Langsung ke konten utama

Pewahyuan Yesus Kristus dan Penerapannya (bag 2)

Saat Teduh 02 Feb 2025

Supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Itu SIFATNYA Allah, Dia menunjukkan apa yang harus segera terjadi, bukan Dia MEMBERITAHU apa yang harus terjadi tapi Dia MENUNJUKKAN apa yang harus segera terjadi berarti kita bisa MELIHATNYA.

Pewahyuan ini didapat oleh Yohanes di pulau Patmos, pada saat dia dipenjara itu bukan tempat
Bait Suci, dia mendapatkan pewahyuan seperti ini. Dikatakan juga dia DIKUASAI ROH di tempat
seperti ini, padahal itu tempat yang bagi kita tidak layak, untuk berdoa saja tidak layak karena di
ruang atau kamar penjara itu, maka toilet ada di situ, meludah di situ, makan di situ, tidur di situ,
berdoa di situ. Disinilah kita melihat bahwa Allah mau MENUNJUKKANNYA, menunjukkan apa
yang harus segera terjadi.


BACA dan RENUNGKAN

Ulangan 29:29 Hal-hal yang tersembunyi (the SECRET things = hal2 yang RAHASIA)

ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan (the things which are

REVEALED and DISCLOSED = hal2 yang DISINGKAPKAN dan DIBUKAKAN) ialah

bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini."


Wahyu 1:1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya

ditunjukkanNya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes. 2 Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya. 3 Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

Matius 13:11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia (the SECRETS and MYSTERIES) Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.

PENDALAMAN


1. Hal-hal apa yang menjadi BAGIAN Tuhan Allah kita? Dan hal-hal apa yang menjadi BAGIAN kita, umat-Nya, gereja-Nya? (Ulangan 29:29)

  • Bagian Tuhan Allah: "Hal-hal yang tersembunyi (the SECRET things)" adalah bagian Tuhan Allah. Ini adalah rahasia-rahasia dan rencana-rencana Allah yang tidak dapat kita pahami sepenuhnya atau kita ketahui kecuali jika Dia mengungkapkannya. Ini mencakup pengetahuan tentang masa depan, rencana-rencana-Nya yang sempurna, dan hal-hal yang melampaui pemahaman manusia.


  • Bagian Kita, Umat-Nya, Gereja-Nya: "Hal-hal yang dinyatakan (the things which are REVEALED and DISCLOSED)" adalah bagian kita. Ini adalah kebenaran dan pewahyuan yang telah Allah singkapkan dan bukakan kepada kita melalui firman-Nya, Roh Kudus, dan karya-karya-Nya dalam sejarah. Ini adalah pengetahuan yang kita butuhkan untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya dan mengalami pertumbuhan rohani.

2. Apa TUJUAN Tuhan menyingkapkan, membukakan dan mewahyukan firman-Nya, rencana-Nya kepada kita? (Ulangan 29:29)

  • Tujuan Tuhan menyingkapkan firman-Nya adalah "supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini." Ini berarti:

    • Ketaatan: Allah ingin kita memahami kehendak-Nya agar kita dapat hidup dalam ketaatan kepada-Nya.

    • Memberikan pengertian dan hikmat: rahasianya ditunjukkan kepada hamba-hambaNya yang taat dan setia untuk memberikan pengertian dan hikmat, kemampuan ilahi untuk melaksanakan bagiannya.

    • Pertumbuhan: Pewahyuan firman-Nya membantu kita untuk bertumbuh dalam pengenalan akan Allah dan jalan-jalan-Nya.

    • Berkat: Ketaatan pada firman-Nya membawa berkat dan kehidupan yang berkelimpahan bagi kita. 

    • Musim yang baru: Memberikan pengharapan baru dan membawa kita kepada musim yang baru, bahkan ke zaman yang baru. 

    • Menjadi Saksi: Ketika kita melakukan kehendak-Nya, kita menjadi saksi yang hidup tentang kuasa dan kebenaran-Nya kepada dunia.


3. Allah TELAH MENGARUNIAKAN PEWAHYUAN kepada Yesus Kristus. Kemudian apa yang akan Yesus lakukan kepada hamba-hamba-Nya, kepada Yohanes? Lalu apa yang Yohanes akan lakukan kepada gereja-gereja-Nya? (Wahyu 1:1-2)

  • Yesus kepada hamba-hamba-Nya (termasuk Yohanes): Setelah menerima pewahyuan dari Allah, Yesus akan:

    • Menunjukkan (bukan memberitahu): Yesus akan menampakkan atau memperlihatkan (bukan sekadar memberitahu) kepada hamba-hamba-Nya apa yang "harus segera terjadi." Ini berarti memberikan pemahaman yang mendalam dan pengalaman akan realitas rohani.


  • Yohanes kepada Gereja-Gereja-Nya: Setelah menerima pewahyuan dari Yesus, Yohanes akan:

    • Menjadi saksi: Yohanes akan bersaksi tentang firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus.

    • Mencatat: Ia akan mencatat "segala sesuatu yang telah dilihatnya," yaitu semua penglihatan dan pewahyuan yang diterimanya.

    • Menyampaikan: Ia akan menyampaikan pewahyuan ini kepada gereja-gereja, sehingga mereka juga dapat memahami kehendak Allah dan mempersiapkan diri untuk masa depan.


4. Apa yang Yesus KARUNIAKAN kepada murid-murid-Nya? (Matius 13:11) Mengapa Yesus memberikan KARUNIA untuk MENGETAHUI RAHASIA Kerajaan Sorga kepada murid-murid-Nya? Jelaskan hubungannya dengan Ulangan 29:29.

  • Karunia Yesus kepada murid-murid: Yesus mengaruniakan "untuk mengetahui rahasia (the SECRETS and MYSTERIES) Kerajaan Sorga" kepada murid-murid-Nya. Tuhan memberikan persepsi yang tepat, sehingga mereka mendapatkan pengertian yang akurat.

  • Tujuan dan Hubungan dengan Ulangan 29:29:

    • Perbedaan: Walaupun "rahasia" (the SECRETS and MYSTERIES) pada Matius 13:11 merujuk kepada aspek-aspek yang tersembunyi di Kerajaan Sorga, perbedaan dari "rahasia" (the SECRET things) pada Ulangan 29:29 terletak pada siapa yang berhak menerimanya. Pada Ulangan 29:29, "rahasia" adalah bagian Allah, sementara pada Matius 13:11, "rahasia" Kerajaan Sorga diberikan kepada murid-murid.

    • Pengungkapan: Yesus memberikan karunia ini karena Dia ingin menyingkapkan rahasia Kerajaan Sorga kepada para murid-Nya, sama seperti pada Ulangan 29:29, Tuhan menyatakan hal-hal yang sebelumnya tersembunyi. Tujuan akhirnya sama, yaitu agar mereka:

      • Memahami: Mereka bisa memahami rahasia Kerajaan Sorga (hal-hal yang tadinya tersembunyi).

      • Berpartisipasi: Mereka bisa mengambil bagian dalam Kerajaan Sorga.

      • Memberitakan: Mereka bisa memberitakan Injil Kerajaan Sorga kepada orang lain.

      • Ketaatan dan Penerapan: Sama seperti Ulangan 29:29, pemberian karunia ini bertujuan supaya murid-murid menaati dan menerapkan kebenaran yang telah disingkapkan dalam kehidupan mereka.


    • Koneksi: Matius 13:11 adalah penggenapan dari prinsip Ulangan 29:29, di mana Allah memilih untuk mengungkapkan rahasia-Nya kepada orang-orang yang telah dipilih-Nya, bukan untuk menguasainya dan membiarkannya tetap menjadi rahasia , tetapi untuk memberitakan sampai ke anak-cucu dan melayani kehendak dan tujuan Bapa. .


Kesimpulan

Renungan ini mengajarkan bahwa:

  • Ada perbedaan antara apa yang Allah simpan sebagai rahasia dan apa yang Dia singkapkan kepada umat-Nya. Rahasia Allah tidak perlu dicari-cari, karena Ia sendiri yang akan menyingkapkannya kepada orang-orang pilihan-Nya.

  • Tujuan Allah menyingkapkan firman-Nya adalah agar kita hidup dalam ketaatan dan mengalami pertumbuhan rohani.

  • Yesus menunjukkan (bukan sekadar memberitahu) pewahyuan kepada hamba-hamba-Nya, dan mereka harus bersaksi dan menyampaikannya kepada orang lain.

  • Allah memberikan karunia untuk memahami rahasia kerajaan sorga agar kita dapat menjadi bagian dalam kerajaan itu, hidup di dalamnya, melakukannya dan membagikan kebenaran kepada orang lain.

Penting bagi kita untuk menerima dengan rendah hati baik apa yang Allah nyatakan, tidak usah menghitung-hitung waktu dan harinya hari Tuhan yang dahsyat itu. Biarlah itu tetap menjadi milik Bapa, Yesus pun tidak mengetahuinya dan tidak berusaha mengambil hak Bapa - sebab Ia berpegang  pada prinsip firman Ulangan 29:29.  Jadi kita hidup berdasarkan kebenaran yang telah dinyatakan-Nya. Dengan demikian, kita akan menjadi saksi yang hidup bagi kemuliaan-Nya.




Beranda (Home)

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 1

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 1 Ps. Djonny Tambunan Kunci dari persiapan ini adalah kekudusan dan kesetiaan, yang dicapai melalui Roh Kudus, Firman, dan hamba-hamba Tuhan. Proses ini melibatkan transformasi dari sekadar umat Tuhan menjadi kekasih-Nya, yang siap dan berkontribusi pada perjamuan pernikahan.  Gereja dipanggil untuk hidup kudus, menolak dosa, dan memiliki iman yang memampukan umat untuk melihat upah kekal. Yesaya 54:5 menekankan peran Allah sebagai suami yang memproses umat-Nya menjadi istri, sementara Efesus 5:25-27 menyoroti Kristus memurnikan gereja melalui Firman. Intinya, sesi-sesi ini menekankan pentingnya kesiapan rohani dan transformasi pribadi untuk memenuhi panggilan sebagai mempelai Kristus. Wahyu 19 dan Roma 9 memiliki kesamaan dalam hal panggilan dan status orang percaya. Ayat kunci yang menjadi dasar tema Persiapan Mempelai Wanita Why 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memulia...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...