Langsung ke konten utama

Firman RHEMA dan Hubungannya dengan Iman, Pikiran, dan Realita

Saat Teduh 26 Feb 2025

Firman RHEMA ini menjadi PETUNJUK KEHIDUPAN kita dan ketika kita mendapatkan firman RHEMA, firman yang BERSUARA, Allah sudah siap dengan KEKAYAANNYA dianugerahkan kepada kita yaitu IMAN. 


Dia MENUNTUN kita dari BELAKANG, aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring.  Berarti ada TUNTUNAN Tuhan lewat firman RHEMA bukan dengan OTAK kita. Bagaimana cara kerja OTAK kita? Sering kita merasa Tuhan yang menuntun kita padahal itu otak kita. Kita merasa sedang mengikuti FT: kamu harus begini, harus melakukan ini. Padahal  itu suara otak kita. Kalau firman yang bersuara, itu bersuara kuat, nyaring dan dominan melampaui akal dan pikiran otak kita, sebab Tuhan yang berbicara, yang berkata2. 


Jadi IMAN timbul dari pendengaran akan firman RHEMA, firman yang bukan datang dari OTAK kita walaupun itu datang dari Alkitab. Firman RHEMA adalah firman yang BERSUARA berarti dia datang dari PRIBADI, bukan datang dari TULISAN.

 

Iman dasar dan bukti dari segala sesuatu yang secara fisik tidak kita lihat. Iman itu seperti panca indera untuk bisa melihat di alam yang lain, di alam roh. Tokoh-tokoh iman sudah melihat sesuatu yang tidak berwujud secara fisik dan mereka percaya bahwa semuanya itu sudah ada. Iman mereka didasarkan kepada PENGENALAN mereka akan PRIBADI Allah, bahwa Allah itu PRIBADI yang tidak pernah BERDUSTA, tidak mungkin mengingkari janjiNya atau perkataanNya.



BACA dan RENUNGKAN

Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala

sesuatu yang tidak kita lihat. 2 Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. 3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah (the WORLDS were FRAMED by the WORD of GOD = dunia2, berbagai dunia seperti dunia pendidikan, dunia politik, dunia kesehatan, dunia ekonomi dll telah dijadikan,

dibingkai oleh firman Allah), sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak

dapat kita lihat.


Ibrani 11:1 AMP IMAN adalah JAMINAN, KEPASTIAN (AKTA HAK MILIK, PENGUKUHAN)

atas segala sesuatu yang kita harapkan (dijamin secara ilahi), dan menjadi BUKTI atas segala sesuatu yang tidak kita lihat dan KEYAKINAN akan REALITANYA – IMAN memahami, mengerti sebagai FAKTA NYATA apa yang tidak dapat dialami, dipahami oleh indera jasmani kita.


Roma 8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? 25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.


Pertanyaannya:


  1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, apakah kita sudah melihat hal2 yang kita harapkan, hal2 yang menjadi pengharapan kita? (Roma 8:24-25) Iman adalah BUKTI dari segala sesuatu yang tidak kita lihat, apakah sudah ada REALITANYA di alam NATURAL? Tetapi sudah ada BUKTINYA, apa BUKTINYA itu? Melalui IMAN yang adalah INDERA ke 6 kita, kita telah MELIHAT BUKTINYA, itu sudah TERJADI di ALAMnya siapa (di KERANGKA ACUANNYA siapa)?


  1. Oleh iman telah diberikan KESAKSIAN (divine testimony), oleh karena imannya apa yang nenek moyang kita terima? Karena punya iman maka mereka bisa MENYAKSIKAN, mereka bisa MELIHAT, apa yang mereka TELAH LIHAT, di ALAM apa, di KERANGKA WAKTUNYA siapa?


  1. Karena IMAN kita MENGERTI. Hal apa lagi yang bisa kita dapatkan, bisa kita miliki oleh iman, karena iman? Apa yang kita MENGERTI tentang DUNIA2 KEHIDUPAN, tentang ALAM DUNIA ini? Apa artinya buat hidup kita?


  1. Sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. Berarti telah terjadi SINKRONISASI WAKTU antara ACUAN WAKTU KEKEKALAN di sorga dengan ACUAN WAKTU di bumi di masa hidup kita. SINKRONISASI adalah proses MENYELARASKAN atau MENYEJAJARKAN sesuatu agar TERJADI pada SAAT yang SAMA.


Apa yang bisa kita lihat itu di alamnya apa, di kerangka waktu apa? Ternyata itu TELAH TERJADI SEBELUMNYA di alamnya siapa, di kerangka waktu siapa? 


Sebelum kita dapat menjawab pertanyaannya, berikut adalah beberapa poin penting dan refleksi terkait firman RHEMA dan hubungannya dengan iman, pikiran, dan realitas:

Poin-Poin Utama:

  • Firman RHEMA vs. Pikiran:  renungan ini menekankan perbedaan antara firman RHEMA (firman yang "bersuara," berasal dari Tuhan) dan pikiran/akal budi. Firman RHEMA harus ditaati sebagai sebagai tuntunan ilahi langsung (bukan untuk dipertimbangkan lagi), sedangkan pikiran harus kita pandang sebagai sumber nasehat duniawi atau keinginan pribadi yang kerap menghalangi tujuan dan agenda Tuhan dalam hidup kita.

  • Iman timbul dari pendengaran Firman RHEMA: Iman tidak hanya muncul dari membaca Alkitab, tetapi dari mendengar firman RHEMA yang spesifik dan relevan secara pribadi, yang segar dan menjadi kebenaran terkini. Firman ini datang dari Pribadi Bapa.

  • Iman sebagai indera rohani: Iman bisa digambarkan sebagai panca indera keenam yang memungkinkan kita untuk melihat realitas di alam roh, yang tidak terlihat oleh mata jasmani.

  • Iman sebagai Jaminan dan Bukti: Iman bukan sekadar harapan kosong, tetapi merupakan jaminan, kepastian, dan bukti dari apa yang kita harapkan dan apa yang belum kita lihat secara fisik. 

  • Realitas di Alam Roh mendahului Realitas Fisik: Apa yang kita lihat di dunia fisik sebenarnya sudah terjadi sebelumnya di alam roh. Ini mengimplikasikan bahwa iman memungkinkan kita untuk mengakses dan mewujudkan realitas tersebut.

  • Sinkronisasi waktu: Iman memungkinkan terjadinya "sinkronisasi waktu" antara perspektif kekekalan Tuhan di surga dan pengalaman kita di bumi.


Jawaban Pertanyaan:

  1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, apakah kita sudah melihat hal2 yang kita harapkan, hal2 yang menjadi pengharapan kita? (Roma 8:24-25) Iman adalah BUKTI dari segala sesuatu yang tidak kita lihat, apakah sudah ada REALITANYA di alam NATURAL? Tetapi sudah ada BUKTINYA, apa BUKTINYA itu? Melalui IMAN yang adalah INDERA ke 6 kita, kita telah MELIHAT BUKTINYA, itu sudah TERJADI di ALAMnya siapa (di KERANGKA ACUANNYA siapa)?

    • Iman adalah dasar dari harapan kita, dan meskipun kita mungkin belum melihat realisasi fisik dari harapan itu (di alam natural), iman memberikan kita bukti bahwa itu sudah ada, sudah terjadi di alam roh, di kerangka acuan Tuhan. Bukti tersebut adalah keyakinan yang dalam dan kepastian yang diberikan oleh Roh Kudus melalui firman RHEMA. Kita "melihat" bukti itu melalui indera rohani kita.

    • Mungkin kita bisa analogikan apa yang terjadi di bursa efek dimana harta seseorang itu bisa dipengaruhi 2 peristiwa sekaligus: di bursa efek (berdasarkan kepemilikan saham) dan  di pasaran nyata / marketplace (padahal perusahaannya, produksinya, karyawannya semua tetap sama).


  1. Oleh iman telah diberikan KESAKSIAN (divine testimony), oleh karena imannya, apa yang nenek moyang kita terima? Karena punya iman maka mereka bisa MENYAKSIKAN, mereka bisa MELIHAT, apa yang mereka TELAH LIHAT, di ALAM apa, di KERANGKA WAKTUNYA siapa?

    • Nenek moyang kita menerima janji-janji Allah dan mengalami berkat-berkat-Nya karena iman mereka. Mereka dapat menyaksikan dan melihat realitas rohani dan karya Allah dalam kehidupan mereka. Mereka melihat realitas tersebut di alam roh, di kerangka waktu Allah yang melampaui batasan waktu manusia.

    • Abraham, bapa orang beriman, telah melakukan ikat-janji; telah mengamankan janji-janji Allah  Kita harus memiliki dimensi iman sama, sehingga kita diakui Tuhan sebagai keturunan Abraham dan berhak menerima janji-janji Allah.


  1. Karena IMAN kita MENGERTI, hal apa lagi yang bisa kita dapatkan, bisa kita miliki oleh iman, karena iman? Apa yang kita MENGERTI tentang DUNIA2 KEHIDUPAN, tenrtang ALAM DUNIA ini? Apa artinya buat hidup kita?

    • Karena iman, kita mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang dunia kehidupan, termasuk bidang-bidang seperti pendidikan, politik, kesehatan, dan ekonomi. Kita mengerti bahwa semua bidang ini diciptakan dan dibentuk oleh firman Allah. Ini berarti bahwa kita dapat membawa prinsip-prinsip kerajaan Allah ke dalam semua aspek kehidupan kita dan mempengaruhi dunia di sekitar kita dan bukan sebaliknya.

    • Karena iman, kita memahami banyak ujian dan pencobaan di dunia ini. Kita harus hidup dan bergerak (mengambil keputusan) didasari iman Kristus, sehingga bukan pola  dunia yang terjadi pada hidup kita, melainkan pola dan acuan Tuhan saja, sehingga kita selalu menerima kasih karunia-Nya dalam setiap keadaan. 

    • Percaya bahwa setiap pencobaan tidak melampaui kekuatan kita, karena dunia ini pun sudah dibingkai (tidak bisa keluar dari batasan dan hukum Allah) the WORLDS were FRAMED by the WORD of GOD = dunia2, berbagai dunia seperti dunia pendidikan, dunia politik, dunia kesehatan, dunia ekonomi dll telah dijadikan dan dibingkai oleh firman Allah.


  1. Sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat, apa yang bisa kita lihat itu di alamnya apa, di kerangka waktu apa? Ternyata itu TELAH TERJADI SEBELUMNYA di alamnya siapa, di kerangka waktu siapa? Berarti telah terjadi SINKRONISASI WAKTU antara ACUAN WAKTU KEKEKALAN di sorga dengan ACUAN WAKTU di bumi di masa hidup kita. SINKRONISASI adalah proses MENYELARASKAN atau MENYEJAJARKAN sesuatu agar TERJADI pada SAAT yang SAMA.

    • Apa yang kita lihat terjadi di dunia fisik adalah manifestasi dari apa yang sudah terjadi di alam roh. Apa yang kita lihat di dunia ini terjadi dalam kerangka waktu kita di bumi. Namun, itu sudah terjadi sebelumnya di alam Tuhan, dalam kerangka waktu kekekalan-Nya. Iman memungkinkan terjadinya sinkronisasi waktu antara kekekalan dan waktu kita di bumi, sehingga janji-janji Allah dan realitas kerajaan-Nya dapat terwujud dalam kehidupan kita sekarang.


Implikasi Praktis:

  • Berfokus pada mendengar Firman RHEMA: Penting untuk berdoa dan mencari tuntunan Tuhan secara spesifik dan pribadi untuk mendapatkan suara Tuhan yang terkini (rhema), bukan hanya mengandalkan pengetahuan Alkitab secara umum.

  • Melatih indera Rohani: Kita perlu melatih iman kita melalui doa, perenungan, dan tindakan berdasarkan iman.

  • Melihat dengan Mata Iman: Kita perlu melihat dunia dan tantangan-tantangannya melalui perspektif iman, percaya bahwa Allah sudah menyediakan solusi dan kemenangan. Inilah kasih karunia Tuhan yang mengalir setiap pagi kita datang kepada-Nya.

  • Menyelaraskan diri dengan kehendak Tuhan: Kita perlu berusaha menyelaraskan kehendak kita dengan kehendak Tuhan dan mengizinkan Dia untuk menuntun kita melalui firman RHEMA-Nya. Inilah arti praktis dari pembaharuan akal budi.


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 1

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 1 Ps. Djonny Tambunan Kunci dari persiapan ini adalah kekudusan dan kesetiaan, yang dicapai melalui Roh Kudus, Firman, dan hamba-hamba Tuhan. Proses ini melibatkan transformasi dari sekadar umat Tuhan menjadi kekasih-Nya, yang siap dan berkontribusi pada perjamuan pernikahan.  Gereja dipanggil untuk hidup kudus, menolak dosa, dan memiliki iman yang memampukan umat untuk melihat upah kekal. Yesaya 54:5 menekankan peran Allah sebagai suami yang memproses umat-Nya menjadi istri, sementara Efesus 5:25-27 menyoroti Kristus memurnikan gereja melalui Firman. Intinya, sesi-sesi ini menekankan pentingnya kesiapan rohani dan transformasi pribadi untuk memenuhi panggilan sebagai mempelai Kristus. Wahyu 19 dan Roma 9 memiliki kesamaan dalam hal panggilan dan status orang percaya. Ayat kunci yang menjadi dasar tema Persiapan Mempelai Wanita Why 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memulia...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...