Langsung ke konten utama

Yesus Mengetahui Masa Depannya: Kepastian Iman

Saat Teduh 10 Feb 2025


Banyak orang berkata, saya tidak tahu HARI ESOK, karena dia mengutip dari FT. Padahal ayat itu berbicara di atasnya adalah tentang IMAN. Tidak mungkin kita tidak tahu hari esok kalau kita  MEMILIKI IMAN. Kebanyakan orang hanya memahami tentang hari esok itu seperti ini, yang penting kalau saya mati saya masuk sorga. Penjahat yang di salib di samping Yesus saja diberitahu oleh Yesus, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus. Yesus sudah tahu Dia akan bertemu dengan orang itu. Padahal orang ini hanya mengatakan, Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja. Dia minta hanya DIINGAT oleh Yesus. Lalu Yesus menjawabnya, tenang aja, kita akan ketemu di Firdaus, Yesus tidak berkata, oke MUDAH-MUDAHAN, MOGA-MOGA kita ketemu di Firdaus ya, jadi sesuatu yang PASTI DIKATAKAN oleh Yesus.


BACA dan RENUNGKAN

Yohanes 8:14 Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi.


Matius 16:21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.


Matius 17:22 Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata

kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia 23 dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itupun sedih sekali.


Matius 20:17 Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya

tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan: 18 "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. 19 Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan."


Yohanes 6:38 Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi

untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.


Matius 3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena

demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun

menuruti-Nya.


Apa yang Yesus KETAHUI tentang diriNya? (Yohanes 8:14) Jadi DARIMANA Yesus

BERASAL dan KEMANA Yesus akan PERGI?


Apa yang Yesus SUDAH KETAHUI akan TERJADI pada hidupNya? Mengapa Dia

memberitahukan apa yang akan dialaminya itu kepada murid2Nya sampai 3 atau 4 kali?

SIKAP apa yang ADA pada HATI Yesus ketika Dia menceritakan hal itu? Apakah Yesus

menceritakannya dengan hati yang TERTEKAN dan SEDIH? Siapa yang menjadi SEDIH

SEKALI mendengar apa yang akan Yesus alami? (Matius 16:21; 17:22; 20:17)


Apa yang Yesus KETAHUI tentang TUJUANNYA datang ke dunia ini? (Yohanes 6:38)


Yesus TAHU bahwa Dia akan MENDERITA ANIAYA, akan MATI dan DIBANGKITKAN.

Apakah hal itu HANYA menjadi KEHENDAK Allah Bapa saja? Apa yang menjadi

KETETAPAN HATI Yesus? (Matius 3:15)


PENDALAMAN

Kita akan membahas tentang bagaimana IMAN seharusnya memberikan kita keyakinan tentang masa depan, terutama dalam konteks keselamatan dan janji-janji Tuhan. Mari kita telaah lebih dalam poin-poinnya:

Poin-poin Utama:

  • Pandangan umum tentang masa depan: Yesus sedang mendobrak pandangan umum bahwa ketidaktahuan tentang masa depan seperti dibenarkan dengan mengutip "hari esok hanya Tuhan yang tahu," sementara melupakan aspek iman. Dia ingin mengubahnya pandangan ini, bahwa iman kita seharusnya memberikan keyakinan tentang masa depan, jangan hanya yakin dalam hal keselamatan.

  • Contoh Penjahat disalib bersama Yesus:  contohnya penjahat yang disalib bersama Yesus sebagai bukti bahwa Yesus mengetahui masa depan (keselamatan penjahat tersebut) dan memberikan kepastian, bukan harapan yang samar.

  • Ayat-ayat Pendukung: banyak ayat-ayat Alkitab yang menunjukkan bahwa Yesus mengetahui tentang masa depan-Nya, termasuk penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Iman di dalam Kristus harus juga memiliki keyakinan yang sama.

Analisis Lebih Lanjut:

  1. Apa yang Yesus KETAHUI tentang diriNya? (Yohanes 8:14) Jadi DARIMANA Yesus BERASAL dan KEMANA Yesus akan PERGI?

    • Yesus tahu bahwa Ia berasal dari Allah Bapa (surga) dan akan kembali kepada-Nya. Ia memiliki kesadaran ilahi yang melampaui pemahaman manusia biasa. "Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi." Ini menunjukkan bukan hanya pengetahuan iman, tapi juga kesadaran  mendalam tentang identitas  dan misi-Nya

    • Kita harus memiliki pengetahuan iman dan kesadaran tentang siapa jatidiri kita di dalam Tuhan, apa tujuan hidup kita, sehingga terwujud keyakinan iman kita “dari mana aku datang dan ke mana aku pergi”. Bukan hanya berkhayal tentang surga dan neraka seperti orang-orang beragama.


  1. Apa yang Yesus SUDAH KETAHUI akan TERJADI pada hidupNya? Mengapa Dia memberitahukan apa yang akan dialaminya itu kepada murid2Nya sampai 3 atau 4 kali? SIKAP apa yang ADA pada HATI Yesus ketika Dia menceritakan hal itu? Apakah Yesus menceritakannya dengan hati yang TERTEKAN dan SEDIH? Siapa yang menjadi SEDIH SEKALI mendengar apa yang akan Yesus alami? (Matius 16:21; 17:22; 20:17)

    • Yesus tahu bahwa Ia akan pergi ke Yerusalem, menderita, ditolak oleh para pemimpin agama, disalibkan, dan bangkit pada hari ketiga.

    • Ia memberitahukan hal ini berulang kali agar para murid-Nya siap secara mental dan spiritual menghadapi peristiwa tersebut. Ini juga merupakan penggenapan nubuat-nubuat Perjanjian Lama.

    • Sikap Yesus adalah keteguhan hati, kepatuhan pada kehendak Bapa, dan kasih kepada umat manusia. Meskipun Ia tahu penderitaan yang akan dialami-Nya, Ia tetap teguh dalam melaksanakan misi-Nya. Tidak ada indikasi bahwa Yesus menceritakannya dengan hati yang tertekan. Ada penerimaan, meskipun mungkin ada kesedihan karena pemahaman duniawi para murid.

    • Murid-murid-Nya menjadi sangat sedih ketika mendengar tentang penderitaan yang akan dialami Yesus. Hal ini menunjukkan bahwa mereka belum sepenuhnya memahami rencana Allah dan makna pengorbanan Kristus.


  1. Apa yang Yesus KETAHUI tentang TUJUANNYA datang ke dunia ini? (Yohanes 6:38)

    • Yesus tahu bahwa Ia datang ke dunia untuk melakukan kehendak Bapa, yaitu untuk memberikan diri-Nya sebagai korban penebusan bagi dosa-dosa manusia. "Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku."

    • Kita harus memahami tujuan hidup kita dilahirkan di bumi ini, bukan untuk sekedar memenuhi bumi, tapi untuk mewujudkan kehendak Bapa yaitu, memultiplikasikan Kristus: memenuhi  bumi dengan orang-orang yang memiliki  karakter (DNA) yang serupa dengan Kristus. Yesus Kristus adalah gambar dan wujud Allah yang utuh dan sempurna (Ibr 1:3).

Ibr 1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, 


  1. Yesus TAHU bahwa Dia akan MENDERITA ANIAYA, akan MATI dan DIBANGKITKAN. Apakah hal itu HANYA menjadi KEHENDAK Allah Bapa saja? Apa yang menjadi KETETAPAN HATI Yesus? (Matius 3:15)

    • Penderitaan, kematian, dan kebangkitan Yesus merupakan kehendak Allah Bapa, tetapi juga merupakan ketetapan hati Yesus sendiri. Ia dengan sukarela memilih untuk taat pada kehendak Bapa dan memberikan diri-Nya sebagai korban.

    • Ketetapan hati Yesus adalah untuk menggenapkan seluruh kehendak Allah termasuk baptisan-Nya sebagai tanda identifikasi dengan umat manusia dan penggenapan kebenaran. "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah."


Kesimpulan dan Refleksi:

Yesus menekankan pentingnya iman dalam memberikan keyakinan tentang masa depan, dalam konteks keselamatan dan tujuan Allah. Yesus Kristus dalam kemanusiaan-Nya telah membuktikan “masa depan-Nya” dan memberikan kepastian kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Namun, perlu diingat bahwa:

  • Pengetahuan vs. Keyakinan: Pengetahuan Yesus tentang masa depan-Nya adalah unik sebagai Anak Allah. Kita tidak memiliki pengetahuan yang sama. Namun, iman dapat memberikan kita keyakinan dan pengharapan tentang masa depan yang kekal bersama-Nya.

  • Keseimbangan: Ada keseimbangan antara iman dan ketidakpastian. Iman bukan berarti kita tahu semua detail masa depan, tetapi kita percaya bahwa Tuhan memegang kendali dan akan menuntun kita sesuai dengan rencana-Nya.

  • Fokus yang benar: Memang benar bahwa iman tidak hanya tentang "masuk surga setelah mati." Iman yang sejati memengaruhi cara kita hidup saat ini, mendorong kita untuk mengasihi Tuhan dan sesama, serta melakukan kehendak-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita.

Jadi, ini poin yang  sangat relevan dengan hidup kita di dunia ini. Iman seharusnya tidak membuat kita pasif dan menerima ketidakpastian (nasib) begitu saja, tetapi memberikan kita keberanian dan keyakinan untuk menghadapi masa depan dengan pengharapan dan kepastian akan janji-janji Tuhan. Inilah “takdir” yang sebenarnya sudah ditentukan Allah buat hidup kita.

Yer 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.


Beranda (Home)
Hari Proof

Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...