Langsung ke konten utama

Ketetapan Hati dan Rencana Allah

Saat Teduh 12 Feb 2025


Berapa kali Yesus harus memberitahukan bahwa Dia akan menderita, Dia akan mati, Dia akan bangkit, Dia akan naik? Di alkitab tertulis TIGA KALI. Itu menunjukkan Dia sudah memiliki ketetapan hati. Yesus tahu apa yang disebut MENDERITA lalu MATI itu adalah JALAN Tuhan. Adalah tidak mungkin Allah akan menunjukkan kepada kita apa yang akan terjadi karena bagian terpenting di dalam hidup kita bukanlah kita merelakan untuk masuk kepada JALAN Tuhan itu. Kita mungkin berpikir Yesus tidak mengalami KENGERIAN, Yesus mengalaminya. Tapi Dia memiliki KETETAPAN HATI yang LEBIH KUAT daripada hal-hal yang mengerikan bagi seorang manusia untuk menjalaninya. KETETAPAN HATI itu penting.


Jadi waktu Yesus menderita, Yesus mati, itu SEPENUHNYA adalah KEHENDAKNYA Yesus. Allah tidak bisa MEMPENGARUHI Dia (karena Yesus adalah manusia sejati yang memiliki kehendak bebas). Allah hanya memaparkan tentang rencana agungnya Allah kalau Yesus akan menderita dan mati. Dia paparkan saja, tetapi SEPENUHNYA, silahkan Yesus Orang Nazaret Engkau yang memutuskannya. 



BACA dan RENUNGKAN

Kisah Rasul 2:23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu

salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. 24 Tetapi Allah

membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.


Kisah Rasul 2:32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua

adalah saksi. 33 Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh

Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.


Dia yang DISERAHKAN Allah menurut maksud dan rencana-Nya, kalau Allah tidak

menyerahkan Yesus apakah Yesus akan mati atau tidak? Apa yang Allah TUNGGU dari

Yesus, SEBELUM Dia MENYERAHKAN Yesus kepada orang2 Yahudi untuk disalibkan?

Apa yang menjadi KEPUTUSAN dan KETETAPAN HATI Yesus?


Bagaimana hidup kita juga diserahkan Allah MASUK ke dalam JALAN Tuhan? Apa yang

Tuhan TUNGGU dari diri kita sebelum kita dimasukkan dalam rencana agungNya

sepanjang masa?


Yesus inilah yang DIBANGKITKAN Allah, apakah Yesus tidak bisa bangkit sendiri?

Membangkitkan Yesus itu adalah PORSINYA siapa? Apakah itu kemauannya Yesus? Siapa

yang memberitakan bahwa Yesus akan bangkit? Jadi Yesus memberitahukan apa yang Allah akan lakukan sehubungan dengan KETETAPAN HATINYA. Bisakah kita juga memahaminya? Kalau kita punya KETETAPAN HATI, maka kita bisa TAHU apa yang HARUS TERJADI di HARI-HAR MENDATANG, karena Allah akan MENUNJUKKAN hal itu.


Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah, setelah Allah Bapa melihat KETETAPAN HATI dan

KEPUTUSAN Yesus untuk MENGGENAPKAN RENCANA AGUNG Bapa. Apa saja yang

Allah lakukan kepada Yesus? (Kisah Rasul 2:32-33)


PENDALAMAN

1. Penyerahan Yesus oleh Allah: Apa yang Allah Tunggu dari Yesus?

Kisah Para Rasul 2:23 menyatakan bahwa Yesus diserahkan oleh Allah menurut maksud dan rencana-Nya. Ini mengimplikasikan bahwa ada aspek penyerahan dari pihak Allah. Namun, penting untuk memahami bahwa penyerahan ini bukanlah tindakan paksaan. Lebih tepatnya, ini adalah pemenuhan rencana Allah yang sejak semula telah ada, di mana Yesus, dengan sukarela, setuju untuk menjadi korban penebusan.

Apa yang Allah tunggu dari Yesus? Allah menunggu ketaatan sukarela Yesus terhadap kehendak Bapa. Ini tercermin dalam doa Yesus di Taman Getsemani (Matius 26:39), "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." Yesus bergumul dengan kengerian penderitaan yang akan Dia alami, tetapi pada akhirnya memilih untuk taat pada kehendak Bapa. Ketaatan inilah yang menjadi dasar bagi Allah untuk menggenapi rencana penyelamatan-Nya melalui pengorbanan Yesus.

Ketegasan hati Yesus untuk taat, meskipun menghadapi penderitaan yang luar biasa, adalah kunci dari keseluruhan rencana penebusan. Tanpa ketaatan sukarela Yesus, rencana itu tidak akan dapat terlaksana.

2. Bagaimana hidup kita juga diserahkan Allah MASUK ke dalam JALAN Tuhan? Hidup kita diserahkan kepada Allah: Apa yang Tuhan Tunggu dari Kita?

Paralel dapat ditarik antara penyerahan Yesus dan penyerahan diri kita kepada Allah. Allah juga menunggu ketaatan sukarela dan ketetapan (ketegasan, keteguhan) hati dari kita untuk masuk ke dalam rencana-Nya. Ini berarti:

  • Menyerahkan kehendak kita kepada kehendak Allah. Seperti Yesus, kita harus bersedia mengatakan, "Jangan kehendakku yang jadi, melainkan kehendak-Mu."

  • Menyerahkan cita-cita dan agenda hidup kita. Ini adalah langkah awal untuk masuk ke dalam hubungan dengan motivasi yang benar dengan Allah.

  • Menyelaraskan pikiran kita dengan pikiran Kristus: Terus dibentuk dan dibangun oleh Firman, mengalami upgrade dan update dalam perjalanan kehidupan rohani kita.

Ketika kita menunjukkan ketaatan sukarela ini, Allah akan memimpin kita ke dalam rencana-Nya bagi hidup kita. Rencana itu tidak mudah dan tidak sesuai dengan kehendak lahiriah kita, tetapi kita dapat yakin bahwa Allah akan menyertai kita dan memberikan kekuatan untuk menghadapinya.

3. Kebangkitan Yesus: Porsinya Siapa?

Kisah Para Rasul 2:32 menegaskan bahwa Allah membangkitkan Yesus. Ini adalah tindakan ilahi. Meskipun Yesus memiliki kuasa untuk memberikan nyawa-Nya dan mengambilnya kembali (Yohanes 10:18), Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Allah adalah pihak yang membangkitkan Yesus. Kebangkitan adalah bukti kuasa Allah atas maut dan merupakan validasi dari pengorbanan Yesus sebagai korban penebusan yang sempurna. Jadi meski pun Yesus memiliki kuasa untuk memberikan nyawa-Nya dan mengambilnya kembali, Dia telah menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada Bapa, sebab itu adalah porsinya Bapa.

Yesus memberitakan tentang kebangkitan-Nya (misalnya, Matius 16:21; 17:23; 20:19). Ini menunjukkan bahwa Yesus tahu rencana Allah dan kehendak-Nya, dan Dia memberitakannya kepada murid-murid-Nya agar mereka tidak terkejut dan kehilangan iman ketika Dia mati.

Paralel dalam hal hari kedatangan Tuhan kembali ke bumi, Yesus menghormati Bapa dan menjadikan hal itu sebagai porsi Bapa. Jadi Yesus mengatakan, bahwa hanya Bapa yang mengetahui kapan waktunya. Jadi jika ada nabi, pendeta, malaikat atau siapa pun yang mengatakan tentang waktu kedatangan Tuhan kembali ke bumi itu adalah kebohongan dan penyesatan, sebab Yesus saja tidak tahu.

Mengenai pemahaman bahwa ketetapan hati dapat membuat kita tahu apa yang akan terjadi di masa depan, bukan misteri lagi. Memiliki ketetapan hati yang sesuai dengan kehendak Allah akan membuat kita lebih peka terhadap pimpinan Roh Kudus dan memungkinkan kita untuk melihat peluang dan berkat yang mungkin terlewatkan oleh orang lain. Namun, itu tidak berarti kita akan memiliki kemampuan untuk meramalkan masa depan. Konteksnya adalah iman yang dapat melihat jauh ke depan seperti indera rohani, yaitu: intuisi dan hati nurani yang bekerja; bukan insting dan naluri dari perasaan atau pikiran kita.    

4. Setelah Ketetapan Hati Yesus: Apa yang Allah Lakukan?

Setelah Allah Bapa melihat ketetapan hati dan keputusan Yesus untuk menggenapi rencana agung-Nya, Allah melakukan beberapa hal:

  • Membangkitkan Yesus dari antara orang mati (Kisah Para Rasul 2:32).

  • Meninggikan Yesus di sebelah kanan-Nya (Kisah Para Rasul 2:33). Ini adalah posisi kehormatan dan kekuasaan.

  • Menganugerahkan Roh Kudus kepada Yesus (Kisah Para Rasul 2:33).

  • Yesus mencurahkan Roh Kudus kepada para murid (Kisah Para Rasul 2:33). Ini adalah pemenuhan janji Allah dan merupakan awal dari era gereja.

Semua tindakan ini menunjukkan bahwa Allah sangat berkenan kepada Yesus dan memuliakan Dia karena ketaatan-Nya.

Kesimpulan:

Ketetapan hati Yesus untuk taat kepada kehendak Bapa adalah pusat dari rencana keselamatan. Ketaatan-Nya memungkinkan Allah untuk menggenapi janji-janji-Nya dan menawarkan keselamatan kepada seluruh umat manusia. Demikian pula, ketaatan sukarela kita kepada Allah adalah kunci untuk masuk ke dalam rencana-Nya bagi hidup kita.  

Beranda (Home)
Hari Proof

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 1

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 1 Ps. Djonny Tambunan Kunci dari persiapan ini adalah kekudusan dan kesetiaan, yang dicapai melalui Roh Kudus, Firman, dan hamba-hamba Tuhan. Proses ini melibatkan transformasi dari sekadar umat Tuhan menjadi kekasih-Nya, yang siap dan berkontribusi pada perjamuan pernikahan.  Gereja dipanggil untuk hidup kudus, menolak dosa, dan memiliki iman yang memampukan umat untuk melihat upah kekal. Yesaya 54:5 menekankan peran Allah sebagai suami yang memproses umat-Nya menjadi istri, sementara Efesus 5:25-27 menyoroti Kristus memurnikan gereja melalui Firman. Intinya, sesi-sesi ini menekankan pentingnya kesiapan rohani dan transformasi pribadi untuk memenuhi panggilan sebagai mempelai Kristus. Wahyu 19 dan Roma 9 memiliki kesamaan dalam hal panggilan dan status orang percaya. Ayat kunci yang menjadi dasar tema Persiapan Mempelai Wanita Why 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memulia...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...