Saat Teduh 6 Feb 2025
Pemaparan ini membahas tentang konsep waktu dalam perspektif teologis Kristen, khususnya berkaitan dengan janji-janji Allah dan penggenapannya.
Allah yang selama ini kita sembah, yang selama ini kita kenal itu adalah Allah yang SELALU
memberikan KEPASTIAN, karena Dia bukan Allah penuh KERAGU2AN, Dia bukan Allah pendusta atau Allah yang mengingkari janjiNya. Yang menjadi masalah adalah bahwa kita seringkali dengan gegabah memegang firmanNya tetapi kita mudah terperosok ke dalam lubang keragu2an, karena kita ingin segera melihat dan mengalami penggenapan janjiNya. Dan ketika itu tidak terjadi di masa hidup kita maka kita menganggap Allah tidak menepati janjiNya.
Jadi sebenarnya di masa hidup kita hal2 yang sudah PASTI itu bisa terjadi dan seharusnya kita bisa menemukan ada namanya yang disebut PERIODE WAKTU dari KEKEKALAN sampai KEKEKALAN. Selama kita hidup di dunia ini, itu adalah BAGIAN TERKECIL dari kekekalan terhadap kekekalan, kita mungkin diberi waktu untuk hidup 70 atau 80 tahun, tapi itu bukan periode kekekalan, itu bagian dari kekekalan sampai pada kekekalan. Allah berada dalam suatu KURUN WAKTU yang disebut dari kekekalan sampai kekekalan. Kadangkala kita berdoa lalu menerima JANJI Tuhan dan kita berpikir bahwa itu akan terjadi dalam kurun waktunya kita.
BACA dan RENUNGKAN
1 Petrus 1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 20 Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan,tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.
Efesus 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita
kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,
Titus 1:1 Dari Paulus, hamba Allah dan rasul Yesus Kristus untuk memelihara iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah kita, 2 dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah yang tidak berdusta, 3 dan yang pada waktu yang dikehendaki-Nya telah menyatakan firman-Nya dalam pemberitaan Injil yang telah dipercayakan kepadaku sesuai dengan perintah Allah, Juruselamat kita.
Bilangan 23:19 Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?
Inti Pemikiran:
Allah yang pasti: Allah adalah Allah yang pasti, tidak ragu-ragu, dan tidak berdusta. Janji-Nya pasti akan digenapi.
Kurun waktu kekal: Allah beroperasi dalam kurun waktu dari kekekalan sampai kekekalan. Waktu hidup manusia di dunia adalah bagian kecil dari kurun waktu kekal tersebut.
Kesabaran dan perspektif: Manusia seringkali terburu-buru ingin melihat penggenapan janji Allah dalam kurun waktu hidupnya sendiri, sehingga menjadi ragu ketika tidak segera terjadi. Penting untuk memiliki perspektif kekal dan bersabar.
Janji yang mendahului waktu: Beberapa janji Allah (seperti pemilihan dan penetapan dalam Kristus) telah ada sebelum dunia dijadikan.
PENDALAMAN
PERIODE WAKTU Allah, KALENDER Allah adalah dari KEKEKALAN sampai pada
KEKEKALAN. Kapan Yesus DIPILIH, DITETAPKAN oleh Allah untuk MENCURAHKAN DARAHNYA seperti Anak Domba yang disembelih dan mati di kayu salib? Itu menurut KURUN WAKTU siapa? Lalu kapan Yesus MENYATAKAN DIRINYA? Itu menurut KALENDER WAKTU siapa? (1 Petrus 1:19)
Allah berada dalam suatu KURUN WAKTU yg disebut dari kekekalan sampai kekekalan.
Kapan Allah MEMILIH kita? Kapan Allah MEMUTUSKAN, MENENTUKAN kita untuk
menjadi anakNya? (Efesus 1:4-5)
Sebelum dunia dijadikan, kapan, tahun berapa, abad berapa yg disebut dengan SEBELUM DUNIA DIJADIKAN itu? Sebenarnya ini berbicara tentang KURUN WAKTUNYA siapa?
Kapan Allah BERJANJI akan memberikan HIDUP yang KEKAL (ZOE = hidup ilahinya Allah) kepada kita orang2 pilihanNya? Apakah Allah akan MENEPATINYA? Kapan Dia menggenapiNya, dalam KURUN WAKTU apa? (Titus 1:2-3)
Dari Bilangan 23:19, hal apa saja yang TIDAK MUNGKIN Allah lakukan? Berarti ketika Allah berfirman kepada kita, siapa yang bertanggung jawab untuk melaksanakan dan menggenapi firmanNya? Lalu siapa yang MENENTUKAN WAKTUNYA kapan Allah MENGGENAPI firmanNya, janjiNya? Apakah ada KEHARUSAN Allah menggenapinya di masa hidup kita, selama kita hidup di dunia ini?
Jawaban atas Pertanyaan:
1 Petrus 1:19-20:
Kapan Yesus DIPILIH dan DITETAPKAN? Menurut kurun waktu Allah, yaitu sebelum dunia dijadikan. Pemilihan dan penetapan ini adalah bagian dari rencana kekal Allah.
Kapan Yesus MENYATAKAN DIRINYA? Menurut kalender waktu manusia, yaitu "pada zaman akhir" - setelah inkarnasi (bukan reinkarnasi),, kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya.
Jadi, Yesus sudah ditetapkan sejak kekekalan, tetapi dinyatakan di waktu PERMULAAN sejarah manusia (pada zaman akhir, menurut perspektif waktu Allah). Tuhan yang berjalan-jalan di taman Eden adalah Yesus (Kej 3:8).
Efesus 1:4-5:
Kapan Allah MEMILIH kita? Kapan Allah MEMUTUSKAN, MENENTUKAN kita untuk menjadi anakNya? Sebelum dunia dijadikan. Ini juga merupakan bagian dari rencana kekal Allah sebelum penciptaan.
Sebelum Dunia Dijadikan, Kapan, abad berapa?:
"Sebelum dunia dijadikan" adalah suatu titik waktu yang melampaui pemahaman manusia. Ini berbicara tentang kurun waktunya Allah, yaitu kekekalan. Manusia tidak bisa membayangkan atau mengukur waktu ini dengan standar waktu dunia.
Titus 1:2-3:
Kapan Allah BERJANJI akan memberikan HIDUP yang KEKAL? Sebelum permulaan zaman.
Apakah Allah akan MENEPATINYA? Ya, Allah pasti akan menepatinya karena Dia tidak berdusta.
Kapan Dia menggenapiNya, dalam KURUN WAKTU apa? Penggenapannya terjadi secara bertahap: dimulai dengan iman kepada Kristus, berlanjut dalam kehidupan orang percaya, dan mencapai puncaknya dalam kekekalan bersama Allah. Jadi, terjadi dalam kurun waktu manusia (melalui iman dan hidup baru) dan kurun waktu Allah (dalam kekekalan).
Jadi hanya melalui iman di dalam Yesus Kristus, manusia masuk kepada kekekalan. Yesus adalah PORTAL waktu kekekalan itu.
Bilangan 23:19:
Hal apa saja yang TIDAK MUNGKIN Allah lakukan? Berdusta dan menyesal. Jika Ia berfirman, Ia pasti akan melakukannya. Jika Ia berbicara, Ia pasti akan menepatinya.
Siapa yang bertanggung jawab untuk melaksanakan dan menggenapi firmanNya? Allah sendiri yang bertanggung jawab.
Siapa yang MENENTUKAN WAKTUNYA kapan Allah MENGGENAPI firmanNya, janjiNya? Allah sendiri yang menentukan waktunya, sesuai dengan rencana dan kedaulatan-Nya.
Apakah ada KEHARUSAN Allah menggenapinya di masa hidup kita? Tidak ada keharusan mutlak. Allah bisa menggenapi janji-Nya di masa hidup kita, setelah kematian kita, atau dalam kekekalan. Terkadang penggenapan terjadi dalam cara yang tidak kita duga. Para pahlawan iman, seperti Abraham, tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu di masa hidup mereka (Ibr 3:11).
Kesimpulan:
Penting untuk memahami bahwa waktu Allah berbeda dengan waktu manusia. Iman dan kesabaran diperlukan untuk mempercayai janji-janji Allah, meskipun penggenapannya tidak selalu terjadi sesuai dengan harapan atau jadwal kita. Fokus pada Allah yang pasti dan kekal, bukan pada keterbatasan waktu (menurut kalender manusia) dan pemahaman manusia. Kita harus percaya bahwa Allah sedang bekerja dalam kurun waktu yang melampaui pemahaman kita dan bahwa semua janji-Nya akan digenapi pada waktu yang tepat menurut kehendak-Nya.