Langsung ke konten utama

Firman RHEMA dan Hubungannya dengan Iman, Pikiran, dan Realita

Saat Teduh 26 Feb 2025

Firman RHEMA ini menjadi PETUNJUK KEHIDUPAN kita dan ketika kita mendapatkan firman RHEMA, firman yang BERSUARA, Allah sudah siap dengan KEKAYAANNYA dianugerahkan kepada kita yaitu IMAN. 


Dia MENUNTUN kita dari BELAKANG, aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring.  Berarti ada TUNTUNAN Tuhan lewat firman RHEMA bukan dengan OTAK kita. Bagaimana cara kerja OTAK kita? Sering kita merasa Tuhan yang menuntun kita padahal itu otak kita. Kita merasa sedang mengikuti FT: kamu harus begini, harus melakukan ini. Padahal  itu suara otak kita. Kalau firman yang bersuara, itu bersuara kuat, nyaring dan dominan melampaui akal dan pikiran otak kita, sebab Tuhan yang berbicara, yang berkata2. 


Jadi IMAN timbul dari pendengaran akan firman RHEMA, firman yang bukan datang dari OTAK kita walaupun itu datang dari Alkitab. Firman RHEMA adalah firman yang BERSUARA berarti dia datang dari PRIBADI, bukan datang dari TULISAN.

 

Iman dasar dan bukti dari segala sesuatu yang secara fisik tidak kita lihat. Iman itu seperti panca indera untuk bisa melihat di alam yang lain, di alam roh. Tokoh-tokoh iman sudah melihat sesuatu yang tidak berwujud secara fisik dan mereka percaya bahwa semuanya itu sudah ada. Iman mereka didasarkan kepada PENGENALAN mereka akan PRIBADI Allah, bahwa Allah itu PRIBADI yang tidak pernah BERDUSTA, tidak mungkin mengingkari janjiNya atau perkataanNya.



BACA dan RENUNGKAN

Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala

sesuatu yang tidak kita lihat. 2 Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. 3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah (the WORLDS were FRAMED by the WORD of GOD = dunia2, berbagai dunia seperti dunia pendidikan, dunia politik, dunia kesehatan, dunia ekonomi dll telah dijadikan,

dibingkai oleh firman Allah), sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak

dapat kita lihat.


Ibrani 11:1 AMP IMAN adalah JAMINAN, KEPASTIAN (AKTA HAK MILIK, PENGUKUHAN)

atas segala sesuatu yang kita harapkan (dijamin secara ilahi), dan menjadi BUKTI atas segala sesuatu yang tidak kita lihat dan KEYAKINAN akan REALITANYA – IMAN memahami, mengerti sebagai FAKTA NYATA apa yang tidak dapat dialami, dipahami oleh indera jasmani kita.


Roma 8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? 25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.


Pertanyaannya:


  1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, apakah kita sudah melihat hal2 yang kita harapkan, hal2 yang menjadi pengharapan kita? (Roma 8:24-25) Iman adalah BUKTI dari segala sesuatu yang tidak kita lihat, apakah sudah ada REALITANYA di alam NATURAL? Tetapi sudah ada BUKTINYA, apa BUKTINYA itu? Melalui IMAN yang adalah INDERA ke 6 kita, kita telah MELIHAT BUKTINYA, itu sudah TERJADI di ALAMnya siapa (di KERANGKA ACUANNYA siapa)?


  1. Oleh iman telah diberikan KESAKSIAN (divine testimony), oleh karena imannya apa yang nenek moyang kita terima? Karena punya iman maka mereka bisa MENYAKSIKAN, mereka bisa MELIHAT, apa yang mereka TELAH LIHAT, di ALAM apa, di KERANGKA WAKTUNYA siapa?


  1. Karena IMAN kita MENGERTI. Hal apa lagi yang bisa kita dapatkan, bisa kita miliki oleh iman, karena iman? Apa yang kita MENGERTI tentang DUNIA2 KEHIDUPAN, tentang ALAM DUNIA ini? Apa artinya buat hidup kita?


  1. Sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. Berarti telah terjadi SINKRONISASI WAKTU antara ACUAN WAKTU KEKEKALAN di sorga dengan ACUAN WAKTU di bumi di masa hidup kita. SINKRONISASI adalah proses MENYELARASKAN atau MENYEJAJARKAN sesuatu agar TERJADI pada SAAT yang SAMA.


Apa yang bisa kita lihat itu di alamnya apa, di kerangka waktu apa? Ternyata itu TELAH TERJADI SEBELUMNYA di alamnya siapa, di kerangka waktu siapa? 


Sebelum kita dapat menjawab pertanyaannya, berikut adalah beberapa poin penting dan refleksi terkait firman RHEMA dan hubungannya dengan iman, pikiran, dan realitas:

Poin-Poin Utama:

  • Firman RHEMA vs. Pikiran:  renungan ini menekankan perbedaan antara firman RHEMA (firman yang "bersuara," berasal dari Tuhan) dan pikiran/akal budi. Firman RHEMA harus ditaati sebagai sebagai tuntunan ilahi langsung (bukan untuk dipertimbangkan lagi), sedangkan pikiran harus kita pandang sebagai sumber nasehat duniawi atau keinginan pribadi yang kerap menghalangi tujuan dan agenda Tuhan dalam hidup kita.

  • Iman timbul dari pendengaran Firman RHEMA: Iman tidak hanya muncul dari membaca Alkitab, tetapi dari mendengar firman RHEMA yang spesifik dan relevan secara pribadi, yang segar dan menjadi kebenaran terkini. Firman ini datang dari Pribadi Bapa.

  • Iman sebagai indera rohani: Iman bisa digambarkan sebagai panca indera keenam yang memungkinkan kita untuk melihat realitas di alam roh, yang tidak terlihat oleh mata jasmani.

  • Iman sebagai Jaminan dan Bukti: Iman bukan sekadar harapan kosong, tetapi merupakan jaminan, kepastian, dan bukti dari apa yang kita harapkan dan apa yang belum kita lihat secara fisik. 

  • Realitas di Alam Roh mendahului Realitas Fisik: Apa yang kita lihat di dunia fisik sebenarnya sudah terjadi sebelumnya di alam roh. Ini mengimplikasikan bahwa iman memungkinkan kita untuk mengakses dan mewujudkan realitas tersebut.

  • Sinkronisasi waktu: Iman memungkinkan terjadinya "sinkronisasi waktu" antara perspektif kekekalan Tuhan di surga dan pengalaman kita di bumi.


Jawaban Pertanyaan:

  1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, apakah kita sudah melihat hal2 yang kita harapkan, hal2 yang menjadi pengharapan kita? (Roma 8:24-25) Iman adalah BUKTI dari segala sesuatu yang tidak kita lihat, apakah sudah ada REALITANYA di alam NATURAL? Tetapi sudah ada BUKTINYA, apa BUKTINYA itu? Melalui IMAN yang adalah INDERA ke 6 kita, kita telah MELIHAT BUKTINYA, itu sudah TERJADI di ALAMnya siapa (di KERANGKA ACUANNYA siapa)?

    • Iman adalah dasar dari harapan kita, dan meskipun kita mungkin belum melihat realisasi fisik dari harapan itu (di alam natural), iman memberikan kita bukti bahwa itu sudah ada, sudah terjadi di alam roh, di kerangka acuan Tuhan. Bukti tersebut adalah keyakinan yang dalam dan kepastian yang diberikan oleh Roh Kudus melalui firman RHEMA. Kita "melihat" bukti itu melalui indera rohani kita.

    • Mungkin kita bisa analogikan apa yang terjadi di bursa efek dimana harta seseorang itu bisa dipengaruhi 2 peristiwa sekaligus: di bursa efek (berdasarkan kepemilikan saham) dan  di pasaran nyata / marketplace (padahal perusahaannya, produksinya, karyawannya semua tetap sama).


  1. Oleh iman telah diberikan KESAKSIAN (divine testimony), oleh karena imannya, apa yang nenek moyang kita terima? Karena punya iman maka mereka bisa MENYAKSIKAN, mereka bisa MELIHAT, apa yang mereka TELAH LIHAT, di ALAM apa, di KERANGKA WAKTUNYA siapa?

    • Nenek moyang kita menerima janji-janji Allah dan mengalami berkat-berkat-Nya karena iman mereka. Mereka dapat menyaksikan dan melihat realitas rohani dan karya Allah dalam kehidupan mereka. Mereka melihat realitas tersebut di alam roh, di kerangka waktu Allah yang melampaui batasan waktu manusia.

    • Abraham, bapa orang beriman, telah melakukan ikat-janji; telah mengamankan janji-janji Allah  Kita harus memiliki dimensi iman sama, sehingga kita diakui Tuhan sebagai keturunan Abraham dan berhak menerima janji-janji Allah.


  1. Karena IMAN kita MENGERTI, hal apa lagi yang bisa kita dapatkan, bisa kita miliki oleh iman, karena iman? Apa yang kita MENGERTI tentang DUNIA2 KEHIDUPAN, tenrtang ALAM DUNIA ini? Apa artinya buat hidup kita?

    • Karena iman, kita mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang dunia kehidupan, termasuk bidang-bidang seperti pendidikan, politik, kesehatan, dan ekonomi. Kita mengerti bahwa semua bidang ini diciptakan dan dibentuk oleh firman Allah. Ini berarti bahwa kita dapat membawa prinsip-prinsip kerajaan Allah ke dalam semua aspek kehidupan kita dan mempengaruhi dunia di sekitar kita dan bukan sebaliknya.

    • Karena iman, kita memahami banyak ujian dan pencobaan di dunia ini. Kita harus hidup dan bergerak (mengambil keputusan) didasari iman Kristus, sehingga bukan pola  dunia yang terjadi pada hidup kita, melainkan pola dan acuan Tuhan saja, sehingga kita selalu menerima kasih karunia-Nya dalam setiap keadaan. 

    • Percaya bahwa setiap pencobaan tidak melampaui kekuatan kita, karena dunia ini pun sudah dibingkai (tidak bisa keluar dari batasan dan hukum Allah) the WORLDS were FRAMED by the WORD of GOD = dunia2, berbagai dunia seperti dunia pendidikan, dunia politik, dunia kesehatan, dunia ekonomi dll telah dijadikan dan dibingkai oleh firman Allah.


  1. Sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat, apa yang bisa kita lihat itu di alamnya apa, di kerangka waktu apa? Ternyata itu TELAH TERJADI SEBELUMNYA di alamnya siapa, di kerangka waktu siapa? Berarti telah terjadi SINKRONISASI WAKTU antara ACUAN WAKTU KEKEKALAN di sorga dengan ACUAN WAKTU di bumi di masa hidup kita. SINKRONISASI adalah proses MENYELARASKAN atau MENYEJAJARKAN sesuatu agar TERJADI pada SAAT yang SAMA.

    • Apa yang kita lihat terjadi di dunia fisik adalah manifestasi dari apa yang sudah terjadi di alam roh. Apa yang kita lihat di dunia ini terjadi dalam kerangka waktu kita di bumi. Namun, itu sudah terjadi sebelumnya di alam Tuhan, dalam kerangka waktu kekekalan-Nya. Iman memungkinkan terjadinya sinkronisasi waktu antara kekekalan dan waktu kita di bumi, sehingga janji-janji Allah dan realitas kerajaan-Nya dapat terwujud dalam kehidupan kita sekarang.


Implikasi Praktis:

  • Berfokus pada mendengar Firman RHEMA: Penting untuk berdoa dan mencari tuntunan Tuhan secara spesifik dan pribadi untuk mendapatkan suara Tuhan yang terkini (rhema), bukan hanya mengandalkan pengetahuan Alkitab secara umum.

  • Melatih indera Rohani: Kita perlu melatih iman kita melalui doa, perenungan, dan tindakan berdasarkan iman.

  • Melihat dengan Mata Iman: Kita perlu melihat dunia dan tantangan-tantangannya melalui perspektif iman, percaya bahwa Allah sudah menyediakan solusi dan kemenangan. Inilah kasih karunia Tuhan yang mengalir setiap pagi kita datang kepada-Nya.

  • Menyelaraskan diri dengan kehendak Tuhan: Kita perlu berusaha menyelaraskan kehendak kita dengan kehendak Tuhan dan mengizinkan Dia untuk menuntun kita melalui firman RHEMA-Nya. Inilah arti praktis dari pembaharuan akal budi.


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

GUNUNG RUMAH TUHAN ALLAH YAKUB

SESI 7 – TLC 2017 – Ps. Djonny Tambunan  – 23-26 Des 2017 I. SEMUA DIMULAI DARI RUMAH TUHAN Mikha 4 gbr:youtube.com Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana ,  Mic 4:1 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem."  Mic 4:2 <<<< PEKERJAAN DAHSYAT OLEH ROH KUDUS DIMULAI DARI RUMAH TUHAN >>>> SION = sunny = bright = cerah. Ketika SION dimunculkan kita tidak lagi memerlukan matahari natural. Semua kehidupan akan diterangi baik pada waktu malam mau pun pada waktu siang. Yang akan meneranginya adalah Sion. Yes 2:1 Yesaya menjelaskan lagi siapa yang dimaksu...

Kepenuhan Kristus

SATE 17 October 2020     Bacalah terlebih dahulu : I Petrus 2:21, Efesus 1:23, Efesus 4:11-13 Dalam kehidupan Yesus sebagai manusia, Ia telah menjadi teladan. Dan Alkitab pun menuliskan bahwa kita harus hidup dalam kepenuhan Kristus, namun yang sering menjadi persoalan adalah kita tidak pernah melihat Yesus hidup sebagai manusia. Itu sebabnya dalam kedaulatanNya, Tuhan telah memilih orang-orang tertentu yang dapat Ia munculkan sebagai bapa rohani agar menjadi model yang terlihat dan kita pun makin bisa mengerti bagaimana mengalami kepenuhan Kristus melalui bapa rohani yang ada. Tapi ada hal yang harus kita ketahui mengenai konsep bapa rohani ini, bahwa tidak semua orang yang mengajarkan Firman Tuhan dapat disebut sebagai bapa rohani. Karena seseorang yang Tuhan munculkan menjadi bapa rohani, sudah pasti memiliki kualitas tertentu dalam hidupnya dan tentunya telah melalui berbagai proses Tuhan. Sehingga di dalam kedaulatan Tuhan, sang bapa rohani bisa dikenali oleh anak-an...

Dimensi Tuhan

Ukuran-ukuran Tuhan by ps. Djonny Tambunan 17-Jan-2016 Ukuran-ukuran Tuhan itu tidak pernah bisa ditawar. ukuranNya pasti. Apa pun kondisi kita, Dia tidak pernah mengubahnya. Kita pun mencari yang pasti. Jangan berjalan menurut ukuran kita, semau kita. Tanpa mencapai ukuran Tuhan kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan. Wahyu 11 (Rev 11:1)   Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Ada 3 hal yang selalu diukur oleh Tuhan, yaitu hal-hal yang rohani. Dia mengukur aspek-aspek rohani, bukan seberapa tinggi pendidikanmu, bukan seberapa banyak hartamu. Dia memiliki standar untuk diri kita yang harus bisa capai. Targetnya bukan supaya kita sama seperti Dia bisa menciptakan langit dan bumi yang baru. Bukan itu. Setiap orang yang tidak mencapai ukuran Tuhan, akan kehilangan perkenananNya. Sangat penting buat kita u...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...

Perpuluhan Dan Keimamatan Melkisedek

 Mari kita bahas dan renungkan bersama-sama bagian Firman Tuhan ini: Ayat-ayat Kunci: Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi, 20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. 21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu." 22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (Yang EMPUNYA) ...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

The House of Shem (Kemah-kemah Sem)

Dari sejarah yang disebutkan di Alkitab, inilah gineologi dari Adam ke Yusuf. Kelihatannya peta ini disusun dari Kej 5:1-32 dan dilanjutka ke Kej 11:10-26 seperti yang Musa tuliskan.  PRA AIR BAH Dari "peta" gineologi ini dapat dengan mudah kita melihat karya Tuhan yang luarbiasa. Semua generasi terhubung dengan orang-orang strategis Tuhan secara luarbiasa. Kita melihat hubungan 3 generasi: Henokh, Metusalah dan Lamekh. Juga hubungan 3 generasi berikutnya antara: Metusalah, Lamekh dan Nuh. Disusul dengan hubungan antara 3 generasi: Lamekh, Nuh dan Sem.  Ini seperti pola yang Allah sediakan untuk menjaga kesinambungan warisan rohani yang kekal (legacy). Pola 3 generasi dalam satu kemah ini menjamin warisan menjadi pusaka - inheritance to heritage legacy. Bahkan Sem juga terhubung dengan Metusalah, anak dari Henokh. Maka, tidak heran Sem menjadi sangat luarbiasa.  Warisan menggambarkan aset yang diwariskan orangtua kepada anak laki-lakinya, sedangkan pusaka mengacu pada anu...