Langsung ke konten utama

Konsep Berpikir yang Benar Berdasarkan Firman Tuhan (Rhema)

 Ringkasan sesi 6 TLC Medan 27-30 Des 2024

Tema Utama: Konsep Berpikir yang Benar Berdasarkan Firman Tuhan (Rhema) dan Kasih Karunia, Serta Otoritas Orang Tua.

Yes 59:21 Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN.

Petikan Dari Khotbah Tentang Cara Kita Berpikir Berdasarkan Kenyataan VS Firman Tuhan:

Saudara, mari kita renungkan tentang sakit, penyembuhan, dan kasih karunia Tuhan. Seringkali kita berdoa: "Tuhan, sembuhkan aku," dan kita percaya bahwa penyembuhan selalu menjadi yang terbaik bagi kita. Kita mungkin berpikir, "Jika Tuhan mengasihi saya, Dia akan menyembuhkan saya." Kita mungkin mengalami sakit parah, bahkan dokter sudah menyerah, namun kita tetap berharap sembuh.

Tetapi bagaimana jika kita terus sakit bertahun-tahun? Kita terus berdoa, terus berharap, namun kesembuhan tak kunjung datang. Apakah itu berarti Tuhan tidak menjawab doa kita? Apakah Allah benar-benar seperti itu?

Roma 8:28 mengatakan bahwa dalam segala hal, Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Kebaikan Allah mungkin tidak selalu sesuai dengan pemahaman kita. Mungkin kita menginginkan penyembuhan, tetapi Allah punya rencana yang lebih besar.

Mungkin dokter mengatakan bahwa kita hanya punya waktu 6 bulan, namun ternyata kita hidup 8, 9, bahkan 10 tahun lebih. Kita mungkin terus bertanya, "Mengapa doaku belum dijawab?"

Penting untuk kita pahami bahwa mungkin ada hal yang lebih penting daripada penyembuhan fisik, yaitu kasih karunia Allah. Kasih karunia adalah kekuatan dan kemampuan dari Allah yang memampukan kita untuk menghadapi penderitaan dengan sukacita, dengan ketabahan, dan dengan iman yang teguh. Memberikan kasih karunia adalah pekerjaan terberat bagi Allah karena membutuhkan proses di mana kita seringkali menolaknya.

Perhatikan kisah Lazarus yang miskin dan penuh borok. Mungkin dia berdoa agar keadaannya berubah, tapi kenyataannya keadaannya tidak berubah sampai dia mati. Tetapi dia tidak pernah mengeluh atau menyalahkan Allah. Dia tetap menanggung penderitaannya dengan sukacita. Dan saat dia meninggal, dia langsung berada di pangkuan Abraham. Ini menunjukkan bahwa dia memiliki iman yang teguh yang menghasilkan kasih karunia dari Tuhan.

Penyembuhan memang penting, tetapi kasih karunia dan iman yang teguh jauh lebih berharga. Tuhan lebih mencintai kita ketika kita menanggung penderitaan dengan iman daripada ketika kita sembuh secara instan.

Lihatlah contoh rasul Paulus. Dia meminta tiga kali agar duri dalam dagingnya dicabut, tetapi Tuhan berkata, "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu." Paulus terus melayani Tuhan dengan mata yang bermasalah, namun dia tetap memberitakan Injil dengan penuh semangat. Dia menanggung penderitaannya karena kasih karunia Tuhan yang melimpah dalam hidupnya.

Bagi Tuhan, lebih penting bagaimana kita menanggapi penderitaan kita daripada kesembuhan itu sendiri. Penderitaan dapat menjadi sarana bagi Tuhan untuk menyatakan kemuliaan-Nya dan memampukan kita untuk memancarkan kasih karunia-Nya. Seperti yang Tuhan katakan tentang Lazarus: "Aku semakin cinta sama orang ini."

Jadi, ketika kita sakit, jangan hanya fokus pada penyembuhan. Carilah kasih karunia Allah untuk menolong kita menjalani penderitaan dengan iman dan ketabahan. Jangan putus asa jika doa penyembuhan tidak segera dijawab. Mungkin Tuhan punya rencana yang lebih besar, yaitu membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih beriman, dan lebih memancarkan kasih karunia-Nya.

Beberapa orang mungkin mencari kesembuhan dengan berbagai cara pengobatan di RS di dalam dan luar negeri, memanggil banyak pendeta atau dukun, tetapi yang terpenting adalah ketekunan kita dalam iman dan kasih karunia Allah yang memampukan kita untuk menerima kehendak-Nya. Seperti contoh jemaat dari Pak Stepen yang meninggal karena kanker, ia meninggal dengan ketangguhan imannya. Atau seperti Pasim Mamora yang menolak morfin agar tetap kuat dan berpegang pada iman. Kasih karunia Allah-lah yang memampukan mereka.

 

Untuk melihat khotbah selengkapnya, klik tayangan Youtube di atas.

Garis Besar Pembahasan

Garis besarnya tema-tema tentang iman, komunitas (rumah rohani, sekolah), dan pentingnya memelihara landasan spiritual yang kuat dalam keluarga dan kaum muda. Pp Djonny menekankan pentingnya visi yang berpusat pada Tuhan dan kekuatan transformatif pendidikan (nilai-nilai dan karakter) dalam membentuk generasi masa depan. Poin-poin penting mencakup pentingnya memiliki hubungan yang kuat dengan Tuhan, tanggung jawab orang tua dalam membimbing jalan spiritual anak-anak mereka, dan dampak iman kolektif dalam membangun komunitas yang kuat. Pp Djonny juga berbagi kisah pribadi (di Jerman dan sejarah Indonesia dari jaman Soekarno sampai Habibie) dan referensi Alkitab untuk menggambarkan tema-tema ini, mendesak para peserta untuk merangkul peran mereka sebagai pemegang (pengurus, stewarder) visi Tuhan bagi kehidupan dan keluarga mereka.

 

Kekuatan transformatif pendidikan dalam membentuk generasi masa depan.

  • pentingnya memiliki hubungan yang kuat dengan Tuhan,
  • tanggung jawab orang tua dalam membimbing jalan spiritual anak-anak mereka, dan
  • dampak iman kolektif dalam membangun komunitas yang kuat.

 

Sorotan / Penekanan

Iman sebagai Fondasi : Peran penting iman dalam membangun komunitas dan keluarga yang kuat. Bagaimana Roh Kudus bersuara sehingga kita mendapat pengertian. Firman rhema itu hasil karya Roh Kudus  dan menjadi iman kita.

Tanggung Jawab Orang Tua : Orang tua dipanggil untuk secara aktif membimbing anak-anak mereka dalam hal rohani, memastikan mereka bertumbuh dalam lingkungan yang berpusat pada Tuhan.

Pendidikan sebagai Transformasi : Pp Djonny menyoroti peran pendidikan (moral Kristiani dan mentalitas Kerajaan) dalam membentuk tidak hanya kehidupan individu tetapi juga seluruh komunitas.

Visi vs. Ambisi : Ada perbedaan antara mengejar visi yang diberikan Tuhan versus ambisi duniawi (termasuk ambisi orangtua), yang menggarisbawahi pentingnya bimbingan ilahi.

  • Dukungan Komunitas : Menekankan perlunya komunitas suportif yang menumbuhkan pertumbuhan rohani dan akuntabilitas di antara para anggotanya.
  • Merayakan Kemajuan : Pengakuan atas pertumbuhan dan pencapaian gereja, memperkuat gagasan iman dan upaya kolektif.
  • Ajakan Bertindak : Mendorong peserta untuk menjalani iman mereka secara aktif dan terlibat dengan komunitas mereka untuk mempromosikan visi Tuhan.

 

Wawasan Utama

Ø  Iman sebagai Landasan Kehidupan : Pp Djonny menekankan bahwa iman harus menjadi landasan kehidupan individu dan masyarakat. Orang-orang didorong untuk membangun kehidupan mereka di atas landasan ini agar dapat bertahan menghadapi tantangan hidup. Wawasan ini mencerminkan prinsip Alkitab bahwa iman memberikan kekuatan dan stabilitas, yang memungkinkan individu untuk mengatasi kesulitan sambil tetap selaras dengan tujuan Tuhan.

 

Ø  Peran Orang Tua : Disampaikan pesan yang kuat tentang tanggung jawab orang tua dalam membentuk kehidupan rohani anak-anak mereka. Transkrip tersebut menunjukkan bahwa orang tua harus proaktif dalam mengajarkan dan menjadi teladan iman, yang menggarisbawahi gagasan bahwa anak-anak cenderung mengikuti jalan rohani yang ditetapkan oleh orang tua mereka. Hal ini sejalan dengan ajaran Alkitab yang menekankan pentingnya bimbingan orang tua dalam membesarkan anak-anak.

 

Ø  Pendidikan sebagai Sarana Pemberkatan : Pendidikan dibahas sebagai alat transformatif yang dapat meningkatkan kehidupan dan masyarakat. Pp Djonny menunjukkan bahwa landasan pendidikan yang tepat dapat menghasilkan berkat lintas generasi, yang memungkinkan individu menjadi berkat bagi orang lain. Wawasan ini menyoroti konsep pengelolaan dalam Alkitab, di mana pendidikan dipandang sebagai sarana pemberdayaan individu untuk memenuhi potensi yang diberikan Tuhan kepada mereka.

 

Ø  Visi vs. Ambisi : Ada perbedaan yang jelas antara mengejar visi yang diberikan Tuhan dan ambisi (anak dan orangtua) belaka. Visi sejati selaras dengan tujuan Tuhan, sedangkan ambisi sering kali berfokus pada keuntungan pribadi. Wawasan ini berfungsi sebagai pengingat bagi individu untuk mencari bimbingan dan kejelasan ilahi dalam pengejaran mereka, memastikan bahwa tujuan mereka selaras dengan kehendak Tuhan. Itu sebabnya pentingnya memiliki pikiran yang selaras dengan kebenaran Allah, bagaimana hal ini berkaitan dengan janji kekal-Nya, dan bagaimana orang tua seharusnya menggunakan otoritasnya.

 

Ø  Membangun Komunitas yang Mendukung : Pentingnya komunitas dalam memelihara iman disorot. Pp Djonny mendorong peserta untuk saling mendukung dalam perjalanan rohani mereka, menumbuhkan lingkungan tempat akuntabilitas dan dorongan tumbuh subur. Hal ini mencerminkan prinsip komunitas dalam Alkitab, tempat orang percaya dipanggil untuk menanggung beban satu sama lain dan bertumbuh bersama dalam iman.

 

Ø  Merayakan Prestasi : Pp Djonny mengakui kemajuan yang telah dicapai oleh gereja dan anggotanya, serta menyoroti pentingnya merayakan prestasi kolektif sebagai bukti kesetiaan Tuhan. Praktik ini tidak hanya mendorong upaya berkelanjutan tetapi juga memperkuat ikatan dan keimanan komunitas.

 

Ø  Keterlibatan Aktif dalam Iman : Ajakan untuk bertindak menekankan perlunya individu untuk terlibat secara aktif dengan iman dan komunitas mereka. Wawasan ini mendorong orang beriman untuk bergerak melampaui partisipasi pasif dan mengambil inisiatif dalam menjalankan iman mereka, melayani sebagai saksi bagi orang lain dan berkontribusi pada kebaikan yang lebih besar bagi komunitas mereka.

 

 

Poin-Poin Penting:

Otoritas orang tua:

Orang tua memiliki otoritas dari Tuhan atas anak-anak mereka, dan otoritas itu tidak boleh disalahgunakan atau dicabut karena ketidakpercayaan.

Sekolah Kristen bukanlah bengkel, melainkan tempat visi dan misi Tuhan dijalankan.

Contoh Imam Eli (yang lalai menggunakan otoritas) dan Samuel (yang teguh) menunjukkan pentingnya menggunakan otoritas dengan benar.

Orang tua jangan terlalu menuruti kemauan anak, tetapi harus membimbing anak sesuai dengan kehendak Tuhan.

Jangan menyerahkan anak sepenuhnya ke sekolah, orang tua tetap bertanggung jawab.

Masalah teman hidup/jodoh juga harus didasarkan pada kebenaran Tuhan, bukan sekadar keinginan duniawi.

Gembala gereja adalah tempat untuk meminta nasihat dan pengarahan dalam mengambil keputusan.

Tuhan tidak menginginkan anak yang baik menurut dunia, tetapi anak yang benar menurut ukuran Tuhan.

 

Mengenai hal-hal kekal vs tidak kekal:

Hal-hal duniawi akan lenyap dan hancur, tetapi hal-hal kekal (berdasarkan kebenaran Firman Tuhan) akan tetap ada.

Firman Tuhan (Rema) yang hidup dalam diri kita adalah kekal, sementara Alkitab fisik bisa hancur. Status suami istri tidak kekal di surga - status suami istri itu hanya ada di bumi -, tetapi hubungan kemitraan dalam pelayanan bisa kekal. Tuhan akan memindahkan Firman Rema kepada orang lain. Jangan ngotot pada hal-hal yang tidak kekal, tetapi berfokuslah pada hal yang kekal (kasih karunia).

Kasih karunia adalah kemampuan Ilahi yang hanya dimiliki oleh Allah dan diberikan kepada kita.

Tuhan menyediakan segalanya, kita tinggal mengikuti prosesnya.

 

Buah roh dan iman:

Buah Roh adalah produk simultan dari pekerjaan Roh Kudus dalam diri kita, bukan bagian-bagian yang terpisah.

Iman (pistis) adalah kesetiaan yang diekspresikan melalui buah roh, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi untuk kemuliaan Allah.

Iman timbul dari pendengaran Firman Kristus (Rema) yang bersuara dalam roh kita.

 

Pikiran dan konsep yang benar (Matius 16:13-23):

Yesus menguji konsep Mesias yang ada di pikiran murid-murid-Nya, terutama Petrus. Konsep yang salah dalam pikiran dapat menjadi penghalang bagi pekerjaan Tuhan dalam hidup kita. Penting untuk memiliki konsep berpikir yang benar tentang Allah, pelayanan, teman hidup, Destiny, dll.

Hal-hal yang misteri adalah milik Tuhan, tetapi yang dinyatakan adalah bagi kita dan anak cucu kita (Ul 29:29). Penting untuk mengenali pikiran kita sendiri agar bisa mengenali pikiran Kristus. Pengakuan dosa harus disertai dengan kesadaran akan dosa itu sendiri. Minta pengalaman dari Tuhan untuk bisa mengenali pikiran kita sendiri.

 

Kasih Karunia vs Kesembuhan:

Kasih karunia adalah kemampuan ilahi yang lebih penting daripada sekadar kesembuhan fisik.

Kasih karunia adalah pekerjaan tersulit bagi Allah dalam diri kita, karena butuh proses yang panjang.

Penting untuk bersyukur dalam segala hal, termasuk dalam penderitaan, dan tidak mengeluh.

Contoh kasih karunia yang bekerja pada Lazarus yang miskin, Paulus dengan duri dalam daging, dan jemaat yang meninggal karena kanker menunjukkan kekuatan kasih karunia.

 

Konsep Mesias dalam Perjanjian Lama:

Konsep Mesias (penebus) pertama kali dinyatakan di Kejadian 3:15 (keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular). Generasi tumit (Yakub) juga merupakan bagian dari rencana Mesias.

 

Kesimpulan:

Sesi ini sangat menekankan pentingnya memiliki konsep berpikir yang benar berdasarkan Firman Tuhan (Rema) yang diterima melalui Roh Kudus. Pikiran yang tidak diperbaharui dapat menjadi penghalang bagi kita untuk menerima janji kekal Allah dan mengalami kasih karunia-Nya yang sesungguhnya. Orang tua juga diingatkan akan otoritas mereka dan tanggung jawab mereka untuk membimbing anak-anak mereka sesuai dengan kehendak Tuhan. Kasih karunia adalah fokus yang lebih penting daripada sekadar berkat materi atau kesembuhan fisik. Sesi diakhiri dengan ajakan untuk merenungkan dan meminta pengalaman dari Tuhan untuk mengenali dan memperbaharui pikiran kita. Pp Djonny mendorong setiap individu untuk merangkul tujuan ilahi mereka dan secara aktif berkontribusi pada keluarga dan komunitas mereka melalui kasih, dukungan, dan iman bersama.


 

 

Postingan populer dari blog ini

DEKADE GANDA SURGA TERBUKA Bag 17, REFORMASI GEREJA, RESTORASI SION 2 Dr. Jonathan David

"UPPER ROOM 207 – 30 September 2025 REFORMASI GEREJA, PEMULIHAN SION (Bag 2)" ,  Sesi ini bertema pertumbuhan rohani dan manifestasi kemuliaan Allah melalui anak-anak-Nya. Pengkhotbah secara ekstensif menggunakan kutipan dari Alkitab, terutama 2 Korintus 3 dan Roma 8 , untuk menjelaskan pentingnya transformasi dari kemuliaan kepada kemuliaan yang terjadi ketika seseorang menanggapi Roh Kudus dengan muka yang tidak berselubung. Poin utama adalah bahwa orang percaya harus bertumbuh dewasa dari status "anak kecil" atau "hamba" menjadi "putra" (mengacu pada Galatia 4:1 ), karena seluruh ciptaan menantikan pembebasan dari kerusakan melalui manifestasi nyata dari anak-anak Allah. Selain itu, khotbah ini menekankan perlunya memelihara hubungan yang benar dan mempromosikan reformasi gereja dari agenda duniawi ke fokus ilahi, sehingga kuasa zaman yang akan datang dapat dijamah. Catatan Selengkapnya: Reformasi Gereja, Pemulihan Sion (Bag 2) I....

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

TUHAN MENGENAL MILIK KEPUNYAANNYA

2Ti 2:19  Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan." Kita harus membangun hidup kita dan anak-anak kita menjadi milik kepunyaan Tuhan. Banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih. Dipilih menjad milik kepunyaanNya. Ada kriteria, ada standard yang ditetapkan sehingga termasuk orang-orang yang terpilih. Bangun dirimu menjadi benih dan fondasi. Ada Andreas, Filipus, Natanael dan murid-murid yang lain. Andreas memilih untuk mengikut Yesus. Lalu ia membawa Simon kepada Yesus. Lalu Yesus mengajak Filipus, karena ia sudah siap. Lalu Filipus mengajak Natanael. Ia terkejut mendengar penyataan Yesus, tapi dia akhirnya dia ikut Yesus. Jadi di rumah rohani ada yang miliki kepunyaan Tuhan dan ada orang-orang yang bukan milik kepunyaan Tuhan. Mungkin mereka tetap ke gereja, ikut Tuhan, tapi belum tentu menjadi milik kepun...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PEKERJAAN ALLAH DALAM HIDUP SAUDARA – SESI 3

Banyak orang dalam gereja tidak menyadari bahwa Allah bekerja dalam hidupmu. Kebanyakan dari mereka berdoa pada Tuhan untuk melakukan sesuatu buat hidupnya, demi kepentingannya. Tuhan jawab doaku, Tuhan lindungi aku, Tuhan buat ini, Tuhan lakukan ini. Jadi ia ingin Allah berbuat sesuatu demi hidupnya.   Banyak orang percaya yang tidak menyadari dan tidak menghargai pekerjaan Allah. Padahal Allah bekerja sangat dahsyat, tidak tanggung-tanggung. Dia bekerja bukan menurut apa yang ada pada pikiran saudara, keinginan saudara, cita-cita saudara, dan harapan saudara. Dia bekerja menurut apa yang ada pada diri-Nya, jauh melampaui apa yang ada pada saudara. [Banyak orang salah mengartikan “kamu akan menerima kuasa jika Roh Kudus datang….”. Roh Kudus bukan kuasa. Pribadi Roh Kudus yang akan bekerja, mengerjakan pekerjaan Allah di dalam hidup kita, bukan kuasa untuk membuat mujizat bagi kita. Kita harusnya mendapati, bahwa pekerjaan Allah mengubahkan hidup kita itu sendiri adalah mujizat yan...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Berkat Abraham dan Bagaimana Allah Memproses Hidupnya (Abram's Blessing And God's Process)

 BACA dan RENUNGKAN Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi,   Kejadian 24:1 Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal. 34 Lalu berkatalah ia: "Aku ini hamba Abraham. 35 TUHAN sangat memberkati tuanku itu, sehingga ia telah menjadi kaya; TUHAN telah memberikan kepadanya kambing domba dan lembu sapi, emas dan perak, budak laki-laki dan perempuan, unta dan keledai.   Pokok-pokok Renungan:   1. Proses pembentukan Abram dan berkat melalui Melkisedek: Hal pertama yang Al...

DIMENSI SPIRITUAL

MASUK KE DALAM DIMENSI SPIRITUAL By Ps.Yappy Widjaya, 17Jul2016 Betapa pentingnya kita membangun manusia roh kita, sehingga kita bisa mengalami dinamika ROH, mecapai garis-akhir dan menyelesaikan destiny kita dengan kuat tidak pernah tergoyahkan dan tidak pernah menyimpang ke kanan dan ke kiri tapi makin lama makin kuat. Yeh47:1-5 (Ezekiel 47:1)  Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. (Ezekiel 47:2)  Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. (Ezekiel 47:3)  Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan m...