Langsung ke konten utama

Memahami dan Mengalami Janji-janji Tuhan

Iman Bekerja Dalam Perspektif Kekekalan


Saat Teduh 8 Feb 2025


Ketika Dia berjanji kepada kita, kita selalu ngotot itu harus terjadi pada masa hidup kita yang terlalu kecil itu. Ketika Dia berjanji kepada Abraham, Abraham sudah bisa melihat SEMUA itu TERJADI. Dia sudah bisa melihat bahwa kita adalah BAGIAN dari BANGSA yang lahir daripada Abraham, dia sudah melihat semuanya itu. Jadi dia tidak pernah ragu, sampai matinya dia tetap tenang. Dia membagi semua hartanya dengan benar, lalu dia mengusir 6 anak KETURA, dia mengasingkan sendiri ISHAK, dia MEMPERKOKOH apa janji Tuhan terhadap Ishak.


BACA dan RENUNGKAN


Ibrani 1:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.


Ibrani 11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. 9 Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. 10 Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah. 11 Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia. 12 Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya. 13 Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.



Apa arti kalimat “IMAN adalah BUKTI dari segala sesuatu yang TIDAK KITA LIHAT”?


Tindakan2 atau perbuatan2 apa yang Abraham lakukan oleh karena IMANNYA?


Apakah Abraham mengetahui bahwa tidak semua janji2 Allah itu akan digenapi di masa

hidupnya? Sampai matinya di usia 175 tahun Abram tidak mengalami penggenapan janji

Tuhan di MASA hidupnya, di dalam KURUN WAKTU hidupnya. Apa yang membuat

Abraham tidak kecewa, tidak menuduh Tuhan pendusta atau mengingkari janjiNya? Apa

yang SUDAH dilihatnya dari jauh dan kepada siapa Abraham melambai2kan tangannya

(menyambut dan mengucapkan selamat datang)? (Ibrani 11:13)


Jadi ketika kita mendapatkan JANJI2 Tuhan, apakah itu PASTI akan DIGENAPI seluruhnya

dalam masa hidup kita? Mungkinkah Tuhan itu berdusta dan tidak menepati janjiNya?

Pantaskah kita merasa KECEWA terhadap Tuhan karena sepertinya janjiNya tidak digenapi

dalam masa hidup kita?


PENDALAMAN

Mari kita bahas pertanyaan-pertanyaan ini:

  1. Apa arti kalimat “IMAN adalah BUKTI dari segala sesuatu yang TIDAK KITA LIHAT”?
    Kalimat ini mengandung makna yang dalam tentang hakikat iman. Artinya, iman bukan sekadar kepercayaan buta, melainkan keyakinan yang mendalam dan kokoh akan realitas yang tidak dapat ditangkap oleh panca indra. Iman menjadi "bukti" karena:

    • Memberikan KEPASTIAN: Iman memberikan kepastian tentang harapan-harapan kita (Ibrani 1:1). Meskipun kita belum melihatnya, iman meyakinkan kita bahwa janji itu nyata dan akan digenapi.

    • Mengubah persepsi: Iman mengubah cara kita melihat dunia. Kita tidak lagi hanya terpaku pada apa yang tampak, tetapi juga melihat potensi dan kemungkinan yang ada di balik layar.

    • Mendorong tindakan: Iman memotivasi kita untuk bertindak sesuai dengan keyakinan kita, meskipun tidak ada jaminan keberhasilan yang pasti. Tindakan-tindakan ini menjadi bukti nyata dari iman kita.

Singkatnya, iman adalah fondasi yang kokoh bagi harapan kita dan lensa yang memungkinkan kita melihat realitas yang lebih besar dari apa yang tampak.


  1. Tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan apa yang Abraham lakukan oleh karena IMANNYA?
    Abraham adalah contoh klasik tokoh iman dalam Alkitab. Beberapa tindakannya yang mencerminkan imannya antara lain:

    • Meninggalkan negerinya: Abraham taat kepada panggilan Tuhan untuk meninggalkan tanah kelahirannya dan pergi ke negeri yang tidak dikenalnya (Ibrani 11:8). Ini adalah tindakan iman yang besar, karena dia meninggalkan segala sesuatu yang kenyamanan dan lingkungan yang familiar demi mengikuti janji Tuhan.

    • Hidup sebagai pendatang: Setelah tiba di tanah perjanjian, Abraham tidak langsung memiliki tanah itu. Dia hidup sebagai pendatang di kemah-kemah (Ibrani 11:9), menantikan penggenapan janji Tuhan.

    • Percaya akan keturunan: Meskipun sudah tua dan Sara mandul, Abraham tetap percaya bahwa Tuhan akan memberikan keturunan kepadanya (Ibrani 11:11-12). Imannya tidak goyah meskipun secara manusiawi hal itu mustahil.

    • Memperkokoh janji Tuhan kepada Ishak: Setelah Ishak lahir, Abraham mengasingkan anak-anak Ketura dan menegaskan bahwa Ishak adalah pewaris janji Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa Abraham sangat serius dalam menjaga dan meneruskan warisan iman.

    • Bersedia mengorbankan Ishak: Peristiwa puncak dari ujian iman Abraham adalah ketika dia diperintahkan untuk mengorbankan Ishak (Kejadian 22). Abraham taat, karena dia percaya bahwa Tuhan sanggup membangkitkan Ishak dari kematian jika diperlukan.


  1. Apakah Abraham mengetahui bahwa tidak semua janji-janji Allah itu akan digenapi di masa hidupnya? Sampai matinya di usia 175 tahun Abraham tidak mengalami penggenapan janji Tuhan di MASA hidupnya, di dalam KURUN WAKTU hidupnya. Apa yang membuat Abraham tidak kecewa, tidak menuduh Tuhan pendusta atau mengingkari janji-Nya? Apa yang SUDAH dilihatnya dari jauh dan kepada siapa Abraham melambai-lambaikan tangannya (menyambut dan mengucapkan selamat datang)? (Ibrani 11:13)
    Ya, Abraham menyadari bahwa penggenapan penuh janji Tuhan tidak akan terjadi dalam masa hidupnya. Ibrani 11:13 menyatakan bahwa mereka "hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini."
    Beberapa hal yang membuat Abraham tetap setia dan tidak kecewa:

    • Visi yang lebih besar: Abraham memiliki visi yang lebih besar daripada sekadar pemenuhan janji secara fisik. Dia melihat dirinya sebagai bagian dari rencana Allah yang kekal.

    • Percaya akan kesetiaan Tuhan: Abraham percaya bahwa Tuhan adalah setia dan pasti akan menepati janji-Nya, meskipun tidak dalam jangka waktu yang dia harapkan.

    • Fokus pada kota surgawi: Abraham menantikan "kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah" (Ibrani 11:10). Ini menunjukkan bahwa fokusnya bukan hanya pada berkat duniawi, tetapi juga pada kehidupan kekal bersama Tuhan.

Kepada siapa Abraham melambai-lambaikan tangannya? Kemungkinan besar, Abraham menyambut dan mengucapkan selamat datang kepada penggenapan janji Allah di masa depan, yaitu kedatangan Mesias dan Kerajaan Allah yang kekal.


  1. Jadi ketika kita mendapatkan JANJI-JANJI Tuhan, apakah itu PASTI akan DIGENAPI seluruhnya dalam masa hidup kita? Mungkinkah Tuhan itu berdusta dan tidak menepati janji-Nya? Pantaskah kita merasa KECEWA terhadap Tuhan karena sepertinya janji-Nya tidak digenapi dalam masa hidup kita?
    Tidak semua janji Tuhan pasti akan digenapi seluruhnya dalam masa hidup kita. Namun, ini tidak berarti bahwa Tuhan berdusta atau mengingkari janji-Nya. Nilai-nilai yang kita bangun dalam iman itu bisa kita wariskan dan pasti ada yang mengambilnya, bukan hanya untuk anak cucu kita secara lahiriah, tapi siapa pun yang akan menjadi penggenap janji Tuhan. 

Berikut beberapa poin penting:

  • Perspektif kekekalan: Terkadang, penggenapan janji Tuhan itu dalam perspektif kekekalan, sedangkan kita hanya dalam perspektif kalender manusia. Kita mungkin tidak melihatnya secara utuh dalam hidup kita, tetapi kita dapat yakin bahwa Tuhan sedang bekerja dan akan menyelesaikannya pada waktu yang tepat.

Pkh 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

  • Tujuan yang lebih besar: Janji Tuhan seringkali memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar memenuhi kebutuhan pribadi kita. Penggenapannya mungkin melibatkan berkat bagi orang lain, pertumbuhan rohani, atau kemuliaan nama Tuhan.

  • Proses dan waktu Tuhan: Tuhan memiliki proses dan waktu yang berbeda dengan kita. Terkadang, kita perlu mengalami ujian dan penantian untuk mempersiapkan kita menerima berkat-Nya.

  • Iman dan kesabaran: Ibrani 6:12 mengatakan, "supaya kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mewarisi janji-janji itu."


Oleh karena itu, merasa kecewa terhadap Tuhan ketika janji-Nya belum digenapi adalah manusiawi, tetapi tidak pantas. Sebaliknya, kita perlu belajar untuk:

  • Mempercayai kesetiaan Tuhan: Ingatlah bahwa Tuhan adalah setia dan tidak pernah ingkar janji.

  • Bersabar menantikan waktu Tuhan: Jangan terburu-buru atau memaksakan kehendak kita.

  • Mencari hikmat Tuhan: Mintalah Tuhan untuk memberikan hikmat agar kita dapat memahami rencana-Nya dan merespons dengan benar.

  • Berfokus pada kerajaan Allah: Ingatlah bahwa tujuan utama kita adalah untuk mencari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.


Kesimpulannya, iman adalah kunci untuk memahami dan mengalami janji-janji Tuhan. Seperti Abraham, kita perlu memiliki visi yang lebih besar, percaya akan kesetiaan Tuhan, dan bersabar menantikan waktu-Nya. Dengan demikian, kita dapat hidup dalam pengharapan dan sukacita, meskipun tidak semua janji Tuhan digenapi sepenuhnya dalam masa hidup kita.


Beranda (Home)
Hari Proof

Postingan populer dari blog ini

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

The Seed of God and the Character of Abraham (MKS #53)

Khotbah ini membahas proses rohani di mana Allah menabur benih ilahi ke dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi. Melalui teladan Abraham , dijelaskan bahwa hubungan intim dengan Tuhan dimulai dari panggilan pribadi dan ikatan janji (covenant) yang teguh . Ketaatan mutlak Abraham dalam menjaga ketetapan Allah menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan otoritas-Nya kepada generasi berikutnya. Di sini ditekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kepribadian yang selaras dengan karakter Allah melalui bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, sumber ini menantang umat untuk hidup dalam kesetiaan dan kasih yang radikal agar janji Tuhan dapat tergenapi secara turun-temurun. Ibadah JMD Bandung 6 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 53 Catatan Khotbah: Manusia Kerajaan Sorga (Bagian 53) Pelayanan: GPK JMD Bandung, Ps. Djonny Tambunan Tanggal: 6 September 2026 1. Landasan Rencana Agung Allah & Benih Sejati Keturunan Raja-Raja: Allah menetapk...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...