Iman itu milik Allah, kekayaan Allah, pemberian Allah dan Allah hanya memberikan iman bila kita mendengar firman yg bersuara kepada diri kita. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Iman timbul dari firman yang bersuara (rhema) dan oleh iman itu kita bisa melihat dan masuk ke alamnya Allah, ke kerangka acuannya Allah. Bisakah kita melihat Kristus yang duduk di takhta? Bisa, itu yang membuat kita bisa berdiri teguh.
BACA dan RENUNGKAN
Wahyu 1:10 Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku
suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala, 11 katanya: "Apa yang engkau lihat,
tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke
Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia." 12 Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. 13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. 14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api. 15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah. 16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik. 17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, 18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.
Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh, apa artinya DIKUASAI ROH? Setelah Yohanes
dikuasai Roh, apa yang terjadi pada indera rohaninya?
Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Yohanes MELIHAT
SUARA, apakah kita bisa melihat SUARA? Kalau SUARA bisa dilihat berarti SUARA itu
sama dengan apa? Suara siapakah yang dia lihat? Pribadi Yesus yang seperti apakah yang
dilihat Yohanes?
Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, Kristus adalah Yang AWAL dan Yang
AKHIR, berarti kerangka acuan waktu Tuhan itu mulai dari mana sampai kapan? Mengapa
kita TIDAK PERLU TAKUT, siapa yang BERDAULAT dan MEMEGANG KONTROL atas
segala yang terjadi di muka bumi ini?
Jadi apa yang harus kita miliki supaya kita bisa mendengar SUARANYA dan MELIHAT
Pribadi Kristus yang di takhta?
Dengan IMAN kita harus belajar peka terhadap suara Tuhan maka Tuhan akan membangun
pengenalan akan identitas Kristus, sehingga dengan mudah kita bisa mengenali Kristus dan
Roh Kudus. Yohanes dibawa ke alamnya Allah, sehingga dia bisa mendengar dan melihat
SUARA, SUARA sangat penting, kita harus membiasakan mendengar suara Tuhan juga
ketika kita membaca firman, harus sampai firman itu bersuara kepada kita. Apa yang akan
saudara lakukan untuk BELAJAR PEKA terhadap suara Tuhan?
PENDALAMAN pertanyaan-pertanyaan berdasarkan Wahyu 1:10-18 dan interpretasi yang diberikan:
Apa artinya DIKUASAI ROH? Setelah Yohanes dikuasai Roh, apa yang terjadi pada indera rohaninya?
Dikuasai Roh berarti Yohanes berada dalam keadaan di mana Roh Kudus memiliki kendali penuh atas dirinya. Ini mencakup pikiran, perasaan, dan indranya. Dalam keadaan ini, ia mampu menerima wahyu dan penglihatan supranatural dari Tuhan.
Setelah dikuasai Roh, indera rohani Yohanes terbuka dan aktif. Ia dapat melihat dan mendengar hal-hal yang tidak dapat diakses oleh indera jasmaninya. Ini memungkinkannya untuk mendengar suara Tuhan yang nyaring seperti bunyi sangkakala dan kemudian melihat penglihatan tentang Kristus di tengah-tengah kaki dian.
Yohanes MELIHAT SUARA, apakah kita bisa melihat SUARA? Kalau SUARA bisa dilihat berarti SUARA itu sama dengan apa? Suara siapakah yang dia lihat? Pribadi Yesus yang seperti apakah yang dilihat Yohanes?
Secara harfiah, kita tidak bisa melihat suara dengan mata jasmani. Ketika dikatakan Yohanes "melihat suara", ini adalah bahasa kiasan yang menggambarkan pengalaman rohani yang mendalam. Ini menunjukkan bahwa suara itu begitu kuat, jelas, dan penuh kuasa sebagai Pribadi yang berotoritas, sehingga memiliki dampak visual bagi Yohanes.
Dalam konteks ini, "suara" yang dilihat Yohanes identik dengan Pribadi yang berbicara, yaitu Yesus Kristus.
Yesus yang dilihat Yohanes bukanlah sosok Yesus yang dikenal secara historis selama pelayanan-Nya di bumi. Melainkan, Ia adalah Kristus yang dimuliakan (seperti penglihatan Yesus dimuliakan di atas gunung), penuh kuasa, dan memerintah di takhta surgawi. Ia digambarkan dengan jubah panjang, ikat pinggang emas, rambut putih bagaikan bulu domba, mata bagaikan nyala api, kaki bagaikan tembaga membara, suara bagaikan desau air bah, memegang tujuh bintang di tangan kanan-Nya, pedang tajam bermata dua keluar dari mulut-Nya, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik. Gambaran ini menekankan keilahian, kekudusan, keadilan, dan otoritas Kristus.
Kristus adalah Yang AWAL dan Yang AKHIR, berarti kerangka acuan waktu Tuhan itu mulai dari mana sampai kapan? Mengapa kita TIDAK PERLU TAKUT, siapa yang BERDAULAT dan MEMEGANG KONTROL atas segala yang terjadi di muka bumi ini?
Sebagai Yang Awal dan Yang Akhir, Kristus menyatakan bahwa Ia berada di luar batasan waktu. Kerangka acuan waktu Tuhan mencakup segala sesuatu dari sebelum awal penciptaan hingga setelah akhir zaman. Jadi berlangsung dalam garis waktu kekekalan.
Kita tidak perlu takut karena Kristus berdaulat dan memegang kontrol atas segala yang terjadi di muka bumi ini.Ia adalah penguasa alam semesta, dan tidak ada yang terjadi di luar kehendak dan pengetahuan-Nya. Dikatakan dalam Ibr 11:3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah (KJV: the worlds were framed by the word of God, seluruh alam telah dibingkai oleh batasan firman, under subordinate, under control), sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.Pernyataan "Jangan takut!" adalah penegasan akan kehadiran, kuasa, dan perlindungan Kristus bagi umat-Nya.
Jadi apa yang harus kita miliki supaya kita bisa mendengar SUARANYA dan MELIHAT Pribadi Kristus yang di takhta?
Untuk mendengar suara Tuhan dan melihat Pribadi Kristus yang di takhta, kita harus memiliki iman. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Melalui iman, kita dapat membuka diri terhadap portal dari realitas rohani dan mengalami kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Selain iman, kita juga perlu memiliki kepekaan rohani dan kerinduan untuk mengenal Tuhan lebih dalam.
Apa yang akan saudara lakukan untuk BELAJAR PEKA terhadap suara Tuhan?
Beberapa hal yang bisa saya lakukan untuk belajar peka terhadap suara Tuhan:
Membaca dan merenungkan Firman Tuhan secara teratur: Ini adalah cara utama untuk mengenal pikiran dan kehendak Tuhan. Saat membaca firman, saya akan berdoa agar Roh Kudus membuka hati dan pikiran saya untuk memahami dan menerapkan kebenaran-Nya.
Berdoa dan menyembah secara teratur: Doa bukan sekedar sarana untuk berkomunikasi rutin dengan Tuhan, tapi lebih membangun hubungan yang intim dengan-Nya. Saat berdoa, saya akan meluangkan waktu untuk mendengarkan suara Tuhan dan mencari bimbingan-Nya.
Melakukan saat teduh: Dalam dunia yang serba cepat dan penuh kebisingan ini, penting untuk meluangkan waktu untuk mencari dan menggali lagi FT dalam ketenangan. Saat kita tenang, kita lebih mudah mendengar suara Tuhan dan menerima bimbingan-Nya.
Intinya adalah membangun hubungan yang intim dengan Tuhan melalui doa, renungan firman, dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Seiring waktu, kita akan belajar untuk lebih peka terhadap suara-Nya dan menerima bimbingan-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita.