Langsung ke konten utama

Tanpa Dilahirkan Kembali Ia Tidak Dapat Masuk Ke Dalam Kerajaan Allah

SATE 15 December 2020 – 


Bacalah terlebih dahulu: Kolose 2:13, Roma 7:23, Roma 9:6-8.

 

Dengan jalan penebusan maka daging kita dimatikan. Itu sebabnya kita perlu lahir baru. Ketika kita lahir baru, maka: Roh Kudus memimpin. Kita makin peka. Terbentuk pola kehidupan karena pimpinan Roh Kudus. Apakah kita percaya kita di dalamNya? (I Petrus 2:9, Yohanes 3:16, Roma 5:12). Kita beroleh hidup yang kekal (hidupNya Allah). Apa yang dilakukan atau dikerjakan Yesus, kita ada di dalamNya, walaupun kita belum lahir pada 2000 tahun yang lalu. Inilah yang disebut dengan lahir baru. Kita percaya di dalam Dia, dalam tubuhNya, maka kita dibenarkanNya. Karya penebusan menjadi yang agung. Bersatu dengan Tuhan, mengalami apa yang dialamiNya. Inilah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Ini yang disebut percaya di dalamNya. Yesus mati maka kita pun mati. Yesus bangkit maka kita pun bangkit. Yesus naik maka kita pun naik.

 

*Coba jelaskan apa yang disebut dengan mereka yang percaya dalam namaNya itu bagaimana? (Supaya ini tidak menjadi kalimat istilah saja tetapi menjadi aplikasi yang nyata dalam diri kita)!*

 

*Nama Yesus Kristus mengandung arti* yang hanya dapat dijabarkan oleh pewahyuan dari Allah Bapa yang diterima oleh Petrus: *"Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"* (Mat 16:16).

 

Percaya dalam nama-Nya, berarti percaya Yesus Kristus adalah Mesias, Anak Allah dan Hidup! Namun percaya di DALAM NAMA-NYA yang terpenting supaya ini menjadi aplikasi yang nyata: *Semua orang percaya HARUS datang kepada YESUS KRISTUS sendiri dan secara pribadi,  di dalam nama-Nya, BUKAN hanya sekedar percaya karena pemberitaan Injil atau ikut-ikutan;  untuk menerima HIDUP-nya dan KUASA-Nya yang MENJADIKAN orang percaya sebagai putra-putra Allah yang hidup!* Ini yang disebut kelahiran kembali.

 

Kesaksian dan pemberitaan Injil supaya kita PERCAYA DAN memperoleh HIDUP.

_Yohanes 20:31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, *supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.*_

 

Hidup dalam nama-Nya adalah hidup kita yang harusnya menggambarkan kehidupan Yesus, menjadi saksi bagi-Nya.

 

Sudah menjadi orang percaya tidak cukup, dikatakan Injil bukan sekedar pengetahuan dan dipercaya saja. Injil harus TERBUKA dalam PIKIRAN  kita jangan sampai  ditutupi oleh ILAH ZAMAN ini. Gambaran kemuliaan Kristus harus menjadi milik orang percaya.

 2 Korintus 4:3: *_ Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, 4  yaitu orang-orang yang tidak percaya, *yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini*, sehingga mereka* tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah*._

 

Setelah PERCAYA kita HARUS dapat MENERIMA-NYA. Dulu kita buta sekarang harus melihat. Mengapa?

Kita TELAH percaya kepada Allah, sebab kita adalah MILIK KEPUNYAAN-NYA.

_Yohanes 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya._

Percaya ditandai dengan baptisan air, tapi menerima-Nya ditandai dengan baptisan Roh Kudus.

Kita boleh jadi sudah dibaptis, baptisan pertobatan,  karena mereka percaya pemberitaan Injil, apa yang dikatakan Yohanes Pembaptis, seperti mereka jemaat Efesus sebelum diteguhkan oleh rasul Paulus.  Tapi JANGAN STOP sampai di situ, sampai percaya saja; karena kita HARUS MENERIMA-NYA, yaitu menerima HIDUP dan KUASA.  Jemaat di Efesus mula-mula hanya menerima baptisan air, baptisan pertobatan, tapi belum mengalami baptisan ROH.

 

_Yohanes 1:33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus._

 

Para pendeta, pastor, gembala yang membaptis orang percaya, hanyalah membaptis dengan air, seperti juga Yohanes Pembaptis.  Dia yang datang kemudian dan kita menerima-Nya, akan membaptis dengan ROH KUDUS.

_Matius 3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. *Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.*_

 

Tanpa baptisan ROH mereka tidak bisa menjadi anak-anak Allah, sesuai tujuan dari panggilan-Nya bagi semua orang percaya. Kita bisa menerima baptisan Roh ketika kita percaya dan sekaligus menerima-Nya. Ketika kita dibaptis oleh air kita bisa menerima baptisan Roh Kudus dari Tuhan Yesus Kristus.

_Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya *diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya*;_

 

Arti MENERIMA-NYA adalah DILAHIRKAN KEMBALI supaya MENERIMA ROH-NYA dan menerima roh yang baru; dan juga menerima KUASA untuk menjadi anak-anak Allah.

_Yohanes 3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. 6  Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan *apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.* 7  Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: *Kamu harus dilahirkan kembali.*_

 

Yesus sendiri yang MENGHARUSKAN orang percaya untuk dapat menerima kelahiran baru. Apanya yang  dilahirkan baru? Roh yang baru, sebab roh yang lama sudah mati dari reaksi terhadap hadirat Allah dan tidak bisa mengakses Allah.

 

Ketika kita dilahirkan kembali, kita menerima Roh Kudus yang pada saat itu juga melahirkan roh yang baru menggantikan roh kita yang lama.  Dengan demikian kita juga, pada saat yang sama kita  menerima KUASA untuk menjadi anak-anak  Allah, karena Roh Kudus dikaruniakan dan tinggal di dalam kita.

_Kisah Rasul 1:8 Tetapi kamu akan *menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu*, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."_

 

*Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.*

Postingan populer dari blog ini

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

The Seed of God and the Character of Abraham (MKS #53)

Khotbah ini membahas proses rohani di mana Allah menabur benih ilahi ke dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi. Melalui teladan Abraham , dijelaskan bahwa hubungan intim dengan Tuhan dimulai dari panggilan pribadi dan ikatan janji (covenant) yang teguh . Ketaatan mutlak Abraham dalam menjaga ketetapan Allah menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan otoritas-Nya kepada generasi berikutnya. Di sini ditekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kepribadian yang selaras dengan karakter Allah melalui bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, sumber ini menantang umat untuk hidup dalam kesetiaan dan kasih yang radikal agar janji Tuhan dapat tergenapi secara turun-temurun. Ibadah JMD Bandung 6 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 53 Catatan Khotbah: Manusia Kerajaan Sorga (Bagian 53) Pelayanan: GPK JMD Bandung, Ps. Djonny Tambunan Tanggal: 6 September 2026 1. Landasan Rencana Agung Allah & Benih Sejati Keturunan Raja-Raja: Allah menetapk...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...