominan.

  • Penggunaan II: Mur adalah minyak oles pilihan Raja untuk kulit. Ester 2:12 menyebutkan penggunaan minyak mur selama 6 bulan dalam perawatan gadis-gadis yang akan menghadap Raja Ahasyweros. Ini menunjukkan bau mur spesifik disukai raja.

  • Aplikasi pada Salomo: Salomo datang dengan rombongannya tercium bau mur untuk menunjukkan kehadiran raja (dirinya). Tujuannya adalah untuk kepentingannya sendiri, yaitu mendapatkan si gadis Sulam. Mazmur 45:9 menguatkan bahwa pakaian raja berbau mur, gaharu, dan cendana, ini adalah minyak pilihan raja.

  • Perbandingan: Mur yang dipakai Salomo pasti tidak sama dengan minyak urapan Kudus yang ditentukan Tuhan, karena dicampur berbeda dan digunakan di tempat umum (padang gurun). Orang lain juga mencium bau mur Salomo, bukan hanya Tuhan.

  • Kesimpulan Mur Salomo: Penggunaan mur oleh Salomo adalah tanda untuk menyukakan Raja Salomo, bukan Tuhan.

2. Kemenyan (Frankincense)

  • Penggunaan I: Kemenyan adalah campuran untuk parfum dan ukupan Ilahi di Bait Suci. Keluaran 30:34-36 menyebutkan kemenyan tulen sebagai bagian dari ukupan yang dicampur dengan cermat.

  • Ukupan ini diletakkan di hadapan Tabut Hukum (Ruang Mahakudus) dan Maha Kudus bagi Tuhan.

  • Seperti minyak urapan, ukupan ini juga khusus untuk Tuhan dan dilarang dibuat untuk diri sendiri atau dihirup baunya (Keluaran 30:37-38 diulang). Kemenyan dibakar di mezbah ukupan, awalnya di Ruang Kudus, lalu berdekatan dengan Ruang Mahakudus.

  • Penggunaan II: Kemenyan dibubuhkan pada korban bakaran agar memberikan keharuman spesifik. Imamat 2:1 menyebutkan kemenyan di atas tepung terbaik korban sajian.

  • Keharuman asap kemenyan bersifat spesifik. Pengalaman pribadi pembicara terkait hutan kemenyan dijelaskan untuk memberi gambaran baunya.

  • Pengecualian: Kemenyan tidak dibubuhkan pada korban penghapus dosa orang miskin (Imamat 5:11). Ini menunjukkan bahwa keharuman kemenyan adalah untuk keharuman bagi Tuhan, bukan terkait penghapus dosa.

  • Penggunaan III: Kemenyan tulen dibubuhkan di atas roti sajian (Imamat 24:7).

  • Tujuannya adalah menjadi bagian ingat-ingatan (memorial), korban api-apian bagi Tuhan.

  • Kesimpulan Kemenyan: Keharuman kemenyan semerbak di Ruang Kudus dan Ruang Mahakudus, tempat kehadiran Allah, sebagai memorial dan penyukakan bagi Tuhan.


Penipuan Rohani dan Kebutuhan Kepekaan Spiritual

Rombongan Salomo datang untuk memikat, mencoba melakukan hal luar biasa yang mudah menipu orang yang tidak akurat indra rohaninya (mata, penciuman).

Ada perbedaan bau mur/kemenyan yang asli (untuk Tuhan) dengan yang dipakai Salomo.

Perbedaan ini hanya bisa dibedakan oleh orang yang setiap hari taat, berada di Bait Suci, mengenal Allah sehingga mereka tahu bau yang disukai Tuhan.

Aplikasi di Gereja: Banyak orang tidak bisa membedakan motivasi kesaksian (memegahkan Tuhan atau diri sendiri). Kesaksian yang memegahkan diri bisa menindas orang lain.

Bau yang dicium si gadis Sulam itu mirip, tetapi tidak sama. Mampu membedakan bahwa itu mirip adalah posisi rohani yang matang, sedangkan tertipu berarti menganggapnya sama.

Iblis menyerupai malaikat terang, serigala berbulu domba, singa yang mengaum (seperti Yesus singa Yehuda), atau Bintang Timur (seperti Yesus Bintang Fajar) – banyak kemiripan.

Diperlukan kedewasaan rohani dan hidup yang akurat dalam Tuhan untuk bisa memilah. Ini adalah harapan Tuhan bagi gereja-Nya (kekasih-Nya).

Hanya mereka yang tahu secara akurat apa yang diinginkan dan dibutuhkan Allah yang bisa membedakan penipuan rohani.


Asap dan Wangi-wangian Lain

Prosesi arak-arakan Salomo menggunakan asap yang membumbung. Asap ini juga dikenal sebagai tanda Ilahi (Kisah Para Rasul 2:18-20, Yoel 2:30 menyebutkan "gumpalan-gumpalan asap" sebagai tanda mukjizat). Orang Israel mengenali asap Ilahi.

Salomo menggabungkan asap dengan bau-bauan untuk menciptakan kesan spiritual yang palsu dan meyakinkan bahwa Allah berkenan kepadanya. Tujuannya adalah mengkonfirmasi penampilan spiritual yang palsu.


Mur dan Kemenyan dalam Perjanjian Baru

Orang Majus mempersembahkan mur dan kemenyan kepada Yesus (Matius 2). Ini dipahami sebagai penghormatan kepada raja, raja yang Ilahi.

Iblis tidak selalu mencobai dengan dosa terang-terangan (mencuri, merampok, berzina) tetapi dengan pencobaan spiritual. Allah mengizinkan ini untuk menguji keakuratan dan kedewasaan rohani jemaat.

Orang yang melihat penampilan dan mencium bau-bauan Salomo mendapat kesan bahwa itu sangat spiritual, Ilahi, dan perkenanan Tuhan. Betapa mengerikannya penipuan ini.


Keharuman Sejati yang Menyenangkan Tuhan

Mur dan kemenyan (dan bahan lain) yang ditetapkan Tuhan adalah persembahan harum yang menyenangkan Dia.

Kehidupan Orang Percaya sebagai Keharuman

2 Kor 2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. 15  Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa. 16  Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?

2 Korintus 2:14-16 menyebutkan bahwa Allah menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia melalui orang percaya. Orang percaya adalah bau yang harum dari Kristus bagi Allah, bau kehidupan bagi yang diselamatkan dan bau kematian bagi yang binasa. Paulus melakukannya dengan maksud murni, bukan mencari keuntungan.

Persembahan hidup orang percaya harus menjadi persembahan yang harum. Banyak orang hanya terlihat seperti bau-bauan harum dari Tuhan, tetapi sebenarnya menipu atau tertipu.

Doa sebagai Kemenyan: Wahyu 5:8 menyebutkan cawan emas penuh kemenyan sebagai doa orang-orang kudus. Doa orang kudus adalah keharuman yang menyukakan hati Tuhan. Kita perlu gigih berdoa, bukan hanya untuk kebutuhan diri sendiri, tetapi supaya kebutuhan Allah terjawab dalam hidup kita.

Motivasi yang Benar: Matius 7:15-16 menyebutkan nabi palsu dikenal dari buahnya. Penyamaran Salomo tujuannya adalah mendapatkan si gadis Sulam. Mengetahui keaslian bukan hanya dari melihat atau mencium, tetapi dari materi/bahan di dalamnya (buahnya).


Gembala yang Baik vs. Gembala yang Buruk

Perbuatan Salomo dibandingkan dengan gambaran gembala yang menggembalakan dirinya sendiri dalam Yehezkiel 34:2-12. Celakalah gembala yang makan susu dan memakai bulu domba, menyembelih domba gemuk, tetapi tidak merawat yang sakit, luka, tersesat, atau hilang. Mereka memerintah dengan kekerasan dan kejam, menyebabkan domba terserak.

Domba menjadi mangsa karena tidak ada gembala yang memperhatikan.Tuhan akan menjadi lawan gembala-gembala seperti itu dan menuntut domba-Nya kembali, menghentikan mereka menggembalakan diri sendiri.

Perbuatan menipu Salomo untuk keuntungannya sendiri bertentangan langsung dengan Tuhan. Penipuan ini banyak terjadi di gereja.


Menghindari Kemunafikan

Mazmur 26:4-5 (Daud): 4  Aku tidak duduk dengan penipu, dan dengan orang munafik aku tidak bergaul; 5  aku benci kepada perkumpulan orang yang berbuat jahat, dan dengan orang fasik aku tidak duduk.

Tidak duduk dengan penipu dan orang munafik. Salomo disebut munafik di sini.

Matius 6:1-6 tentang kewajiban agama: Jangan melakukan kewajiban agama (sedekah, doa) di hadapan orang supaya dilihat. Melakukannya untuk dipuji orang adalah kemunafikan, dan mereka sudah mendapat upahnya dari manusia.

Doa seharusnya di tempat tersembunyi (in the Secret Place), dimana Bapa yang melihat di tempat tersembunyi akan membalas. Ini berarti Allah melihat motivasi di tempat rahasia hati.

Yesus mengecam ahli Taurat dan orang Farisi yang munafik (Matius 23:13-29) – ini disebut "celaka" oleh Allah.

Motivasi hati yang buruk (penipuan, kemunafikan) menyeret pada kejahatan. Bau-bauan Salomo menyebar untuk mengkonfirmasi penampilan spiritual palsu, tetapi Allah melihat hati.

Apa yang Menyukakan Hati Tuhan?

  • Allah menyukai bau-bauan yang wangi.

  • Melakukan segalanya hanya bagi Tuhan di tempat rahasia. Allah menyelidiki hati. Tidak memegahkan diri supaya dilihat orang.

  • Iman: Ibrani 11:6 - Tanpa iman tidak mungkin berkenan kepada Allah. Iman berarti percaya Allah ada dan memberi upah kepada yang sungguh mencari Dia. Upah dari Tuhan di tempat rahasia (Matius 6). Upah utama adalah perkenanan Allah.

  • Kasih: Efesus 5:2 - Hidup dalam kasih seperti Kristus yang menyerahkan diri sebagai persembahan dan korban harum bagi Allah. Ketaatan kepada Allah dan hidup dalam kasih adalah bau yang harum. Hidup menjauhi kebenaran menjadi bau kematian.

  • Pemberian/Dukungan: Filipi 4:13-18 - Jemaat Filipi mendukung Paulus secara materi. Paulus mengutamakan buahnya (keuntungan rohani bagi yang memberi), bukan pemberian itu sendiri. Pemberian mereka adalah persembahan yang harum, korban yang disukai dan berkenan kepada Allah. Ini bukan tipuan rohani karena Allah menyelidiki motivasi kasih mereka.


Keharuman Sejati Sang Kekasih (Gembala)

  • Kidung Agung 1:3 - Si gadis Sulam mencintai kekasihnya karena keharuman namanya (nama bagaikan minyak yang tercurah) dan cintanya lebih nikmat dari anggur.

  • Nama yang bagaikan minyak tercurah berbicara tentang kepribadian, karakter, reputasi Sang Gembala.

  • Reputasinya sebagai gembala yang bersedia membela domba (seperti Daud) adalah keharuman yang memikat si gadis Sulam dan gadis-gadis lain.

  • Ini adalah keharuman sejati yang diharapkan Tuhan dari Sang Gembala (Yesus) dan dari gereja.


Kesimpulan

  • Penampilan Salomo dalam Kidung Agung 3:6 adalah kepalsuan rohani.

  • Kepalsuan ini berdampak pada "putri-putri Yerusalem" (orang-orang gereja/rohani lain) yang mudah disesatkan dan akhirnya mungkin melakukan penipuan dan kemunafikan yang sama.

  • Si gadis Sulam tidak tertipu karena dia tetap teguh, mampu membedakan yang mirip dari yang sebenarnya/benar. Dia mengenal minyak dan bau harum yang sebenarnya dari Sang Kekasihnya.

  • Mengenal Kristus dengan benar memungkinkan seseorang membedakan dan mengetahui apa yang disukakan Tuhan.




Postingan populer dari blog ini

DEKADE GANDA SURGA TERBUKA Bag 17, REFORMASI GEREJA, RESTORASI SION 2 Dr. Jonathan David

"UPPER ROOM 207 – 30 September 2025 REFORMASI GEREJA, PEMULIHAN SION (Bag 2)" ,  Sesi ini bertema pertumbuhan rohani dan manifestasi kemuliaan Allah melalui anak-anak-Nya. Pengkhotbah secara ekstensif menggunakan kutipan dari Alkitab, terutama 2 Korintus 3 dan Roma 8 , untuk menjelaskan pentingnya transformasi dari kemuliaan kepada kemuliaan yang terjadi ketika seseorang menanggapi Roh Kudus dengan muka yang tidak berselubung. Poin utama adalah bahwa orang percaya harus bertumbuh dewasa dari status "anak kecil" atau "hamba" menjadi "putra" (mengacu pada Galatia 4:1 ), karena seluruh ciptaan menantikan pembebasan dari kerusakan melalui manifestasi nyata dari anak-anak Allah. Selain itu, khotbah ini menekankan perlunya memelihara hubungan yang benar dan mempromosikan reformasi gereja dari agenda duniawi ke fokus ilahi, sehingga kuasa zaman yang akan datang dapat dijamah. Catatan Selengkapnya: Reformasi Gereja, Pemulihan Sion (Bag 2) I....

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

TUHAN MENGENAL MILIK KEPUNYAANNYA

2Ti 2:19  Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan." Kita harus membangun hidup kita dan anak-anak kita menjadi milik kepunyaan Tuhan. Banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih. Dipilih menjad milik kepunyaanNya. Ada kriteria, ada standard yang ditetapkan sehingga termasuk orang-orang yang terpilih. Bangun dirimu menjadi benih dan fondasi. Ada Andreas, Filipus, Natanael dan murid-murid yang lain. Andreas memilih untuk mengikut Yesus. Lalu ia membawa Simon kepada Yesus. Lalu Yesus mengajak Filipus, karena ia sudah siap. Lalu Filipus mengajak Natanael. Ia terkejut mendengar penyataan Yesus, tapi dia akhirnya dia ikut Yesus. Jadi di rumah rohani ada yang miliki kepunyaan Tuhan dan ada orang-orang yang bukan milik kepunyaan Tuhan. Mungkin mereka tetap ke gereja, ikut Tuhan, tapi belum tentu menjadi milik kepun...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PEKERJAAN ALLAH DALAM HIDUP SAUDARA – SESI 3

Banyak orang dalam gereja tidak menyadari bahwa Allah bekerja dalam hidupmu. Kebanyakan dari mereka berdoa pada Tuhan untuk melakukan sesuatu buat hidupnya, demi kepentingannya. Tuhan jawab doaku, Tuhan lindungi aku, Tuhan buat ini, Tuhan lakukan ini. Jadi ia ingin Allah berbuat sesuatu demi hidupnya.   Banyak orang percaya yang tidak menyadari dan tidak menghargai pekerjaan Allah. Padahal Allah bekerja sangat dahsyat, tidak tanggung-tanggung. Dia bekerja bukan menurut apa yang ada pada pikiran saudara, keinginan saudara, cita-cita saudara, dan harapan saudara. Dia bekerja menurut apa yang ada pada diri-Nya, jauh melampaui apa yang ada pada saudara. [Banyak orang salah mengartikan “kamu akan menerima kuasa jika Roh Kudus datang….”. Roh Kudus bukan kuasa. Pribadi Roh Kudus yang akan bekerja, mengerjakan pekerjaan Allah di dalam hidup kita, bukan kuasa untuk membuat mujizat bagi kita. Kita harusnya mendapati, bahwa pekerjaan Allah mengubahkan hidup kita itu sendiri adalah mujizat yan...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Berkat Abraham dan Bagaimana Allah Memproses Hidupnya (Abram's Blessing And God's Process)

 BACA dan RENUNGKAN Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi,   Kejadian 24:1 Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal. 34 Lalu berkatalah ia: "Aku ini hamba Abraham. 35 TUHAN sangat memberkati tuanku itu, sehingga ia telah menjadi kaya; TUHAN telah memberikan kepadanya kambing domba dan lembu sapi, emas dan perak, budak laki-laki dan perempuan, unta dan keledai.   Pokok-pokok Renungan:   1. Proses pembentukan Abram dan berkat melalui Melkisedek: Hal pertama yang Al...

DIMENSI SPIRITUAL

MASUK KE DALAM DIMENSI SPIRITUAL By Ps.Yappy Widjaya, 17Jul2016 Betapa pentingnya kita membangun manusia roh kita, sehingga kita bisa mengalami dinamika ROH, mecapai garis-akhir dan menyelesaikan destiny kita dengan kuat tidak pernah tergoyahkan dan tidak pernah menyimpang ke kanan dan ke kiri tapi makin lama makin kuat. Yeh47:1-5 (Ezekiel 47:1)  Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. (Ezekiel 47:2)  Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. (Ezekiel 47:3)  Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan m...