Langsung ke konten utama

Preparing the Bride -session 9: Resting in Grace and His Word

The Lord's Desired Church: Resting in Grace and His Word

Khotbah ini masih melanjutkan tema karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan, yang digambarkan sebagai kekasih-Nya. Dialah sebagai pendamping Kristus yang sejati atau Hawa yang terakhir.  Kita akan  mempelajari kutipan dari Kidung Agung, khususnya perkataan seorang gadis ("mawar dari Saron, bakung di lembah"). 

Kid 2:1  Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 

Ayat ini digunakan untuk mengilustrasikan prinsip-prinsip teologis tentang kasih karunia Allah, perlindungan rohani, pemeliharaan Tuhan dan pentingnya menikmati firman Tuhan. Konsep-konsep ini selaras dengan ajaran-ajaran dalam Injil Matius, Yohanes, Mazmur, dan surat-surat Paulus dan Petrus.  Ditekankan bahwa umat Kristen seharusnya mengandalkan kasih karunia Allah, beristirahat dalam perlindungan-Nya, dan menemukan sukacita serta kekuatan dalam firman-Nya, layaknya Maria yang duduk di kaki Yesus daripada Marta yang sibuk melayani.



Karakteristik Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya

Penolakan terhadap Tawaran Duniawi:

  • Si Gadis Sunem menolak lamaran Raja Salomo yang sudah memiliki 60 istri dan 80 selir (Kid 6:8).

  • Sikap merendah ini sekaligus adalah penolakan. Penolakan ini didasarkan pada prinsip bahwa Tuhan melihat hati, bukan apa yang dilihat dan dinilai manusia hanya secara lahiriah. Hal ini ditegaskan dalam 1 Samuel 16:7.

    • 1Sam 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

  • Kemolekan batiniah dan kecantikan dari dalam yang dibangun oleh Allah jauh lebih berharga di mata Tuhan daripada kemegahan duniawi.


Kerinduan dan Keterpesonaan kepada Sang Kekasih (Kristus):

Kid 2:3  —  Seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, demikianlah kekasihku di antara teruna-teruna. Di bawah naungannya aku ingin duduk, buahnya manis bagi langit-langitku.

  • Si Gadis Sunem menggambarkan kekasihnya (Sang Gembala) sebagai sesuatu yang berbeda dan menonjol di antara laki-laki lain, seperti bunga mawar dari Saron dan bunga bakung di lembah di antara duri-duri.

  • Dia juga menyebut kekasihnya seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, yang berarti kepribadian, tingkah laku, sikap, dan prinsip kekasihnya sangat berbeda.

  • Analogi pohon apel di hutan ini menggambarkan bahwa Kristus berbeda dengan pemimpin duniawi yang memerintah dengan tangan besi. Yesus mengajarkan bahwa siapa yang ingin menjadi besar harus menjadi pelayan (Matius 20:25-28), sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.

  • Tindakan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya (Yohanes 13) adalah contoh nyata dari prinsip pelayanannya yang berbeda. Ini menjadi teladan bagi gereja untuk saling melayani.


Perlindungan dan Kenikmatan dalam Sang Kekasih:

  • Si Gadis Sunem ingin duduk di bawah naungan kekasihnya karena buahnya manis bagi langit-langitnya. Ini melambangkan lebih dari sekadar perlindungan fisik, tetapi juga kenikmatan rohani.

  • Pohon kayu hanya memberikan perlindungan, tetapi pohon apel memberikan buah yang manis, yang diartikan sebagai sesuatu yang bisa dinikmati dan memberikan kekuatan.


Kasih Karunia Allah sebagai Perlindungan dan Kekuatan:

  • Kerja keras Si Gadis Sunem membuatnya membutuhkan perlindungan dan sesuatu yang menyegarkan.

  • Manusia diciptakan untuk pertama-tama beristirahat dalam kasih karunia Allah. Ini berarti kasih karunia Allah dianugerahkan sebelum kita memulai pekerjaan di pagi hari.

  • Kasih karunia Allah adalah kemampuan yang hanya dimiliki oleh Allah.

  • Rasul Paulus mengakui bahwa keberhasilannya dalam pelayanan adalah karena kasih karunia Allah (1 Korintus 15:9-10).

1Kor 15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. 10  Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.


  • Gereja Tuhan seharusnya menonjolkan kasih karunia, bukan kekuatan sendiri. Hidup dalam kasih karunia memberikan istirahat.

  • Kasih karunia Allah memampukan untuk menanggung penderitaan dan kelemahan (2 Korintus 12:7-10). Perlindungan dari Tuhan bukanlah selalu berarti dibebaskan dari kesulitan, tetapi diberikan kemampuan untuk menanggung dan melewati kesulitan tersebut.

2 Korintus 12:7-10 

7  Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. 8  Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. 9  Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 10  Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.


Menikmati Firman Tuhan (Buah yang Manis):

  • Buah yang manis bagi langit-langit diartikan sebagai janji dan perkataan Tuhan (Mazmur 119:103). Gereja diharapkan tidak hanya menerima kasih karunia tetapi juga menikmati firman Tuhan.

  • Seperti Maria yang duduk dekat kaki Yesus dan menikmati perkataan-Nya (Lukas 10), gereja harus menikmati suara Tuhan.

  • Perkataan-perkataan Yesus adalah roh dan hidup (Yohanes 6:63). Ketika mendengarkan firman Tuhan, kita menerima kasih karunia dan hidup ilahi (Zoe).

  • Yesus adalah Firman yang menjadi manusia, penuh dengan kasih karunia (Karis) dan kebenaran (Yohanes 1:14). Kebenaran di sini berarti seluruh Firman itu bisa menjadi kehidupan yang utuh.


Mewujudkan Karakteristik Kekasih:

  • Rasul Paulus memberitakan Injil kasih karunia (Kisah Para Rasul 20:24). Injil kasih karunia memberikan kemampuan.

  • Paulus menyerahkan jemaat di Efesus kepada Tuhan dan Firman kasih karunia-Nya yang berkuasa membangun dan menganugerahkan warisan (Kisah Para Rasul 20:32). Firman kasih karunia membangun kasih karunia dalam hidup.

  • Paulus memberikan contoh bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan sendiri (kebutuhan dasar) dan membantu orang lemah sambil memberitakan Injil (Kisah Para Rasul 20:33-35). Ini adalah wujud dari kasih karunia.


Respon Gereja sebagai Kekasih:

  • Gereja sebagai kekasih Tuhan harus menunjukkan keyakinan kepada Kristus seperti Si Gadis Sunem kepada Salomo.

  • Mengalami perlindungan dari susah payah dan menikmati perkataan Tuhan.

  • Berlindung dalam kasih karunia Tuhan dari panasnya dunia.

  • Memiliki telinga rohani untuk mendengarkan apa yang dikatakan Roh (Wahyu 2:7).

  • Seperti Maria yang mempersembahkan minyak narwastu yang mahal kepada Yesus (Yohanes 12:3), ini adalah respons atas perlindungan dan kenikmatan firman Tuhan, menunjukkan bahwa Kristus adalah Raja di hati. Tindakan Maria menunjukkan hasil dari dia berlindung dan beristirahat dalam Tuhan.

  • Kasih karunia Allah akan menunjukkan siapa yang berkuasa dalam hidup saudara.


Mengapa gadis Sunem menyebut kekasihnya seperti pohon apel di antara pohon-pohon kayu di hutan?

Gadis Sunem membandingkan kekasihnya dengan pohon apel karena beberapa alasan penting yang menggambarkan keunikan dan nilai kekasihnya di matanya. Berikut adalah poin-poin yang menjelaskan perbandingan tersebut:

  • Keunikan dan Perbedaan yang Menonjol: Gadis Sunem menyatakan, "seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan demikianlah Kekasihku Di antara teruna-teruna". Perbandingan ini menekankan bahwa kekasihnya sangat berbeda dan menonjol dibandingkan laki-laki lain. Seperti pohon apel yang berbeda di antara pohon-pohon kayu di hutan, kekasihnya lain dalam hal kepribadian, tingkah laku, sikap, style, dan karakter.

  • Sumber Perlindungan dan Kenikmatan: Di bawah naungan kekasihnya, Gadis Sunem ingin duduk karena buahnya manis bagi langit-langitnya. Ini menunjukkan bahwa kekasihnya tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga sesuatu yang dapat dinikmati dan memberikan kekuatan rohani. Sementara pohon kayu di hutan mungkin memberikan perlindungan, mereka tidak menghasilkan buah yang manis yang dapat memuaskan.

  • Analogi dengan Kasih Karunia dan Firman Tuhan: "Buahnya manis bagi langit-langitku" adalah bahasa spiritual yang dihubungkan dengan janji dan perkataan Tuhan. Seperti buah apel yang manis dan menyegarkan, perkataan-perkataan kekasihnya (yang merepresentasikan Kristus dan Firman Tuhan) memberikan kehidupan dan kenyamanan. Ini berbeda dengan hanya perlindungan fisik atau emosional, melainkan memberikan kekuatan rohani dan energi.

  • Kontras dengan Kekuatan Duniawi: Pohon apel, meskipun menghasilkan buah yang manis, digambarkan lebih mudah tumbang dibandingkan pohon kayu yang kokoh. Ini secara implisit mengkontraskan kekasihnya dengan laki-laki lain yang mungkin mengandalkan kekuatan fisik atau kekuasaan duniawi. Kekasihnya, seperti pohon apel, memberikan sesuatu yang lebih berharga yaitu perlindungan yang disertai dengan nutrisi rohani. Hal ini sejalan dengan ajaran Yesus bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang melayani, bukan memerintah dengan tangan besi.

  • Simbol Kemurahan dan Berkat: Pohon apel yang berbuah di hutan melambangkan bahwa di tengah kehidupan yang keras (digambarkan oleh hutan), kekasihnya adalah sumber kemurahan dan berkat yang memberikan rasa manis dan menyegarkan jiwa. Ini mencerminkan kasih karunia Allah yang memberikan kemampuan dan kekuatan di tengah kesulitan.

Dengan demikian, perbandingan kekasihnya dengan pohon apel oleh Gadis Sunem adalah metafora yang kaya, menggambarkan keunikan kepribadiannya, kemampuannya memberikan perlindungan sekaligus kenikmatan rohani melalui perkataan-perkataannya, dan kontrasnya dengan kekuatan duniawi yang tidak memberikan buah yang manis bagi jiwa.


Kasih karunia Allah memampukan orang percaya dalam berbagai cara.

Kasih karunia Allah adalah kemampuan yang hanya dimiliki oleh Allah sendiri. Ini berarti bahwa kasih karunia bukanlah sesuatu yang berasal dari diri manusia, melainkan anugerah ilahi.

  • Kasih karunia dianugerahkan sebelum orang percaya memulai pekerjaan atau upaya mereka. Ini menunjukkan bahwa kemampuan dan kekuatan untuk menjalani kehidupan Kristen berasal dari inisiatif Allah.

  • Kasih karunia memampukan orang percaya untuk bekerja lebih keras dari kemampuan alami mereka. Rasul Paulus menyatakan bahwa meskipun ia bekerja lebih keras dari rasul-rasul lain, itu bukan karena dirinya sendiri, melainkan karena kasih karunia Allah yang menyertainya.

  • Kasih karunia menyertai orang percaya dalam mengerjakan panggilan mereka. Ini memberikan kemampuan ilahi untuk melaksanakan tugas dan pelayanan yang dipercayakan.

  • Hidup dalam kasih karunia memberikan istirahat (rest). Ini bukan berarti tidak melakukan apa-apa, tetapi lebih kepada bersandar pada kekuatan Allah dan bukan pada usaha sendiri.

  • Kasih karunia Allah memampukan orang percaya untuk menanggung penderitaan dan kelemahan. Paulus belajar bahwa kasih karunia Allah cukup baginya bahkan ketika ia mengalami duri dalam daging. Dalam kelemahan, kuasa Kristus menjadi sempurna. Kasih karunia memberikan kemampuan untuk melewati kesulitan dan penganiayaan, bukan selalu menghilangkannya.

  • Firman kasih karunia Allah berkuasa membangun dan menganugerahkan warisan kepada orang percaya. Ketika Firman Allah tertanam dalam hidup, itu menghasilkan dan meningkatkan kasih karunia.

  • Mendengarkan dan menikmati Firman Tuhan adalah cara untuk menerima kasih karunia dan hidup ilahi (Zoe). Perkataan-perkataan Yesus adalah roh dan hidup, dan melalui mendengarkannya, orang percaya menerima dimensi roh dan hidup ilahi Allah yang mewujudkan diri sebagai kasih karunia.

  • Yesus Kristus sendiri penuh dengan kasih karunia (Karis). Allah menggunakan Firman-Nya sebagai sarana untuk mengalirkan kasih karunia-Nya kepada orang percaya, memberikan mereka kemampuan-kemampuan ilahi.

  • Injil yang diberitakan oleh Rasul Paulus adalah Injil kasih karunia, yang memberikan kemampuan. Pelayanan Paulus sendiri dicirikan oleh Injil kasih karunia yang memampukannya untuk memberitakan, bekerja, membantu yang lemah, dan mencukupi kebutuhannya sendiri.

  • Analogi gadis Sunem tentang kekasihnya sebagai pohon apel dengan buah yang manis menggambarkan bagaimana menikmati Firman Tuhan (buah yang manis) di bawah perlindungan-Nya (kasih karunia) memberikan kekuatan dan kesegaran rohani.

  • Merespons Firman Tuhan dengan telinga rohani memungkinkan orang percaya menerima kasih karunia yang berlimpah. Seperti Maria yang duduk dekat kaki Yesus dan mendengarkan, orang percaya perlu menikmati suara Tuhan untuk menerima kasih karunia-Nya.

Singkatnya, kasih karunia Allah adalah sumber utama kekuatan dan kemampuan bagi orang percaya, memampukan mereka untuk hidup, melayani, dan bertahan dalam segala keadaan melalui kuasa ilahi yang dianugerahkan secara cuma-cuma melalui Yesus Kristus dan Firman-Nya.

Kita hidup dari kasih karunia kepada kasih karunia.



Postingan populer dari blog ini

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

The Seed of God and the Character of Abraham (MKS #53)

Khotbah ini membahas proses rohani di mana Allah menabur benih ilahi ke dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi. Melalui teladan Abraham , dijelaskan bahwa hubungan intim dengan Tuhan dimulai dari panggilan pribadi dan ikatan janji (covenant) yang teguh . Ketaatan mutlak Abraham dalam menjaga ketetapan Allah menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan otoritas-Nya kepada generasi berikutnya. Di sini ditekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kepribadian yang selaras dengan karakter Allah melalui bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, sumber ini menantang umat untuk hidup dalam kesetiaan dan kasih yang radikal agar janji Tuhan dapat tergenapi secara turun-temurun. Ibadah JMD Bandung 6 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 53 Catatan Khotbah: Manusia Kerajaan Sorga (Bagian 53) Pelayanan: GPK JMD Bandung, Ps. Djonny Tambunan Tanggal: 6 September 2026 1. Landasan Rencana Agung Allah & Benih Sejati Keturunan Raja-Raja: Allah menetapk...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...