Langsung ke konten utama

SATE 25Juli2020 – MEMILIKI IDENTITAS DAN JATIDIRI YANG BARU


Bacalah terlebih dahulu: Hakim-hakim6:12-16

Saat Tuhan menjumpai Gideon dan memanggil dirinya dengan sebutan “Pahlawan yang gagah berani”. Tuhan juga memberikan penegasan bahwa Tuhan menyertai hidupnya danTuhanlah yang mengutus dirinya. Tujuan pemulihan jatidiri yang kita miliki di dalam Kristus bukanlah untuk membuat kita jadi ‘merasa mampu’. Walau memang akan ada banyak kemampuan baru yang akan bermunculan dalam hidup kita, tapi tujuan pemulihan jatidiri adalah justru untuk membuat kita jadi makin berfokus dan bergantung  hanya kepadaNya. Setiap kali kita menerima penyingkapan tentang jati diri kita yang sesungguhnya di dalam Kristus, akan terjadi ‘benturan pemahaman’ di dalam diri kita. Gideon menyanggah pernyataan firman yang ia terima dengan menyatakan fakta Israel yang sedang dalam tekanan Midian. Terlepas dari realita yang sedang kita hadapi saat ini, belajarlah untukmenerima, meyakini realita Ilahi yang bersumber dari firmanNya. 

*#1. Apa yang menyebabkan Allah menyebutkan Gideon adalah pahlawan yang gagah perkasa, padahal saat itu kondisi Gideon ada dalam ketakutan yang luarbiasa?*

Allah melihat Gideon dari sudut pandang-Nya dan opini-Nya, tapi pandangan Gideon sendiri tertutup oleh keadaan dan kondisi yang sedang dihadapinya. Juga ia memiliki gambar diri yang kurang baik:  “kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.”   Gideon merasa tidak ada yang dapat dilakukannya, walau pun dia tau dan percaya perbuatan-perbuatan ajaib Allah yang menuntun bangsa Israel keluar dari Mesir dan menyimpannya dalam hati.

Apa yang dialami Gideon kurang lebih sama dengan yang kita alami sekarang ini. *Mengenai gambar diri Alkitab mengatakan: 1) Kita dilahirkan baru memiliki status sebagai anak-anak Allah; 2) Nama kita tercatat di sorga. Ketika dilahirkan baru, kita diberikan identitas yang baru pula.*  Murid-murid dapat mengusir setan karena *nama mereka sudah tercatat di sorga (Lukas 10:20). Nama kita disandingkan (intertwined) dengan nama Allah karena kita adalah anak-anak Allah; menyandang nama anggota keluarga Kerajaan*. Seluruh alam roh, Tuhan, para malaikat termasuk setan-setan dan roh-roh jahat mengenali nama ini. 

*Banyak fakta-fakta rohani atau kebenaran yang belum kita ambil dan menjadi bagian dari jatidiri kita.  Apa yang sudah disingkapkan, tapi kita masih belum mau percaya seperti apa yang firman Tuhan katakan.  Kita adalah benar-benar ciptaan baru di dalam Kristus (bukan di dalam Adam) seperti apa yang Tuhan lihat dari sudut pandang-Nya.*


*#2.  Pada saat kita melihat fakta lahiriah, apa yang akan muncul dalam pikiran kita?*
Hampir selalu saja hal-hal yang negatif dan membuat kita tidak percaya diri sendiri dan melemahkan jiwa kita. Maka penting sekali kita mendengar opini dari Tuhan, siapa kita sebenarnya menurut perkataan Tuhan. Kita tidak boleh memperkatakan hal-hal yang negatif tentang diri sendiri atau orang lain, karena itu akan membuat dosa najis bibir yang menghalangi kita untuk bangkit, seperti nabi Yesaya. 

*#3. Bagaimana firman bisa bekerja dalam diri kita dan mengubahkan pandangan kita?*

Apa yang sudah Tuhan berikan dan belum menjadi jatidiri kita?  Misalkan Tuhan sudah mengatakan: kamu adalah terang dunia dan garam dunia. Apakah terang dunia dan garam dunia sudah menjadi bagian dan jatidiri kita? Atau malah opini dunia yang kita masukkan dalam hati kita dan kita merasa terpojokkan?  Kita harus percaya kepada opini-Nya Tuhan, supaya kita bisa menyiapkan diri dan melatih diri kita untuk menjadi  seperti yang Tuhan mau, bukan bersembunyi ketakutan di goa kita.  Gideon melatih keberaniannya ditemani beberapa temannya menghancurkan berhala ayahnya pada malam hari dan barulah ia berani menghadapi musuh Israel, orang Midian.

*Kita harus menaruh percaya firman itu di dalam hati kita, kita imajinasikan; doakan supaya kebenaranNya berbicara dan kuasa-Nya mengubahkan mulai pikiran, perasaan. Berulang-ulang kita lakukan, sehingga kebenaran itu menjadi iman kita.*

*Doakan terus sampai ada dorongan Roh Kudus kita perkatakan ulang kebenaran itu dengan mulut bibir kita dengan iman, supaya kuasa Roh yang dilepaskan itu menjadi daging, mentransformasikan keberadaan kita seluruhnya. Terang itu terbit dari dalam hati kita dan mengubahkan pandangan kita. Firman-Nya menjadi terang.  Kita bangkit menjadi terang.*

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Tubuhmu Adalah Bait Roh Kudus

1 Korintus 3:16 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Video berjudul "You’ve Heard ‘You Are the Temple of God’ – But This Is What It Really Means" dari saluran Beyond the Veil menjelaskan bahwa konsep tubuh manusia sebagai "Bait Allah" bukan sekadar metafora, melainkan sebuah kebenaran arsitektural, anatomis, dan spiritual yang mendalam. Berikut adalah poin-punen utama yang dijelaskan dalam video tersebut: Paralel Struktur Bait Suci dengan Manusia : Video ini membedah bagaimana tiga bagian utama Bait Suci Sulaiman mencerminkan struktur diri manusia: [ 12:16 ] Pelataran Luar (Tubuh) : Mewakili aspek fisik, tindakan, dan interaksi dengan dunia luar. Sama seperti mezbah di pelataran, tubuh adalah tempat disiplin dan pengabdian fisik dimulai. [ 12:56 ] Tempat Kudus (Jiwa/Pikiran) : Mewakili dunia batin, pikiran, dan emosi. Di sini terdapat kandil (kesadaran), roti pertunjukan (nutrisi batin/hikmat), dan mezbah ...

Rencana Tuhan melalui Nuh dan Relevansinya bagi kita saat ini (MKS #18)

Sesi ini membahas peran **orang benar** dalam menggenapi rencana ilahi untuk memulihkan bumi dari dominasi kejahatan. Melalui kisah **Nuh**, dijelaskan bahwa satu pribadi yang hidup bergaul dengan Tuhan mampu membalikkan kutuk menjadi berkat serta menyelamatkan seluruh keluarganya. Ditekankan pentingnya peran **Roh Kudus** agar manusia tidak sekadar hidup dalam kedagingan, melainkan menjadi representasi rupa Allah. Papa meyakini bahwa saat ini sedang muncul **generasi Kristus** yang telah dinubuatkan sejak zaman dahulu untuk menghadirkan kebenaran tanpa batas. Kehidupan Nuh yang terhubung langsung dengan **takhta surga** menjadi teladan bagi orang percaya untuk memahami hati Tuhan dan menyelesaikan rancangan-Nya di dunia. Narasi ini mengajak pembaca untuk hidup optimis sebagai ahli waris bumi yang bertugas menyapu bersih pengaruh iblis melalui ketaatan iman. Berikut adalah catatan lengkapnya mengenai rencana Tuhan melalui figur Nuh dan bagaimana hal itu relevan bagi kita saat ini: ...

Kebenaran Allah VS kebenaran sendiri (MKS #19)

 * Pentingnya Kebenaran Allah vs Kebenaran Sendiri: khotbah menekankan bahwa manusia sering kali hidup menurut "kebenaran sendiri" (pembenaran atas tindakan sendiri), padahal yang Tuhan tuntut adalah "kebenaran Allah" (the righteousness of God).  Kebenaran Allah** (*The righteousness of God*) adalah standar ilahi dan otoritas yang memiliki beberapa karakteristik utama sebagai berikut: *   **Nyata di Dalam Injil:** Kebenaran Allah dinyatakan melalui **Injil**, yang merupakan **kekuatan Allah yang menyelamatkan** setiap orang yang percaya. Ini adalah jalan Allah yang harus dimiliki seseorang untuk hidup di dunia ini, melampaui segala bentuk spiritualitas yang hanya tampak di permukaan. *   **Berasal dari Otoritas Kerajaan Surga:** Kebenaran ini berasal dari **pemerintah dan kerajaan Allah** sehingga bersifat mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar. Allah sendiri hidup dan berpijak pada kebenaran-Nya. *   **Diproduksi oleh Roh Kudus:** Kebenaran Allah tidak dihasilkan...

Jiwa Sebagai Jembatan Antara Roh Dan Tubuh

SATE 20 December 2020 -  Bacalah terlebih dahulu: Yehezkiel 36:26-27 dan I Tes. 5:23   Selama beberapa minggu Papa membagikan bahwa pekerjaan Allah yang luar biasa adalah membawa kita dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib. Roh kita saja yang berasal dari Allah, sedangkan jiwa kita bukan berasal dari Allah. Anatomi kehidupan manusia itu terdiri dari 3 yaitu: tubuh, jiwa dan roh. Allah bekerja untuk membuat atau mengembalikkan tatanan yang sempurna. Tubuh, jiwa dan roh tidak ada konflik. Ini adalah anatomi spiritual yang kembali beroperasi kepada urutan yang benar bahwa jiwa kembali menjadi jembatan untuk mengekspos apa yang ada di dalam roh yang sudah dihidupkan. Tetapi roh kita sudah tercampur dengan jiwa kita. Itulah sampai saat ini, Allah tetap bekerja untuk menerangi jiwa kita yang telah berdosa. Kita dibukakan bagaimana cara masuk Allah dalam hidup kita untuk menerangi kegelapan dalam hidup kita.   Papa membagikan bahwa hati kita terbagi menjadi 4, yaitu: Hati nu...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

The House of Shem (Kemah-kemah Sem)

Dari sejarah yang disebutkan di Alkitab, inilah gineologi dari Adam ke Yusuf. Kelihatannya peta ini disusun dari Kej 5:1-32 dan dilanjutka ke Kej 11:10-26 seperti yang Musa tuliskan.  PRA AIR BAH Dari "peta" gineologi ini dapat dengan mudah kita melihat karya Tuhan yang luarbiasa. Semua generasi terhubung dengan orang-orang strategis Tuhan secara luarbiasa. Kita melihat hubungan 3 generasi: Henokh, Metusalah dan Lamekh. Juga hubungan 3 generasi berikutnya antara: Metusalah, Lamekh dan Nuh. Disusul dengan hubungan antara 3 generasi: Lamekh, Nuh dan Sem.  Ini seperti pola yang Allah sediakan untuk menjaga kesinambungan warisan rohani yang kekal (legacy). Pola 3 generasi dalam satu kemah ini menjamin warisan menjadi pusaka - inheritance to heritage legacy. Bahkan Sem juga terhubung dengan Metusalah, anak dari Henokh. Maka, tidak heran Sem menjadi sangat luarbiasa.  Warisan menggambarkan aset yang diwariskan orangtua kepada anak laki-lakinya, sedangkan pusaka mengacu pada anu...

Hikmat Ilahi dan Pemulihan Bumi (MKS #14)

Khotbah ini menjelaskan rencana agung Allah untuk memulihkan otoritas manusia sebagai pewaris bumi yang sah melalui hikmat dan suara firman-Nya. Penulis membandingkan kondisi spiritual antara iblis yang sombong dengan manusia yang rendah hati, menegaskan bahwa iblis hanyalah entitas yang terbuang dan bukan pemilik dunia ini.  Melalui analisis kitab Kejadian hingga Wahyu, dipaparkan bahwa tujuan akhir Tuhan adalah menghapus dominasi kegelapan dan menghadirkan langit dan bumi yang baru . Dalam kondisi ideal tersebut, terang ilahi akan menggantikan matahari sepenuhnya sehingga malam tidak lagi ada. Kehidupan orang beriman dipandang sebagai instrumen penting dalam mewujudkan visi kekekalan ini di dunia. Seluruh narasi menekankan bahwa ketaatan pada Kristus adalah kunci bagi manusia untuk memerintah dengan otoritas penuh sesuai rancangan semula. Berikut adalah catatan lengkapnya : 1. Peran Roh Kudus dalam Penyingkapan Rahasia Allah Manusia kerajaan surga diajak untuk memiliki keber...

SATE 18Juli2020 - Makanan Lahiriah dan Makanan Rohani

Setelah Kemuliaan, Kerajaan, dan Kehendak Bapa, barulah kita berdoa untuk meminta hal-hal untuk mendukung hal rohani yaitu kebutuhan jasmani. Kebutuhan disini adalah makanan(bread). Kita meminta “our daily bread” mengajarkan kepada kita tentang: # tidak kuatir dan kesederhaan, karena yang kita minta adalah roti untuk kesehatan jasmani kita. #kejujuran dan ketekunan.Kita tidak meminta roti untuk orang lain, bukan roti hasil tipuan(Amsal20:17), bukan roti kemalasan (Amsal 31:27), tetapi roti yang didapat karena kejujuran. #jangan kuatir tentang hari esok tetapi terus konsisten bergantung kepada penyediaan ilahi yang membuat kita hidup. #kita memohon kepada Bapa untuk memberikannya dan bukan menjual atau meminjamkannya. Itu artinya kita begantung kepada rahmat (mercy) Bapa. #kita berdoa untuk memberikan roti bukan hanya untuk diri sendiri tetapi orang lain yang terkoneksi juga dengan kita. #kita berdoa untuk memberikan roti HARI INI. Hal ini mengajarkan pada kita untuk selalu mendapatkan ...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...