Langsung ke konten utama

Firman RHEMA dan Hubungannya dengan Iman, Pikiran, dan Realita

Saat Teduh 26 Feb 2025

Firman RHEMA ini menjadi PETUNJUK KEHIDUPAN kita dan ketika kita mendapatkan firman RHEMA, firman yang BERSUARA, Allah sudah siap dengan KEKAYAANNYA dianugerahkan kepada kita yaitu IMAN. 


Dia MENUNTUN kita dari BELAKANG, aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring.  Berarti ada TUNTUNAN Tuhan lewat firman RHEMA bukan dengan OTAK kita. Bagaimana cara kerja OTAK kita? Sering kita merasa Tuhan yang menuntun kita padahal itu otak kita. Kita merasa sedang mengikuti FT: kamu harus begini, harus melakukan ini. Padahal  itu suara otak kita. Kalau firman yang bersuara, itu bersuara kuat, nyaring dan dominan melampaui akal dan pikiran otak kita, sebab Tuhan yang berbicara, yang berkata2. 


Jadi IMAN timbul dari pendengaran akan firman RHEMA, firman yang bukan datang dari OTAK kita walaupun itu datang dari Alkitab. Firman RHEMA adalah firman yang BERSUARA berarti dia datang dari PRIBADI, bukan datang dari TULISAN.

 

Iman dasar dan bukti dari segala sesuatu yang secara fisik tidak kita lihat. Iman itu seperti panca indera untuk bisa melihat di alam yang lain, di alam roh. Tokoh-tokoh iman sudah melihat sesuatu yang tidak berwujud secara fisik dan mereka percaya bahwa semuanya itu sudah ada. Iman mereka didasarkan kepada PENGENALAN mereka akan PRIBADI Allah, bahwa Allah itu PRIBADI yang tidak pernah BERDUSTA, tidak mungkin mengingkari janjiNya atau perkataanNya.



BACA dan RENUNGKAN

Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala

sesuatu yang tidak kita lihat. 2 Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. 3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah (the WORLDS were FRAMED by the WORD of GOD = dunia2, berbagai dunia seperti dunia pendidikan, dunia politik, dunia kesehatan, dunia ekonomi dll telah dijadikan,

dibingkai oleh firman Allah), sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak

dapat kita lihat.


Ibrani 11:1 AMP IMAN adalah JAMINAN, KEPASTIAN (AKTA HAK MILIK, PENGUKUHAN)

atas segala sesuatu yang kita harapkan (dijamin secara ilahi), dan menjadi BUKTI atas segala sesuatu yang tidak kita lihat dan KEYAKINAN akan REALITANYA – IMAN memahami, mengerti sebagai FAKTA NYATA apa yang tidak dapat dialami, dipahami oleh indera jasmani kita.


Roma 8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? 25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.


Pertanyaannya:


  1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, apakah kita sudah melihat hal2 yang kita harapkan, hal2 yang menjadi pengharapan kita? (Roma 8:24-25) Iman adalah BUKTI dari segala sesuatu yang tidak kita lihat, apakah sudah ada REALITANYA di alam NATURAL? Tetapi sudah ada BUKTINYA, apa BUKTINYA itu? Melalui IMAN yang adalah INDERA ke 6 kita, kita telah MELIHAT BUKTINYA, itu sudah TERJADI di ALAMnya siapa (di KERANGKA ACUANNYA siapa)?


  1. Oleh iman telah diberikan KESAKSIAN (divine testimony), oleh karena imannya apa yang nenek moyang kita terima? Karena punya iman maka mereka bisa MENYAKSIKAN, mereka bisa MELIHAT, apa yang mereka TELAH LIHAT, di ALAM apa, di KERANGKA WAKTUNYA siapa?


  1. Karena IMAN kita MENGERTI. Hal apa lagi yang bisa kita dapatkan, bisa kita miliki oleh iman, karena iman? Apa yang kita MENGERTI tentang DUNIA2 KEHIDUPAN, tentang ALAM DUNIA ini? Apa artinya buat hidup kita?


  1. Sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. Berarti telah terjadi SINKRONISASI WAKTU antara ACUAN WAKTU KEKEKALAN di sorga dengan ACUAN WAKTU di bumi di masa hidup kita. SINKRONISASI adalah proses MENYELARASKAN atau MENYEJAJARKAN sesuatu agar TERJADI pada SAAT yang SAMA.


Apa yang bisa kita lihat itu di alamnya apa, di kerangka waktu apa? Ternyata itu TELAH TERJADI SEBELUMNYA di alamnya siapa, di kerangka waktu siapa? 


Sebelum kita dapat menjawab pertanyaannya, berikut adalah beberapa poin penting dan refleksi terkait firman RHEMA dan hubungannya dengan iman, pikiran, dan realitas:

Poin-Poin Utama:

  • Firman RHEMA vs. Pikiran:  renungan ini menekankan perbedaan antara firman RHEMA (firman yang "bersuara," berasal dari Tuhan) dan pikiran/akal budi. Firman RHEMA harus ditaati sebagai sebagai tuntunan ilahi langsung (bukan untuk dipertimbangkan lagi), sedangkan pikiran harus kita pandang sebagai sumber nasehat duniawi atau keinginan pribadi yang kerap menghalangi tujuan dan agenda Tuhan dalam hidup kita.

  • Iman timbul dari pendengaran Firman RHEMA: Iman tidak hanya muncul dari membaca Alkitab, tetapi dari mendengar firman RHEMA yang spesifik dan relevan secara pribadi, yang segar dan menjadi kebenaran terkini. Firman ini datang dari Pribadi Bapa.

  • Iman sebagai indera rohani: Iman bisa digambarkan sebagai panca indera keenam yang memungkinkan kita untuk melihat realitas di alam roh, yang tidak terlihat oleh mata jasmani.

  • Iman sebagai Jaminan dan Bukti: Iman bukan sekadar harapan kosong, tetapi merupakan jaminan, kepastian, dan bukti dari apa yang kita harapkan dan apa yang belum kita lihat secara fisik. 

  • Realitas di Alam Roh mendahului Realitas Fisik: Apa yang kita lihat di dunia fisik sebenarnya sudah terjadi sebelumnya di alam roh. Ini mengimplikasikan bahwa iman memungkinkan kita untuk mengakses dan mewujudkan realitas tersebut.

  • Sinkronisasi waktu: Iman memungkinkan terjadinya "sinkronisasi waktu" antara perspektif kekekalan Tuhan di surga dan pengalaman kita di bumi.


Jawaban Pertanyaan:

  1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, apakah kita sudah melihat hal2 yang kita harapkan, hal2 yang menjadi pengharapan kita? (Roma 8:24-25) Iman adalah BUKTI dari segala sesuatu yang tidak kita lihat, apakah sudah ada REALITANYA di alam NATURAL? Tetapi sudah ada BUKTINYA, apa BUKTINYA itu? Melalui IMAN yang adalah INDERA ke 6 kita, kita telah MELIHAT BUKTINYA, itu sudah TERJADI di ALAMnya siapa (di KERANGKA ACUANNYA siapa)?

    • Iman adalah dasar dari harapan kita, dan meskipun kita mungkin belum melihat realisasi fisik dari harapan itu (di alam natural), iman memberikan kita bukti bahwa itu sudah ada, sudah terjadi di alam roh, di kerangka acuan Tuhan. Bukti tersebut adalah keyakinan yang dalam dan kepastian yang diberikan oleh Roh Kudus melalui firman RHEMA. Kita "melihat" bukti itu melalui indera rohani kita.

    • Mungkin kita bisa analogikan apa yang terjadi di bursa efek dimana harta seseorang itu bisa dipengaruhi 2 peristiwa sekaligus: di bursa efek (berdasarkan kepemilikan saham) dan  di pasaran nyata / marketplace (padahal perusahaannya, produksinya, karyawannya semua tetap sama).


  1. Oleh iman telah diberikan KESAKSIAN (divine testimony), oleh karena imannya, apa yang nenek moyang kita terima? Karena punya iman maka mereka bisa MENYAKSIKAN, mereka bisa MELIHAT, apa yang mereka TELAH LIHAT, di ALAM apa, di KERANGKA WAKTUNYA siapa?

    • Nenek moyang kita menerima janji-janji Allah dan mengalami berkat-berkat-Nya karena iman mereka. Mereka dapat menyaksikan dan melihat realitas rohani dan karya Allah dalam kehidupan mereka. Mereka melihat realitas tersebut di alam roh, di kerangka waktu Allah yang melampaui batasan waktu manusia.

    • Abraham, bapa orang beriman, telah melakukan ikat-janji; telah mengamankan janji-janji Allah  Kita harus memiliki dimensi iman sama, sehingga kita diakui Tuhan sebagai keturunan Abraham dan berhak menerima janji-janji Allah.


  1. Karena IMAN kita MENGERTI, hal apa lagi yang bisa kita dapatkan, bisa kita miliki oleh iman, karena iman? Apa yang kita MENGERTI tentang DUNIA2 KEHIDUPAN, tenrtang ALAM DUNIA ini? Apa artinya buat hidup kita?

    • Karena iman, kita mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang dunia kehidupan, termasuk bidang-bidang seperti pendidikan, politik, kesehatan, dan ekonomi. Kita mengerti bahwa semua bidang ini diciptakan dan dibentuk oleh firman Allah. Ini berarti bahwa kita dapat membawa prinsip-prinsip kerajaan Allah ke dalam semua aspek kehidupan kita dan mempengaruhi dunia di sekitar kita dan bukan sebaliknya.

    • Karena iman, kita memahami banyak ujian dan pencobaan di dunia ini. Kita harus hidup dan bergerak (mengambil keputusan) didasari iman Kristus, sehingga bukan pola  dunia yang terjadi pada hidup kita, melainkan pola dan acuan Tuhan saja, sehingga kita selalu menerima kasih karunia-Nya dalam setiap keadaan. 

    • Percaya bahwa setiap pencobaan tidak melampaui kekuatan kita, karena dunia ini pun sudah dibingkai (tidak bisa keluar dari batasan dan hukum Allah) the WORLDS were FRAMED by the WORD of GOD = dunia2, berbagai dunia seperti dunia pendidikan, dunia politik, dunia kesehatan, dunia ekonomi dll telah dijadikan dan dibingkai oleh firman Allah.


  1. Sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat, apa yang bisa kita lihat itu di alamnya apa, di kerangka waktu apa? Ternyata itu TELAH TERJADI SEBELUMNYA di alamnya siapa, di kerangka waktu siapa? Berarti telah terjadi SINKRONISASI WAKTU antara ACUAN WAKTU KEKEKALAN di sorga dengan ACUAN WAKTU di bumi di masa hidup kita. SINKRONISASI adalah proses MENYELARASKAN atau MENYEJAJARKAN sesuatu agar TERJADI pada SAAT yang SAMA.

    • Apa yang kita lihat terjadi di dunia fisik adalah manifestasi dari apa yang sudah terjadi di alam roh. Apa yang kita lihat di dunia ini terjadi dalam kerangka waktu kita di bumi. Namun, itu sudah terjadi sebelumnya di alam Tuhan, dalam kerangka waktu kekekalan-Nya. Iman memungkinkan terjadinya sinkronisasi waktu antara kekekalan dan waktu kita di bumi, sehingga janji-janji Allah dan realitas kerajaan-Nya dapat terwujud dalam kehidupan kita sekarang.


Implikasi Praktis:

  • Berfokus pada mendengar Firman RHEMA: Penting untuk berdoa dan mencari tuntunan Tuhan secara spesifik dan pribadi untuk mendapatkan suara Tuhan yang terkini (rhema), bukan hanya mengandalkan pengetahuan Alkitab secara umum.

  • Melatih indera Rohani: Kita perlu melatih iman kita melalui doa, perenungan, dan tindakan berdasarkan iman.

  • Melihat dengan Mata Iman: Kita perlu melihat dunia dan tantangan-tantangannya melalui perspektif iman, percaya bahwa Allah sudah menyediakan solusi dan kemenangan. Inilah kasih karunia Tuhan yang mengalir setiap pagi kita datang kepada-Nya.

  • Menyelaraskan diri dengan kehendak Tuhan: Kita perlu berusaha menyelaraskan kehendak kita dengan kehendak Tuhan dan mengizinkan Dia untuk menuntun kita melalui firman RHEMA-Nya. Inilah arti praktis dari pembaharuan akal budi.


Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...