Langsung ke konten utama

Hearing God's Voice, Understanding Revelation

Saat Teduh 20 Feb 2025


Barangsiapa BERTELINGA hendaklah ia MENDENGAR apa yang DIKATAKAN Roh. Kalau kita dikuasai oleh Roh, OTOMATIS SUARA ROH itu akan sangat keras karena kita dalam KEKUASAAN Dia. Tapi bukan berarti PIKIRAN kita tidak merdeka lagi. Tetap kita memiliki pikiran yang merdeka tapi SUARA PIKIRAN kita, SUARA PERASAAN kita itu DIKALAHKAN oleh SUARA Roh. Tidak ada lagi suara yang lebih besar, lebih tegas, lebih jelas daripada suara Roh Kudus. Suara Roh Kudus akan berkata dengan JELAS dan TEGAS.



BACA dan RENUNGKAN

Wahyu 1:10 Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala, 11 katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia."


Wahyu 4:1 Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga

dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala,

katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini. 2 Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.


Suara yang dahulu yang telah kudengar, suara siapa yang SUDAH BIASA didengar oleh

Yohanes? Dia sudah TERBIASA dengan SUARA Roh yang KERAS dan NYARING,

bagaimana kita juga bisa TERBIASA dengan SUARA Roh yang KERAS dalam hidup kita

yang akan menentukan langkah hidup kita? Seringkali suara keras itu datang dari PIKIRAN

kita, dari PERASAAN kita, dari TUBUH kita, HATI2, itu akan mencelakakan hidup kita. Apa

yang harus kita lakukan dengan SUARA2 yang datang dari tubuh dan jiwa kita itu?


Naiklah kemari, COME UP here, pada saat itu Yohanes sedang ada di pulau Patmos, di alam natural, jadi apa maksudnya ajakan dari Tuhan itu, naik kemana, ke posisi apa, ke alam apa?


Wahyu 4:1, kemudian dari pada itu… dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus

terjadi sesudah ini, kemudian dari pada apa? SESUDAH apa? (Wahyu 1:11)


Tuhan menunjukkan kepada Yohanes apa yang harus terjadi sesudah PENAMPAKAN dari

ketujuh gereja, bagaimana KONDISI ROHANI ketujuh gereja yang dilihat oleh Yohanes?

Dari surat2 yang ditulis Yohanes kepada ketujuh gereja selalu dikatakan, barangsiapa

bertelinga hendaklah ia MENDENGAR apa yang DIKATAKAN ROH kepada jemaat2 dan

juga barangsiapa MENANG, berarti apa yang diharapkan Tuhan dari gerejaNya, dari hidup

kita?


Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu

duduk Seorang. Dalam Wahyu 2 dan 3 tidak ada firman tentang TAKHTA dimana duduk

SESEORANG. Siapa yang BERTAKHTA di DALAM diri kita? Siapa yang BERKUASA di

DALAM diri kita? Siapa yang MEMERINTAH DALAM diri kita? Siapa yang duduk dalam

pemerintahan itu ditunjuk melalui PEMILU begitu juga hidup kita, SUARA siapa yang

paling banyak kita PILIH, kita COBLOS? Suara diri kita atau SUARA Tuhan yang menjadi

PILIHAN kita? Dialah yang akan DUDUK MEMERINTAH dan kita tidak bisa

MENGGUGATNYA lagi.


PENDALAMAN

1. Suara yang dahulu yang telah kudengar, suara siapa yang SUDAH BIASA didengar oleh Yohanes? Dia sudah TERBIASA dengan SUARA Roh yang KERAS dan NYARING, bagaimana kita juga bisa TERBIASA dengan SUARA Roh yang KERAS dalam hidup kita yang akan menentukan langkah hidup kita? Seringkali suara keras itu datang dari PIKIRAN kita, dari PERASAAN kita, dari TUBUH kita, HATI2, itu akan mencelakakan hidup kita. Apa yang harus kita lakukan dengan SUARA2 yang datang dari tubuh dan jiwa kita itu?

  • Suara yang Biasa Didengar Yohanes: Suara Roh Kudus. Yohanes sudah memiliki hubungan yang intim dengan Roh Kudus, sehingga suara-Nya dikenali dan dipahami.

  • Cara Terbiasa dengan Suara Roh:

    • Berdoa dan Merenungkan Firman: Melalui doa dan perenungan Firman Tuhan, kita membangun keintiman dengan Tuhan dan belajar mengenali suara-Nya. Semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin jelas kita mendengar dan memahami suara Roh Kudus.

    • Melatih Kepekaan Rohani: Memperhatikan dorongan-dorongan dalam hati dan pikiran kita. Apakah itu selaras dengan Firman Tuhan? Apakah itu membawa damai dan sukacita?

    • Menyaring Suara: Belajar membedakan antara suara Roh Kudus, suara pikiran/perasaan sendiri, dan suara dunia.


  • Menangani Suara dari Tubuh dan Jiwa: Suara-suara ini tidak selalu jahat, tetapi perlu dikendalikan dengan minta konfirmasi Roh Kudus. Identifikasi dari mana suara-suara itu berasal. Ciri bukan suara Tuhan itu adalah suara ketakutan, kekhawatiran, atau keinginan daging.  Lawan itu dengan Firman Tuhan sebab “ada tertulis”, bawa dalam doa dan mohon kekuatan untuk mengatasi atau menaklukkannya.

    • Uji Setiap Pikiran: Ujilah setiap pikiran dengan Firman Tuhan. Apakah pikiran itu benar, adil, suci, manis, sedap didengar, kebajikan, dan patut dipuji (Filipi 4:8)?

    • Disiplin Diri: Melatih disiplin diri (istilah rasul Paulus: melatih tubuh)  dalam mengendalikan keinginan-keinginan daging dan emosi yang negatif.

    • Fokus pada Roh: Mengarahkan fokus dan perhatian pada Roh Kudus, sehingga suara-Nya menjadi lebih jelas dan dominan dalam hidup kita.


2. Naiklah kemari, COME UP here, pada saat itu Yohanes sedang ada di pulau Patmos, di alam natural, jadi apa maksudnya ajakan dari Tuhan itu, naik kemana, ke posisi apa, ke alam apa?

"Naiklah kemari" (Come up here) adalah ajakan untuk:

  • Dimensi Rohani: Naik ke tingkat pemahaman dan pengalaman yang lebih tinggi dalam Roh. Ini bukan kenaikan fisik, tetapi kenaikan dalam kesadaran rohani, persepsi, dan wawasan akan realitas kehadiran Tuhan.

  • Perspektif Ilahi: Melihat sesuatu dari sudut pandang Tuhan. Di Patmos, Yohanes terisolasi, tetapi melalui panggilan ini, ia dibawa ke hadirat Tuhan untuk melihat realitas surgawi. Beralih dari bumi ke alamnya Allah.

  • Persatuan dengan Tuhan: Semakin dekat dengan Tuhan, semakin kita memahami rencana dan kehendak-Nya. Kita bukan sekedar hamba, tapi sahabat dan kekasih Allah.

  • Menghampiri Takhta Kasih Karunia: Ibrani 4:16 "Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya."


3. Wahyu 4:1, kemudian dari pada itu… dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini, kemudian dari pada apa? SESUDAH apa? (Wahyu 1:11)

"Kemudian daripada itu" merujuk kepada selesainya pesan kepada ketujuh jemaat (Wahyu 2-3). Setelah Yohanes diperintahkan untuk menuliskan penglihatan dan pesan kepada ketujuh gereja di Asia Kecil (Wahyu 1:11), ia kemudian dipanggil untuk naik ke surga dan diperlihatkan apa yang akan terjadi "sesudah ini" - setelah zaman gereja, zaman anugerah. Berarti kita akan memasuki musim yang baru, zaman baru.

4. Tuhan menunjukkan kepada Yohanes apa yang harus terjadi sesudah PENAMPAKAN dari ketujuh gereja, bagaimana KONDISI ROHANI ketujuh gereja yang dilihat oleh Yohanes? Dari surat2 yang ditulis Yohanes kepada ketujuh gereja selalu dikatakan, barangsiapa bertelinga hendaklah ia MENDENGAR apa yang DIKATAKAN ROH kepada jemaat2 dan juga barangsiapa MENANG, berarti apa yang diharapkan Tuhan dari gerejaNya, dari hidup kita?

  • Kondisi Rohani Gereja: Kondisi rohani ketujuh gereja sangat bervariasi. Ada yang setia dan menderita (Smirna, Filadelfia), ada yang berkompromi dengan dunia (Pergamus, Tiatira), ada yang mati secara rohani (Sardis), ada yang suam-suam kuku (Laodikia), dan ada yang awalnya baik tetapi kehilangan kasih yang mula-mula (Efesus).

  • Harapan Tuhan: Tuhan mengharapkan:

    • Telinga Yang Dengar-Dengaran dan yang Taat: Mendengarkan dan taat kepada apa yang dikatakan Roh Kudus melalui Firman Tuhan dan melalui bimbingan langsung dari Roh Kudus.

    • Keteguhan hati: Menetapkan hatinya untuk taat dan setia hidup di dalam jalan-jalan Tuhan dalam menghadapi setiap tantangan.

    • Kemenangan: Mengatasi pencobaan, godaan, dan tantangan dunia, serta tetap setia kepada Tuhan sampai akhir. Bergerak dari kemenangan kepada kemenangan, dari kasih karunia kepada kasih karunia (mengandalkan kekuatan Tuhan), dari iman kepada iman (bertumbuh), dari kemuliaan kepada kemuliaan (saksi yang setia). Ini berarti hidup dalam kekudusan, kebenaran, dan kasih, serta berbuah bagi Kerajaan Allah.


5. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang. Dalam Wahyu 2 dan 3 tidak ada firman tentang TAKHTA dimana duduk SESEORANG. Siapa yang BERTAKHTA di DALAM diri kita? Siapa yang BERKUASA di DALAM diri kita? Siapa yang MEMERINTAH DALAM diri kita? Siapa yang duduk dalam pemerintahan itu ditunjuk melalui PEMILU begitu juga hidup kita, SUARA siapa yang paling banyak kita PILIH, kita COBLOS? Suara diri kita atau SUARA Tuhan yang menjadi PILIHAN kita? Dialah yang akan DUDUK MEMERINTAH dan kita tidak bisa MENGGUGATNYA lagi.

  • Yang Bertakhta di Dalam Diri: Yang seharusnya bertakhta di dalam diri kita adalah Yesus Kristus melalui Roh Kudus-Nya. Dia yang seharusnya berkuasa, memerintah, dan membimbing setiap aspek kehidupan kita. Hidupku bukan aku lagi, tapi Kristus hidup di dalamku (Gal 2:20).

  • Analogi Pemilu: Analogi ini sangat tepat. Setiap hari, kita membuat pilihan yang menunjukkan siapa yang kita "coblos" dalam hidup kita. Apakah kita memilih untuk mendengarkan suara ego, keinginan daging, atau tekanan dunia? Atau apakah kita memilih untuk mendengarkan dan mengikuti suara Tuhan? Ini adalah Free Will di dalam Kerajaan Allah. Tuhan tidak bisa mengintervensi, malaikat tidak, iblis apa lagi. Kitalah yang membuat keputusan sendiri. Itu sebabnya pentingnya membangun kecenderungan hati kepada Tuhan. Adam dan Hawa gagal, tapi kita adalah generasi Kristus yang dilengkapi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah.

  • Konsekuensi Pilihan: Siapa pun yang kita pilih untuk "dudukkan" di takhta hati kita akan memerintah hidup kita, dan konsekuensinya akan kita alami. Jika kita memilih diri sendiri, kita akan menuai kekecewaan, kekosongan, dan kehancuran. Jika kita memilih Tuhan, kita akan mengalami damai sejahtera, sukacita, dan hidup yang berkelimpahan.

Semoga terberkati!


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Kondisi Manusia Pada Zaman Nuh (MKS #12)

Sesi 12 Manusia Kerajaan Sorga ini membahas interpretasi alkitabiah mengenai kemerosotan spiritual umat manusia dari keturunan Set, yang awalnya merupakan pengharapan Tuhan , menjadi fokus pada keinginan kedagingan . Kita mengulas Kitab Kejadian pasal 4 dan 6, membandingkan keturunan Kain yang membangun peradaban tanpa Tuhan dengan keturunan Set, yang disebut anak-anak Allah . Kemunduran ini ditandai dengan anak-anak Allah yang tertarik pada kecantikan lahiriah anak-anak perempuan manusia , yang dianggap sebagai representasi daya tarik daging yang dibangun oleh keturunan Kain. Kejahatan yang meluas dan berkesinambungan ini, di mana Roh Tuhan tidak lagi berguna , memilukan hati Tuhan dan mendorong-Nya untuk memusnahkan segala makhluk hidup melalui air bah, kecuali Nuh dan keluarganya karena Nuh seorang diri didapati benar dan bergaul dengan Allah . Catatan Lengkap Mengenai Kondisi Manusia, Penilaian Allah mengenai keturunan Set, kemunduran rohani manusia, penyesalan Tuhan, dan peng...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

Tubuhmu Adalah Bait Roh Kudus

1 Korintus 3:16 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Video berjudul "You’ve Heard ‘You Are the Temple of God’ – But This Is What It Really Means" dari saluran Beyond the Veil menjelaskan bahwa konsep tubuh manusia sebagai "Bait Allah" bukan sekadar metafora, melainkan sebuah kebenaran arsitektural, anatomis, dan spiritual yang mendalam. Berikut adalah poin-punen utama yang dijelaskan dalam video tersebut: Paralel Struktur Bait Suci dengan Manusia : Video ini membedah bagaimana tiga bagian utama Bait Suci Sulaiman mencerminkan struktur diri manusia: [ 12:16 ] Pelataran Luar (Tubuh) : Mewakili aspek fisik, tindakan, dan interaksi dengan dunia luar. Sama seperti mezbah di pelataran, tubuh adalah tempat disiplin dan pengabdian fisik dimulai. [ 12:56 ] Tempat Kudus (Jiwa/Pikiran) : Mewakili dunia batin, pikiran, dan emosi. Di sini terdapat kandil (kesadaran), roti pertunjukan (nutrisi batin/hikmat), dan mezbah ...

Lahir Baru Titik Awal Perjalanan Rohani Kita

  SATE 28 September 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu : Yohanes 3:1-15 Cara Allah bekerja untuk memperbaharui manusia adalah melalui Lahir baru. Ini merupakan pijakan / tindakan awal Allah dalam diri manusia untuk melakukan pembaharuan, Ini merupakan kepastian atau keyakinan agar manusia dapat mengerjakan rencana Allah semasa hidup manusia. Ini juga merupakan langkah manusia untuk menerima kehidupan Tuhan sehingga Allah mulai bekerja dalam hidup manusia. Manusia harus mengalami dua kali kelahiran! Yaitu roh dan daging, daging pada saat manusia keluar dari kandungan ibu, tetapi itu belum cukup. Manusia harus lahir lagi dari roh, yaitu dari proses lahir baru. Artinya manusia bisa mengoperasikan dua kehidupan, setelah proses ini berarti roh mempunyai kekuatan untuk dapat menarik turun SEMUA kehidupan Allah.   *#1. Apakah yang harus dilakukan setelah kalian mengalami lahir baru?*   Kita harus terus terbuka di hadapan Allah, bersedia untuk dikoreksi, diselaraskan hidup ...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

PERLUNYA TERUS MENGALAMI UPGRADE DAN UPDATE

PAULUS DI YERUSALEM KPR 21:15-26 Hukum Taurat, sunat dan keimamatan Lewi/Harun telah menjadi budaya dan adat-istiadat yang melekat pada orang Israel ribuan tahun lamanya. Tanpa mereka dan kita mengalami upgrade dan update dengan memperbarui pikiran dan akal-budi, sulit untuk melepaskan kebiasaan dan adat-istiadat tersebut.

Pemahaman Konsep "Ikat Janji" dan "Perjanjian" untuk Menerima warisan dan Berkat

  Birth of Isaac: gospelimages.com Ayat Renungan: Ulangan 8:17-18: Kekayaan dan kemampuan yang kita miliki berasal dari Allah. Tujuan Allah memberikan kekuatan untuk mendapatkan kekayaan adalah untuk menggenapi "ikat janji"-Nya dengan Abraham, bukan karena kemampuan kita sendiri.   1 Tawarikh 16:15: Ikat janji Allah bersifat kekal dan berlaku "sampai seribu angkatan", yang dalam pemahaman Ibrani berarti tidak terbatas atau tak terhingga. Ini menegaskan bahwa "ikat janji" bukan sesuatu yang kadaluarsa atau dibatasi waktu.   Galatia 3:7, 9, 14, 29: Orang yang hidup oleh iman adalah anak-anak Abraham. Berkat Abraham dapat diterima oleh bangsa-bangsa lain melalui Yesus Kristus. Orang yang menjadi milik Kristus adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.   Ada perbedaan antara "ikat janji" (secara korporat) dan "perjanjian" (janji secara individu). Allah lah yang berinisiatif mengadakan ikat-janji. Sebelum iman ...

Hukum Allah yang Tak Tertulis dan Kekekalan Zoe (MKS#11)

Khotbah berfokus pada analisis mendalam tentang kisah Kain dan Habel dari Kitab Kejadian, menekankan pentingnya hikmat Allah dan perkenanan-Nya atas persembahan. Pembicara menggunakan kisah tersebut untuk menjelaskan bahwa persembahan Habel diterima karena iman dan sesuai dengan hukum Tuhan, yang disiratkan sebelum Taurat tertulis. Lebih lanjut, dibahas bagaimana Kain berasal dari si jahat dan bagaimana usahanya untuk menghentikan rencana ilahi gagal, yang kemudian diganti dengan kelahiran Set. Akhirnya, ditutup dengan peringatan untuk tidak mengandalkan pemahaman sendiri tetapi pada hikmat Allah, sambil mengaitkan narasi kuno ini dengan tantangan kehidupan modern dan sudut pandang Iblis mengenai akhir zaman. Catatan ini disusun berdasarkan ulasan dan pengajaran, khususnya mengenai kisah Kain dan Habel, hukum Allah, strategi Iblis, dan konsep hidup ilahi ( Zoe ). I. Kelanjutan Pengajaran dan Doa Awal Pengajaran ini melanjutkan pembahasan sesi sebelumnya mengenai sudut pandang ibl...

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN  Bagian 1 Ps. Ir.  Yappy Widjaya 16Feb14 LUK AS 1:36-38 (Luk 1:36)   Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. (Luk 1:37)   Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." (Luk 1:38)   Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Hal yang tidak mungkin adalah dimensinya Tuhan. Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Semua agama mempercayai hal itu. Ketika Abraham sudah berusia 99 tahun Allah berbicara, tahun depan Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki. Sara tertawa. Tapi Allah berkata tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Markus 9:21 (Mar 9:21)   Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya. (Mar 9:22)...