Langsung ke konten utama

YESUS KRISTUS GAMBAR dan RUPA ALLAH yang komplit

Wahyu 1:1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya

ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.


Jadi Allah mengaruniakan suatu PEWAHYUAN kepada Yesus Kristus, pewahyuan itu harus

DITERJEMAHKAN ke dalam kehidupan bukan hanya kehidupan Yesus saja tapi kepada seluruh kehidupan. Jadi seluruh kehidupan ini merupakan pewahyuan dari Yesus Kristus makanya Dia adalah GAMBAR yang SULUNG, yang UTAMA daripada Allah. Yesus adalah CAHAYA KEMULIAANNYA Allah karena Dia adalah GAMBAR dan RUPANYA Allah, Dia menggambarkan RUPANYA Allah secara KOMPLIT ketika Dia hidup di dunia ini. Bisakah kita ketahui bahwa Yesus mempraktekkan yang ditulis di dalam Wahyu 1:1? Padahal waktu Yesus hidup di dunia ini Wahyu 1:1 belum ditulis, itulah PRINSIPNYA Allah. Prinsipnya Allah, POSISI Allah, SIKAP Allah adalah: Dia ingin supaya kita hidup SAMA SEPERTI Yesus, secara MANUSIA kita TAHU apa yang HARUS TERJADI, which MUST SHORTLY TAKE PLACE. 



BACA dan RENUNGKAN


Ibrani 1:1 Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara

kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, 2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. 3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, 4 jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.


AMPC, Dalam banyak PEWAHYUAN yang terpisah (dimana masing2 pewahyuan itu

MEMAPARKAN, MENYATAKAN sebuah bagian dari KEBENARAN) dan dengan pelbagai cara yang berbeda2 Allah BERBICARA kepada BAPA2 leluhur kita di dalam dan melalui PARA NABI. 


Kolose 1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 18 Ialah kepala tubuh,yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. 19 Karena seluruh kepenuhan Allah (seluruh KESEMPURNAAN, KEKUATAN dan SIFAT2 Allah) berkenan diam di dalam Dia (secara PERMANEN),





PENDALAMAN

  1. Bagaimana Allah BERBICARA dan MENYATAKAN PribadiNya kepada bapa2 leluhur kita? (Ibrani 1:1)

    • Menurut Ibrani 1:1, Allah berbicara kepada bapa-bapa leluhur kita "berulang kali dan dalam pelbagai cara" melalui nabi-nabi. Jadi, pewahyuan Allah disampaikan melalui nabi-nabi, yang menyampaikan pesan dan kehendak Allah. Cara penyampaiannya pun beragam: lewat mimpi, lewat penglihatan, lewat suara audible atau bertemu muka dengan muka (Musa).


  1. Lalu pada zaman akhir ini bagaimana Allah BERBICARA kepada kita? (Ibrani 1:2)

    • Ibrani 1:2 menyatakan bahwa pada zaman akhir ini, Allah telah berbicara kepada kita melalui Anak-Nya, Yesus Kristus. Jadi, Yesus adalah sarana utama Allah untuk menyatakan diri-Nya di zaman sekarang.

    • Ibrani 1:3 menyatakan  Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi. Bukan berarti Yesus menganggur. Ia terus menyampaikan pesan firman, karena Ia adalah Pribadi Firman itu. Ia menyampaikannya lewat mimpi, penglihatan, suara dalam roh (hati nurani) kita lewat Roh Kudus, suara yang audible, perjumpaan di alam roh, maupun bertemu muka dengan muka. 


  1. Allah MENYATAKAN PribadiNya, sifatNya, karakterNya dengan cara Dia BERBICARA dan BERTINDAK melalui PutraNya Yesus Kristus. Apa yang FT katakan tentang Pribadi Yesus Kristus itu? (Ibrani 1:2-4)

    • Ibrani 1:2-4 menggambarkan Yesus Kristus sebagai:

      • Ahli waris segala sesuatu (ditetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada sebab Ia adalah Sulung diantara banyak saudara dan menjadi Buah Sulung).

      • Pencipta alam semesta (oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta).

      • Cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah.

      • Penopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan.

      • Penyedia penyucian dosa (the author of faith).

      • Duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar di tempat yang tinggi, menunjukkan otoritas-Nya dan jati diri-Nya sebagai Putra.

      • Jauh lebih tinggi dari malaikat-malaikat.

      • Memiliki nama yang jauh lebih indah dari malaikat-malaikat, Nama di atas segala nama.


  1. Mengapa Yesus itu LEBIH UTAMA dari segala yang diciptakan, LEBIH UTAMA dalam segala sesuatu? (Kolose 1:15-19)

    • Berdasarkan Kolose 1:15-19, Yesus lebih utama karena:

      • Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung lebih utama dari segala yang diciptakan.

      • Segala sesuatu diciptakan di dalam Dia, oleh Dia, dan untuk Dia.

      • Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu, dan segala sesuatu ada di dalam Dia.

      • Ia adalah kepala tubuh, yaitu jemaat.

      • Ia adalah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati.

      • Seluruh kepenuhan Allah (kesempurnaan, kekuatan, dan sifat-sifat Allah) berkenan diam di dalam Dia secara permanen.


  1. Karena SELURUH KEPENUHAN, KESEMPURNAAN dan SIFAT2 Allah BERKENAN diam di dalam Yesus maka seluruh kehidupan ini merupakan pewahyuan, penyingkapan dari Pribadi Yesus Kristus. Apa maksudnya bahwa seluruh kehidupan ini merupakan pewahyuan dari Yesus Kristus? Lalu apa dampaknya bagi hidup kita kalau hidup kita juga seharusnya merupakan pewahyuan dari hidupnya Yesus Kristus?

    • Maksudnya seluruh kehidupan ini merupakan pewahyuan dari Yesus Kristus:

      • Segala aspek kehidupan di alam semesta ini, dari penciptaan hingga keberlangsungan hidup, mencerminkan karakter, kuasa, dan tujuan Yesus Kristus. Karena Ia adalah pencipta dan penopang segala sesuatu, maka alam semesta ini adalah cerminan dari diri-Nya. Segala sesuatu yang baik, benar, dan indah di dunia ini dapat dilihat  sebagai refleksi dari sifat-sifat Kristus.


    • Dampak bagi hidup kita kalau hidup kita juga seharusnya merupakan pewahyuan dari hidupnya Yesus Kristus:

      • Tanggung Jawab: Kita dipanggil untuk kehidupan yang menggambarkan rupa Allah, sehingga orang lain dapat melihat Kristus dalam diri kita. Ini berarti meneladani kasih, keadilan, belas kasihan, dan kebenaran yang Yesus tunjukkan.

      • Perubahan Hidup: Kita harus terus menerus berusaha untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus melalui Roh Kudus. Ini melibatkan proses pertumbuhan rohani, manusia batiniah yang berkelanjutan, di mana kita mengizinkan Kristus (Firman) dan Roh Kudus untuk membentuk karakter kita.

      • Pengaruh: Hidup kita dapat menjadi kesaksian yang kuat bagi orang lain, menarik mereka kepada Kristus. Ketika orang lain melihat Kristus dalam diri kita. Ketika Kristus ditinggikan dalam hidup kita, mereka akan ditarik kepada Bapa dan Kerajaan Sorga.

      • Tujuan: Hidup kita memiliki tujuan yang lebih tinggi daripada sekadar memenuhi kebutuhan pribadi. Kita dipanggil untuk menjadi alat di tangan Allah untuk menyatakan kemuliaan-Nya kepada dunia.


Dengan kata lain, kita diharapkan untuk hidup selaras dengan nilai-nilai dan ajaran Yesus Kristus. Kita dipanggil untuk menjadi representasi Kristus di dunia ini, sehingga melalui kita, orang lain dapat melihat dan mengenal Kristus.



Beranda (Home)

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 1

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 1 Ps. Djonny Tambunan Kunci dari persiapan ini adalah kekudusan dan kesetiaan, yang dicapai melalui Roh Kudus, Firman, dan hamba-hamba Tuhan. Proses ini melibatkan transformasi dari sekadar umat Tuhan menjadi kekasih-Nya, yang siap dan berkontribusi pada perjamuan pernikahan.  Gereja dipanggil untuk hidup kudus, menolak dosa, dan memiliki iman yang memampukan umat untuk melihat upah kekal. Yesaya 54:5 menekankan peran Allah sebagai suami yang memproses umat-Nya menjadi istri, sementara Efesus 5:25-27 menyoroti Kristus memurnikan gereja melalui Firman. Intinya, sesi-sesi ini menekankan pentingnya kesiapan rohani dan transformasi pribadi untuk memenuhi panggilan sebagai mempelai Kristus. Wahyu 19 dan Roma 9 memiliki kesamaan dalam hal panggilan dan status orang percaya. Ayat kunci yang menjadi dasar tema Persiapan Mempelai Wanita Why 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memulia...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...