Langsung ke konten utama

Preparing the Bride Session 10: Intimate Fellowship

❤️

Intimate Fellowship: The Church as Christ's Beloved


Sesi ini masih membahas kerinduan Tuhan agar gereja memiliki hubungan yang intim dengan-Nya, layaknya seorang kekasih dalam hubungan yang dalam dan manunggal dengan-Nya. Kemanunggalan gereja dengan Kristus dianalogikan dengan hubungan suami istri yang dipersatukan oleh Tuhan. Kidung Agung adalah gambaran hubungan ideal ini, menyoroti metafora "rumah pesta" atau "rumah anggur" sebagai tempat persekutuan rohani yang mendalam. Sesi ini menekankan bahwa cinta gereja kepada Kristus harus tercermin dalam ketaatan pada perintah-Nya dan terbukti secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga orang lain dapat melihat dan mengenali kasih tersebut.

Kid 2:4 Telah dibawanya aku ke rumah pesta [KJV: banqueting house.  Heb. house of wine. rumah anggur] , dan panjinya di atasku adalah cinta. 5  Kuatkanlah aku dengan penganan kismis, segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku. 6  Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku. 7  Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

Bagaimana karakteristik gereja yang Tuhan harapkan sebagai kekasih-Nya dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari?

Karakteristik gereja yang Tuhan harapkan sebagai kekasih-Nya dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari melalui beberapa aspek penting. Berikut adalah penjelasannya:

  • Memiliki Kerinduan yang Mendalam untuk Bersekutu Intim dengan Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, ini terwujud dalam prioritas waktu untuk berdoa dan merenungkan firman Tuhan bukan hanya karena kewajiban, tetapi karena adanya kerinduan yang tulus untuk berada dekat dengan-Nya. Ini berarti mencari hadirat Tuhan tidak hanya saat membutuhkan sesuatu, tetapi sebagai tujuan utama dalam hidup.

  • Mengakui Tuhan sebagai Kekasih Utama. Dalam keseharian, ini berarti menempatkan Tuhan di atas segala hal dalam hidup, termasuk harta, kekuasaan, dan hubungan duniawi lainnya. Keputusan dan tindakan sehari-hari didasarkan pada kasih dan kesetiaan kepada Tuhan sebagai yang terutama.

  • Membangun Persekutuan Intim dengan Tuhan Melalui "Rumah Anggur". Secara rohani, "rumah anggur" melambangkan tempat persekutuan intim dengan Kristus yang dimungkinkan melalui darah-Nya. 

Ini adalah tempat untuk menikmati "anggur" dan saling berkasih-kasihan dalam persekutuan intim, bukan hubungan seksual. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti aktif dalam Perjamuan Kudus dengan pemahaman yang benar tentang maknanya sebagai persekutuan dengan tubuh dan darah Kristus. Selain itu, ini juga berarti menghidupi firman Tuhan yang diibaratkan sebagai "anggur" yang memuaskan dan memelihara hubungan kasih dengan-Nya.

  • Membalas Kasih Tuhan dengan Kasih yang Sungguh-Sungguh dan Totalitas. Tuhan mengasihi gereja-Nya dengan menyerahkan nyawa-Nya. Sebagai balasannya, gereja diharapkan mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti mengabdikan seluruh aspek kehidupan untuk melayani Tuhan dan sesama dengan motivasi kasih yang tulus, bukan karena mengharapkan imbalan. Ini juga berarti tidak menyisakan hati, jiwa, dan pikiran untuk kepentingan diri sendiri yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.


  • Mentaati Perintah Tuhan dan Hidup Berdasarkan Prinsip-Prinsip-Nya. Kasih kepada Tuhan dibuktikan melalui ketaatan pada perintah-perintah-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti berusaha untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan dalam segala tindakan, perkataan, dan pikiran, bahkan jika itu berbeda dengan nilai-nilai dunia.


  • Mempublikasikan Cinta kepada Tuhan Melalui Kehidupan yang Berubah. "Panji cinta" yang berkibar di atas gereja sebagai kekasih Tuhan berarti bahwa kehidupan orang percaya menjadi kesaksian nyata tentang kasih mereka kepada Tuhan sehingga dapat dilihat dan diketahui oleh orang lain. Ini bukan hanya tentang perkataan, tetapi tentang tindakan dan gaya hidup yang mencerminkan kasih dan kesetiaan kepada Kristus.


  • Siap Menghadapi Penolakan Dunia. Karena gereja sebagai kekasih Kristus bukan berasal dari dunia, maka dunia akan membenci mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti tidak terkejut atau goyah ketika menghadapi penolakan atau permusuhan dari dunia karena mempertahankan prinsip-prinsip kebenaran dan kesetiaan kepada Kristus.


  • Mengutamakan Keintiman dengan Tuhan Dibandingkan Kenikmatan Duniawi. Seperti gadis Sunem yang lebih merindukan kecupan kekasihnya daripada anggur terbaik di istana, gereja diharapkan untuk lebih mengutamakan persekutuan yang intim dengan Kristus daripada segala kenikmatan, kehormatan, atau berkat duniawi.

Dengan menghidupi karakteristik-karakteristik ini dalam setiap aspek kehidupan, gereja sebagai kekasih Tuhan dapat mewujudkan harapan-Nya dan menjadi saksi yang efektif bagi dunia. Penting untuk diingat bahwa sekadar mengucapkan kasih kepada Tuhan tidaklah cukup, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan dan ketaatan yang konsisten.


Bagaimana persekutuan intim dengan Tuhan digambarkan?


Persekutuan intim dengan Tuhan digambarkan dalam sumber sebagai sebuah hubungan yang dalam dan personal, seperti hubungan antara seorang kekasih dengan kekasihnya. Ini bukan hanya hubungan antara hamba dan tuan atau anak dan bapa, meskipun aspek-aspek tersebut juga ada, tetapi lebih spesifik sebagai hubungan kasih yang tertinggi di mana Tuhan diakui sebagai sang kekasih.

Berikut adalah beberapa cara persekutuan intim dengan Tuhan digambarkan dalam sumber dan percakapan kita sebelumnya:

  • Kerinduan yang Mendalam dan Terus-Menerus: Digambarkan sebagai suatu kerinduan yang sangat kuat untuk berada dekat dengan Tuhan. Ini bukan hanya terjadi saat ada kebutuhan, tetapi merupakan aspirasi dan visi hidup rohani yang terus-menerus diimpikan. Dalam kehidupan sehari-hari, ini terwujud dalam prioritas waktu untuk berdoa dan merenungkan firman Tuhan dengan tulus.

  • "Rumah Pesta" atau "Rumah Anggur": Sumber menggunakan metafora "rumah pesta" atau yang lebih tepat diterjemahkan sebagai "rumah anggur" untuk menggambarkan tempat atau kondisi rohani di mana persekutuan intim ini terjalin. Ini bukan sekadar hubungan antara hamba dan tuan atau anak dan bapa, tetapi hubungan kasih yang terdalam. Tempat ini bukanlah untuk hubungan seksual, tetapi merupakan tempat untuk saling berkasih-kasihan dan menikmati "anggur" yang melambangkan persekutuan melalui darah Kristus. Dalam kehidupan sehari-hari, ini dapat diartikan sebagai aktif dalam Perjamuan Kudus dengan pemahaman yang benar serta menghidupi firman Tuhan.

[rhema: Persekutuan bukan hanya bicara dalam konteks sempit Perjamuan Kudus di mana anggur melambangkan darah Kristus. Dalam aplikasinya kita melihat bagaimana rasul Paulus dan persekutuannya dengan Kristus dalam konteks ini adalah persekutuan dalam penderitaan yang berdarah-darah.

Flp 3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya 

Kita mungkin tidak harus berdarah-darah, karena setiap orang diberikan kasih karunia yang berbeda-beda.]


  • Inisiatif dari Tuhan: Digambarkan bahwa Tuhan sendiri yang mengambil inisiatif untuk membawa gereja-Nya, sebagai kekasih-Nya, ke "rumah anggur" ini. Ini menunjukkan bahwa persekutuan intim ini dimungkinkan karena kasih dan pengorbanan Kristus.

  • Respons dengan Kasih yang Sama: Sebagai respons terhadap kasih Tuhan, gereja diharapkan untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Kasih ini harus total dan tidak menyisakan sedikit pun untuk diri sendiri yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.

  • Persatuan dan Kemanunggalan dengan Kristus: Persekutuan intim ini bertujuan untuk membawa gereja kepada kemanunggalan dengan Kristus, menjadi satu dengan-Nya seperti hubungan suami dan istri yang dipersatukan oleh Tuhan.

  • Terbebas dari Gangguan: Kerinduan untuk berada di "rumah anggur" juga mencerminkan keinginan untuk terbebas dari segala hal yang dapat mengganggu hubungan kasih antara gereja dan Kristus.

  • Lebih Nikmat dari Kenikmatan Duniawi: Digambarkan bahwa keintiman dengan Tuhan lebih nikmat daripada segala kenikmatan duniawi, termasuk kehormatan dan berkat-berkat dunia.

  • Bukan Hanya Sekedar Kata-kata: Persekutuan intim ini tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus terwujud dalam kehidupan sehari-hari melalui ketaatan pada perintah Tuhan dan gaya hidup yang berbeda dari dunia.

Singkatnya, persekutuan intim dengan Tuhan digambarkan sebagai hubungan kasih yang mendalam dan terus-menerus dirindukan, di mana Tuhan mengambil inisiatif untuk mempertemukan diri dengan umat-Nya dalam suatu kondisi rohani yang digambarkan sebagai "rumah anggur", dan umat-Nya merespons dengan kasih yang total dan ketaatan, sehingga terjalin persatuan yang lebih berharga dari segala kenikmatan duniawi.


Mengapa cinta kepada Tuhan perlu dipublikasikan?


Cinta kepada Tuhan perlu dipublikasikan karena beberapa alasan penting yang terdapat dalam sumber dan percakapan kita sebelumnya:

  • Menunjukkan Kualitas Cinta yang Sejati: Mempublikasikan cinta kepada Tuhan bukan sekadar mengucapkan kata-kata, tetapi membuktikan kualitas cinta tersebut melalui tindakan dan gaya hidup. Sumber menyatakan bahwa banyak orang hanya mengatakan mencintai Tuhan tanpa ada bukti yang terlihat dalam kehidupan mereka.

  • Menjadi "Panji Cinta": Analogi "panji cinta" di atas gereja yang adalah kekasih Tuhan menggambarkan bahwa kehidupan orang percaya seharusnya menjadi pengumuman atau kesaksian yang terlihat oleh banyak orang tentang kasih mereka kepada Tuhan. Ini menunjukkan bahwa hubungan dan kualitas cinta mereka diketahui oleh publik.

  • Merespons Kasih Tuhan yang Telah Dinyatakan: Tuhan telah menunjukkan kasih-Nya yang besar dengan menyerahkan nyawa-Nya. Mempublikasikan cinta adalah cara gereja untuk mengimbangi atau membalas kasih tersebut dengan kualitas cinta yang sama, bahkan rela menyerahkan nyawa.

  • Pembuktian Ketaatan dan Hidup Berdasarkan Firman Tuhan: Cinta kepada Tuhan terwujud dalam memegang dan melakukan perintah-perintah-Nya. Ketika orang lain melihat seorang percaya hidup berdasarkan prinsip dan perintah Tuhan, itu menjadi bukti nyata bahwa mereka mengasihi Tuhan. Gaya hidup yang berbeda dari dunia menjadi cara untuk mempublikasikan cinta ini.

  • Menjadi Saksi Kristus: Mempublikasikan cinta kepada Tuhan berarti menjadi saksi Kristus. Orang lain dapat melihat kasih Kristus melalui kehidupan orang percaya dan tingkah laku mereka yang berbeda dari umumnya di dunia.

  • Lebih dari Sekadar Identitas Formal: Hanya diketahui sebagai seorang Kristen berdasarkan kartu identitas tidak cukup untuk mempublikasikan cinta kepada Tuhan. Publikasi yang sejati terjadi ketika kehidupan sehari-hari dan tindakan seseorang menunjukkan bahwa mereka memiliki hubungan yang intim dan mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi.

  • Menghindari Mentalitas Matre: Motivasi dalam mengasihi Tuhan seharusnya bukan hanya karena mengharapkan berkat. Cinta yang dipublikasikan dengan benar menunjukkan kasih yang tulus dan pengabdian tanpa pamrih.

Singkatnya, cinta kepada Tuhan perlu dipublikasikan agar kualitas dan ketulusan kasih tersebut dapat dilihat dan dirasakan oleh orang lain, menjadi kesaksian yang hidup tentang Kristus, dan sebagai respons yang sepadan atas kasih Tuhan yang telah lebih dahulu dinyatakan. Ini bukan hanya tentang perkataan, tetapi terutama tentang kehidupan yang diubahkan oleh kasih kepada Tuhan.

**Peringatan Terhadap Cinta yang Tidak Terbukti **

Contoh Petrus yang mengaku bersedia masuk penjara dan mati bersama Yesus (Lukas 22:33) dibandingkan dengan penggambar dibawa ke rumah anggur untuk mengasihi Tuhan dengan harga mahal.

Ucapan Petrus dianggap sebagai "rayuan gombal" karena tidak terbukti.

Yesus meramalkan bahwa Petrus akan menyangkal-Nya tiga kali sebelum ayam berkokok (Lukas 22:34), dan ini terjadi.

Ini menunjukkan perbedaan antara perkataan cinta dan tindakan cinta yang sebenarnya.

Cinta yang dipublikasikan bukanlah cinta yang mementingkan diri sendiri seperti yang ditunjukkan Petrus saat menyangkal Yesus untuk menyelamatkan dirinya.


**Kesimpulan dan Tantangan**

Ada posisi rohani persekutuan intim dengan Tuhan yang bukan hanya karena tugas atau berkat.

Penting untuk merenungkan apakah banyak orang mengetahui bahwa kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi, bukan hanya sekadar identitas agama.

Tuhan berharap agar kehidupan kita di dunia membuktikan bahwa kita hidup dalam "rumah anggur" dan mempublikasikan cinta kita kepada-Nya.

Postingan populer dari blog ini

DEKADE GANDA SURGA TERBUKA Bag 17, REFORMASI GEREJA, RESTORASI SION 2 Dr. Jonathan David

"UPPER ROOM 207 – 30 September 2025 REFORMASI GEREJA, PEMULIHAN SION (Bag 2)" ,  Sesi ini bertema pertumbuhan rohani dan manifestasi kemuliaan Allah melalui anak-anak-Nya. Pengkhotbah secara ekstensif menggunakan kutipan dari Alkitab, terutama 2 Korintus 3 dan Roma 8 , untuk menjelaskan pentingnya transformasi dari kemuliaan kepada kemuliaan yang terjadi ketika seseorang menanggapi Roh Kudus dengan muka yang tidak berselubung. Poin utama adalah bahwa orang percaya harus bertumbuh dewasa dari status "anak kecil" atau "hamba" menjadi "putra" (mengacu pada Galatia 4:1 ), karena seluruh ciptaan menantikan pembebasan dari kerusakan melalui manifestasi nyata dari anak-anak Allah. Selain itu, khotbah ini menekankan perlunya memelihara hubungan yang benar dan mempromosikan reformasi gereja dari agenda duniawi ke fokus ilahi, sehingga kuasa zaman yang akan datang dapat dijamah. Catatan Selengkapnya: Reformasi Gereja, Pemulihan Sion (Bag 2) I....

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

TUHAN MENGENAL MILIK KEPUNYAANNYA

2Ti 2:19  Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan." Kita harus membangun hidup kita dan anak-anak kita menjadi milik kepunyaan Tuhan. Banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih. Dipilih menjad milik kepunyaanNya. Ada kriteria, ada standard yang ditetapkan sehingga termasuk orang-orang yang terpilih. Bangun dirimu menjadi benih dan fondasi. Ada Andreas, Filipus, Natanael dan murid-murid yang lain. Andreas memilih untuk mengikut Yesus. Lalu ia membawa Simon kepada Yesus. Lalu Yesus mengajak Filipus, karena ia sudah siap. Lalu Filipus mengajak Natanael. Ia terkejut mendengar penyataan Yesus, tapi dia akhirnya dia ikut Yesus. Jadi di rumah rohani ada yang miliki kepunyaan Tuhan dan ada orang-orang yang bukan milik kepunyaan Tuhan. Mungkin mereka tetap ke gereja, ikut Tuhan, tapi belum tentu menjadi milik kepun...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PEKERJAAN ALLAH DALAM HIDUP SAUDARA – SESI 3

Banyak orang dalam gereja tidak menyadari bahwa Allah bekerja dalam hidupmu. Kebanyakan dari mereka berdoa pada Tuhan untuk melakukan sesuatu buat hidupnya, demi kepentingannya. Tuhan jawab doaku, Tuhan lindungi aku, Tuhan buat ini, Tuhan lakukan ini. Jadi ia ingin Allah berbuat sesuatu demi hidupnya.   Banyak orang percaya yang tidak menyadari dan tidak menghargai pekerjaan Allah. Padahal Allah bekerja sangat dahsyat, tidak tanggung-tanggung. Dia bekerja bukan menurut apa yang ada pada pikiran saudara, keinginan saudara, cita-cita saudara, dan harapan saudara. Dia bekerja menurut apa yang ada pada diri-Nya, jauh melampaui apa yang ada pada saudara. [Banyak orang salah mengartikan “kamu akan menerima kuasa jika Roh Kudus datang….”. Roh Kudus bukan kuasa. Pribadi Roh Kudus yang akan bekerja, mengerjakan pekerjaan Allah di dalam hidup kita, bukan kuasa untuk membuat mujizat bagi kita. Kita harusnya mendapati, bahwa pekerjaan Allah mengubahkan hidup kita itu sendiri adalah mujizat yan...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Berkat Abraham dan Bagaimana Allah Memproses Hidupnya (Abram's Blessing And God's Process)

 BACA dan RENUNGKAN Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi,   Kejadian 24:1 Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal. 34 Lalu berkatalah ia: "Aku ini hamba Abraham. 35 TUHAN sangat memberkati tuanku itu, sehingga ia telah menjadi kaya; TUHAN telah memberikan kepadanya kambing domba dan lembu sapi, emas dan perak, budak laki-laki dan perempuan, unta dan keledai.   Pokok-pokok Renungan:   1. Proses pembentukan Abram dan berkat melalui Melkisedek: Hal pertama yang Al...

DIMENSI SPIRITUAL

MASUK KE DALAM DIMENSI SPIRITUAL By Ps.Yappy Widjaya, 17Jul2016 Betapa pentingnya kita membangun manusia roh kita, sehingga kita bisa mengalami dinamika ROH, mecapai garis-akhir dan menyelesaikan destiny kita dengan kuat tidak pernah tergoyahkan dan tidak pernah menyimpang ke kanan dan ke kiri tapi makin lama makin kuat. Yeh47:1-5 (Ezekiel 47:1)  Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. (Ezekiel 47:2)  Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. (Ezekiel 47:3)  Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan m...